kumpulan makalah kewirausahaan semester dua

Image

BAB 11

 

PEMBAHASAN

 

  1. A.    KELOMPOK 1[1]

 

KONSEP DASAR WIRAUSAHA

 

2.1 Pengertian Kewirausahaan

 

Pasti kita pernah mendengar kata wirausaha. Wirausaha sama dengan wiraswasta. Secara etimologi, wira artinya layak dicontoh, usaha artinya berkemauan keras, sedangkan swasta artinya berdiri di kaki sendiri. Intinya suatu bentuk usaha untuk mencapai kesuksesan dengan kemampuan sendiri. Jadi kewirausahaan menurut John Kao adalah “suatu usaha untuk menciptakan nilai melalui suatu peluang bisnis dengan mengambil risiko yang tepat dan melalui komunikasi dan manajemen untuk memobilisasi sumber daya manusia, modal, dan barang guna suatu keberhasilan”.

 

2.1.1 Pengertian Kewirausahaan Menurut Parah Ahli

 

A. Richard Cantillon (1775)

 

Kewirausahaan didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian.

 

B. Jean Baptista Say (1816)

 

Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.

 

C. Frank Knight (1921)

 

Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.

 

 

 

D. Joseph Schumpeter (1934)

 

Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk :

 

  1. Memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru,                                                    
  2. Memperkenalkan metoda produksi baru,
  3. Membuka pasar yang baru (new market),
  4. Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau
  5. Menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya. Penrose (1963) Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.

 

E. Harvey Leibenstein (1968, 1979)

 

Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.[2]

 

2.2 Karakteristik Wirausahawan

 

Sebenarnya banyak sekali hal-hal yang harus dimiliki dalam diri seorang wirausahawan. Hal ini diperlukan agar wirausahawan mampu bersaing dengan dunia luar dan mencapai kesuksesan.

 

Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut.

 

a. Memiliki keinginan dan keberanian.

 

Untuk memulai berwirausaha diperlukan keinginan dan keberanian yang kuat, siap mental, fisik dan psikis. Karena ini adalah langkah awal menuju sebuah kesuksesan.

 

b. Memiliki intuisi.

 

Siapa saja bisa jadi wirausahawan, tidak ada tes atau wawancaranya. Orang yang berpendidikan rendah maupun tinggi, orang yang modalnya sedikit atau banyak, bisa melakukannya. Intuisi dapat diperoleh dengan cara saling berbagi pengalaman dengan orang lain dan mempelajari pengalaman orang lain.

 

c. Berani mengambil risiko.

 

Segala sesuatu yang diperbuat pasti memiliki risiko. Seorang wirausawan harus siap untuk sukses dan harus siap gagal, terlebih lagi jika ia belum memiliki pengalaman apapun mengenai berwirausaha.

 

d. Bersikap optimis.

 

Sikap optimis sangat diperlukan untuk meraih kesuksesan, karena optimisme merupakan dorongan dalam diri untuk terus maju.

 

2.3 Motif Berwirausaha

 

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa seseorang tertarik untuk berwirausaha dari berbagai segi ;

 

  1. Keuangan, untuk mencari nafkah, ingin menjadi kaya, menambah pendapatan, jaminan atau tabungan di masa depan.
  2. Sosial, untuk memperoleh status yang lebih tinggi atau gengsi, dihormati banyak orang, dan mengenal dan dikenal banyak orang.
  3. Pelayanan, untuk membahagiakan orangtua atau orang terdekat,  memberi lapangan pekerjaan bagi orang lain, memakmurkan dan mensejahterakan Indonesia secara tidak langsung.
  4. Kepribadian, untuk melatih diri manjadi pribadi yang tanggung jawab, mandiri, tidak bergantung kepada orang lain, inovatif, kreatif, produktif.
  5. Berprestasi, untuk mencapai kepuasan terbaik dengan cara terbaiknya.

 

2.4 Proses Wirausaha

 

Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996 : 3), proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Sebuah inovasi dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal tersebut misalnya pendidikan dan pengalaman. Contoh faktor eksternal nya adalah aktivitas, peran,dan peluang. Oleh karena itu, inovasi berkembangan menajdi kewirausahaan melalui proses yang dipengrauhi lingkungan, organisasi dan keluarga (Suryana, 2001 : 34).

 

  1. Tahap memulai, tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan franchising. Juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri atau manufaktur atau produksi atau jasa.
  2. Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap “jalan”, tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek : pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.
  3. Mempertahankan usaha, tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi
  4. Mengembangkan usaha, tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

 

2.5 Pola Pikir Wirausahawan

 

a. Percaya diri

 

Seorang wirausaha harus percaya diri terhadap apa yang dikerjakannya. Karena jika it tidak punya rasa percaya diri ia tidak akan pernah maju.

 

b. Berorientasi pada prestasi

 

c. Berani mengambil risiko

 

Segala sesuatu yang kita lakukan pasti memiliki risiko. Seberat apapun risikonya, seharusnya tidak menjadi halangan bagi seseorang untuk mengambil keputusan atau berwirausaha.

 

d. Berjiwa independen

 

Dalam mengambil keputusan untuk melakukan suatu kebijakan, seorang wirausaha harus memutuskannya sendiri. Ia juga harus tegas dalam berpendirian. Jika tidak, ia akan mudah terpengaruh oleh orang lain yang mungkin saja bisa merupakan hal-hal negatif yang membahayakan.

 

e. Kreatif dan inovatif

 

Untuk mencapai kesuksesan, kreatif dan inovatif sangatlah dibutuhkan karena persaingan dalam bidang kewirausahaan sangatlah ketat. Bisa dibilang hal ini salah satu faktor besar yang menentukan sukses tidaknya usaha seseorang.[3]

 

f. Ulet dan tekun

 

Berwirausaha bukanlah hal yang mudah, jadi perlu keuletan dan ketekunan untuk berwirausaha yang benar agar tercapai sebuah kesuksesan.

 

2.6 Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha

 

            Tiap orang tertarik untuk berwirausaha dikerenakan berbagai keuntungan, banyak sekali keuntungan yang akan didapat jika seseorang berani untuk berwirausaha yang paling terlihat keuntungannya dalam berwirausaha dapat dikelompokkan dalam tiga kategori dasar :

 

1. Laba,

 

2. Kebebasan, dan

 

3. Kepuasan dalam menjalani hidup.

 

1. Keuntungan Berupa Laba

 

Wirausaha mengharapkan hasil yang tidak hanya mengganti kerugian waktu dan uang yang diinvestasikan tetapi juga memberikan keuntungan yang pantas bagi resiko dan inisiatif yang mereka ambil dalam mengoperasikan bisnis mereka sendiri. Dengan demikian keuntungan berupa laba merupakan motifasi yang kuat bagi wirausaha tertentu.

 

Laba adalah salah satu cara dalam mempertahankan nilai perusahaan. Beberapa wirausaha mungkin mengambil laba bagi dirinya sendiri atau membagikan laba tersebut, tetapi kebanyakan wirausaha puas dengan laba yang pantas.

 

B. Keuntungan Berupa Kebebasan

 

Kebebasan untuk menjalankan perusahaannya merupakan keuntungan lain bagi seorang wirausaha. Hasil survey dalam bisnis berskala kecil tahun 1991 menunjukkan bahwa 38% dari orang-orang yang meninggalkan pekerjaan nya di perusahaan lain karena mereka ingin menjadi bos atas perusahaan sendiri. Beberapa wirasuaha menggunakan kebebasannya untuk menyusun kehidupan dan perilaku kerja pribadnya secara fleksibel. Kenyataannya banyak wirausaha tidak mengutamakan fleksibiltas disatu sisi saja. Akan tetapi wirausaha menghargai kebebasan dalam karir kewirausahaan, seperti mengerjakan urusan mereka dengan cara sendiri, memungut laba sendiri dan mengatur jadwal sendiri.

 

C. Keuntungan Berupa Kepuasan Dalam Menjalani Hidup

 

Wirausaha sering menyatakan kepuasan yang mereka dapatkan dalam menjalankan bisnisnya sendiri. Pekerjaan yang mereka lakukan memberikan kenikmatan yang berasal dari kebebasan dan kenikmatan ini merefleksikan pemenuhan kerja pribadi pemilik pada barang dan jasa perusahaan. Banyak perusahaan yang dikelolah oleh wirausaha tumbuh menjadai besar akan tetapi ada juga yang relative tetap berskala kecil.[4]

 

Kerugian seorang wirausahawan adalah :

 

1. Tidak kompeten dalam manajerial. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.

 

2. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.

 

3. Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik, faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan menghambat operasional perusahan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.

 

4. Gagal dalam perencanaan. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.

 

5. Lokasi yang kurang memadai. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.

 

6. kurangnya pengawasan peralatan. Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.

 

7. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal menjadi besar.

 

8. Ketidak mampuan dalam melakukan peralihan atau transisi kewirausahaan. Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.

 

        Peggy Lambing dan Charles L Khuel (2000:19-20) mengemukakan keuntungan dan kerugian berwirausah sebagai berikut:

 

A. Keuntungan berwirausaha :

 

1. Otonomi. Pemgelolaan yang bebas dan tidak terikat membuat wirausah menjadi seorang “bos” yang penuh kepuasan. 

 

2. Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi. Tantangan awal atau perasaan bermotivasi yang tinggi merupakan hal yang menggembirakan. Peluang untuk menggembangkan konsep usaha yang dapat menghasilkan keuntungan sangat memotivasi wirausaha.

 

3. Control financial. Wirausaha memiliki kebebasan untuk mengelola keuangan dan merasa kekeyaan milik sendiri.

 

Kerugiaan berwirausaha :

 

1. Pengorbanan personal. Pada awalnya, wirausaha harus bekerja dengan waktu yang lama dan sibuk. Sedikit sekali waktu yang tersedia untuk kepentingan keluarga.

 

2. Beban tanggung jawab. Wirausaha harus mengelola semua fungsi bisnis, baik pemasaran, keungan, personal, maupun pengadaan dan pelatihan.

 

3. Kecilnya keuntungan dan besarnya kemungkinan gagal. Karena wirausaha menggunakan sumber dana miliknya sendiri, maka margin laba/keuntungan yang diperoleh akan relative kecil.[5]

 

 

 

KESIMPULAN

 

3.1 KESIMPULAN

 

            Kewirausahaan bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan sehingga banyak yang perlu dipelajari dan diperhatikan untuk menjadi seorang wirausahawan. Dewasa ini kewirausahaan sudah mulai berkembang diiringi oleh majunya teknologi, pengetahuan, dan faktor pendorong lainnya.

 

Meskipun keuntungan dalam berwirasuaha menggiurkan, tapi ada juga biaya yang berhubungan dengan kepemilikan bisnis tersebut. Memulai dan mengoperasikan bisnis sendiri membutuhkan kerja keras, menyita banyak waktu dan membutuhkan kekuatan emosi. Kemungkinan gagal dalam bisnis adalah ancaman yang selalu ada bagi wirausaha, tidak ada jaminan kesuksesan. Wirausaha harus menerima berbagai resiko berhubungan dengan kegagalan bisnis. Tantangan berupa kerja keras, tekanan emosional, dan risiko meminta tingkat komitmen dan pengorbanan jika kita mengharapkan mendapatkan keuntungan.

 

Semoga dengan berjalannya waktu wirausahawan di Indonesia ini bisa bertambah dan membuat Indonesia sejahtera dan makmur.

 

 

 

3.2 Saran

 

Minimnya pengetahuan tentang kewirausahaan di Indonesia membuat Indonesia menjadi Negara yang kaya akan pengangguran, untuk itu pemerintah harus memberikan pemahaman tentang kewirausahaan kepada setiap masyarakat agar mereka mampu membuat lapangan pekerjaan. Selain itu, pemerintah juga harus menyediakan modal usaha bagi mereka yang ingin memulai berwirausaha agar mereka tidak kesulitan untuk memulai atau mengembangkan usahanya.

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Wijandi, Soersasono. Pengantar Kewiraswastaan. Bandung, Sinar baru. 2004

 

Ade. Hakikat dan Konsep Kewirausahaan. http://adesyams.blogspot.com/2009/06/hakikat-dan-konsep-dasar-kewirausahaan.html

 

Seisheya.Kewirausahaan, http://seisheya.wordpress.com/2011/12/24/ konsep-dasar-kewirausahaan/, terakhir diakses 9 maret 2012 pukul 5:48 WIB

 

Regen Of Raubraut.Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha. http://dothack17.blogspot.com/2010/12/keuntungan-dan-kerugian-berwirausaha.html,

 

 

 

  1. KELOMPOK 2[6]

 

SIKAP SEORANG WIRAUSAHA

 

 

 

  1. A.      Sikap dalam Kewirausahaan

 

Sikap seorang wirausahawan dalam mengambil keputusan terhadap lingkungan usaha merupakan kunci utama dalam usaha meningkatkan kualitas. Seorang yang memiliki sikap wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Dari waktu-ke waktu, hari demi hari, minggu demi minggi selalu mencari peluang untuk meningkatkan usaha dan kehidupannya. Ia selalu berkreasi dan berinovasi tanpa berhenti, karena dengan berkreasi dan berinovasi lah semua peluang dapat diperolehnya.

 

  1. 1.    Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha:

 

a.      Tahap memulai

 

       Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan ‘’franchising’’. Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri, atau jasa.         

 

b.      Tahap melaksanakan usaha

 

Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.

 

c.       Tahap mempertahankan usaha

 

Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi

 

  1. d.      Tahap mengembangkan usaha

 

Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil

 

2.        Sikap wirausaha

 

Dari daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan di atas, dapat kita identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:

 

  1. a.      Disiplin

 

       Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya. Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan. Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan. Kedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan akan komitmen tersebut. Wirausahawan harus taat azas. Hal tersebut akan dapat tercapai jika wirausahawan memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang telah ditetapkan. Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya adalah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja.

 

  1. b.      Komitmen Tinggi

 

Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan). Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan identifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya. Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, penyelesaian bagi masalah konsumen, dan sebagainya.Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadapkonsumen, akan memiliki nama baik di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan.

 

  1. c.       Jujur

 

      Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks.  Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purnajual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan olehwirausahawan.

 

  1. d.      Kreatif dan Inovatif

 

Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu.Justru seringkali ide-ide jenius yang memberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.

 

  1. e.       Mandiri

 

Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalammengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan. Pada prinsipnya seorang wirausahawan harus memiliki sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya.

 

  1. f.       Realistis

 

 

 

Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/ perbuatannya. Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasional dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/ sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis.

 

  1. B.     Motifasi dalam Kewirausahaan

 

       Perkataan motivasi berasal dari Bahasa Inggris yaitu, motivation. Kata asalnya ialah motive. Motivasi adalah sesuatu yang menggerak dan mengarahkan seseorang dalam tindakan-tindakannya secara negatif atau positif. Motivasi adalah suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan atau kegiatan tertentu, sehingga motivasi dapat diartikan sebagai pendorong perilaku seseorang.

 

Adanya risiko yang cukup besar, banyaknya waktu dan energi yang dibutuhkan tidak menurunkan semangat munculnya wirausaha-­wirausaha baru. Seorang wirausaha termotivasi untuk melakukan ke­giatan usaha dengan berbagai alasan:

 

1. Independensi

 

2. Pengembangan diri

 

3. Pekerjaan yang tidak memuaskan

 

4. Penghasilan

 

5. Keamanan

 

Wirausaha yang memiliki motivasi ini selalu ingin berprestasi/ meraih yang terbaik, umumnya memiliki ciri-ciri :

 

  1. Ingin mengatasi sendiri kesulitan-kesuliatan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya.
  2. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk dapat mengukur keberhasilan atau kegagalan
  3. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi
  4. Berani menghadapi resiko dengan penuh tantangan
  5. Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang.

 

Berbagai macam teori motivasi juga mampu menjelaskan moti­vasi orang melakukan kegiatan usaha sebagai seorang wirausaha:

 

  1. Motif berprestasi kewirausahaan (Teori David McClelland, 1961): seorang wirausaha melakukan kegiatan usaha didorong oleh ke­butuhan untuk berprestasi, berhubungan dengan orang lain dan untuk mendapatkan kekuasaan baik secara finansial maupun se­cara sosial.Wirausaha melakukan kegiatan usaha dimotivasi oleh:

 

 

 

a. Motif berprestasi (need for achievement)

 

Orang melakukan kegiatan kewirausahaan didorong oleh ke­ingginan mendapatkan prestasi dan pengakuan dari keluarga maupun masyarakat.

 

 

 

b. Motif berafiliasi (need for affiliation)

 

Orang melakukan kegiatan kewirausahaan didorong oleh ke­inginan untuk berhubungan dengan orang lain secara sosial kemasyarakatan.

 

 

 

c. Motif kekuasaan (need for power)

 

Orang melakukan kegiatan kewirausahaan didorong oleh ke­ingginan mendapatkan kekuasaan atas sumberdaya yang ada. Peningkatan kekayaan, pengusahaan pasar sering menjadi pendorong utama wirausaha melakukan kegiatan usaha.

 

 

 

2. Motif Kebutuhan Maslow (Teori Hirarki Kebutuhan Maslow, 1970):

 

Teori hirarki kebutuhan Maslow mampu menjelaskan motivasi orang melakukan kegiatan usaha. Maslow membagi tingkatan motivasi ke dalam hirarki kebutuhan dari kebutuhan yang rendah sampai yang berprioritas tinggi, di mana kebutuhan tersebut akan mendorong orang untuk melakukan kegiatan usaha.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Physiological Need

 

Motivasi seorang melakukan kegiatan kewirausahaan dido­rong untuk mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, fisiologi seperti; makan, minum, kebutuhan hidup layak se­cara fisik dan mental.

 

 

 

4. Security Need

 

Melakukan kegiatan usaha, bisnis untuk memenuhi rasa aman atas sumberdaya yang dimiliki, seperti: investasi, perumahan, asuransi, dan lain-lain.

 

 

 

5. Social Need

 

Motivasi seseorang melakukan kegiatan usaha, bisnis untuk memenuhi kebutuhan sosial, berhubungan dengan orang lain dalam suatu komunitas.

 

 

 

6. Esteem need

 

Motivasi melakukan kegiatan usaha, bisnis untuk memenuhi rasa kebanggaan, diakuinya potensi yang dimiliki dalam melakukan kegiatan bisnis.

 

 

 

7. Self actualization need

 

Motivasi melakukan kegiatan usaha untuk memenuhi kebutuh­an aktualisasi diri. Keingginan wirausaha untuk menghasilkan sesuatu yang diakui secara umum bahwa hasil kerjanya dapat diterima dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

 

 

  1. C.    Kepemimpinan dalam Kewirausahaan

 

 

 

Kepemimpinan adalah proses mengarahkan perilaku orang lain ke arah pencapaian suatu tujuan tertentu. Pengarahan dalam hal ini berarti menyebabkan orang lain bertindak dengan cara tertentu atau mengikuti arah tertentu. Wirausahawan yang berhasil merupakan pemimpin yang berhasil memimpin para karyawannya dengan baik. Seorang pemimpin dikatakan berhasil jika percaya pada pertumbuhan yang berkesinambungan, efisiensi yang meningkat dan keberhasilan yang berkesinambungan dari perusahaan.

