pendekatan normatif

MAKALAHPENGANTAR STUDI ISLAM

PENDEKATAN NORMATIF DALAM STUDI ISLAM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh :

SUCI WISDINIATI

(1111015000042)

Kelas :    2 P. IPS B

 

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2012

 

 

Pendahuluan

 

AL-Quran dan Hadist dijadikan sebagai objek kajian sehingga muncul berbagai pemahaman, penafsiran dan pemikran. Demikian juga lahirlah berbagai jenis hukum Islam yang disebut.DirosahIslamiyah atau Islamic Studies.Jilid Al Qur’an dan Haditsdipahami dalam bentuk pengetahuan Islam, maka kebenarannya berubah menjadi relative  dan tidak lagi mutlak.Karena pemahaman, pemikirandan penafsiran mirip hasilupaya manusia dalam mendekati kebenaranyang dinyatakandalam wahyu  Allah SWT  dan  Sunnah Rasullulah.‡

Untuk memahami Al Qur’an dan Hadits sebagai sumber ajarann  Islam, maka diperlukan berbagai pendekatan metodologi pemahaman Islam yang  tepat,akurat dan responsible,sehingga diharapkan Islam sebagai sebuah sistem ajaran yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits dapat dipahami secara komprehensif. Dan diantara pendekatan yang digunakanadalah pendekatan teologis normatif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab II

PEMBAHASAN

Dalam kerangka studi agama, normativitas ajaran wahyu dibangun,dikemas dan dilakukan melalui pendekatan doutrinal-teologis.Pendekatan normatif ini berawal dari teks yang sudah tertulis dalamkitab sucimasing-masing agama. Oleh karena itu pandangan inidianggap sebagai bercorak literalis dan tekstualis.‡

Pendekatan teologis normatif dalam kajian Islam secara harfiahdiartikan sebagai upaya memahami agama dengan menggunakankerangka ilmu ketuhanan yang bertolak dari suatu keyakinan bahwawujud empiric dan suatu keagamaan dianggap sebagai yang palingbesar dibandingkan dengan yang lainnya.

‡Pendekatan teologis ini erat kaitannya dengan pendekatan normative yang suatu pendekatan yang memandang agama dari segi ajarannyayang pokok dan asli dari Tuhan yang didalamnya belum terdapatpenalaran pemikiran manusia.Dalam pendekatan ini, agama dilihatsesuatu kebenaran mutlak dari Tuhan.Pendekatan normatif dapat jugadikatakan pendekatan yang bersifat domain keimanan tanpamelakukan kritis kesejarahan yang berkembang, serta tidakmemperhatikan konteks kesejarahan Al Qur’an. Pendekatan inimengasumsikan seluruh ajaran Islam baik yang terdapat dalam AlQur’an, Hadist maupun ijtihad sebagai suatu kebenaran yang harusditerima dan tidak boleh digugat lagi

Menurut Abu Dinata, sikap ekslusivismeteologis dalam memandangperbedaan dan pluraritas agama sebagaimana di atas tidak sajamerugikan bagi agama lain, tetapi juga merugikan diri sendiri karmasikap semacam itu sesungguhnya mempersempit bagi masuknyakebenaran-kebenaran baru yang bisa membuat hidup ini lebih lapangdan lebih kaya dengan nuansa.Keterlibatan institusi dan pranatasosial kemasyarakatan dalam wilayah keberagamaan manusia menjadibahan peneliti agama sehingga muncul terobosan baru untuk melihatpemikiran teologi yang termanifetasikan dalam budaya secara lebihobjektif lewat pengamatan factual. Salah satu ciri dari teologi masakini adalah sifat kritisnya.kritis juga terdapat lingkungan.Hal ini hanya dapat terjadi bilaagama terbuka juga terhadap ilmu-ilmu sosial dan memanfaatkan ilmutersebut bagi pengembangan teologinya.

Jika dipahami, maka akan tampak bahwa pendekatan teologis dalammemahami agama cenderung bersikap tertutup, tidak ada dialogsaling menyalahkan, yang pada akhirnya terjadi pengkotak-kotakanumat, tidak ada kerja sama dan tidak terlihat adanya kepedulian sosial.Akhirnya agama cenderung hanya mirip keyakinan dan pembentukansikap keras dan dampak sosial yang kurang baik.

Dari uraian di atas bukan berarti kita memerlukan pendekatan teologis dalam memahami agama, karena tanpa adanya pendekatan teologiskeagamaan seseorang akan mudah cair. Proses pelembagaan perilakukeagamaan melalui mazhab-mazhab sebagaimana halnya yangterdapat dalam teologi juga jelas diperlukan. Aplikasi Pendekatan Teologis.

