Arti, Fungsi dan Ragam Bahasa oleh : Kelompok 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

 

Nama Indonesia secara politik ditetapkan pada peristiwa Sumpah Pemuda (dalam butir ketiga) sebagai bahasa persatuan dan sekaligus sebagai bahasa nasional. Peresmian dalam sumpah pemuda bersumber pada Bahasa Melayu, tepatnya Bahasa Melayu perhubungan atau perantara dan bukan sebagai bahasa daerah. Sejak peristiwa penting tersebut bahasa Indonesia berkembang sendiri dan Bahasa Melayu sebagai bahasa daerah di Indonesia pun berkembang sendiri sampai sekarang.

Pertanyaan yang muncul adalah mengapa bahasa Indonesia ditetapkan berasal dari Bahasa Melayu? Faktor berikut adalah sebagai alasannya.[1]

  1. Bahasa Melayu tidak mengenal tingkat sosial dalam berkomunikasi lisan dan tulisan dalam berbagai aspek kehidupan masyarajatny. Jadi, Bahasa Melayu itu lebih demokratis.
  2. Bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa perhubungan antar pulau se- Nusantara sejak abad ke -7  Masehi.
  3. Bahasa Melayu mudah dipahamai atau dipelaajari , mudah menerima kosa kata dan kaidah bahasa lain sehingga memungkinkan sebagai bahasa kebudayaan dalam arti luas.
  4. Bahasa melayu disetujui dan disepakati secara aklamasi secara osikologi oleh penutur-penutur bahasa daerah lain di Indonesia.

Berdasarkan UUD 1945 diakui tiga kelompok bahasa dalam berkomunikasi, yaitu bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing. Posisi bahasa Indonesia tidak sama dalam berbagai peristiwa. Aktivitas atau peristiwa adalah sebagai penentu posisi bahasa Indonesia. Pada suatu peristiwa berkedudukan sebagai bahasa nasional dan pada peristiwa lain bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa persatuan, bahasa Negara, dan baha standar. Sampai sejauh ini bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional, bahasa persatuan, bahasa Negara, dan bahasa standar dan tidak satupun kedudukan itu diisi oleh bahasa asing. Jika diperhatikan segi posisi yang ditempati oleh bahasa Indonesia kita sebagai orang Indonesia harus berbangga dengan bahasa Indonesia. Semua kedudukan bahasa itu tidak terdapat pada Negara-negara lain.

1.2  Rumusan Masalah

                  Dari latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah yaitu Arti, Fungsi dan Ragam Bahasa Indonesia ?

1.3 Tujuan

                  Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengertahui Arti Bahasa, Fungsi Bahasa dan Ragam Bahasa dari berbagai referensi buku.

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Arti Bahasa

Bahasa adalah sistem lambing bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri.[2]

Bahasa adalah sistem lambing bunyi ujaran yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya.[3]

Bahasa adalah suatu sistem simbol lisan yang arbitrer yang dipakai oleh angota suatu masyarakat bahasa untuk berkominikasi dan berinteraksi antar sesamanya, berlandaskan pada budaya yang mereka miliki bersama.[4]

Bahasa menurut Ensiklopedi NasionalIndonesia adalah suatu sistemm tanda bunyi yang secara sukarela dipergunakan oleh anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri.

Bahasa yang baik berkembang berdasarkan suatu sistem, yaitu seperangkat aturan yang dipatuhi oleh pemakainya. Sitem tersebut mencakup unsur-unsur berikut.

  1. Sistem lambang yang bermakna dan dapat dipahami oleh masyarakat pemakainya.
  2. Sistem lambang tersebut bersifat konvesional yang ditentukan oleh masyarakat pemakainya berdasarkan kesepakatan.
  3. Lambang-lambang tersebut bersifat arbiter (kesepakatan) digunakan secara berulang dan tetap.
  4. Sistem lambang tersebut bersifat terbatas, tetapi produktif. Artinya, dengan sistem yang sederhana dan jumlah aturan yang terbatas dapat menghasilakan jumla kata, frasa, klausa, kalimat, paragraph, dab wacana yang tidak terbatas jumlahnya.
  5. Sistem lambang bersifat unik, khas, dan tidak sama dengan lambang lain.
  6. Sistem lambang dibangun berdasarkan kaidah yang bersifat universal.