 

Para wirausahawan memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, mereka mengembangkan gaya kepemimpinan mereka sendiri sesuai dengan karakter pribadi mereka dalam memajukan perusahaannya.

 

Memimpin tidaklah sama dengan mengelola (manage). Walaupun beberapa wiraswastawan adalah seorang pemimpin dan beberapa pemimpin adalah wiraswastawan, memimpin dan mengelola bukanlah merupakan aktivitas yang identik. Kepemimpian adalah bagian dari manajemen. Pengelolaan ( manage) adalah bidang yang lebih luas dibandingkan memimpin dan dipusatkan pada masalah perilaku maupun non perilaku. Kepemimpinan terutama ditekabkan pada isu perilaku.

 

 

 

  1. 1.      Sifat-Sifat kepemimpinan

 

Ada sejumlah sifat-sifat kepribadian yang perlu dimiliki para pemimpin (Andy Undap, 1983) yaitu:

 

  1. Pendidikan umum yang luas,seseorang yang berpendidikan akan mempunyai kemampuan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan.

 

 

 

  1. Kematangan mental, seorang pemimpin harus memiliki kematangan mental yang terlihat pada kestabilan emosional, tidak mudah tersinggung, tidak gampang marah dan sebagainya.

 

 

 

  1. Sifat ingin tahu, sifat ini mendorong seorang pemimpin untuk menyelidik, inovatif dan kreatif.

 

 

 

  1. Kemampuan analitis. Seorang pemimpin harus mampu menganalisa gejala-gejala informasi yang ia terima, sehingga dapat mengambil keputusan yang positif dan berguna untuk kemajuan bisnisnya.

 

 

 

  1. Memiliki daya ingat yang kuat. Seorang wirausaha akan berhadapan dengan banyak orang berbagai sifat perilaku sehingga diperlukan kemampuannya untuk mengingat. Kemampuan mengingat ini akan sangat membantu proses kepemimpinannya.

 

 

 

  1. Integratif. Seorang wirausaha harus mempunyai kepribadian terpadu tidak terpecah-pecah yang membuat dia terombang-ambing. Juga harus memiliki sifat integratif dalam rumahtangganya.

 

 

 

  1. Keterampilan berkomunikasi. Hal ini sangat diperlukan oleh seorang wirausaha untuk berkomunikasi dengan lingkungan bisnisnya.

 

 

 

  1. Keterampilan mendidik. Seorang wirausaha harus mampu memberi petunjuk dan mendidik karyawannya dalam beberapa hal baik yang berhubungan dengan pekerjaan ataupun yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.

 

 

 

  1. Rasional dan objektif. Pemikiran dan keputusan yang diambil oleh wirausaha berlandaskan pada pemikiran sehat dan tidak emosional.

 

 

 

  1. Pragmatisme. Keputusan-keputusan seorang wirausaha harus dibuat sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang tersedia.

 

 

 

  1. 2.     Tipe-Tipe Kepemimpinan

 

     Beberapa tipe kepemimpinan menurut Kartini Kartono (1983) adalah sebagai berikut:

 

  1.  Tipe kharismatik

 

Pemimpin kharismatik merupakan kekuatan energy, daya tarik luar biasa yang diikuti oleh para pengikutnya.

 

 

 

  1. Tipe Paternalistis dan Maternalistis

 

Tipe paternalistis bersikap melindungi bawahan sebagai seorang bapak atau sebagai ibu yang penuh kasih sayang. Pemimpin tipe ini kurang memberikan pada karyawan untuk berinisiatif dan mengambil keputusan.

 

 

 

  1. Tipe Militeristis

 

Tipe militeristis banyak menggunakan system pemerintah, system komando dari atasan kebawahan sifatnya keras, sangat otoriter, menghendaki bawahan agar selalu patuh, penuh acara formalitas.

 

 

 

  1. Tipe Otokratis

 

Tipe otokratis berdasrkan kepada kekuasaan dan paksaan yang mutlak harus dipatuhi. Pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal, dia menjadi raja. Setiap perintah ditetapkan tanpa konsultasi, kekuasaan sangat absolute.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Tipe Laissez Faire

 

Tipe laissez faire ini membiarkan karyawan berbuat semaunya sendiri semua pekerjaan dan tanggung jawab dilakukan oleh oleh bawahan. Pimpinan hanya merupakan symbol yang tidak memiliki keterampilan.

 

 

 

  1. Tipe Populistis

 

Tipe populistis ini mampu menjadi pemimpin rakyat. Dia berpegang pada nilai-nilai masyarakat tradisional.

 

 

 

  1. Tipe Administratif

 

Pemimpin tipe administrative ialah pemimpin yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif sehingga diharapkan muncul perkembangan teknis, manajemen modern dan perkembangan sosial.

 

 

 

  1. Tipe Demokratis

 

Tipe kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan pada pengikutnya. Tipe ini menekankan pada rasa tanggung jawab dan kerjasama yang baik antar karyawan.

 

 

 

  1. 3.      Perilaku Kepemimpinan

 

Perilaku pemimpin menyangkut dua bidang utama :

 

  1. Berorientasi pada tugas yang menetapkan sasaran. Merencanakan dan mencapai sasaran.
  2. Berorientasi pada orang yang memotivasi dan membina hubungan                 manusiawi.

 

 

 

Ada tiga variabel utama yang tercakup dalam kepemimpinan

 

1)       Kepemimpinan melibatkan orang lain seperti bawahan atau para pengikut.

 

2)      Kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan.

 

            3)        Kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para bawahan.

 

 

 

4.  Tiga pendekatan utama kepemimpinan

 

a.      Pendekatan sifat-sifat (traits approach).

 

b.      Pendekatan keperilakuan ( behavioral approach).

 

c.      Sebab-sebab munculnya pemimpin.

 

 

 

5      Orientasi Tugas Pemimpin

 

Seorang pemimpin cenderung menunjukkan pola-pola perilaku berikut :

 

                       a.          Merumuskan secara jelas peranan sendiri maupun stafnya.

 

b.         Menetapkan tujuan yang sukar tapi dapat dicapai, dan memberitahukan orang-orang apa yang diharapkan dari mereka.

 

c.         Menentukan prosedur-prosedur untuk mengukur kemajuan menuju tujuan dan untuk mengukur pencapaian tujuan itu, yakin tujuan yang dirumusakan secara jelas dan khas.

 

d.                                 Melaksanakan peranan kepemimpinan secara aktif dalam merencanakan, mengarahkan membimbing dan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada tujuan.

 

e.      Berminat mencapai peningkatan produktifitas.

 

 

 

  1. 6.      Pendekatan-Pendekatan kepemimpinan

 

Pendekatan perilaku kepemimpinan menganggap bahwa pemimpin yang baik adalah dilahirkan dan buakannya diciptakan. Pemimpin yang berhasil cenderung memiliki karakteristik berikut :

 

a.      Kecerdasan, termasuk kemampuan menilai dan verbal.

 

b.      Prestasi dimasa lalu dalam bidang pendidikan dan olah raga.

 

c.      Kematangan dan stabilitas emosional.

 

            d.        Ketergantungan, ketekunan, dan dorongan untuk mencapai prestasi yang    berkesinambungan.

 

e.         Ketrampilan untuk berprestasi secara sosial dan beradaptasi dengan berbagai kelompok.

 

f.      Keinginan untuk menggapai status posisi sosial ekonomi.

 

 

 

  1. 7.      Penentuan Dalam Membuat Keputusan

 

Tiga faktor utama yang mempengaruhi penentuan wiraswastawan tentang perilaku kepemimpinan mana yang akan digunakan untuk membuat keputusan adalah :

 

                  a.      Kekuatan dalam diri wirausahawan

 

                  b.      Kekuatan pada bawahan.

 

                  c.      Kekuatan dalam situasi kepemimpinan.

 

 

 

Keseluruhan butir kepemimpinan wirausaha adalah bahwa dia mem­bangkitkan yang terbaik dari setiap individu, tim dan organisasi. Ingat bahwa Kepemimpinan Wirausaha adalah: menanamkan keyakinan untuk berpikir, berperilaku dan bertindak dengan cara wirausaha dengan pemikiran menyadari sepenuhnya tujuan yang sesungguhnya dan organisasi demi pertumbuhan yang menguntungkan bagi semua stakeholders yang terlibat.

 

 

 

KESIMPULAN

 

 

 

Wirausaha adalah seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya atau hidupnya. Ia bebas merancang, menentukan mengelola, mengendalikan semua usahanya. Sedangkan kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain.

 

Sikap seorang wirausahawan dalam mengambil keputusan terhadap lingkungan usaha merupakan kunci utama dalam usaha meningkatkan kualitas. Seorang yang memiliki sikap wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Dari waktu-ke waktu, hari demi hari, minggu demi minggi selalu mencari peluang untuk meningkatkan usaha dan kehidupannya. Ia selalu berkreasi dan berinovasi tanpa berhenti, karena dengan berkreasi dan berinovasi lah semua peluang dapat diperolehnya.

 

       Motivasi adalah suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan atau kegiatan tertentu, sehingga motivasi dapat diartikan sebagai pendorong perilaku seseorang.

 

       Kepemimpinan adalah proses mengarahkan perilaku orang lain ke arah pencapaian suatu tujuan tertentu. Pengarahan dalam hal ini berarti menyebabkan orang lain bertindak dengan cara tertentu atau mengikuti arah tertentu. Wirausahawan yang berhasil merupakan pemimpin yang berhasil memimpin para karyawannya dengan baik.

 

  1. KELOMPOK 3[7]

 

ETIKA DAN NORMA BISNIS

 

 

 

 

 

2.1  Etika Bisnis

 

2.1.1        Pengertian Etika Bisnis

 

Pengertian etika berasal dari bahasa Yunani “ethos” berarti adat istiadat atau kebiasaan. Hal ini berarti etika berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang lain atau dari satu generasi ke generasi lainnya.

 

Etik ialah suatu studi mengenai yang benar dan yang salah dan pilihan moral yang dilakukan seseorang. Keputusan etik ialah suatu hal yang benar mengenai perilaku standar. Etika bisnis kadang sering pula disebut dengan etika manajemen , yaitu penerapan standar moral kedalam kegiatan bisnis.

 

Etika bisnis ini mencakup hubungan antara perusahaan dengan orang yang menginvestasi uangnya dalam perusahaaan, dengan konsumen, pegawai, kreditur, saingan dan sebagainya. Orang-orang bisnis diharapkan bertindak secara etis dalam berbagai aktivitasnya dimasyarakat.

 

 

 

2.1.2        Faktor yang Mempengaruhi Etika

 

Pada dasarnya ada tiga faktor utama yang mempengaruhi etika yaitu (Bovee et al 2004):

 

  1. Cultural Difference

 

Sebagaimana telah diketahui bahwa tiap daerah, memiliki kebiasaan sendiri-sendiri, lain Negara lain pula kebiasaannya.

 

  1. Knowledge

 

Orang-orang yang mengetahui, dan berada dalam jalur pengambilan keputusan mencoba berusaha untuk tidak terlibat dalam masalah-masalah menyangkut masalah etika ini. Demikian pula anda jika sudah mengetahuinya bahwa perbuatan itu melanggar etika, maka jangan mau melakukannya, karena hal ini melanggar kata hati anda dan anda akan berhadapan dengan hukum.

 

  1. Organizational behavior

 

Pondasi kokoh dari sebuah etika bisnis adalah iklim yang berlaku pada sebuah organisasi. Ada organisasi yang betul-betul ketat menjaga etika, dan member pelatihan pada karyawannya agar selalu menjaga etika. Perusahaan besar banyak menerapkan kode etik ini.

 

 

 

2.1.3        Masalah yang Dihadapi dalam Etika Bisnis

 

Setidaknya ada tiga jenis masalah yang dihadapi dalam etika bisnis, yaitu:

 

  1. Sistematik

 

Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai system ekonomi, politik, hokum, dan system sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.

 

  1. Korporasi

 

Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini menyangkut pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.

 

  1. Individu

 

Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.

 

 

 

2.1.4        Teori-Teori Etika

 

Pada dasarnya teori etika dibagi menjadi dua, yaitu:

 

  1. Teori Dentologi

 

Dentologi berasal dari bahasa Yunani “Deon” berarti kewajiban. Etika dentologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Suatu tindakan itu baik bukan dinilai atau dibenarkan berdasarkan akibat atau tujuan baik dari tindakan yang dilakukan, melainkan berdsarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada diri sendiri. Dengan kata lain, bahwa tindakan itu bernilai moral kerena tindakan itu dilaksanakan terlepas dari tujuan  atau akibat dari tindakan itu.

 

  1. Teori Teleologi

 

Teologi berasal dari bahasa Yunani “telos” berarti tujuan. Jadi etika teologi yaitu etika yang mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.

 

 

 

2.1.5        Prinsip-Prinsip Etika Bisnis

 

Pada umumnya, prinsip-prinsip yang berlaku dalam bisnis yang baik sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari, dan prinsip-prinsip ini sangat berhubungan erat terkait dengan system nilai-nilai yang dianut di kehidupan masyarakat.

 

Menurut Sonny Keraf (1998) prinsip-prinsip etika bisnis adalah sebagai berikut:

 

  1. Prinsip otonomi

 

Prinsip otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak derdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.

 

  1. Prinsip kejujuran

 

Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.

 

  1. Prinsip keadilan

 

Prinsip ini menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama dengan aturan yang adil dan sesuai criteria yang rasional objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan.

 

  1. Prinsip saling menguntungkan (mutual benefit principle)

 

Prinsip ini menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa, sehingga menguntungkan semua pihak.

 

  1. Prinsip integritas moral

 

Prinsip integritas moral dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan maupun perusahaannya.

 

 

 

2.2  Norma

 

2.2.1        Pengertian Norma

 

Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Norma memberi pedoman tentang bagaimana kita harus hidup dan bertindak secara baik dan tepat, sekaligus menjadi dasar bagi penilaian mengenai baik buruknya perilaku dan tindakan kita.

 

 

 

 

 

2.2.2        Macam-Macam Norma

 

  1. Norma Khusus

 

Norma-norma Khusus adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan khusus

 

  1. Norma Umum

 

Aturan yang berlaku yang lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal. Adapun macam-macam norma umum meliputi:

 

a)      Norma Sopan santun

 

Norma sopan santun adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-hari.

 

b)      Norma Hukum

 

Norma hokum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Norma hukum ini mencerminkan  harapan, keinginan dan keyakinan seluruh anggota masyarakat tersebut tentang bagaimana hidup bermasyarakat yang baik dan bagaimana masyarakat tersebut harus diatur secara baik

 

c)      Norma Moral

 

Norma Moral, yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia.

 

Norma moral ini menyangkut aturan tentang baik buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh ia dilihat sebagai manusia.

 

Ada beberapa ciri utama yang membedakan norma moral dari norma umum lainnya ( kendati dalam kaitan dengan norma hukum ciri-ciri ini bisa tumpang tindih) :

 

  • Kaidah moral berkaitan dengan hal-hal yang mempunyai atau yang dianggap mempunyai konsekuensi yang serius bagi  kesejahteraan, kebaikan dan kehidupan manusia, baik sebagai pribadi maupun sebagai kelompok.
  • Norma moral tidak ditetapkan dan/atau diubah oleh keputusan penguasa tertentu. Norma moral dan juga norma hukum merupakan ekspresi, cermin dan harapan masyarakat mengenai apa yang baik dan apa yang buruk. Berbeda dengan norma hukum, norma moral tidak dikodifikasikan, tidak ditetapkan atau diubah oleh pemerintah. Ia lebih merupakan hukum tak tertulis dalam hati setiap anggota masyarakat, yang karena itu mengikat semua anggota dari dalam dirinya sendiri
  • Norma moral selalu menyangkut sebuah perasaan khusus tertentu, yang oleh beberapa filsuf moral disebut sebagai perasaan moral (moral sense).

 

 

 

2.3  Pentingnya Etika dan Norma dalam Berbisnis

 

Sebelumnya kita harus mengetahui apa sebenarnya pengertian etika tersebut. Banyak definisi yang berkaitan dengan etika tetapi pada intinya etika adalah semua norma atau aturan umum yang harus diperhatikan dalam berbisnis yang merupakan sumber dari nilai-nilai yang luhur dan perbuatan yang baik.

 

Dalam berbisnis, pada kenyataannya tidak semua pelaku bisnis menyadari apa dampak ekonomi dan sosial dari apa yang mereka lakukan. Apalagi yang bersifat dampak tidak langsung, lebih tidak disadari lagi.

 

Etika bisnis sangat tergantung kepada iktikad baik. Hanya anda sendirilah yang mengetahui itikad baik ini, orang lain relatif sulit atau bahkan tidak akan tahu sama sekali.

 

Paling tidak ada dua aspek dari tolak ukur etika, walaupun pada kenyataannya sulit untuk mengukurnya, yaitu: (1) prinsip timbal balik, serta (2) itikad baik. Kedua hal ini adalah fondasi penting untuk etika bisnis atau melakukan bisnis yang fair dan jujur. Semuanya kembali kepada diri kita masing-masing, karena sekali lagi, etika itu sanksinya hanyalah sanksi moral, dan itu pun sering terlihat dalam jangka panjang, tidak langsung segera terasa. Prinsipnya adalah dalam jangka pendek, bisnis yang melanggar etika bisa jadi sangat menguntungkan, tetapi dalam jangka panjang bisa jadi akan bermasalah.

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

 

3.1  Kesimpulan

 

Etika adalah semua norma atau aturan umum yang harus diperhatikan dalam berbisnis yang merupakan sumber dari nilai-nilai yang luhur dan perbuatan yang baik. Masalah yang dihadapi dalam etika bisnis, yaitu: (1) individu, (2) korporasi, dan (3) sistematik. Pada umumnya, prinsip-prinsip yang berlaku dalam bisnis yang baik sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari, dan prinsip-prinsip ini sangat berhubungan erat terkait dengan system nilai-nilai yang dianut di kehidupan masyarakat.

 

Norma adalah memberi pedoman tentang bagaimana kita harus hidup dan bertindak secara baik dan tepat, sekaligus menjadi dasar bagi penilaian mengenai baik buruknya perilaku dan tindakan kita.

 

Jenis norma dibagi menajadi dua, yaitu: (1) norma khusus, yaitu norma-norma khusus adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan khusus; (2) norma umum, yaitu aturan yang berlaku yang lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal.

 

Etika bisnis sangat tergantung kepada iktikad baik. Hanya anda sendirilah yang mengetahui itikad baik ini, orang lain relatif sulit atau bahkan tidak akan tahu sama sekali.