Dalam aplikasinya, pendekatan teologis normatif barangkali tidakmemenuhi kendala yang cukup berarti tetapi akan semakin rumitketika pendekatan ini dihadapkan pada realita dalam Al Qur’an maupun Hadits yang tidak tertulis secara tertentu secara luas.contoh yang paling konkrit adalah adanya ritualtertentu dalamkomunitas muslim yang sudah mentradisi secara turun temurun,seperti slametan (tahlilan/kenduren).

Dari uraian tersebut terlihat bahwa pendekatan ini dalam memahamiagama menggunakan cara berfikir deduktif, yaitu cara berfikir yangberawal dari keyakinan yang diyakini benar dan mutlak adanyasehingga tidak perlu dipertanyakan lebih dulu, melainkan dimulaidari keyakinan yang selanjutnya diperkuat dengan dalil-dalil danargumentasi.

Seiring perkembangan zaman yang selalu berubah dan disertaidengan munculnya berbagai persoalan baru dalam kehidupan manusia,maka menjadi sebuah keniscayaan untuk memahamiagama sesuai dengan zamannya.

Dalam kaitan ini agama tampil prima dengan seperangkat cirikhasnya.Agama Islam secara normatif pasti benar danmenjunjung tinggi nilai-nilai luhur.Untuk bidang sosial agamatampil menawarkan nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan,kesetiakawanan, tolong menolong, tenggang rasa, persamaan derajat, dan sebagainya.untuk bidang ekonomi agama tampilmenawarkan keadilan, kebersamaan, kejujuran, dan salingmenguntungkan. Untuk bidang ilmu pengetahuan agama tampilmendorong pemeluknya agar memiliki pengetahuan danteknologi yang setinggi-tingginya, menguasai ketrampilan,keahlian dan sebagainya. Demikian pula untuk bidangkesehatan, lingkungan hidup, kebudayaan, politik, dansebagainya

Perkembangan zaman yang selalu berubah dan disertaimunculnya berbagai persoalan baru dalam kehidupan manusia,menjadi sebuah tuntutan untuk memahami agama sesuaizamannya.

Tuntunan terhadap agama yang demikian itu dapat dijawab manakala pemahaman agama banyak menggunakan pendekatanteologis normatif dilengkapi dengan pemahaman agama yangmenggunakan pendekatan lain secara operasional konseptuadapat memberikan jawaban terhadap masalah yang timbul.

 

Al Quran di antaranya :

•          Keasliannya terjaga (15:9), Allah menjaminnya. Dalam sejarah Al-Quran terjaga melalui hafalan sahabat yang dilanjutkan para ulama dan hufadz (penghafal Quran).

•          Ditulis dan didokumentasikan dengan rapi, kemudian dibukukan yang dilakukan melalui pengujian yang ketat dan mutawatir (diterima semua pihak) Ditradisikan menjadi bacaan baik dalam shalat maupun wirid-wirid.

•          Al-Quran merupakan kitab yang universal yang berlaku untuk semua manusia, bahkan alam (25 ;1, 7:178)

•          Al-Quran mencakup seluruh aspek kehidupan (16 :89 , 6 :38 )

•          Al-Quran memiliki gaya bahasa dan isi yang tak tertandingi, meskipun satu surat saja (2:23)

•          Kandungan Al-Quran mengadung ramalan sejarah yang tepat. Misalnya tentang kemenangan Rum (31:1-2)

•          Al-Quran merupakan sumber dari berbagai ilmu. Misalnya ilmu sejarah, bahasa, syariah, hikmah dan falsafah

•          Al-Quran merupakan kitab yang tersusun rapi dan terinci ( 11: 1), tetapi tidak memiliki pertentangan di dalamnya ( 4 :82)

•          Salah satu keistimewaan Al-Quran misalnya adanya Kesimbangan Angka-angka dalam Al_Quran

Terhadap kitab-kitab terdahulu (Taurat, Zabur dan Injil), Al-Quran berfungsi sebagai (5 :48) :

1.         Nasikh (penggati) terhadap syariat kitab-kitab terdahulu

2.         Muhaimin (batu ujian) terhadap otensitas kitab terdahulu dari campur tangan manusia

3.         Mushadiq (pembenar) terhadap ajaran-ajaran terdahulu

Respon manusia terhadap Al-Quran bermacam-macam :

•          Orang-orang kafir ;

mendustakan (7:146), mengolok-olok ( 18 : 106), menganggap dongeng (6 :25), dan lain-lain.