Semua bahasa sama rumitnya. Hal ini merupakan bagian dari kebudayaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang memakai bahasa itu. Oleh karena itu, semua bahasa sama baiknya dengan bahasa yang lain dan tidak ada yang secara intrinsik lebih baik atau lebih buruk dari bahasa yang lain.

2.2 Fungsi Bahasa Indonesia Secara Umum

                  Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.[5]

2.3 Fungsi Bahasa Indonesia Secara Khusus

       1. Bahasa Nasional

                  Tanggal 28 Oktober 1928, pada hari “Sumpah Pemuda” lebih tepatnya, Dinyatakan Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional memilki fungsi-fungsi sebagai berikut :

       a. Bahasa Indonesia sebagai Identitas Nasional.

                  Kedudukan pertama dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dibuktikan dengan digunakannya bahasa indonesia dalam bulir-bilir Sumpah Pemuda. Yang bunyinya sebagai berikut :

     “Kami poetera dan poeteri Indonesia mengakoe bertoempah darah satoe, Tanah Air Indonesia. Kami poetera dan poeteri Indonesia mengakoe berbangsa satoe, Bangsa Indonesia Kami poetera dan poeteri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, Bahasa Indonesia.”

     b. Bahasa Indonesia sebagai Kebanggaan Bangsa.

                  Kedudukan kedua dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dibuktikan dengan masih digunakannya Bahasa Indonesia sampai sekarang ini. Berbeda dengan negara-negara lain yang terjajah, mereka harus belajar dan menggunakan bahasa negara persemakmurannya. Contohnya saja India, Malaysia, dll yang harus bisa menggunakan Bahasa Inggris.

           c. Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi.

                    Kedudukan ketiga dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dibuktikan dengan digunakannya Bahasa Indonesia dalam berbagai macam media komunikasi. Misalnya saja Buku, Koran, Acara pertelevisian, Siaran Radio, Website, dll. Karena Indonesia adalah negara yang memiliki beragam bahasa dan budaya, maka harus ada bahasa pemersatu diantara semua itu. Hal ini juga berkaitan dengan Kedudukan keempat dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional sebagai Alat pemersatu Bangsa yang berbeda Suku, Agama, ras, adat istiadat dan Budaya.

      d. Bahasa Indonesia sebagai Alat pemersatu Bangsa yang berbeda Suku, Agama, ras, adat istiadat dan Budaya.

      2. Bahasa Negara

                    Bahasa Negara adalah bahasa yang digunakan dalam administrasi Negara baik secara lisan maupun tulisan. Posisi bahasa Negara ini dapat dilihat pemakaiannya dalam pemerintahan secara resmi. Penulisan surat kelakuan baik, pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) adalah bukti tertulis bahasa Negara dalam pidato resmi Presiden RI di hadapan Sidang DPR/MPR dan pidato kenegaraan lainnya adalah contoh bukti bahasa Negara secara lisan. Dalam aktifitas kenegaraan, bahasa Negara mempunyai empat fungsi, yaitu:

     1)  bahasa resmi kenegaraan

     2)  bahasa pengantar resmi di sekolah dan universitas,

         3) bahas resmi tingkat nasional dalam kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Indonesia,

         4) bahasa resmi kebudayaan dalam pengembangan kebudayaan, ilmu, teknologi dan komunikasi di Indonesia.

      Bahasa resmi Negara ini dikukuhkan dalam UUD 1945, pasal 36 bab XV sehingga telah memainkan perannya dalam kehidupan bernegara.[6]

2.4 Tujuan dan Manfaat Kemahiran Bahasa

                  Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi, maka tujuannya untuk memeberikan dasar-dasar kepada pembaca untuk memperoleh kemahiran berbahasa, baik dalam penggunaan bahasa secara lisan maupun tulisan agar mereka yang mendengar atau diajak berbicara dengan mudah memahami apa yang dimaksudkan. Bahasa yang harus digunakan adalah bahasa yang paling umum dipakai dan tidak menyalahi norma-norma umum yang berlaku.