 

 

 

3.2  Saran

 

Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca, serta menambah pengetahuan tentang etika dalam berbisnis yang baik, tepat, dan benar. Makalah ini tidak luput dari kesalahan dalam penulisan maupun dalam tata bahasa, untuk itu kami minta kritik dan saran dari para pembaca untuk memperbaiki makalah kami, agar kedepannya makalah kami lebih baik lagi dari makalah yang sekarang ini. 

 

  1. D.    KELOMPOK 4[8]

 

MENGEMBANGKAN SIKAP PRIBADI WIRAUSAHA

 

 

 

  1. A.    Pengertian  kewirausahaan

 

Istilah wirausaha berasal dari kata entrepreneur (bahasa prancis) yang diterjemahkan kedalam bahasa inggris dengan arti between taker atau go-between. Dan pada abad pertengahan berarti aktor atau orang yang bertanggung jawab dalam proyek produksi berskala besar.

 

Geoffrey G. Meredith et al (2000) menjelaskan seorang wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, dan mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan sukses.

 

Dalam Konteks management seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan sumber daya seperti financial (money), bahan mentah (matrials), dan tenaga kerja (labors), untuk menghasilkan suatu produk baru, bisnis baru, proses produksi atau pengembangan organisasi usaha.

 

Secara garis besar wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang dan perbaikan hidup.

 

 

 

  1. B.     Sembilan Karakteristik Wirausaha Menurut David Mc. Clelland

 

Terdapat Sembilan Karakteristik Wirausaha Menurut David Mc. Clelland yaitu :

 

  1. Dorongan Berprestasi

 

Semua wirausahawan yang berhasil memiliki keinginan besar untuk mencapai suatu prestasi.

 

  1. Bekerja keras

 

Sebagai besar wirausahawan “mabuk kerja”, demi mencapai sasaran yang ingin di cita-citakan .

 

  1. Memperhatikan Kualitas

 

Wirausahawan menangani dan mengawasi sendiri bisnisnya sampai mandiri, sebelum ia mulai dengan usaha baru lagi.

 

  1. Sangat bertanggung jawab

 

Wirausahawan  sangat bertanggung jawab atas usaha mereka, baik secara moral, legal, maupun mental.

 

  1. Berorientasi pada imbalan

 

Wirausahawan mengharapkan imbalan yang sepadan dengan usahanya. Imbalan itu tidak hanya berupa uang, tetapi juga pengakuan dan penghormatan.

 

  1. Optimis

 

Wirausahawan hidup dengan doktrin semua waktu baik untuk bisnis, dan segala sesuatu mungkin.

 

  1. Berorientasi pada hasil karya yang baik

 

(Excellence Oriented); Seringkali Wirausahawan ingin mencapai sukses yang menonjol, dan menuntut segala yang first class.

 

  1. Mampu mengorganisasikan

 

Kebanyakan wirausahawan mampu memadukan bagian-bagian dari usahanya dalam usahanya. Mereka umumnya diakui sebagai “komandan” yang berhasil.

 

  1. Berorientasi pada uang

 

Uang yang dikejar oleh para wirausahawan tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan pengembangan usaha saja, tetapi juga dilihat sebagai ukuran prestasi kerja dan keberhasilan.

 

 

 

  1. C.    Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha
  2. Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha menurut Geoffrey G. Merideth adalah :

 

 

 

Keuntungan

Kerugian

  1. Kesempatan untuk mengontrol jalan hidup sendiri dengan imbalan kepemilikan yang diperoleh dari kemerdekaan untuk mengambil keputusan dan resiko.

 

  1. Tidak ada kepastian pendapatan

 

  1. Kesempatan menggunakan kemampuan dan potensi diri secara penuh dan aktualita diri untuk mencapai cita-cita
  2. Resiko kehilangan modal atau investasi

 

  1. Kesempatan untuk meraih keuntungan tak terhingga dan masa depan yang lebih baik dengan waktu yang relatif lebih singkat

 

  1.  Meningggalkan zona kemapanan

 

  1. Kesempatan untuk memberikan sumbangan kepada masyarakat dengan lapangan kerja dan pengabdian serta memperoleh pengakuan

 

 

 

 

 

  1. Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha menurut Peggi Lambing & Charles L Kueh adalah :

 

Keuntungan

Kerugian

  1. Otonomi (Pengelolaan yg bebas dan tidak Terikat “Boss”)

 

  1. Pengorbanan Personal (Pada awal bekerja keras, sedikit waktu untuk kepentingan keluarga dan rekreasi)

 

  1. Tantangan Awal dan Perasaan Motif Prestasi (Merupakan hal yg mengembirakan, peluang untuk mengembangkan konsep usaha yang dapat menghasilkan keuntungan, sangat memotivasi wirausaha)

 

  1. Beban Tanggung Jawab (Mengelola semua fungsi bisnis, baik pemasaran, keuangan, personil, dll)

 

  1. Kontrol Finansial (Bebas dalam mengelola keuangan dan merasa sebagai kekayaan sendiri)

 

  1. Margin Keuntungan Kecil dan Kemungkinan Gagal (Mempergunakan Modal sendiri yang relatif kecil sehingga margin kecil)

 

 

 

 

2.4  Tiga Motif Sosial Mc. Clelland

 

Motif adalah dorongan yang sudah terkait dengan suatu tujuan, motif menunjuk hubungan sistematik antara seuatu respon dengan keadaan dorongan tertentu. Terdapat tiga motif menurut Mc. Clelland yaitu :

 

  1. Motif beraffiliasi (affiliation motive) atau n-Aff

 

Adalah motif yang akan mengarahkan tingkah laku seseorang dalam berhubungan dengan orang lain. Bagi dirinya keakraban dalam berhubungan dengan orang lain adalah tujuan utamanya dimana terdapat suasana yang penuh keakraban, santai, harmonis. Ia mempunyai perhatian besar terhadap diri orang lain, persoalan orang lain dihayati sebagaimana ia menghayati dirinya sendiri. Demikian pula toleransinya cukup besar. Motif ini ditunjukkan melalui :

 

a)Lebih suka bersama dan bergaul dengan orang lain dari pada sendirian.

 

b)      Lebih mementingkan aspek-aspek interpersonal (hubungan manusia) dari pada aspek-aspek yang menyangkut tugas-tugas dalam pekerjaannya.

 

c)Berusaha mendapat persetujuan orang lain.

 

d)     Lebih efektif bekerja dalam suasana bersahabat.

 

 

 

Pemikirannya :

 

1)      Keinginan untuk mengadakan, memperbaiki atau memelihara persahabatan.

 

2)      Keinginan untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan persahabatan.

 

 

 

  1. Motif berkuasa (power motive) atau n-Pow

 

Adalah  motif yang menyebabkan seseorang ingin menguasai atau mendominir orang lain dalam berhubungan dengan lingkungannya. Ia senang apabila ia dapat bertindak dan berkuasa atas orang lain, dan orang-orang yang ia kuasai itu mau berbuat seperti apa yang ia katakan.

 

Motif ini ditunjukkan melalui :

 

a)      Aktif dalam organisasi politik.

 

b)      Peka terhadap struktur unterpersonal (atasan-bawahan dll) dari suatu kelompok.

 

c)      Mencoba membantu orang lain tanpa diminta dan atau diinginkan orang yang bersangkutan.

 

d)     Menunjukkannya melalui tindakan-tindakan, kata-kata, dan lain-lain.

 

 

 

Pemikirannya :

 

1)      Pemikiran untuk berbuat sesuatu yang menimbulkan perasaan kuat, baik yang positif maupun negatif bagi orang lain.

 

2)      Berusaha menguasai orang lain dengan mengatur tingkah laku atau keadaan hidup orang lain.

 

 

 

  1. Motif berprestasi (achievement motive) atau n-Ach

 

Motif yang mengarahkan tingkah lakunya dengan titik berat pada tercapainya suatu prestasi tertentu. Mencapai atau memperoleh ssuatu yang lebih baik adalah suatu kebutuhan yang sulit dihilangkan, ia akan berusaha terus sampai pada suatu saat ia memperoleh apa yang diinginkannya itu. Sesuatu yang ada dalam pikiran orang-orang yang memiliki motivasi berprestasi ini adalah suatu usaha, perjuangan agar ia bisa memperoleh prestasi.

 

Ciri-cirinya :

 

  1. Rick Taker.

 

Menyukai pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas dengan tingkat kesulitan moderat. Kurang bersemangat pada pekerjaan atau kegiatan yang terlalu mudah dan atau terlalu sulit.

 

  1. Task Result Oriented.

 

Aktifitas instrumental yang khas dan energik, memiliki motivasi atau dorongan yang kuat untuk berhasil menyelesaikan tugasnya, tekun, keras hati, bekerja keras dan memiliki kemantapan hati untuk melakukannya. Melihat keberhasilan atau kegagalan bukan sebagai faktor yang disebabkan pihak luar dirinya, tetapi dirinyalah sebagai pengendalinya. Bagi mereka berkarya tidak hanya sesuai target bahkan kalau bisa lebih baik daripada target. Dia selalu memiliki naluri senang, bahagia dan puas melakukan yang terbaik, tidak mengenal setengah-setengah.

 

 

 

  1. Self Confidence Individual responsibility (tanggung jawab pribadinya) tinggi,

 

Apabila bekerja dalam suatu kelompok, tanggung jawab terhadap kelompok juga tinggi, dimana sasaran kelompok dirasakannya sebagai sasaran pribadinya. Mereka mempercayai kemampuannya sendiri, kemampuan bekerja sendiri, dapat bersikap optimis, dinamis, serta memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin.

 

  1. Originiality

 

Kemampuan untuk menemukan sesuatu yang asli dari pemikirannya sendiri, mampu menciptakan hal-hal yang baru yang tidak terikat pada pola yang ada. Kreatif dan cakap dalam berbagai bidang dan memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup banyak.

 

  1. People Oriented

 

Mampu mempergunakan orang lain sebagai feed back atau umpan balik bagi kepentingannya, fleksibel, mampu menerima kritik atau pendapat yang diberikan orang lain terhadap dirinya. Memandang penting “Knowledge of Result” (mengetahui hasil) sebagai feed back untuk perencanaan masa depan.

 

  1. Future Oriented

 

Mempunyai antisipasi kemungkinan-kemungkinan di masa datang.Sebenarnya ketiga motif tersebut ada dalam diri seseorang, namun kekuatan motif tersebut pada tiap orang akan berbeda atau tidak sama. Biasanya hanya satulah kuat, sehingga tampil ke dalam suatu bentuk tingkah laku yang nyata (overt) dan hal inipun tidak terlepas dari keadaan atau situasi lingkungan, apakah memungkinkan atau tidak lahirnya bentuk tingkah laku yang dikuasai oleh motif itu.

 

2.5  Ciri-ciri dan Sifat-sifat seorang wirausahawan

 

Seorang wirausaha haruslah seorang yang mampu melihat ke masa depan. Melihat kemasa depan bukan melamun kosong, tetapi melihat, berfikir dengan penuh perhitungan, dan mencari pilihan yang paling tepat dalam pemecahan masalah. Dari berbagai penelitian di Amerika Serikat, untuk menjadi wirausahawan, seseorang harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut, daftar ciri-ciri dan sifat-sifat profil seorang wirausahawan :

 

a)      Percaya Diri.

 

Sifat-sifat utama dimulai dari pribadi yang mantap, tidak mudah terombang-ambing oleh pendapat dan saran orang lain. Akan tetapi, saran orang lain jangan ditolak mentah-mentah, gunakanlah saran dari orang lain sebagai masukan untuk dipertimbangkan.

 

Orang yang tinggi percaya dirinya adalah orang yang matang jasmani dan rohaninya. Pribadi semacam ini adalah pribadi yang indipenden dan sudah mencapai tingkat matuarity. Watak dari seorang yang percaya diri adalah keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme, kepercayaan (keteguhan), kepribadian mantap.

 

b)      Berorientasikan pada tugas dan hasil

 

Orang yang memiliki orientasi pada tugas dan hasil tidak mengutamakan prestise kemudian prestasi. Akan tetapi orang tersebut  akan lebih mengutamakan prestasi terlebih dahulu setelah berhasil prestisenya akan naik. Wataknya dari seorang yang berorientasi pada tugas dan hasil adalah kebutuhan akan haus prestasi, berorientasi pada laba atau hasil, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik da penuh inisiatif.

 

c)      Pengambil Resiko.

 

Menjadi seorang wirausaha harus berani dengan resiko dan tangtangan, seperti persaingan, harga turun naik, barang tidak laku, dan sebainya. Watak dari seorang yang berani mengambil resiko adalah memiliki kemampuan mengambil resiko dan suka pada tantangan.

 

d)     Kepemimpinan.

 

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang harus mau menerima kritik dan saran dari bawahan, selain itu harus resposif terkadap yang ada disekitarnya. Watak dari seorang pemimpin adalah bertingkah laku selayaknya sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.

 

e)      Keorisinilan.

 

Yang dimaksud dengan orisinil adalahtidak hanya menekor pada orang lain,tetapi memiliki pendapat sendiri, ada ide yang orisinil, dan ada kemampuan untuk melaksanakan sesuatu. Orisinil tidak berarti baru keseluruhannya, tetapi produk tersebut mencerminkan hasil kombinasi baru dari yang sudah ada sebelumnya. Watak dari seorang yang memilki keorisinilan adalah memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serta bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.

 

f)       Berorientasi ke masa depan.

 

Seorang wirausaha haruslah perspektif, artinya mempunyai visi kemasa depan, sebab sebuah usaha bukan didirikan untuk sementara, tetapi untuk selamanya. Seorang wirausaha harus menyusun perencanaan dan strategi yang matang. Watak dari seorang yang berorientasi kemasa depan adalah persepsi dan memiliki cara pandang atau cara pikir yang berorientasi pada masa depan.

 

Dari daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan di atas, dapat kita identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:

 

1)      Disiplin

 

Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya.

 

Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya. Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan.

 

2)      Komitmen Tinggi.

 

Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komimten yang jelas, terarah dan bersifat progressif (berorientasi pada kemajuan). Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan mengidentifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya. Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, problem solving bagi masalah konsumen, dan sebagainya. Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadap konsumen, akan memiliki nama baik (goodwill) di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan.

 

 

 

 

 

3)      Jujur.

 

Kejujuran merupakan landasan moral yang terkadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks.
Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purna jual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan oleh wirausahawan.

 

4)      Kreatif dan Inovatif.

 

Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreatifitas tersebut sebaiknya adalah dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk atau pun waktu. Justru seringkali ide-ide jenius yang memberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil. Namun, gagasan-gagasan yang baikpun, jika tidak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, hanya akan menjadi sebuah mimpi. Gagasan-gagasan yang jenius umumnya membutuhkan daya inovasi yang tinggi dari wirausahawan yang bersangkutan. Kreativitas yang tinggi tetap membutuhkan sentuhan inovasi agar laku di pasar. Inovasi yang dibutuhkan adalah kemampuan wirausahawan dalam menambahkan nilai guna atau nilai manfaat terhadap suatu produk dan menjaga mutu produk dengan memperhatikan “market oriented” atau apa yang sedang laku dipasaran. Dengan bertambahnya nilai guna atau manfaat pada sebuah produk, maka meningkat pula daya jual produk tersebut di mata konsumen, karena adanya peningkatan nilai ekonomis bagi produk tersebut bagi konsumen.

 

 

 

5)      Mandiri.

 

Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan. Pada prinsipnya seorang wirausahawan harus memiliki sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya.

 

6)      Realistis.

 

Seseorang dikatakan Realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta atau realita sebagai landasan berpikir yang rasionil dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/perbuatannya. Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasionil dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis.

 

 

 

2.6  Konsep 10 D dari Bygrave

 

Terdapat beberapa karakeristik  dari wirausahawan yang berhasil memiliki sifat-sifat yang dikenal dengan istilah 10 D (Bygrave,1994:5) adalah :

 

  1. Dream

 

Seorang wirausaha mempunyai visi bagaimana keinginannya terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya dan yang paling penting adalah ia harus memiliki kemampuan untuk mewujudkan kemampuannya tersebut.

 

  1. Decisiveness

 

Seorang wirausaha adalah orang yang tidak bekerja lambat. Mereka membuat keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan.kecepatan dan ketetapan dalam mengambil keputusan adalah factor kunci dalam kesuksesan bisnisnya.

 

  1. Doers

 

Setelah seorang wirausaha membuat keputusan maka ia langsung menindak lanjutinya. Mereka melaksanakan kegiatan secepat mungkin yang ia sanggup artinya seorang wirausaha tidak mau menunda-nunda kesempatan yang dapat dimanfaatkan.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Determination

 

Seorang wirausaha melaksanakan kegiatannya dengan penuh erhatian. Rasa tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah, walaupun dia dihadapkan pada halangan atau rintangan yang tidak mungkin diatasi.

 

  1. Dedication

 

Dedikasi seorang wirausaha terhadap bisnisnya sangat tinggi, mereka bekerja tidak mengenal lelah, 12 jam sehari atau 7 hari dalam seminggu. Semua perhatian dan kegiatannya dipusatkan semata-mata untuk kegiatan bisnisnya.

 

  1. Devotion

 

Devotion berarti kegemaran atau kegila-gilaan. Demikian seorang wirausaha mencintai pekerjaan bisnisnya, dia mencintai pekerjaan dan produk yang dihasilkannya. Hal inilah yang mendorong untuk mencapai keberhasilan yang sangat efektif untuk menjual produk yang ditawarkannya.

 

  1. Details

 

Seorang wirausaha harus sangat memperhatikan factor-factor kritis secara rinci. Dia tidak mau mengabaikan factor-faktor kecil tertenu yang dapat menhambat kegiatan usahanya.

 

  1. Destiny

 

Seorang wirausahawan bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapainya. Dia merupakan orang yang bebas dan tidak mau tergantung kepada orang lain.

 

  1. Dollars

 

Seorang wirausahawan tidak sangat menutamakan mencapai kekayaan. Motivasinya bukan memperoleh uang, akan tetapi uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya. Mereka berasumsi jika mereka sukses berbisnis maka mereka pantas mendapat laba.

 

  1. Distribute

 

Seorang wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikannya bisnisnya terhadap orang-orang kepercayaannya. Orang-orang kepercayaan ini adalah orang-orang yang kritis dan mau diajak untuk mencapai kesuksesan dalam bidang bisnisnya.

 

 

 

KESIMPULAN

 

Kewirausahaan atau entrepreneurship merupakan suatu kegiatan memperdayakan seluruh sumber daya yang ada (yang dimiliki) untuk menemukan maupun memanfaatkan peluang-peluang dengan cara terus menurus melakukan proses inovatif dan atau kreatifitas.