•          Orang-orang beriman

iman (2:4), menjadikan sebagai petunjuk hidup (2:2), melaksanakan dengan rendah hati (32:15), bersemayam di dalam hati ( 29:49)

Meski demikian, di antara orang-orang yang beriman dalam menggunakan Al-Quran terdapat 3 kelompok :

•          Dzalimu li nafsih (menzalimi diri sendiri) , yaitu lebih banyak lalai terhadap Al-Quran

•          Muqtasid (pertengahan), yaitu berupaya melakukan tetapi masih sering lalai

•          Sabiquna bil khairat (bersegera dalam kebaikan), yaitu orang yang selalu berpegang teguh dan mendahulukan Al-Quran

Kewajiban Muslim terhadap Al-Quran adalah

a. mengimaninya,

b. mempelajarinya (47 :24)

c. membaca dan menghafalkannya (73 :4),

d. mengamalkannya dalam kehidupan (24:51)

e. mengajarkan kepada orang lain (16 :44).

Isi Kandungan Alquran : Aqidah, Ibadah, Akhlak, Hukum, Sejarah & Dorongan Untuk Berfikir – Garis Besar/Inti Sari Al-Quran

Al-Quran adalah kitab suci agama islam untuk seluruh umat muslim di seluruh dunia dari awal diturunkan hingga waktu penghabisan spesies manusia di dunia baik di bumi maupun di luar angkasa akibat kiamat besar.

Di dalam surat-surat dan ayat-ayat alquran terkandung kandungan yang secara garis besar dapat kita bagi menjadi beberapa hal pokok atau hal utama beserta pengertian atau arti definisi dari masing-masing kandungan inti sarinya, yaitu sebagaimana berikut ini :

1. Aqidah / Akidah

Aqidah adalah ilmu yang mengajarkan manusia mengenai kepercayaan yang pasti wajib dimiliki oleh setiap orang di dunia.Alquran mengajarkan akidah tauhid kepada kita yaitu menanamkan keyakinan terhadap Allah SWT yang satu yang tidak pernah tidur dan tidak beranak-pinak.Percaya kepada Allah SWT adalah salah satu butir rukun iman yang pertama.Orang yang tidak percaya terhadap rukun iman disebut sebagai orang-orang kafir.

2. Ibadah

Ibadah adalah taat, tunduk, ikut atau nurut dari segi bahasa.Dari pengertian “fuqaha” ibadah adalah segala bentuk ketaatan yang dijalankan atau dkerjakan untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT. Bentuk ibadah dasar dalam ajaran agama islam yakni seperti yang tercantum dalam lima butir rukum islam. Mengucapkan dua kalimah syahadat, sholat lima waktu, membayar zakat, puasa di bulan suci ramadhan dan beribadah pergi haji bagi yang telah mampu menjalankannya.

3. Akhlaq / Akhlak

Akhlak adalah perilaku yang dimiliki oleh manusia, baik akhlak yang terpuji atau akhlakul karimah maupun yang tercela atau akhlakul madzmumah. Allah SWT mengutus Nabi Muhammd SAW tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbaiki akhlaq. Setiap manusia harus mengikuti apa yang diperintahkanNya dan menjauhi laranganNya.

4. Hukum-Hukum

Hukum yang ada di Al-quran adalah memberi suruhan atau perintah kepada orang yang beriman untuk mengadili dan memberikan penjatuhan hukuman hukum pada sesama manusia yang terbukti bersalah. Hukum dalam islam berdasarkan Alqur’an ada beberapa jenis atau macam seperti jinayat, mu’amalat, munakahat, faraidh dan jihad.

5. Peringatan / Tadzkir

Tadzkir atau peringatan adalah sesuatu yang memberi peringatan kepada manusia akan ancaman Allah SWT berupa siksa neraka atau waa’id. Tadzkir juga bisa berupa kabar gembira bagi orang-orang yang beriman kepadaNya dengan balasan berupa nikmat surga jannah atau waa’ad.Di samping itu ada pula gambaran yang menyenangkan di dalam alquran atau disebut juga targhib dan kebalikannya gambarang yang menakutkan dengan istilah lainnya tarhib.

6. Sejarah-Sejarah atau Kisah-Kisah

Sejarah atau kisah adalah cerita mengenai orang-orang yang terdahulu baik yang mendapatkan kejayaan akibat taat kepada Allah SWT serta ada juga yang mengalami kebinasaan akibat tidak taat atau ingkar terhadap Allah SWT. Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari sebaiknya kita mengambil pelajaran yang baik-baik dari sejarah masa lalu atau dengan istilah lain ikibar.

7. Dorongan Untuk Berpikir

Di dalam al-qur’an banyak ayat-ayat yang mengulas suatu bahasan yang memerlukan pemikiran menusia untuk mendapatkan manfaat dan juga membuktikan kebenarannya, terutama mengenai alam semesta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

Pendekatan teologis normatif adalah upaya memahami agamadengan menggunakan kerangka ilmu ketuhanan yang bertolakdari suatu keyakinan bahwa wujud empiric dan suatu keagamaandianggap sebagai yang paling benar dibandingkan dengan yanglain.

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s