2.5 Ragam Bahasa

                  Pengertian kata ragam secara umum dalam bahasa Indonesia adalah tingkah, jenis, langgam, corak dan laras. Ragam bahasa diartikan sebagai variasai bahasa menurut pemakaian yang dibedakan menurut topik pembicaraan, sikap penutur, dan media atau sarana yang digunakan. Pengertian ragam bahasa ini memperhatikan situasi yang dihadapi, masalah yang hendak disampaikan, latar belakang pendengar dan pembaca yang dituju, dan media atau sarana yang hendak digunakan.[7]

2.5.1 Dasar-dasar Ragam Bahasa

                  Pada ragam bahasa yang paling pokok adalah seseorang itu menguasai atau mengetahui kaidah-kaidah yang ada dalam bahasa. Kerena kaidah bahasa dianggap sudah diketahui, uraian dasar-dasar ragam bahasa itu diamati melalui skala perbandingan bagian persamaan bagian perbedaan. Dasar-dasar ragam bahasa yang akan diperbandingkan itu didasarkan atas sarana ragam bahasa lisan dan ragam tulisan.

2.5.2 Jenis- jenis Ragam Bahasa

      A. Ragam Bahasa Berdasarkan Tempat

1. Ragam Dialek

Ragam dialek adalah ragam bahasa yang dipengaruhi oleh bahasa daerah si pembicara atau ragam bahasa daerah yang ditandai oleh daerah atau kota.

            B. Ragam Bahasa Berdasarkan Sarana

      1. Ragam Lisan

                  Ragam lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan dengan sarana lisan yang ditandai oleh pengulangan intonasi, spontanitas sehingga criteria kejelasan ketepatan dan kelugasan terpenuhi oleh si penutur.

      2. Ragam Tulisan

Ragam tulisan adalah variasi bahasa yang digunakan melalui sarana tulisan dan dapat diperkuat atau didukung oleh sarana visual untuk mencapai sasaran.

            C. Ragam Bahasa Berdasarkan Penutur

a. Ragam bahasa berdasarkan pendidikan penutur

Bahasa Indonesia yang digunakan oleh kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak berpendidikan, terutama dalam pelafalan kata yang berasal dari bahasa asing, misalnya fitnah, kompleks,vitamin, video, film, fakultas. Penutur yang tidak berpendidikan mungkin akan mengucapkan pitnah, komplek, pitamin, pideo, pilm, pakultas. 

Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa, misalnya mbawa seharusnya membawa, nyari seharusnya mencari. Selain itu bentuk kata dalam kalimat pun sering menanggalkan awalan yang seharusnya dipakai.

b. Ragam bahasa berdasarkan sikap penutur

Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh setiap penutur terhadap kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis terhadap pembawa (jika dituliskan) sikap itu antara lain resmi, akrab, dan santai. Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap penutur atau penulis juga mempengaruhi sikap tersebut. Misalnya, kita dapat mengamati bahasa seorang bawahan atau petugas ketika melapor kepada atasannya. Jika terdapat jarak antara penutur dan kawan bicara atau penulis dan pembaca, akan digunakan ragam bahasa resmi atau bahasa baku. Makin formal jarak penutur dan kawan bicara akan makin resmi dan makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yang digunakan. Sebaliknya, makin rendah tingkat keformalannya, makin rendah pula tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.

D. Ragam Bahasa Berdasarkan Situasi

            1. Ragam Baku

Ragam baku adalah ragam bahasa yang dipakai dalam forum resmi. Ragam ini bisa juga disebut ragam resmi.

            2. Ragam Tidak Baku

Ragam tidak baku adalah ragam bahasa yang menyalahi kaidah-kaidah yang terdapat dalam bahasa baku.

            E. Ragam Bahasa Berdasarkan Bidang

1. Ragam Ilmu dan Teknologi

            Ragam ilmu dan teknologi adalah ragam bahasa yang digunakan dalam bidang keilmuan dan teknologi.

2. Ragam Sastra

            Ragam satra adalah ragam bahasa yang bertujuan untuk memperoleh kepuasan estetis dengan cara penggunaan pilih jata secara cermat dengan gramatikal dan stilistil tertentu.

3. Ragam Niaga

            Ragam niaga adalah ragam bahasa yang digunakan untuk menarik pihak konsumen agar dapat melakuakan tindak lanjut dalam kerjasama untuk mencari suatu keuntungan finansial.