 

  • Kata kunci utama dalam kewirausahaan adalah kreatif dan invoatif.
  • Sudah saatnya berfikir untuk menciptakan lapangan pekerjaan dibandingkan dengan mencari pekerjaan.
  • Wirausahaa adalah suatu pilihan dan semuanya tergantung pada anda

 

3.1  Saran

 

Saran kami sebagai penulis adalah seorang wirausaha hendaknya berusaha keras untuk kemajuan bisnisnya dengan cara-cara yang unik dan slalu berusaha untuk berinovasi atas produk yang mereka hasilkan. Seorang pengusaha tidak boleh hanya mementingkan kebutuhannya sendiri untuk memperoleh laba yang sebanyak-banyaknya, hendaknya seorang wirausaha juga memperhatikan kualitas dari pdoduk yang mereka hasilkan.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Alma,Buchari H,2010,Kewirausahaan,Bandung:Alfa Beta Bandung.

 

Rambat Lupiyoadi, 2007, Entrepreneurship: From mindset to strategy, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

 

Suryana, Kewirausahaan, 2006, Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses,Salemba Empat

 

http://kojekblog89.blogspot.com/2010/06/tiga-motif-sosial-mc-clelland.html

 

 

 

  1. E.      KELOMPOK 5[9]

 

KONSEP RESIKO

 

 

 

  1. A.    Pengertian Resiko

 

            Resiko adalah suatu yang selalu dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya sesuatu yang merugikan yang tidak terduga dan tidak diharapkan. Sedangkan karakteristik resiko secara umum ada dua:

 

a. Resiko adalah sesuatu ketidak pastian atas terjadinya suatu peristiwa.

 

b.Resiko adalah ketidak pastian yang bila terjadi akan menimbulkan kerugian.

 

Resiko selalu terjadi bila keputusan yang diambil dengan memakai kriteria peluang (decision under risk) atau kriteria ketidak pastian (decision under uncertainly). Untuk menghitung resiko pada umumnya dipakai nilai yang diperkirakan (expected value) atau angka penyimpangan (variance).

 

            Resiko pada hakekatnya adalah kejadian yang memiliki dampak negatif terhadap sasaran dan strategi perusahaan. Manajemen resiko terintegrasi merupakan suatu proses dimana berbagai resiko diidentifikasi, diukur dan dikendalikan di seluruh bagian organisasi. Kemungkinan terjadinya resiko dan akibatnya terhadap bisnis merupakan dua hal mendasar untuk diidentifikasi dan diukur. Melalui pengelolaan resiko terintegrasi, setiap keputusan strategik yang diambil selalu berdasarkan atas informasi yang valid dan reliable. Dengan demikian keputusan itu diharapkan mampu mengantisipasi secara efektif kejadian-kejadian di masa depan dan mengurangi ketidakpastian.

 

 

 

  1. B.     Karakteristik Resiko

 

      Setiap risiko memiliki karakteristik sendiri yang berbeda satu sama lain, Setiap resiko memerlukan kebijakan manajemen tertentu atau analisis tertentu untuk pengelolaan dan penanganannya. Kebanyakan Pengusaha hanya mengenali resiko yang tampak jelas / terlihat atau paling jelas telihat. Misalnya seorang pemilik restoran yang berencana pergi untuk suatu tujuan dapat dengan mudah memprediksi resiko tentang keselamatan kerja para staffnya, dan dapat melakukan pencegahan dengan memberikan instruksi yang cukup kepada para staff dalam menjalankan pekerjaannya.

 

Namun untuk risiko dari pesaing baru mungkin tidak mudah diidentifikasi. Perlu sebuah analisa yang mendalam untuk mengidentifikas resiko-resiko yang tidak begitu saja mudah terlihat.

 

Sebuah konsep di munculkan dalam manajemen risiko adalah dengan menggolongkan resiko kedalam 3 (tiga) jenis[10] :

 

a)      Ketidakpastian berbasis risiko

 

b)      Bahaya berbasis risiko.

 

c)      Kesempatan / Peluang Berbasis Risiko.

 

Ketidakpastian Berbasis Risiko

 

Ketidakpastian berbasis risiko adalah risiko yang terkait dengan peristiwa yang tidak diketahui dan tak terduga. Jenis risiko ini merupakan resiko force major seperti peperangan, bencana alam, maupun pristiwa-pristiwa teroris. Intinya resiko ini tidak dapat di identifikasi bahkan oleh seorang pengusaha yang paling ulung sekalipun.

 

Ketidakpastian berbasis risiko adalah: tidak diketahui atau sangat sulit untuk dihitung; seperti bencana / musibah atau bencana alam; dikaitkan dengan hasil negatif, dan tidak mungkin untuk di kontrol

 

Ketidakpastian berbasis resiko untuk usaha kecil meliputi: kerusakan fisik atau kerusakan untuk bangunan oleh api atau banjir; kerugian finansial, kehilangan pemasok penting; kerugian yang tidak terduga asuransi, dan kehilangan pangsa pasar.

 

Mempersiapkan ketidakpastian

 

Dengan sifatnya, bencana dan tak terduga yang tak terduga. Seorang pemilik bisnis harus merencanakan sesuai dan menentukan bagaimana meminimalkan gangguan bisnis.

 

Ada berbagai metode manajemen untuk meminimalkan dampak peristiwa yang tidak pasti pada bisnis.

 

Contohnya adalah:

 

a)      bencana dan perencanaan darurat

 

b)      perencanaan untuk pulih dari bencana

 

perencanaan kelangsungan bisnis untuk memastikan bisnis dapat terus beroperasi setelah gangguan besar.

 

 

 

Bahaya Berbasis Risiko

 

Bahaya berbasis risiko adalah risiko yang terkait dengan sumber bahaya potensial atau situasi dengan potensi untuk menyebabkan kerusakan. Ini adalah yang paling umum yang terkait dengan bisnis manajemen risiko, seperti yang ditangani oleh program kesehatan dan keselamatan.

 

Bahaya berbasis resiko untuk usaha kecil meliputi:

 

a)      bahaya fisik – termasuk kebisingan, suhu atau faktor lingkungan lainnya

 

b)      bahaya kimia – termasuk penyimpanan dan / atau penggunaan yang mudah terbakar, beracun, beracun atau karsinogenik kimia

 

c)      bahaya biologis – termasuk virus, bakteri, jamur dan organisme berbahaya lainnya

 

d)     bahaya ergonomis – termasuk desain ruang kerja yang buruk, tata letak atau kegiatan dan penggunaan peralatan

 

e)      bahaya psikologis -yang dapat mengakibatkan bahaya fisik atau psikologis, termasuk intimidasi, diskriminasi seksual, beban kerja atau ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan dengan kemampuan karyawan.

 

 

 

Kesempatan / Peluang Berbasis Risiko

 

Ada dua aspek utama dari Kesempatan / Peluang berbasis risiko :

 

  1. Tidak mengambil kesempatan dan
  2. Mengambil kesempatan.

 

Pada aspek yang keduanya adalah keputusan sadar untuk menerima risiko yang diidentifikasi terkait dengan kesempatan dan kemudian untuk melaksanakan proses untuk meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan keuntungan.

 

Peluang berbasis risiko mungkin atau mungkin tidak terlihat dengan jelas, sering resiko dapat memiliki hasil positif atau negatif, dan itu dapat berpengaruh dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Peluang berbasis resiko untuk usaha kecil meliputi: bisnis yang bergerak ke lokasi baru; membeli properti baru; mengembangkan usaha, dan diversifikasi lini produk.

 

 

 

  1. C.    Pengelolaan Resiko Terintegrasi

 

Pada ghalibnya, proses bermula dari analisa secara akurat baik terhadap lingkungan internal maupun eksternal perusahaan. Hasil analisa kemudian ditindak lanjuti dengan identifikasi dan klasifikasi secara jelas, spesifik, dan menyeluruh dari tiap resiko yang ada, baik dari aspek operasional, pasar, finansial, proyek, maupun regulasi. Salah satu cara yang sering dilakukan adalah identifikasi melalui pertanyaan what, when, where, why, how berkaitan dengan kecenderungan dari munculnya resiko. Tentu saja proses ini tidak cukup dilakukan hanya sekali tembak saja. Semakin lengkap data yang dikumpulkan dalam proses identifikasi ini akan makin memudahkan dalam mencari solusi bagi pengendalian setiap resiko yang muncul. 

 

Namun demikian identifikasi saja tidaklah cukup. Banyak perusahaan dapat melakukan identifikasi resiko dengan baik sehingga tahu benar resiko apa saja yang akan dihadapi dalam aktivitas bisnisnya, namun salah dalam melakukan antisipasi. Mengapa demikian? Tidak jarang ketidakmampuan dalam menentukan mau mulai dari mana penyelesaian masalah yang timbul menyebabkan keputusasaan. Oleh karena itu diperlukan adanya proses analisis dan evaluasi. Proses ini membantu memahami kemungkinan terjadinya resiko beserta dampak dari setiap resiko bila nantinya benar-benar terjadi, serta mengetahui apakah suatu resiko dapat diterima atau tidak.

 

Permasalahan yang sering muncul adalah dalam menentukan prioritas penanganan dan penentuan batas toleransi apabila resiko terebut tidak dapat dikelola seluruhnya. Batas toleransi ini akan menentukan seberapa jauh suatu resiko dapat diterima (acceptable). Di sini kebijakan manajemen dan pimpinan perusahaan memegang peranan penting dalam mengambil keputusan. Tentu saja tidak cukup hanya mengandalkan gut feeling semata karena terkait dengan pencapaian sasaran perusahaan. Dalam pengelolaan resiko bisnis, manajemen perusahaan dihadapkan pada beberapa pilihan: menghindari resiko, mengurangi resiko, atau mentransfer resiko yang diidentifikasi akan muncul.

 

Untuk jenis resiko yang kemungkinan terjadinya tinggi dan dampaknya besar, pilihan yang dapat diambil ialah menghindari resiko. Artinya manajemen perusahaan menetapkan bahwa perusahaan akan menghindari setiap aktivitas yang beresiko tinggi tersebut. Dilain pihak untuk jenis resiko yang kemungkinannya terjadinya rendah dan dampaknya kecil, manajemen dapat saja menerimanya dalam batas-batas toleransi yang telah ditetapkan. Untuk resiko yang kemungkinan timbulnya kecil namun dampaknya besar, biasanya perusahaan melakukan tranfer dari resiko yang dihadapinya ke pihak lain, misalnya dengan asuransi, namun perusahaan tetap bertanggung jawab untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya resiko tersebut.

 

Tentu saja kebijakan pengelolaan resiko harus didahului dengan analisa yang menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek terutama berhubungan dengan cost & benefit yang akan didapat dan ditanggung perusahaan. Di sini fungsi dari perencanaan, pengawasan, dan kontrol terhadap kebijakan yang akan diambil terhadap suatu resiko akan sangat menentukan.

 

Sebenarnya apa saja yang menjadi faktor utama dalam penerapan manajemen resiko terintegrasi di suatu organisasi, terutama bila dikaitkan dengan kinerja perusahaan? Kepemimpinan tidak dapat dipungkiri berperan sebagai penggerak yang memberikan arah dan pedoman bagi seluruh anggota organisasi. Dengan demikian komitmen dari pemimpin (leadership commitment) sangat menentukan dalam sukses tidaknya pengelolaan resiko.

 

Selain itu dibutuhkan risk management culture yang kuat sebagai pengikat bagi seluruh anggota organisasi agar dapat menyatu, seiring sejalan mencapai tujuan. Dalam implementasinya, penerimaan dari anggota organisasi saja tidaklah cukup, lebih dari itu dibutuhkan keterlibatan mendalam (deep employee involvement) dari setiap anggota organisasi yang membuahkan rasa handarbeni. Selain itu integrasi antara perencanaan dan implementasi juga tidak kalah vitalnya.

 

Manajemen perubahan, komunikasi, dan pembelajaran berperan sebagai penopang pengelolaan resiko terintegrasi. Pemimpin organisasi harus menyadarkan arti krisis atau bahkan bilamana perlu menciptakan suatu situasi krisis sehubungan dengan pentingnya dilakukan implementasi manajemen resiko untuk dapat meningkatkan kinerja organisasi. Dalam tahap demi tahap perubahan dibutuhkan panduan yang baik agar tidak mengalami kemunduran (set back). Jelas, komunikasi tidak boleh putus, baik antar lini dalam organisasi maupun dalam satuan waktu. Patut diingat pula bahwa proses komunikasi dalam manajemen resiko dilakukan tidak hanya terbatas di dalam organisasi (inward), akan tetapi juga outward kepada partner dan stakeholder lain yang terkait.

 

Yang tidak kalah pentingnya dalam pengelolaan resiko terintegrasi adalah aspek pengendalian. Para pemimpin organisasi dituntut untuk menaruh perhatian serius dalam hal ini karena pengendalian seringkali menjadi titik terlemah dalam praktek pengelolaan resiko. Pengendalian yang berjalan dengan baik, ditunjang oleh pembelajaran membuat manajemen resiko terintegrasi sebagai proses dengan penyempurnaan yang terus menerus. Sebagai imbalannya adalah peningkatan kinerja organisasi secara signifikan[11].

 

 

 

  1. D.     Pengambilan Keputusan dan Strategi Pengambilan Resiko

 

Pembuatan keputusan merupakan fungsi utama seorang manajer begitu pula bagi seorang wirausahawan. Kegiatan pembuatan keputusan meliputi mengidentifikasikan masalah, pencarian alternative keputusan yang baik. Pembuatan keputusan diperlukan pada semua tahapan kegiatan manajemen, baik pada saat proses pembuatan perencanaan, pada tahap implementasi, atau operasionalisasi kegiatan maupun pada tahap pengawasan yang mencakup pemantauan, pemeriksaan, dan penilaian (evaluasi) terhadap hasil pelaksanaan dari rencana agar hasil yang diperoleh sesuai dengan target baik dalam jumlah, mutu, biaya, serta penggunaan sumber lainnya secara efektif dan efisien[12].

 

Membuat keputusan (decision making).

 

Membuat keputusan (decision making) adalah suatu proses memilih alternatif tertentu dari beberapa alternatif yang ada. Jadi, membuat keputusan adalah suatu proses memilih antara berbagai macam cara untuk melaksanakan pekerjaan. Semakin berpengalaman dalam pengambilan keputusan, semakin besar pula kepercayaan diri yang akan semakin berorientasi pula pada suatu tindakan. Jika seorang wirausaha mampu mengambil suatu keputusan dalam batas-batas waktu yang masuk akal, mungkin ia mampu mengambil suatu keputusan yang menguntungkan sehingga sewaktu-waktu muncul peluang-peluang bisnis.

 

Di sini seorang Wirausaha harus cepat mengambil suatu keputusan agar dapat menggunakan kesempatan sebaik-baiknya. Wirausaha yang ingin maju dalam bisnisnya, harus dapat memutar akal dengan mengandalkan intuisi, ide-ide yang penuh kreatif dan inovatif. Mereka juga harus memandang persoalan dalam konteks yang lebih luas, sambil mengingat bahwa keputusan-keputusan utama akan mempunyai akibat-akibat jangka panjang atas operasi bisnisnya. Seorang wirausaha diharapkan lebih aktif dalam dan lebih kreatif, karena ia harus membuat keputusan (decision making) tanpa bantuan data-data kuantitatif (data

 

berbentuk angka-angka) atau dukungan staf yang berpengalaman.

 

Keberhasilan seorang Wirausaha di dalam bisnis, tergantung pada kemampuan membuat keputusan yang meningkatkan keuntungan bisnisnya pada masa yang akan datang. Kemampuan membuat keputusan dapat diperoleh dari pengalamannya selama bertahun-tahun. Akan tetapi, dalam prakteknya pasti ada saja kesalahan-kesalahan, yang harus cepat disadari dan diambil tindakan pembetulannya.

 

Dalam perusahaan besar, biasanya pembuatan dan pengambilan keputusan itu didasarkan atas dasar data-data dan dokumentasi perusahaan yang terdapat dalam survei, laporan usaha, dan sebagainya. Informasi ini biasanya telah dihimpun dengan cara yang sudah ditentukan, sesuai dengan teknik-teknik pemecahan masalah.

 

Adapun pedoman untuk membuat keputusan, kuncinya adalah sebagai berikut:

 

a)      Terlebih dahulu, tentukan fakta-fakta dari persoalan yang sudah dikenal.

 

Identifikasi, bidang manakah dari persoalan-persoalan yang tidak berdasarkan fakta-fakta. Di bidang yang dikenal inilah, seorang Wirausaha harus menggunakan logika, penalaran, dan institusinya untuk membuat keputusan.

 

Keberanian dan antusiasme sangat diperlukan dalam menerapkan sebuah keputusan

 

b)      Bersedia untuk mengambil tindakan agresif dalam menerapkan sebuah keputusan.

 

c)      Ambillah risiko yang sedang-sedang saja jika terdapat ketidakpastian yang besar

 

d)     Dalam keadaan tertentu, mungkin lebih baik untuk meneruskan sesuatu yang telah berhasil pada masa lampau.

 

e)      Jauhilah keputusan-keputusan yang akan mengubah secara drastis susunan organisasi yang sekarang.

 

f)       Keputusan perlu diuji cobakan dahulu.

 

Seorang Wirausaha harus memulai menerapkan keputusan, semua keragu-raguan dan ketidakpastian haruslah dibuang jauh-jauh. Jika anda dihadapkan pada alternatif harus memilih, maka buatlah pertimbangan-pertimbangan yang matang. Kumpulkan berbagai informasi dan boleh meminta pendapat orang lain. Setelah itu, ambil keputusan dan jangan ragu-ragu. Dengan berbagai alternatif yang ada dalam pikiran, para Wirausaha akan dapat mengambil keputusan yang terbaik. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi pembuatan keputusan (decision making), diantaranya motivasi, persepsi, dan proses belajar.

 

Dalam proses pembuatan keputusan, kenyatannya ada Wirausaha yang mampu mengambil keputusan berdasarkan pengalaman, dan ada pula Wirausaha yang berperilaku membuat keputusan secara otomatis. Jika keputusan diambil berdasarkan pada pengalaman masa lalu, hendaknnya tergantung juga pada tempat, waktu, pendidikan Wirausaha, dan sebagainya.

 

Seorang Wirausaha yang kreatif adalah yang pandai mengambil keputusan- keputusan yang tepat dalam bisnisnya. Seorang Wirausaha suksesnya tergantung pada kemampuan mengambil keputusan yang meningkatkan kemampuan meningkatkan laba bisnis pada masa mendatang. Seorang wirausaha yang ingin maju sangat tergantung pada ekspentasi masa depan dan keberlanjutan bisnisnya.

 

 

 

Faktor dan pertimbangan membuat keputusan

 

Dalam mengelola bisnisnya, para wirausaha harus membuat keputusan akhir dengan memperhatikan faktor-faktor dan pertimbangan berikut:

 

a)      Ukuran dan kompleksitas bisnis.

 

b)      Harapan mengenai pertumbuhan dan perkembangan bisnis.

 

c)      Fasilitas jasa yang tersedia di daerah untuk berbagai instalasi sistem.

 

d)     Kualitas dan kuantitas dari staf yang tersedia untuk berbagai jenis system dan fasilitas latihan yang tersedia.

 

e)      Jumlah transaksi yang harus diproses.

 

A)    Faktor-faktor keuangan.

 

Proses manajemen bisnis seorang Wirausaha, akan meliputi pengembangan ide dan strategi, pengelolaan orang, serta pengelolaan sistem untuk menjamin pertumbuhan usaha atau bisnis. Sukses usaha atau bisnis, tergantung pada pemanfaatan sumber daya uang, pelanggan, harta fisik, sumber daya manusia, dan waktu yang dipergunakan. Selanjutnya, kepribadian dan sikap seorang Wirausaha dalam melaksanakan keputusan dapat mempengaruhi hasil akhirnya. Sekali sebuah keputusan telah diambil, hendaknya jangan ragu-ragu di dalam menerapkannya.

 

Para karyawan perusahaan akan menghormati seorang Wirausaha jika dia menerapkan orientasi kepada tindakan, dan mereka akan membela keputusan yang diambil. Seorang Wirausaha di dalam kegiatan bisnisnya, harus mengetahui bagaimana informasi keuangan dan non keuangan dilaporkan kepada pembuat keputusan. Seorang Wirausaha akan mempunyai pengendalian atas adanya keputusan orang lain jika ia percaya pada prinsip bahwa : “kebanyakan keputusan dapat diubah”.

 

Jika yang terkena pengaruh keputusan itu para karyawan, maka seorang Wirausaha haruslah arif bijaksana dan memberitahukan bahwa keputusan itu dapat diubah sekiranya hasil-hasil bisnisnya tidak dapat dicapai. Dengan membuat keputusan dan melaksanakannya, seorang Wirausaha harus dapat memonitornya. Memonitor secara efektif dan efisien mengenai penerapan sebuah keputusan, akan mengungkapkan kelemahan-kelemahan di dalam bisnisnya.

 

Berikut ini adalah faktor-faktor dan pertimbangan yang harus diperhatikan dalam membuat keputusan :

 

 

 

B)    Faktor membuat keputusan

 

Membuat keputusan di dalam usaha atau bisnis adalah pekerjaan yang tidak mudah. Di dalam membuat keputusan, seorang wirausaha perlu memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keputusan yang diambilnya[13].

 

1)   Faktor orang

 

Dalam membuat keputusan, perlu diperhatikan dan dipertimbangkan orang-orang yang akan merasakan masalah, sebagai akibat dari adanya keputusan tersebut.

 

2)   Faktor psychologis

 

Dalam membuat keputusan, seorang wirausaha perlu memperhatikan dan mempertimbangkan faktor psychologis, baik yang terasa maupun yang tidak terasa, seperti emosional, pikiran, perasaan, kekecewaan, maupun pengaruh kejiwaan lainnya.

 

3)   Faktor fisik

 

Membuat keputusan merupakan pekerjaan mental. Maka dari itu, di dalam

 

membuat keputusan, perlu ditransferkan ke arah tindakan fisik.

 

4)   Faktor sasaran

 

Di dalam membuat keputusan, seorang Wirausaha harus memperhatikan dan mendorong arah usaha atau bisnis dalam rangka pencapaian sasaran yang sudah ditetapkan.

 

5)   Faktor waktu.

 

Di dalam membuat keputusan, waktu yang efektif dan efisien harus cukup untuk menganalisis data-data dan permasalahannya.

 

6)   Faktor pelaksanaan

 

Faktor pelaksanaan merupakan follow-up dari setiap keputusan yang diambil. Selanjutnya, perlu diingat pula bahwa setiap keputusan akan menimbulkan suatu rangkaian tindakan di dalam membuat keputusan. Pembuatan keputusan dalam kehidupan bisnis, tidaklah begitu mudah. Setiap alternatif di dalam faktor pembuatan keputusan yang ditujukan agar semua pihak merasa puas, sudah tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Namun, seorang Wirausaha yang berpengalaman harus mempunyai keberanian dalam membuat dan mengambil suatu keputusan yang tepat, cermat, dan cepat.

 

C)    Pertimbangan membuat keputusan usaha

 

Pertimbangan-pertimbangan dalam membuat keputusan, didasarkan atas beberapa hal sebagai berikut :

 

1)    Keputusan yang akan diambil

 

Keputusan yang akan diambil, harus dipertimbangkan masak-masak secara obyektif. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam membuat keputusan, antara lain:

 

  • Manfaatnya
  • Pelaksanaannya
  • Orang-orangnya

 

2)   Tindakan-tindakan

 

Tindakan-tindakan dalam mengambil dan membuat keputusan yang tepat dan akurat, adalah sebagai berikut:

 

a)      Menilai data-data

 

Di dalam menilai data-data, seorang Wirausaha harus mengenal betul persoalan atau permasalahan yang hendak diputuskan, seperti :

 

  • Mencari sebab pokok persoalan
  • Memilih data-data yang benar
  • Memilih data-data yang tepat

 

b)      Memilih data-data

 

Memilih data-data merupakan tindakan penting dalam pembuatan keputusan. Data terpilih diterapkan ke dalam berbagai alternative pemacahan masalah yang diharapkan dan dihadapi, seperti :

 

  • Mencari sebab persoalan pokok
  • Memikirkan kemungkinan untuk memecahkan persoalan atau mencari jalan keluarnya.
  • Memformulasikan faktor-faktor yang berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya.

 

c)      Konsekuensi pilihan

 

Konsekuensi pilihan dalam membuat keputusan adalah :

 

  • Usaha untuk menilai tiap-tiap pilihan
  • Usaha untuk meramalkan apa yang terjadi apabila salah satu alternatif yang dilaksanakan.

 

d)     Tindakan pelaksanaan

 

Tindakan pelaksanaan dalam keputusan adalah usaha untuk memiliki suatu tindakan yang telah ditentukan oleh salah satu pilihan seperti:

 

  • Menetapkan langkah-langkah dalam tindakan.
  • Pemikiran langkah-langkah untuk melaksanakan keputusan yang telah diambil.
  • Membuat keputusan terakhir. Walaupun dalam pengetahuan manajemen terdapat mata pelajaran tentang“problem identification, problem solving and decision making”, namun keberanian untuk mengambil keputusan, sangat tergantung pada sifat pribadi Wirausaha masing-masing. Seorang Wirausaha harus selalu berkata pada dirinya, pasti bisa mengambil keputusan di dalam menentukan bisnisnya. Tuhan akan selalu beserta mereka selama para Wirausaha mau berusaha dengan semangat etos kerja yang tinggi.
  • Jika Anda mampu mengambil keputusan dalam batas-batas waktu yang masuk akal, Anda akan mampu mengambil keuntungan sewaktu-waktu timbul peluang-peluang bisnis
  • Semakin berpengalaman dalam pengambilan keputusan, semakin besar pula kepercayaan pada dirinya dan semakin berorientasi pada tindakannya.

 

 

 

Pengambilan keputusan merupakan salah satu fungsi kunci keberhasilan dalam manajemen bisnis. Pada zaman sekarang, proses pengambilan keputusan baik untuk negara maupun untuk niaga atau bisnis banyak diteliti orang. Apa sebabnya? Sebab, mereka beranggapan bahwa proses keputusan itu sangat unik dan erat kaitannya dengan keberhasilan usaha atau bisnis. Suatu keputusan yang benar, tumbuh dan berkembang dari adanya pertentangan antar pendapat dan alternatif- alternatif yang saling bersaing.

 

Dalam proses pembuatan keputusan, keragu-raguan dan ketidak setujuan sebenarnya masih diperlukan, karena ada manfaatnya untuk :

 

  • Merangsang daya imajinasi untuk mendapatkan jawaban yang benar terhadap suatu masalah.
  • Memperkaya alternatif-alternatif untuk melahirkan keputusan yang lebih mantap.
  • Memungkinkan penerimaan bersama, terhadap keputusan yang akan diambil.

 

Keputusan-keputusan mengenai masalah-masalah yang kongkret, sebenarnya tidak begitu sulit untuk diambil. Pertimbangan yang diadakan berkisar pada masalah bertindak atau tidak bertindak dengan memperhitungkan untung ruginya. Agar seorang Wirausaha mampu membuat keputusan yang efektif dan efisien, ia harus memiliki beberapa persyaratan, sebagai berikut.

 

  1. Keterampilan dalam kepemimpinan
  2. Keterampilan dalam manajerial
  3. Keterampilan dalam bergaul.

 

Di dalam kegiatan usahanya, wirausahawan akan dihadapkan pada berbagai resiko yang akan mempengaruhi kelangsungan usahanya. Oleh karena itu, wirausahawan dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menghadapi resiko, dan metode pengambilan resiko.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://binaukm.com/2011/12/jenis-%E2%80%93-jenis-resiko-yang-timbul-dalam-usaha-dan-    penanganannya/

 

http://strategi-bisnis.blogspot.com/2005/07/integrated-risk-management.html

 

http://cholichul-fpsi.web.unair.ac.id/artikel_detail-40902.html

 

http://cholichul-fpsi.web.unair.ac.id/artikel_detail-40902.html

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. F.     KELOMPOK 6[14]
    MANAGEMENT DAN ORGANISASI

 

 

 

  1. Pengertian organisasi dan manajemen

 

  1. 1.      Pengertian organisasi

 

      Pengorganisasian (Organizing) adalah proses pengaturan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan memperhatikan lingkungan yang ada.

 

      Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

 

Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut :

 

  1. Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  2. James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama .
  3. Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  4. Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang

 

relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

 

 

 

  1. 2.      Pengertian Manajemen

 

      Istilah manajemen memiliki berbagai pengertian.Secara universal manajemen adl penggunaan sumberdaya organisasi utk mencapai sasaran dan kinerja yg tinggi dalam berbagai tipe organisasi.

 

      Pengertian Manajemen menurut para ahli:

 

  1. Menurut Daft (2003:4), manajemen merupakan pencapaian tujuan organisasi dengan cara yang efektif dan efisien lewat perencanaan pengorganisasian pengarahan dan pengawasan sumberdaya organisasi.
  2. Menurut plunket 2005:5) manajemen merupakan satu atau lebih manajer yang secara individu maupun bersama-sama menyusun dan mencapai tujuan organisasi dengan melakukan fungsi-fungsi terkait (perencanaan pengorgnisasian penyusunan staf pengarahan dan pengawasan) dan mengkoordinasi berbagai sumber daya (informasi material uang dan orang).
  3. Menurut Lewis (2004:5) manajemen adalah proses mengelola dan mengkoordinasi sumber daya-sumber daya secara efektif dan efisien sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi.
  4. Menurut Mary Parker Follet yang dikutip oleh Handoko (2000:8) manajemen merupakan seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajer mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai tugas yang mungkin diperlukan.

 

 

 

  1. B.     Visi dan Misi Organisasi

 

 

 

  1. Visi Organisasi

 

      Terwujudnya manusia merdeka dalam pondasi nilai-nilai universal untuk membangun dunia yang adil, demokratis dan sejahtera.

 

 

 

  1. Misi Organisasi

 

Yaitu sebagai berikut:

 

  1. Mencari nilai-nilai universal dalam setiap komunitas sosial, suku, etnik, bangsa, dan agama (basis filsafat)
  2. Membangun titik temu dalam setiap komunitas yang majemuk demi terciptanya keharmonisan dan kerjasama antar sesama (basis sosiologi)
  3. Membentuk kelompok-kelompok strategis di tiap komunitas dengan prinsip kesetaraan dan transparansi untuk mewujudkan sistem yang integral (basis politik)
  4. Menjaga dan memperkuat jaringan dengan menciptakan basis-basis perkaderan demi kelangsungan transformasi nilai (basis ideologi)
  5. Menyebarkan dan mempublikasikan nilai-nilai universal sebagai perekat kerjasama kepada sesama dan antar komunitas (basis propaganda)
  6. Mendukung sistem universal dengan memperkuat basis ekonomi yang mandiri di tiap komunitas (basis ekonomi)

 

 

 

 

 

  1. C.    Tujuan Organisasi
    1. Membantu menentukan organisasi Anda, memberikan arah dan menghindari kekacauan
    2. Membantu memotivasi anggota dengan mengkomunikasikan apa organisasi ini berjuang untuk serta menyediakan dasar mengakui prestasi dan keberhasilan
    3. Agar organisasi dapat ditetapkan lebih efektif dalam merekrut anggota

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. D.    Struktur dan Pembagain tugas Organisasi
    1. struktur organisasi

 

Pengertian Struktur Organisasi, Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain dari pada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.

 

      Struktur Organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal organisasi diolah. Struktur organisasi terdiri atas unsur  spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja.

 

 

 

Bagan struktur organisasi :

 

 

 

 

 

  1. Pembagian tugas dalam organisasi

 

      pembagian tugas mutlak dilakukan dalam organisasi agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan pekerjaan. agar tidak menimbulkan penumpukan pekerjaan pada satu titik dan kekosongan pada titik yang lain.

 

setiap organisasi harus diberi beban tugas sesuai latar belakang dan kemampuannya, tugas dan tanggung jawab seperti dua sisi mata uang yang saling mengkait.  Setiap anggota harus bertanggung jawab terhadap setiap pelaksanaan tugasnya.

 

      Pembagian tugas akan menimbulkan kerjasama antar anggota organisasi  terjalin.  Inilah ciri organisasi modern, dimana penyelesaian pekerjaan tidak mengandalkan individu tetapi kerja tim (Team work).

 

Pembagian tugas yang jelas akan akan memberikan tanggung jawab pada setiap anggota agar dapat mengembangkan organisasinya ke arah yang lebih baik dimasa yang akan datang.

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

 

 

 

 

 

  1. 1.      Kesimpulan

 

Berdasarkan uraian di atas disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap komitmen organisasi diantaranya adalah kejujuran dalam pekerjaan, perhatian, kepedulian dan kepercayaan terhadap karyawan, perbedaan karakteristik individu (usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin, status perkawinan, karakteristik yang berhubungan dengan pekerjaan, karakteristik struktural (formalitas, desentralisasi), pengalaman dalam kerja, kepercayaan dan penerimaan yang penuh atas nilai-nilai dan tujuan organisasi, keinginan bekerja keras demi kepentingan organisasi, dan keinginan untuk mempertahankan diri agar tetap menjadi anggota organisasi.

 

            Dan dapat disimpulkan bahwa aspek-aspek komitmen organisasi meliputi kemauan yang kuat untuk mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi yang ditandai dengan kesetiaan pada organisasi atau perusahaan, kemampuan yang kuat berusaha semaksimal mungkin demi kemajuan dengan ikut mendukung kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan sasaran organisasi serta adanya penerimaan nilai, tujuan dan sasaran organisasi. Aspek-aspek yang akan dijadikan alat ukur adalah perasaan manunggal dengan organisasi, perasaan terlibat pada organisasi, dan perasaan setia dan loyal pada perusahaan.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

 

 

Alma, Buchari. Kewirausahaan, Bandung: ALFABETA, 2010

 

 

 

http://wikipedia.com/pengertian-organisasi.html

 

 

 

http://blog.re.or.id/definisi-manajemen.htm

 

 

 

http://firmanaidin.blogspot.com/2010/01/manajemen-sebagai-ilmu-dan-seni.html

 

 

 

http://www.sandiego.edu/csl/casa

 

 

 

 

 

 

 

  1. G.    KELOMPOK 7[15]

 

ASPEK KEUANGAN

 

 

 

  1. A.  Aspek Keuangan

 

Keuangan merupakan salah satu fungsi bisnis yang bertujuan untuk membuat keputusan keputusan investasi, pendanaan, dan dividen.

 

Keputusan investasi ditujukan untuk menghasilkan kebijakan yang berhubungan dengan

 

  1. kebijakan pengalokasian sumber dana secara optimal
  2. kebijakan modal kerja 
  3. kebijakan investasi yang berdampak pada strategi perusahaan yang lebih luas (merger dan akuisisi) (Damodaran, 1997).

 

Keputusan pendanaan difokuskan untuk medapatkan usaha optimal dalam rangka mendapatkan dana atau dana tambahan untuk mendukung kebijakan investasi.

 

Sumber dana dibagi dalam 2 kategori yakni:

 

  1. internal yaitu dari laba ditahan (retained earnings)
  2. sumber eksternal yaitu:

 

1)   Dalam bentuk utang yang meliputi penundaan pembayaran utang, pinjaman jangka pendek sebagai tambahan modal kerja, dan pinjaman jangka panjang (obligasi) sebagai dana investasi.

 

2)   Menerbitkan saham, baik dalam bentuk saham perdana (Initial Public Offer/IPO) maupun saham biasa baru sebagai sumber modal investasi dalam rangka ekspansi perusahaan.

 

Masalah utama dalam mengoptimalkan keputusan pendanaan adalah menetapkan struktur modal (utang dan ekuitas) yang optimal sebagai asumsi dasar dalam memutuskan berapa jumlah dana dan bagaimana komposisi jumlah dana pinjaman dan dana sendiri yang ditambahkan untuk mendukung kebijakan investasi sehingga kinerja keuangan perusahaan dapat tumbuh secara sehat. Di samping itu, komposisi struktur modal harus pula dipertimbangkan hubungan antara perusahaan, kreditur, maupun pemegang saham sehingga tidak terjadi konflik (Saragih, Manurung dan Manurung, 2005).

 

Keputusan dividen ditentukan dari jumlah keuntungan perusahaan setelah pajak (earning after tax). Oleh karena itu tujuan memaksimumkan keuntungan yang dibagikan kepada pemegang saham (dividen) dengan kendala memaksimumkan laba ditahan untuk diinvestasikan kembali sebagai sumber dana internal, dengan kata lain semakin banyak jumlah laba ditahan berarti semakin sedikit uang yang tersedia bagi pembayaran dividen.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Kebutuhan Dana

 

Suatu aktivitas bisnis tidak akan dapat berjalan dengan baik bila tidak didukung oleh ketersediaan dana yang baik dan mencukupi. Bila suatu aktivitas bisnis tidak dapat memenuhi permintaan barang atau jasa sesuai dengan jumlah dan pelanggan dikarenakan bisnis tersebut tidak memiliki dana yang cukup untuk melakukan proses produksinya, maka sudah dapat dipastikan usaha bisnis tersebut akan terancam gagal.

 

Dalam menentukan besarnya dana yang akan diperlukan untuk menjalankan suatu aktivitas bisnis, dibutuhkan suatu peramalan (forecasting) yang baik. Peramalan atau taksiran ini berbeda-beda untuk masing-masing jenis proyek. Pada umumnya, taksiran dana yang dibutuhkan tersebut tergantung pada kompleksitas dari kegiatan pendanaan itu sendiri, misalnya penentuan lokasi bisnis yang bergantung kepada harga tanah. Semakin mahal harga tanah maka akan semakin besar pula dana yang dibutuhkan oleh bisnis tersebut. Di samping itu, terdapat pula faktor-faktor biaya yang akan dikeluarkan selama umur bisnis tersebut.