2.5.3 Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

                  Penggunaa bahasa yang baik adalah penggunaan bahasa yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Hal ini biasa berhubungan dengan nilai rasa. Seseorang mungkin saja menguasai bahasa lisan secara fasih, namun sulit menguasai bahasa tulisan dengan baik karena berbeda ragamnya. Adapun bahasa yang benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah yang ada. Bahasa yang benar harus menggunakan tata bahasa, sistem ejaan, artikulasi, dan kalimat yang sesuai dengan aturan bahasa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

                  Ssetiap bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia belum dapat dikategorikan sebagai bahasa jika tidak terkandung makna di dalamnya. Di dalam suatu masyarakat bahasa terhimpun bermacam-macam sususnan bunyi yang berbeda antara yang satu dengan lainnya karena memiliki suatu makna tertentu

                  Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi antaranggota masyarakat Indonesia. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia pasti memerlukan orang lain. Mereka perlu berkomunikasi dalam berbagai lingkungan di tempat mereka berada. Bahasa menunjukkan perbedaan antara suatu penutur dengan penutur lainnya, tetapi masing-masing tetap mengikat kelompok penuturnya dalam satu kesatuan sehingga bahasa memungkinkan tiap individu untuk menyesuaikan dirinya dengan adat-istiadat dan kebiasaan masyarakat bahasa tersebut. Bahasa juga melambangkan pikiran atau gagasan tertentu, dan juga melambangkan perasaan, kemauan bahkan dapat melambangkan tingkalah laku seseorang.

                  Ragam bahasa secara garis besar terbagi atas ragam bahasa lisan dan tulisan. Keduanya mempunyai perbedaan yang sangat jelas. Ragam bahasa lisan ditandai dengan penggunaan lafas atau pengucapan, intonasi, kosakata, dan penyusunan kalimat yang agak longgar. Ragam tulisan sangat terikat dengan tanda baca dan pemakaian kata baku.

                  Disamping ragam bahasa dikenal juga laras bahasa. Laras ini dipengaruhi oleh tempat bahasa tersebut digunakan. Dalam hal ini akan muncul bahasa selaras. Laras bahasa agama digunakan dalam komunikasi keagamaan. Demikian pula laras-laras yang disesuaikan dengan profesi atau strata sosial.

3.2 Saran

                  Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar perlu dilestarikan karena bahasa Indonesia adalah bahasa Indonesia adalah bahasa nasional. Kemajuan zaman pun memudarkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di kalangan remaja khususnya. Ada baiknya pemahaman akan bahasa Indonesia yang baik dan benar bukan hanya di dalam lingkungan pendidikan tetapi juga di mulai dari lingkungan rumah dan teman sebaya agar penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar tetap menjadi ciri bangasa Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

Alwi, Hasan dan Dendy Sogono (ed). Tata Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1998

Darjowidjojo, Soenjono. Psikolingustik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusisa. Jakarta: Unika Atmajaya, 2003

Darmayanti, Nani. Bahasa Indonesia jilid 1. Bandung: Grafindo Media Pratama, 2006

Gabi, Ramlan A dan Fitriyah Z. A. Disiplin berbahasa Indonesia. Jakarta: FITK Press, 2004

H.S, Widjojo. Bahasa Indonesia cetakan ke-2. Jakarta: Grasindo, 2007

Sartuni, Rasyid. Aplikasi Bahasa. Bogor: Maharani Press, 2004

 

 

 

     

 

 

 

                 

                 

 

 

                 

                             

     


[1] Rasyid Sartuni, S, S., M. Hum Aplikasi Bahasa. (Bogor: Maharani Press, 2004) hal 8

[2] Ramlan A. Gani dan Mahmudah Fitriyah Z. A. Disiplin Berbahasa Indonesia.(Jakarta:FITK Press, 2004) hal 3

[3] Widjono H.S. Bahasa Indonesia Cetakan Ke-2. (Jakarta: Grasindo, 2007) hal 14

[4] Soenjono Dardjowidjojo. Psikolinguistik :Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. (Jakarta: Unika Atma Jaya, 2003) hal 16

[5] Widjono H.S. Bahasa Indonesia Cetakan Ke-2. (Jakarta: Grasindo, 2007) hal 23

 

[6] Rasyid Sartuni, S, S., M. Hum Aplikasi Bahasa. (Bogor: Maharani Press, 2004) hal 15

[7] Rasyid Sartuni, S, S., M. Hum Aplikasi Bahasa. (Bogor: Maharani Press, 2004) hal 21

About these ads

One thought on “Arti, Fungsi dan Ragam Bahasa oleh : Kelompok 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s