 

Menurut Carter dan Usry (2004) biaya adalah: nilai tukar, pengeluaran, pengorbanan untuk memperoleh manfat. Biaya seringkali sinonim dengan beban. Biaya-biaya dapat dibagi dalam kategori (diklasifikasi) menjadi biaya langsung, biaya utama, biaya konversi, biaya tidak langsung, biaya tetap, biaya variabel, biaya terkendali, biaya produk, biaya periode, biaya bersama (joint cost), biaya estimasi, biaya standar, biaya tertanam (sunk cost), dan biaya tunai.

 

Studi keuangan akan lebih memberikan pendalaman ke arah bagaimana dana akan dialokasikan. Secara umum, pengalokasian dana tersebut dapat dilakukan ke dalam dua bentuk, yaitu untuk aktiva tetap (fixed assets), dan untuk modal kerja (working capital).

 

  1. Alokasi Dana untuk Aktiva Tetap

 

Aktiva tetap terdiri dari aktiva tetap berwujud (tangible assets), dan aktiva tetap tidak berwujud (intangible assets). Aktiva tetap berwujud adalah aktiva yang berwujud yang dapat digunakan dalam jangka waktu lebih dari satu periode akuntansi, seperti tanah, gedung perkantoran dan peralatannya, gedung pabrik dan mesin-mesin, serta aktiva tetap lainnya. Aktiva tetap tidak berwujud adalah: aktiva tetap yang tidak berwujud secara fisik yang memiliki umur lebih dari satu tahun seperti hak paten, lisensi,  copyright,goodwill, biaya pendahuluan, biaya-biaya pra-operasional, dan lain sebagainya.

 

  1. Alokasi Dana untuk Modal Kerja

 

Weston & Copeland (1995) mendefinisikan modal kerja adalah investasi perusahaan dalam bentuk uang tunai, surat berharga, piutang dan persediaan dikurangi beban lancar. Sedangkan Sawir (2005), menyatakan modal kerja adalah keseluruhan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan untuk membiayai kegiatan operasi sehari-hari.  Secara umum modal kerja dapat diartikan dalam dua bentuk, yaitu:  gross working capital dan  net working capital.Menurut Van Horne dan Wachowichz (2005) gross working capital adalah: keseluruhan aktiva lancar yang akan digunakan dalam operasi. Sedangkan  net working capital  menunjukkan kelebihan aktiva lancar di atas hutang lancar. Modal kerja di sini akandiartikan sebagai keseluruhan aktiva lancar yang akan digunakan untuk kegiatan operasional bisnis, di luar dari penggunaan dana untuk aktiva tetap yang tersebut di atas. Estimasi dari modal kerja tergantung kepada rencana produksi dan penjualan dari bisnis tersebut. Semakin besar rencana produksi dan penjualan yang akan dilaksanakan oleh suatu bisnis, maka akan semakin besar pula modal kerja yang dibutuhkan.

 

 

 

  1. Sumber Pendanaan

 

Pendanaan adalah suatu indikator penting dalam mendeteksi apakah suatu bisnis dapat dijalankan atau tidak. Akhir-akhir ini, telah banyak berkembang berbagai lembaga keuangan maupun non-keuangan yang telah bersedia untuk mendanai suatu aktivitas bisnis, tentu saja dengan persyaratan tertentu. Sumber dana dari lembaga-lembaga itu sering disebut sebagai modal asing (modal pinjaman).

 

Sumber dana bisa didapat dari :

 

  1. modal asing yaitu: sumber dana yang didapatkan dari luar perusahaan (kreditur) yang tidak ikut memiliki perusahaan tersebut seperti bank, perusahaan leasing, dan lain sebagainya. Sumber dana dari modal asing biasanya berwujud hutang, baik hutang jangka panjang, maupun hutang jangka pendek.
  2. Dan dari internal perusahaan yang akan melakukan aktivitas bisnis. Sumber dana ini disebut juga sebagai sumber dana modal sendiri. Sumber dana modal sendiri biasanya berwujud modal saham dan laba ditahan.

 

Masalah yang sebenarnya pada akhirnya akan dibahas di dalam studi aspek keuangan itu sendiri – perihal modal – adalah bagaimana bisnis tersebut akan didanai baik dengan modal sendiri, modal asing, ataupun gabungan keduanya, akan dapat mencapai keuntungan yang ekonomis. Artinya: bagaimana struktur modal tersebut disusun agar dapat meminimumkan biaya modal (cost of capital), sehingga akan optimal penggunaannya.  Perhitungan biaya modal penting dilakukan untuk menentukan tingkat keuntungan (cut off rate) yang diharapkan dari suatu aktivitas bisnis. Artinya, suatu aktivitas bisnis akan sangat bergantung kepada biaya modal perusahaan yang didanai oleh modal asing atau modal sendiri atau gabungan keduanya.

 

dana pembelanjaan dapat diperoleh dari 2 sumber, di antaranya:

 

  1. Hutang/kredit/modal asing
  2. 2.    Modal sendiri

 

 

 

 

 

 

 

  1. D.  Pembelanjaan Hutang

 

Pembelanjaan hutang (debt) sebagai sumber pendanaan akan memiliki risiko (risk) berupa pembayaran bunga (interest) dan pengembaliannya (repayment). Hal ini dikarenakan adanya prinsip the risk–return trade off, yaitu: kecenderungan investor untuk memberikan investasi kepada proyek dengan risiko yang tinggi, dengan tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) akan tinggi pula (Keown dkk., 2001). Artinya: hutang/kredit dapat dipenuhi, apabila tingkat suku bunga terhadap pinjaman tersebut sesuai dengan keinginan kreditor atau investor.

 

Hutang yang digunakan untuk membelanjai kegiatan perusahaan dapat dibagi dua, yaitu:

 

  1. Hutang jangka pendek (short term debt)

 

Menurut Warren, Reeve & Fess, (2005), such liabilities that are to be paid out of current assets and are due within a short time, usually one year, are called current liabilities. Artinya: hutang jangka pendek akan dikembalikan dalam tempo waktu kurang dari 1 tahun. Hutang jangka pendek ini hanya dapat digunakan untuk pembiayaan investasi jangka pendek pula, misalnya: pembiayaan aktiva lancar atau modal kerja. Pendanaan hutang jangka pendek dapat berasal dari:

 

1)   Pinjaman dari lembaga keuangan

 

Lembaga keuangan biasanya akan memiliki beberapa penilaian tentang layak atau tidaknya suatu bisnis menerima pinjaman investasi. Penilaian tersebut berkenaan dengan faktor-faktor sebagai berikut:

 

  1. Rencana penggunaan pinjaman perusahaan.
  2. Kondisi keuangan bisnis perusahaan.
  3. Peramalan tentang industri atau lingkungan di sekitar bisnis perusahaan.
  4. Adanya jaminan dari perusahaan yang dapat digunakan untuk mengembalikan pinjaman. Persyaratan-persyaratan tersebut akan menentukan jumlah pinjaman, jangka waktu pinjaman, jaminan terhadap pinjaman, dan tingkat suku bunga pinjaman. 

 

2)   Menerbitkan surat dagang

 

Surat dagang misal: surat hutang wesel dan surat hutang lainnya dengan tingkat suku bunga yang menarik.

 

3)   Kredit dagang

 

Kredit dagang adalah surat hutang yang memiliki kekuatan hukum lebih lemah dibandingkan surat dagang.

 

4)   Sumber keuangan lainnya

 

Misal: pegadaian, masyarakat pemodal (kreditor), dan sebagainya. Biaya hutang yang ditanggung oleh perusahaan yang menggunakan dana hutang tidak lain adalah sebesar tingkat keuntungan yang telah disyaratkan oleh investor. Pada dasarnya pengunaan hutang jangka panjang (cost of debt) yang biasanya berasal dari obligasi (cost of bond) dapat dihitung dengan cara perhitungan tingkat pendapatan investasi dalam obligasi.

 

  1. Hutang jangka panjang (long term debt)

 

Menurut Warren, Reeve, & Fess (2005), liabilities that will be due for a long time (usually more than one year) are called long-term liabilities. Artinya hutang jangka panjang akan diharapkan dibayarkan kembali dalam kurun waktu lebih dari 1 tahun, misal: obligasi (bonds), hipotik (mortage), dan sebagainya. Hutang jangka panjang dapat digunakan untuk pembiayaan modal kerja ataupun membiayai aktiva tetap. Banyak perusahaan besar yang umumnya membutuhkan dana yang besar, memilih memperoleh dana dari obligasi, yaitu merupakan surat hutang jangka panjang yang dibeli oleh para investor dari negara. Hal ini dikarenakan tingkat suku bunga obligasi yang relatif lebih rendah dibandingkan pinjaman terhadap lembaga keuangan lainnya.

 

Ketika sebuah perusahaan berencana akan menerbitkan obligasi, maka perusahaan tersebut akan membuat suatu  indent document  (dokumen inden). Dokumen inden adalah suatu dokumen resmi yang menerangkan atau menjamin kesanggupan perusahaan untuk membayarkan hutang kepada pemegang obligasi. Dokumen inden memberikan hak kepada perusahaan penerbit obligasi untuk melakukan pembelian kembali obligasi yang telah diterbitkan sebelum jatuh temponya obligasi tersebut.

 

Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam menggunakan pendanaan hutang untuk membelanjai aktivitas usaha suatu bisnis, yaitu:

 

1. biaya

 

2. risiko

 

3. syarat-syarat yang ditetapkan kreditor

 

4. tingkat inflasi

 

5. kemampulabaan

 

6. posisi likuiditas

 

7. keamanan usaha

 

 

 

  1. E.  Investasi

 

Menurut Sunariyah (2003:4): “Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang.” Dewasa ini banyak negara-negara yang melakukan kebijaksanaan yang bertujuan untuk meningkatkan investasi baik domestik ataupun modal asing. Hal ini dilakukan oleh pemerintah sebab kegiatan investasi akan mendorong pula kegiatan ekonomi suatu negara, penyerapan tenaga kerja, peningkatan output yang dihasilkan, penghematan devisa atau bahkan penambahan devisa.

 

Menurut Husnan (1996:5) menyatakan bahwa “proyek investasi merupakan suatu rencana untuk menginvestasikan sumber-sumber daya, baik proyek raksasa ataupun proyek kecil untuk memperoleh manfaat pada masa yang akan datang.” Pada umumnya manfaat ini dalam bentuk nilai uang. Sedang modal, bisa saja berbentuk bukan uang, misalnya tanah, mesin, bangunan dan lain-lain.
Namun baik sisi pengeluaran investasi ataupun manfaat yang diperoleh, semua harus dikonversikan dalam nilai uang.

 

Suatu rencana investasi perlu dianalisis secara seksama. Analisis rencana investasi pada dasarmya merupakan penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek (baik besar atau kecil) dapat dilaksanakan dengan berhasil, atau suatu metode penjajakkan dari suatu gagasan usaha/bisnis tentang kemungkinan layak atau tidaknya gagasan usaha/bisnis tersebut dilaksanakan.

 

Suatu proyek investasi umumnya memerlukan dana yang besar dan akan mempengaruhi perusahaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu dilakukan perencanaan investasi yang lebih teliti agar tidak terlanjur menanamkan investasi pada proyek yang tidak menguntungkan.

 

Alasan melakukan investasi yaitu :

 

  1. Produktivitas seseorang yang terus mengalami penurunan.
  2. Tidak menentunya lingkungan perekonomian sehingga memungkinkan suatu saat penghasilan jauh lebih kecil dari pengeluaran.
  3. Kebutuhan-kebutuhan yang cenderung mengalami peningkatan.

 

 

 

  1. F.   Tipe Investor Menurut profil Resiko
  2. 1.    Defensive
    Investor dengan tipe defensive, investor ini berusaha untuk mendapatkan keuntungan dan menghindari resiko sekecil apapun dari investasi yang dilakukan. Investor tipe ini tidak mempunyai keyakinan yang cukup dalam hal spekulasi, dan lebih memilih untuk menunggu saat-saat yang tepat dalam berinvestasi agar investasi yang dilakukan terbebas dari resiko.
  3. 2.    Conservative
    Investor dengan tipe conservative, biasanya berinvestasi untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan dengan rentang waktu investasi yang cukup panjang, misalnya, untuk pendidikan perguruan tinggi anak atau biaya hidup di hari tua. Investor tipe ini memiliki kecenderungan menanam investasi dengan keuntungan (yield) yang layak saja dan tidak memiliki resiko besar, karena filosofi investasi mereka untuk menghindari resiko. Walaupun investor conservative sering berinvestasi, investor ini umumnya mengalokasikan sedikit waktu untuk menganalisa dan mempelajari portofolio investasinya.
  4. 3.    Balanced
    Investor dengan tipe balanced, merupakan tipe investor yang menginginkan resiko menengah. Investor tipe ini selalu mencari proporsi yang seimbang antara resiko yang dimungkinkan terjadi dengan pendapatan yang dapat diraih. Tipikal investor ini bahwa mereka akan selalu berhati-hati dalam memilih jenis investasi, dan hanya investasi yang proporsional antara resiko dan penghasilan yang bisa diperoleh yang akan dipilih.
  5. 4.    Moderately aggressive

 

Moderately aggressive, merupakan tipe investor yang tenang atau tidak ekstrim dalam menghadapi resiko. Investor ini cenderung memikirkan kemungkinan terjadinya resiko dan kemungkinan bisa mendapatkan keuntungan. Dalam hal ini, investor dengan tipe moderately aggressive selalu tenang dalam mengambil keputusan investasi karena keputusan yang ditetapkan sudah dipikirkan sebelumnya.

 

  1. 5.    Aggressive
    Investor aggressive, atau biasa disebut ‘pemain’, adalah kebalikan dari investor conservative. Mereka sangat teliti dalam menganalisa portofolio yang dimiliki.
    Semakin banyak angka-angka dan fakta yang bisa dianalisa adalah semakin baik. Investor tipe ini umumnya berinvestasi dengan rentang waktu relatif pendek karena mengharapkan adanya keuntungan yang besar dalam waktu singkat. Walaupun tidak berharap untuk merugi, namun setiap investor aggressive menyadari bahwa kerugian adalah bagian dari permainan.

 

 

 

G. Jenis-Jenis Investasi

 

Menurut Senduk (2004:24) bahwa produk-produk investasi yang tersedia di pasaran antara lain:

 

  1. 1.    Tabungan di bank

 

Dengan menyimpan uang di tabungan, maka akan mendapatkan suku bunga tertentu yang besarnya mengikuti kebijakan bank bersangkutan. Produk tabungan biasanya memperbolehkan kita mengambil uang kapanpun yang kita inginkan.

 

  1. 2.    Deposito di bank

 

Produk deposito hampir sama dengan produk tabungan. Bedanya, dalam deposito tidak dapat mengambil uang kapanpun yang diinginkan, kecuali apabila uang tersebut sudah menginap di bank selama jangka waktu tertentu (tersedia pilihan antara satu, tiga, enam, dua belas, sampai dua puluh empat bulan, tetapi ada juga yang harian). Suku bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada suku bunga tabungan. Selama deposito kita belum jatuh tempo, uang tersebut tidak akan terpengaruh pada naik turunnya suku bunga di bank.

 

  1. 3.    Saham
    Saham adalah kepemilikan atas sebuah perusahaan tersebut. Dengan membeli saham, berarti membeli sebagian perusahaan tersebut. Apabila perusahaan tersebut mengalami keuntungan, maka pemegang saham biasanya akan mendapatkan sebagian keuntungan yang disebut deviden. Saham juga bisa dijual kepada pihak lain, baik dengan harga yang lebih tinggi yang selisih harganya disebut capital gain maupun lebih rendah daripada kita membelinya yang selisih harganya disebut capital loss. Jadi, keuntungan yang bisa didapat dari saham ada dua yaitu deviden dan capital gain.
  2. 4.    Properti
    Investasi dalam properti berarti investasi dalam bentuk tanah atau rumah.
    Keuntungan yang bisa didapat dari properti ada dua yaitu :
  3. a.    Menyewakan properti tersebut ke pihak lain sehingga mendapatkan uang sewa.
  4. b.   Menjual properti tersebut dengan harga yang lebih tinggi.
    1. 5.    Barang-barang koleksi

 

Contoh barang-barang koleksi adalah perangko, lukisan, barang antik, dan lain-lain. Keuntungan yang didapat dari berinvestasi pada barang-barang koleksi adalah dengan menjual koleksi tersebut kepada pihak lain.

 

  1. 6.    Emas
    Emas adalah barang berharga yang paling diterima di seluruh dunia setelah mata uang asing dari negara-negara G-7 (sebutan bagi tujuh negara yang memiliki perekonomian yang kuat, yaitu Amerika, Jepang, Jerman, Inggris, Italia, Kanada, dan Perancis). Harga emas akan mengikuti kenaikan nilai mata uang dari negara-negara G-7. Semakin tinggi kenaikan nilai mata uang asing tersebut, semakin tinggi pula harga emas. Selain itu harga emas biasanya juga berbanding searah dengan inflasi. Semakin tinggi inflasi, biasanya akan semakin tinggi pula kenaikan harga emas. Seringkali kenaikan harga emas melampaui kenaikan inflasi itu sendiri.
  2. 7.    Mata uang asing

 

Segala macam mata uang asing biasanya dapat dijadikan alat investasi.
Investasi dalam mata uang asing lebih beresiko dibandingkan dengan investasi dalam saham, karena nilai mata uang asing di Indonesia menganut sistem mengambang bebas (free float) yaitu benar-benar tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran. Di Indonesia mengambang bebas membuat nilai mata uang rupiah sangat fluktuatif.

 

  1. 8.    Obligasi
    Obligasi atau sertifikat obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan, baik untuk menambah modal perusahaan atau membiayai suatu proyek pemerintah. Karena sifatnya yang hampir sama dengan deposito, maka agar lebih menarik investor suku bunga obligasi biasanya sedikit lebih tinggi dibanding suku bunga deposito. Selain itu seperti saham kepemilikan obligasi dapat juga dijual kepada pihak lain baik dengan harga yang lebih tinggi maupun lebih rendah daripada ketika membelinya. Terdapat pengelompokkan jenis-jenis investasi (www.winterthur.co.id/id/winpens3.htm), yaitu:

 

1)      Deposito berjangka

 

Simpanan dalam mata uang Rupiah, dengan tingkat suku bunga relatif lebih tinggi dibandingkan jenis simpanan lainnya. Tersedia dalam jangka waktu 1,3, 6, 12, dan 24 bulan.

 

2)      Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

 

Sertifikat Bank Indonesia (SBI) merupakan bagian dari upaya BI untuk meredam dan menstabilkan likuiditas yang ada di pasar.

 

3)      Saham

 

Surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberikan berbagai hak menurut ketentuan anggaran dasar (shares, stock ).

 

4)      Obligasi
Surat utang yang berjangka waktu lebih dari satu tahun dan bersuku bunga tertentu, yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menarik dana dari masyarakat, guna pembiayaan perusahaan atau oleh pemerintah untuk keperluan anggaran belanjanya (debenture bond).

 

5)      Sekuritas pasar uang

 

Sekuritas pasar uang merupakan surat-surat berharga jangka pendek yang diperjualbelikan di pasar uang.

 

6)      Sertifikat hutang obligasi

 

Merupakan bukti kepemilikan piutang kepada pihak lain. Sertifikat ini dapat diperjualbelikan pada tingkat diskonto tertentu. Sertifikat hutang obligasi ini
merupakan bentuk investasi jangka panjang.

 

7)      Tanah/bangunan
Investasi ini tergolong investasi dalam bentuk property, investasi ini biasanya untuk jangka waktu panjang karena mengharapkan adanya kenaikan dari nilai tanah/bangunan yang telah dibelinya.

 

8)      Reksa dana.

 

Wadah investasi yang berisi dana dari sejumlah investor dimana uang didalamnya diinvestasikan ke dalam berbagai produk investasi oleh sebuah Perusahaan Manajemen Investasi (Mutual Fund).

 

 

 

  1. H.  Konsep Nilai Waktu Uang “ Time Value of money”

 

Time value of money atau dalam bahasa Indonesia disebut nilai waktu uang adalah merupakan suatu konsep yang menyatakan bahwa nilai uang sekarang akan lebih berharga dari pada nilai uang masa yang akan datang atau suatu konsep yang mengacu pada perbedaan nilai uang yang disebabkan karena perbedaaan waktu.

 

Dalam memperhitungkan, baik nilai sekarang maupun nilai yang akan datang maka kita harus mengikutkan panjangnya waktu dan tingkat pengembalian maka konsep time value of money sangat penting dalam masalah keuangan baik untuk perusahaan, lembaga maupun individu. Dalam perhitungan uang, nilai Rp. 1.000 yang diterima saat ini akan lebih bernilai atau lebih tinggi dibandingkan dengan Rp. 1.000 yang akan diterima dimasa akan datang.

 

Hal tersebut sangat mendasar karena nilai uang akan berubah menurut waktu yang disebabkan banyak factor yang mempengaruhinya seperti.adanya inflasi, perubahan suku bunga, kebijakan pemerintah dalam hal pajak, suasana politik, dll.

 

Manfaat time value of money adalah untuk mengetahui apakah investasi yang dilakukan dapat memberikan keuntungan atau tidak. Time value of money berguna untuk menghitung anggaran. Dengan demikian investor dapat menganalisa apakah proyek tersebut dapat memberikan keuntungan atau tidak. Dimana investor lebih menyukai suatu proyek yang memberikan keuntungan setiap tahun dimulai tahun pertama sampai tahun berikutnya.

 

Maka sudah jelas time value of money sangat penting untuk dipahami oleh kita semua, sangat berguna dan dibutuhkan untuk kita menilai seberapa besar nilai uang masa kini dan akan dating.

 

Nilai yang akan datang atau dikenal sebagai “Future VALUE” dan nilai sekarang atau “Present VALUE”, Sedangkan nilai waktu dari uang “Time Value of money”.

 

Secara kasar nilai waktu dari uang dapat diartikan sebagai nilai sutu uang pada kondisi waktu yang berbeda dapat dihitung di masa datang, sekarang ataupun lampau. Tergantung pada kondisinya.

 

Konsep nilai waktu uang diperlukan oleh manajer keuangan dalam mengambil keputusan ketika akan melakukan investasi pada suatu aktiva dan pengambilan keputusan ketika akan menentukan sumber dana pinjaman yang akan dipilih.

 

  1. Discount Factor : Suatu jumlah uang tertentu yang diterima waktu yang akan datang jika dinilai sekarang maka jumlah uang tersebut harus didiskon dengan tingkat bunga tertentu.
  2. Compound Factor : Suatu jumlah uang tertentu saat ini dinilai untuk waktu yang akan datang maka jumlah uang tersebut harus digandakan dengan tingkat bunga tertentu.
  3. Future Value : nilai uang diwaktu akan datang dari sejumlah uang saat ini atau serangkaian pembayaran yang dievaluasi pada tingkat bunga yang berlaku.
  4. Present Value : nilai saat ini dari jumlah uang di masa datang atau serangkaian pembayaran yang dinilai pada tingkat yang ditentukan.

 

Annuity: suatu rangkaian pembayaran uang dalam jumlah yang sama yang terjadi dalam periode waktu tertentu.

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

 

 

 

Jadi dalam aspek keuangan merupakan salah satu fungsi bisnis yang bertujuan untuk membuat keputusan keputusan investasi, pendanaan, dan dividen. Pendanaan adalah suatu indikator penting dalam mendeteksi apakah suatu bisnis dapat dijalankan atau tidak. Akhir-akhir ini, telah banyak berkembang berbagai lembaga keuangan maupun non-keuangan yang telah bersedia untuk mendanai suatu aktivitas bisnis, tentu saja dengan persyaratan tertentu. Sumber dana dari lembaga-lembaga itu sering disebut sebagai modal asing (modal pinjaman).

 

Time value of money atau dalam bahasa Indonesia disebut nilai waktu uang adalah merupakan suatu konsep yang menyatakan bahwa nilai uang sekarang akan lebih berharga dari pada nilai uang masa yang akan datang atau suatu konsep yang mengacu pada perbedaan nilai uang yang disebabkan karena perbedaaan waktu.

 

Dalam memperhitungkan, baik nilai sekarang maupun nilai yang akan datang maka kita harus mengikutkan panjangnya waktu dan tingkat pengembalian maka konsep time value of money sangat penting dalam masalah keuangan baik untuk perusahaan, lembaga maupun individu.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Agus Sartono, Manajemen Keuangan : Teori dan Aplikasi Edisi keempat   BPFE, Yogyakarta 2001

 

Bambang Riyanto, Manajemen Keuangan : Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan Edisi keempat, BPFE  Yogyakarta 2001

 

dkpsamarinda.com/datainfo-15-data-aspek-keuangan-dkp.html

 

http://www.slideshare.net/Brassindo/profil-aspek-keuangan-usaha-cyber-shop-mitra-warnet – 100k

 

 

 

  1. H.    KELOMPOK 8[16]

 

MANAJEMEN PRODUKSI

 

A. Pengertian Manajemen Produksi

 

Menurut Reksohadiprodjo, dan Soedarmo (1999 : 2) manajemen produksi adalah usaha pengelolaan secara optimal terhadap faktor-faktor produksi (resources) yang terbatas adanya untuk mendapatkan hasil tertentu dengan menggunakan prinsip-prinsip ekonomi yaitu dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan hasil yang sebanyak-banyaknya atau dengan tingkat hasil tertentu diusahakan dengan pengorbanan yang sekccil-kccilnya.

 

Menurut Handoko (2000 : 3) manajemen produksi dan operasi merupakan usaha-usaha pengelolaan secara optimal penggunaan sumber daya-sumber daya (atau sering disebut faktor-faktor produksi) tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan sebagainya, dalam proses transformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk dan jasa.

 

Menurut Assauri (1999 : 17) manajemen produksi dan operasi merupakan proses pencapaian dan pengutilisasian sumber daya-sumber daya untuk memproduksi atau menghasilkan barang-barang atau jasa-jasa yang berguna sebagai usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.

 

Dari uraian di atas, dapat dinyatakan bahwa manajemen produksi merupakan proses pencapaian dan pengutilisasian sumber daya yang ada guna memproduksi atau menghasilkan barang atau jasa yang berguna untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.

 

Aspek-aspek manajemen produksi meliputi ;

 

  • Perencana produksi

 

Bertujuan agar dilakukanya persiapan yang sistematis bagi produksi yang akan dijalankan. Keputusan yang harus dihadapi dalam perencanaan produksi:

 

  1. Jenis barang yang diproduksi
  2. Kualitas barang
  3. Jumlah barang
  4. Bahan baku
  5. Pengendalian produksi

 

  • Pengendalian produksi

 

Bertujuan agar mencapai hasil yang maksimal demi biaya seoptimal mungkin. Adapun kegiatan yang dilakukan antara lain :

 

  1. Menyusun perencanaan
  2. Membuat penjadwalan kerja
  3. Menentukan kepada siapa barang akan dipasarkan.

 

  • Pengawasan produksi

 

Bertujuan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Kegiatanya meliputi :

 

  1. Menetapkan kualitas
  2. Menetapkan standar barang
  3. Pelaksanaan prouksi yang tepat waktu

 

B. Pengertian Produksi

 

Pengertian produksi menurut beberapa ahli:

 

1)   Menurut Hatta (2000 : 9) produksi adalah segala pekerjaan yang menimbulkan guna, memperbesar guna yang ada dan membagikan guna itu di antara orang banyak.

 

2)   Menurut Harsono (2000 : 9) produksi adalah setiap usaha manusia/ kegiatan yang membawa benda ke dalam suatu keadaan sehingga dapat dipergunakan untuk kebutuhan manusia dengan lebih baik.

 

3)   Menurut Hadiprodjo dan Soedarmo (1999 : 1) produksi adalah merupakan penciptaan atau penambah faedah bentuk, waktu dan tempat atas faktor-faktor produksi sehingga lebih bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan manusia.

 

Dengan demikian. pengertian produksi secara luas adalah usaha atau kegiatan yang dilakukan yang dapat menimbulkan kegunaan dari suatu barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan orang banyak.

 

  1. Perkembangan Manajemen Produksi

 

Manajemen produksi berkembang pesat karena adanya factor :

 

  • Adanya pembagian kerja (division of labour) dan spesialisasi, agar produksi efektif dan efisien, produsen hendaknya menggunakan metode ilmiah dan azas-azas manajemen. Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengolahan yang baik.dan akan mengurangi biaya produksi sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi.
  •  Revolusi Industri merupakan suatu peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Revolusi itu merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat dibidang perdagangan, industri, dan tekhnik di Eropa.

 

Dampaknya pengusaha besar dapat meningkatkan perdagangannya,sedangkan pengusaha kecil dengan peralatan kerja yang masih kuno,menjadi terdesak.

 

Perkembangan revolusi industri terlihat pada :

 

  1. Bertambahnya penggunaan mesin
  2. Efisiensi produksi batu bara, besi, dan baja,
  3. Pembangunan jalan kereta api,alat transportasi, dan komunikasi.
  4. meluasnya system perbankan dan perkreditan. Industialisasi ini meningkatkan pengolahan hasil produksi, sehingga membutuhkan kegiatan pemasaran.

 

  • Perkembangan alat dan tekhnologi yang mencakup penggunaan computer sehingga pada banyak hal manajer produsi mengintegrasikan tekhnologi canggih kedalam bisnisnya.
  •  Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antar manusia, dan model keputusan.

 

Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan memungkinkan ditemukannya metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai berikut :

 

  1. Pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku
  2. Pengamatan terhadap metode kerja melalui pengukuran dan analisis ilmiah
  3. Pelatihan pekerja dengan metode baru
  4. Pemanfaatan umpan balik dalam pengelolaa atas proses kerja.

 

  1. Proses Produksi

 

Proses Produksi dapat ditinjau dari 2 segi yaitu:

 

  1. Berdasarkan Kelangsungan hidup

 

a) Produksi terus-menerus

 

 Dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk barang-barang.walaupun terjadi perubahan bentuk barang-barangtetapi tidak mengubah susunan dan fungsi alat-alatmesin.proses ini menghasilkan produk yang standar(massal).

 

b)      Produksi yang terputus-putus

 

Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan sehingga harus mengatur kembali alat-alat dan penyesuaian terus-menerus

 

 

 

  1. Berdasarkan Teknik
  2. Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Produksi

 

  1. Proses Ekstraktif
  2. Proses analitis
  3. Proses Pengubahan
  4. Proses Sintetis

 

Dilihat dari kondisi keputusan yang harus diambil, dibedakan menjadi :

 

  1. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
  2. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko
  3. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
  4. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.

 

Macam – Macam Wujud Proses Produksi :

 

1. Proses kimia : adalah proses produksi yang menggunakan sifat kimia.

 

2. Proses perubahan bentuk : adalah proses produksi dengan merubah bentuk.

 

3. Proses asembling : adalah proses produksi menggabungkan komponen-komponen mejadi produk akhir.

 

4. Proses transportasi : adalah proses produksi menciptakan perpindahan barang.

 

5. Proses penciptaan jasa-jasa administrasi : adalah proses produksi berupa penyiapan data informasi yang diperlukan.

 

Bidang Produksi Mempunyai 5 Tanggung Jawab keputusan Utama, yaitu :

 

  1. Proses
  2. Kapasitas
  3. Persediaan
  4. Tenaga Kerja
  5. Mutu/Kualitas

 

Tujuan Manajemen Produksi

 

Adalah memproduksi atau mengatur produksi barang-barang dan jasa-jasa dalam jumlah, kualitas, harga, waktu serta tempat tertentu sesuai dengan kebutuhan.

 

 

 

Penelitian Produksi

 

Adalah penelitian tentang produk apa dan bagaimana yang disukai konsumen.

 

 

 

Pengembangan Produksi

 

Adalah penelitian terhadap produk yang telah ada untuk dikembangkan lebih lanjut agar mempunyai kegunaan yang lebih tinggi dan lebih disukai konsumen.

 

 

 

Liniear Programming

 

Adalah salah satu cara atau metode untuk menentukan kombinasi produksi yang paling optimal. Problem yang dapat diselesaikan terbatas pada problem yang mempunyai batasan liniear, serta mempunyai fungsi yang lancar.

 

 

 

Luas Produksi

 

Adalah jumlah atau volume output yang seharusnya diproduksi oleh suatu perusahaan dalam suatu periode.

 

 

 

 

 

Akibat Luas Produksi :

 

1. Luas produksi yang terlalu besar berakibat biaya yang besar dan investasi yang besar pula.

 

2. Luas produksi yang terlalu kecil berakibat tidak dapatnya perusahaan memenuhi permintaan pasar.

 

 

 

Luas Perusahaan Dapat Diukur Dengan :

 

1. Bahan dasar yang digunakan

 

2. Barang yang dihasilkan

 

3. Peralatan yang digunakan

 

4. Jumlah pegawai yang dipekerjakan

 

 

 

Hubungan Luas Produksi Dengan Biaya

 

1. Biaya variabel : adalah biaya yang berubah-ubah tergantung volume produksi.

 

    a. Biaya variabrl progresif

 

    b. Biaya variabel proporsional

 

    c. Biaya variabel regresif

 

2. Biaya tetap : adalah biaya yang tidak terpengaruh dengan perubahan volume produksi.

 

3. Biaya persatuan : adalah biaya total dibagi jumlah barang yang diproduksi.

 

    Semakin besar jumlah yang diproduksi maka biaya persatuan makin kecil, dan begitu sebaliknya.

 

 

 

Kendala Dalam Mencapai Luas Produksi Maksimal

 

1. Faktor tidak dapat dibagi-bagi alat produksi tahan lama

 

2. Berlakunya hukum hasil yang bertambah dan berkurang

 

3. Berlakunya hukum guna batas yang berkurang

 

 

 

Penentuan Luas Produksi

 

1. Pendekatan konsep MC dan MR

 

    a. Marginal cost adalah tambahan ongkos sebagai akibat dari adanya tambahan satuan produk.

 

    b. Marginal revenue adalah tambahan penghasilan sebagai akibat tambahan satuan produk.

 

    Perbandingan antara besarnya tambahan biaya MC dengan tambahan penghasilan MR dapat membantu

 

    menentukan luas produksi yang paling menguntungkan.

 

2. Pendekatan konsep BEP

 

    Dalam konsep ini terdapat hubungan volume produksi, biaya dan laba.

 

3. Metode simplek

 

    Adalah metode untuk menentukan kombinasi dua atau lebih barang yang dihasilkan perusahaan agar

 

    keuntungan maksimal.

 

 

 

Faktor – Faktor Yang Membatasi Luas Produksi

 

1. Kapasitas mesin

 

2. Bahan dasar

 

3. Uang kas yang tersedia

 

4.  Permintaan

 

 

 

Pola Produksi

 

Pola Produksi adalah penentuan bagaimana kebijakan perusahaan untuk melayani penjualan.

 

 

 

 Macam – Macam Pola Produksi

 

1. Pola produksi konstan atai horizontal : adalah dimana jumlah yang diproduksi setiap periode tetap sama.

 

2. Pola produksi bergelombang : adalah jumlah yang diproduksi setiap periode tidak sama mengikuti perubahan tingkat penjualan dalam perusahaan.

 

3. Pola produksi moderat : adalah gelombang produksi tidak tajam, sehingga mendekati konstan.

 

 

 

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pola Produksi

 

1. Pola penjualan

 

2. Pola biaya ;

 

    a. biaya perputaran tenaga kerja

 

    b. biaya simpan

 

    c. biaya lembur

 

    d. biaya subkontrak

 

3. Kapasitas maksimum fasilitas produksi.

 

 

 

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi Pabrik

 

1. Lingkungan masyarakat

 

2. Sumber alam

 

3. Tenaga kerja

 

4. Transportasi

 

5. Pembangkit tenaga listrik

 

6. Tanah untuk ekspansi

 

 

 

Metode Pemilihan Lokasi Pabrik

 

1. Metode kuantitatif : adalah menilai secara kuantitatif baik buruknya suatu daerah untuk pabrik sehubungan dengan faktor-faktor yang terdapat didaerah tersebut, sehingga perusahaan dapat membandingkan keadaan daerah satu dengan daerah lain.

 

2. Metode kualitatif : adalah konsep biaya tetap dan biaya variabel dari lokasi yang berbeda dapat menciptakan hubungan antara biaya dan volume produksi yang berlaku bagi masing-masing lokasi.

 

3. Metode transportasi : adalah suatu alat untuk memecahkan masalah yang menyangkut pengiriman barang dari suatu tempat ke tempat yang lain.

 

F. Ruang Lingkup Manajemen Produksi                     

 

Manajemen produksi mencakup perancangan atau penyiapan sistem produksi serta pengoprasiannya. Penambahan dan perancangan sistem produksi meliputi Seleksi dan desain hasil produksi

 

  1. Seleksi dan perancangan proses serta peralatan
  2. Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi
  3. Rancangan tata letak dan arus kerja
  4. Rancangan tugas
  5. Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas

 

Daniel Wren membagi evolusi pemikiran manajemen dalam empat fase, yaitu :

 

  1. Pemikiran awal, 
  2. Era manajemen sains, 
  3. Era manusia sosial, dan
  4. Era moderen. 

 

  1. G.      Fungsi dan Sistem Fungsi Produksi dan Operasi

 

  •     Fungsi Produksi dan Operasi

 

         Sebelum membahas tentang fungsi produksi,perlu diketahui beberapa bagian yang mendukung fungsi produksi tersebut . Bagian produksi adalah suatu bagian yang ada pada perusahaan yang bertugas untuk mengatur kegiatan-kegiatan yang diperlukan bagi terselenggaranya proses produksi. Dengan mengatur kegiatan itu maka diharapkan proses produksi akan berjalan lancar dan hasil produksi pun akan bermutu tinggi sehingga dapat diterima oleh masyarakat pemakainya. Bagian produksi dalam menjalankan tugasnya tidaklah sendirian akan tetapi bersama-sama dengan bagian-bagian lain seperti bagian pemasaran, bagian keuangan serta bagian akuntansi. Oleh karena itu haruslah diadakan koordinasi kerja agar semua bagian dapat berjalan seiring dan seirama dan dapat dihindarkan benturan – benturan kepentingan antar bagian dalam perusahaan.

 

         Tanpa adanya perencanaan yang matang, pengaturan yang bagus serta pengawasan akan mengakibatkan jeleknya hasil produksi. Di samping hasil produksi yang harus bagus kwalitasnya juga harus di pikirkan pula agar jangan sampai terjadi hasil produksi bagus tapi ongkos yang diperlukan untuk keperluan itu terlalu besar. Biaya produksi yang terlalu tinggi akan berakibat harga pokok produksinya menjadi besar dan hal ini akan mengakibatkan tingginya harga jual produk, sehingga akan tidak terjangkau oleh konsumen. Inilah yang merupakan tugas dari bagian produksi. 

 

       Tugas-tugas tersebut akan dapat terlaksana dengan baik dengan mengacu pada pedoman kerja tertentu. Pedoman kerja yang harus menjadi arah kerja bagi bagian produksi dapat dirumuskan dalam empat hal yaitu :

 

  1. Tepat Jumlah
  2. Tepat Mutu
  3. Tepat Waktu
  4. Tepat Ongkos/Harga

 

      Jumlah produk yang dihasilkan haruslah direncanakan dengan baik agar tidak terlalu banyak maupun terlalu sedikit. Bila produksi terlalu banyak tentu saja akan mengakibatkan bertumpuknya hasil produksi di gudang. Hal ini akanmengakibatkan disamping barang tersebut akan mengalami kerusakan dalam penyimpanannya, maka penumpukan tersebut berarti banyak modal yang tertanam dalam barang jadi itu berhenti dan menjadi kurang efektif.

 

      Dengan pedoman pada empat hal tersebut maka bagian produksi akan dapat mencapai sasarannya dengan baik. Keempat hal tersebut dapat dikenal dengan mudah sebagai “empat tepat”.

 

      Adapun tugas tersebut secara garis besarnya dapat kita bagi menjadi beberapa macam yaitu :

 

  1. Perencanaan Produk
  2. Perencanaan Luas Produksi
  3. Perencanaan Lokasi Pabrik
  4. Perencanaan Layout Mesin-mesin Pabrik
  5. Perencanaan Bahan Baku
  6. Pengaturan Tenaga Kerja
  7. Pengawasan Kwalitas

 

  • Sistem Produksi dan Operasi

 

       Sistem produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu, dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan dan pengeluaran

 

 

 

  1. H.      Lokasi dan Lay Out Pabrik    

 

Lokasi merupakan salah satu kegiatan awal yang harus dilakukan sebelum perusahaan mulai beroperasi. Penentuan lokasi yang tepat akan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam melayani konsumen, mendapatkan bahan-bahan mentah yang cukup, mendapatkan tenaga kerja dengan mudah, serta memungkinkan diadakannya perluasan usaha.  Kesalahan dalam pemilihan lokasi akan mengakibatkan biaya transportasi yang tinggi, kekurangan tenaga kerja, kehilangan kesempatan dalam bersaing, tidak tersedianya bahan baku yang cukup, dan sebagainya.

 

      Perencanaan layout merupakan salah satu tahap dalam perencanaan suatu fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang efektif dan efisien. Tujuan penyusunan layout pada dasarnya untuk mencapai pemanfaatan peralatan pabrik yang optimal, penggunaan jumlah tenaga kerja yang minimum, kebutuhan persediaan yang rendah dan biaya produksi dan investasi modal yang rendah, sedangkan jenis layout terdiri dari process layout, product layout, dan fixed position layout, atau kombinasi dari ketiga jenis layout tersebut.  Adapun perangkat lunak yang diperlukan bagi penyusunan layout adalah: CRAFT, COFAD, PLANET, CORELAP dan ALDEF.

 

      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi pabrik, besar sekali pengaruhnya terhadap tingkat kelancaran operasi perusahaan, faktor-faktor tersebut terdiri dari faktor utama dan faktor bukan utama. Faktor utama, yaitu letak sumber bahan baku, letak pasar, masalah transportasi, supply tenaga kerja dan pembangkit tenaga listrik. Sedangkan faktor bukan utama, seperti rencana masa depan perusahaan, kemungkinan adanya perluasan perusahaan, kemungkinan adanya perluasan kota, terdapatnya fasilitas-fasilitas pelayanan, terdapatnya fasilitas-fasilitas pembelanjaan, persediaan air, investasi untuk tanah dan gedung, sikap masyarakat, iklim dan keadaan tanah.

 

      Penentuan Lokasi Pabrik Manajemen perusahaan dalam memilih lokasi pabrik didasarkan pada beberapa macam alternatif. Tahap-tahap dalam pemilihan lokasi pabrik terdiri dari pengumpulan data, menganalisa data yang masuk, menentukan urutan alternatif lokasi yang dipilih dan menentukan lokasi pabrik yang dipilih. Penentuan metode pemilihan lokasi pabrik didasarkan pada faktor rating, analisa ekonomis, dan analisa volume biaya.

 

      Desain Fasilitas Desain fasilitas produksi perlu direncanakan dengan baik, karena fasilitas produksi yang baik dan teratur para karyawan dapat bekerja dengan tenang, sementara aliran produksi dari mulai bahan mentah sampai barang jadi dapat berlangsung dengan lancar dan teratur. Perencanaan layout merupakan kombinasi yang optimal antara fasilitas produksi (personalia, perlengkapan operasi, luas gudang, penanganan produk, serta semua peralatan produksi). Perencanaan layout perusahaan selalu diperlukan karena adanya perubahan desain produk, adanya produk baru, adanya perubahan volume permintaan, dan sebagainya. Klasifikasi perencanaan layout terdiri dari, perubahan kecil layout yang sudah ada, adanya penambahan fasilitas produksi, merubah susunan layout dan pembangunan pabrik baru.

 

       Penentuan Layout Pabrik Sebagaimana diketahui bahwa layout yang dipergunakan dalam sebuah pabrik akan mempunyai pengaruh langsung terhadap tingkat produktivitas perusahaan. Oleh karena itu penentuan layout pabrik harus disesuaikan dengan kondisi perusahaan. Untuk menentukan layout pabrik dengan baik, maka perlu diadakan persiapan-persiapan yang matang, diantaranya, Pertama, data yang diperlukan meliputi jumlah dan jenis produk, komponen produk, urutan pelaksanaan proses produksi, mesin dan peralatan informasi mesin, instalasi yang diperlukan, luas gedung dan perbandingan perencanaan layout. Kedua, analisis urutan operasi dan Ketiga Teknik kesimbangan kapasitas.

 

 

 

  1. I.       KELOMPOK 9[17]

 

Analisis Bisnis dan Study Kelayakan Usaha

 

A.   Pentingnya Studi Kelayakan Usaha

 

       Sebelum bisnis baru dimulai atau dikembangkan,harus diadakan penelitian tentang apakah bisnis yang akan dirintis atau dikembangkan menguntungkan atau tidak, bila menguntungkan, apakah keuntungan tersebut memadai dan dapat diperoleh secara terus – menerus dalam waktu yang lama ? secara teknis, mungkin saja usaha tersebut layak dilakukan, tetapi secara ekonomis dan sosial, kemungkinan kurang memberikan manfaat, Untuk itu, ada dua studi atau analisis yang dapat digunakan untuk mengetahui layak atau tidaknya suatu bisnis untuk dimulai dan dikembangkan, yaitu :

 

StudiKelayakan Usaha

 

Analisis kekuatan, kelemahan,peluang, dan ancaman (Strength, Weaknessoppurtunity, threat – SWOT)

 

            Studi Kelayakan Usaha atau disebut juga analisis proyek bisnis adalah penelitian tentang layak atau tidaknya suatu bisnis dilaksanakan dengan menguntungkan secara terus – menerus, studi ini pada dasarnya membahas berbagai konsep dasar yang berkaitan dengan keputusan dan proses pemilhan proyek agar mampu memberikan manfaat ekonomis dan sosial sepanjang waktu. Dalam studi ini, pertimbanganekonomis dan teknis sangat penting karena akan dijadikan dasar implementasi usaha.

 

            Hasil studi kelayakan usaha pada prinsipnya bisa digunakan antara lain :

 

  1. Merintis usaha baru, minsalnya membuka took, membangun pabrik, mendirikan perusahaan  jasa, membuka usaha dagang, dan lain sebagainya.
  2. Mengembangkan usaha yang sudah ada, minsalnya untuk menambahkan kapasitas pabrik, mem[erluas skla usaha, mengganti peralatan / Mesin, menambah mesin baru, memperluas cangkupan usaha, dan sebagainya.
  3. Memilih jenis usaha atau Investasi/proyek yang paling menguntungkan, minsalnya piliha usaha dagang, pilihan usaha barang atau jasa, pabrikasi atau perakitan, proyek A atau proyek B, dan lain sebaginya.

 

Adapun Pihak yang memrlukan dan berkepentingan dengan kelayakan usaha diantaranya

 

  1. Pihak Wirausaha (Pemilik Perusahaan)

 

Memulai Bisnis atau atau mengembangkan bisnis yang sudah ada barang tentu memerlukan pengorbanan yang cukup besar dan selalu dihadapkan pada kepastian. Dalam kewirausahaan, studi kelayakan usaha sangat penting dilakukan agar kegiatan usaha tidak mengalami kegagalan dan memberi keuntungan sepanjang waktu. Demikian juga bagi penyandang dana yang mengajukan pesyaratan tertentu seprti banker,investor, dan pemerintah. Studi kelayakan berfungsi sebagai laporan, pedoman, dan bahan pertimbangan untuk merintis dn mengembangkan usaha atau melakukan investasi baru sehingga bisnis yang akan dilakukan menyakinkan itu sendsiri maupun pihak – pihak lain yang berkepntingan.

 

  1. Investor dan Penyandang Dana

 

Bagi Investor dan penyadang Dana, studi kelayakan usaha penting untuk memilih jenis investasi yang paling menguntungkan dan sebagi jaminan atas modal yang ditanamkan atau dipinjamkan, apakah investasi yang memadai atau tidak. Oleh investor, studi kelayakan sering digunakan sebagai bahan pertimbangan layak atu tidaknya investasi dilakukan.

 

  1. Masyarakat dan Pemerintahan

 

Bagi masyarakat, studi kelayakan sangat diperlukan terutamasebagai bahan kajian apakh usaha yang didirikan atau dikembangkan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya atau sebaliknya justru merugikan, seperti bagaiman dampak lingkungan, apakah positif atau negative. Bagi pemerintah, studi kelayakan sangat penting untuk memoertimbangkan lain atau penyediaan fasilitas lainnya.

 

B.   Proses dan Tahap Studi Kelayakan Usaha

 

       Studi kelayakan usaha dapat dilakukan melalui tahap – tahap berikut :

 

  1. Tahap Penemuan Ide atau Perumusan Gagasan

 

Tahap Penemuan Ide adalah Tahap dimana wirausaa memiliki ide untuk merintis usaha barunya. Ide tersebut kemudian dirumuskan dan diidentifikasi, minsalnya kemungkinan – kemungkinan bisnis yang paling memberikan pelauang dilakukan dan menguntungkan dalam jangka waktu yang panjang. Banyak minsalnya bisnis industry, perakitan, perdagangan, usaha jasa, atau jenis usaha lainnya yang dianggap paling layak.

 

  1. Tahap Formalasi Tujuan

 

Tahap ini adalah tahap perumusan visi dan misi bisnis, seperti visi dan misi bisnis yang hendak diemban setelah bisnis tersebut diidentifikasi.apakah misinya untuk mencipatakan barang dan jasa yang sangat diperlukan masyarakat sapanjang waktu ataukah untuk mencipatakan keuntungan yang langgeng atau apakah visi dan misi bisnis yang akan dikembangkan tersebut benar – benar menjadi kenyataan atau tidak ?

 

  1. Tahap Analisis

 

Tahap penelitian itu, yaitu proses sisematis yang dilakukanuntuk membuat suatu keputusan , apakh bisnis tersebut layak dilaksnakan atau tidak. Tahapan ini dilakukan seprti prosuder proses penelitian ilmiah lainnya, yaitu dimulai dengan mengumpulkan data ,mengolah, menganalisis dan menari kesimpulan. Kesimpulan dalam studi kelayakan usaa hanya dua, yaitu dilaksanakan.

 

            Adapun aspek – aspek yang harus diamati dan dicermati dalam tahap analisis tersebut meliputi:

 

1)      Aspek pasar, mencakup produk yang akan dipasarkan, peluang, permintaan dan penawaran, harga, segmentasi, pasar sasaran ukuran, perkembangan, dan stuktur pasar sera strtegi persaingan.

 

2)      Aspek Teknik produksi / operasi, meliputu lokasi gedung bangunan mesin dan perlatan, bahan baku dan bahan penolong, tenaga kerja, meted produksi, lokasi, dan tata letak pabrik atau tempat usaha.

 

3)      Aspek Manajemen / pengelolaan, meliputi organisasi, aspek pengelolaan, tenag kerja, kepemilikan, yuridis , lingkungan, dan sebagainya. Aspek yuridis dan lingkungan perlu menjadi  bahan  analisis sebab perusahaan harus mendapat pengakuan dari berbagai pihak dan harus ramah lingkungan.

 

4)      Aspek financial / kekuangan,meliputi sumber dana dan penggunanya, proyeksi biaya, pendapatan, keuntungan dan arus kas.

 

  1. Tahap Keputusan

 

Setelah di evaluasi, dipelajari, dianalisis, dan hasilnya menyakinkan, maka langkah berikutnya adalah tahap pengambilan keputusan apakah bisnis layak dilaksanakan atau tidak.

 

Gambar Studi kelayakan Bisnis

 

 

 

 
 

Gagasan Usaha

 

 

 

 

 
   

 

 

 

 

 

Tidak Dilaksanakan

 

 

Dilaksanakan

 

 

Keputusan

 

 

Analisis / Evaluasi

  • Pasar
  • Produksi / Operasi
  • Manajemen
  • Keuangan
  • Ekonomi

 

 

a`

 

 

 

C.   Analisis Kelayakan Usaha

 

       Di atas Dikemukakan bahwa untuk mengetahui layak atu tidaknya suatu bisnis untuk dilakukan, harus dianalisis berbagai aspeknya. Bagaimana cara mengetahui bahwa aspek – aspek tersebut

 

D.   Analisis Aspek Pemasaran

 

       untuk menganilisis aspek pemasaran, seorang wirausahawan terlebih dahulu harus emlakukan penelitian pemasaran dengan menggunakan system informasi pemasaraan yang memadai berdasarkan analisis dan prediksi.diantaranya :

 

1)      Kebutuhan dan keinginan konsumen

 

2)      Segmentasi Pasar

 

3)      Target

 

4)      Nilai Tambah

 

5)      Masa hidup produk

 

6)      Struktur pasar

 

7)      Persaingan dan strategi persaingan

 

8)      Ukuran pasar

 

9)      Pertumbuhan pasar

 

10)  Laba kotor

 

11)  Pangsa pasar

 

E    Analisis Aspek Produksi / Operasi

 

1)      Lokasi Operasi untuk bisnis hendaknya dipilih lokasi yang paling stategis dan efesien.

 

2)      Volume Operasi harus relevan dengan potensi pasar dan prediksi permintaan.

 

3)      Mesin dan Peralatan harus sesuai dengan perkembangan teknologi masa kini dan yang akan datang serta harus disesuaikan dengan luas produksi agar tidak terjadi kelebihan kapasitas.

 

4)      Bahan baku dan Bahan penolong. Bahan baku dan bahan penolong serta sumber daya yang diperlukan harus cukup tersedia tersebut harus sesuai dengan kebutuhan sehingga biaya bahan baku menjadi efesien

 

5)      Tenaga Kerja. Berapa jumlah tenaga kerja yang diperlukan dan bagaiman kualifikasinya.

 

6)      Tata Letak. Tata ruang atau tata letak berbagai fasilitas operasi harus tepat dan prosesnya praktis sehingga dapat mendukung proses.

 

Bila aspek pemasaran dan operasi layak, maka selanjutnya kita menganalis aspek manajemen

 

F.    Analisis Aspek manajemen

 

       Dalam menganalisi aspek –aspek manajemen, terdapat beberapa unsure yang arus dianalisis, seperti :

 

1)      Kepemilikan . apakah unit bisnis yang akan didirikan milik pribadi (perseorangan) atau milik bersama (persekutuan seperti CV,PT, dan bentuk badan usaha lainnya).

 

2)      Organisasi. Jenis apa yang akan diperlukan ?

 

3)      Tim Manajemen. Apakah Bisnis akan dikelola sendiri atau melibatkanorang lain secara professional

 

4)      Karyawan. Karyawan harus disesuaikan dengan jumlah dan kualifikasi yang diperlukan.

 

Bila analisis ketia di atas tidak menmbulkan permasalahan, maka analisis bisnis dapat diteruskan pada analisi aspek keruangan.

 

G.   Analisis Aspek Keuangan

 

       Analisis aspek keruangan meliputi kom[onen – komponen sebagai berikut :

 

1)      Kebutuhan Dana. Yaitu kebutuhan dana Untu operasional perusahaan, minsalnya besarnya dana untuk aktiva tetap, modal kerja dan pembiayaan awal

 

2)      Sumber Dana. Seperti telah dijelaskan sebelumnya , ada beberapa sumber dana yang layak digali, yaitu sumber dan internal( minsalnya Modal disetor dan laba ditahan) dan modal eksternal (minsalnya penertiban obligasi dan pinjaman).

 

3)      Proyeksi neraca. Sanagt penting untuk mengetahui kekekayaan perusahaan, serta kondisi keuangan lainnya, minsalnya saldo lancer, aktuva tetap, kewajiban jangka pendek, kewajiban janga panjang,dan kekyaan bersih.

 

4)      Proyeksi laba bersih. Proyeksi laba rugi dari tahun ke tahun menggambarkan perkiraan laba atau rugi dimasa yang akan datang Komponennya meliputi proyeksi penjualan, biaya, dan laba rugi bersih.

 

5)      Proyeksi Arus kas. Dari arus kas dapat dilihat dari kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban – kewajiban keuangannya. Ada tiga jenis aarus kas,yaitu :

 

  1. Arus kas masuk, merupakan penerimaan berupa hasil penjualan atau pendapatan.
  2. Arus kas keluar, merupakan biaya – biaya termasuk pembayaran bunga dan pajak.
  3. Aruskas masuk bersih, merupakan selisih dari arus kas masuk dan arus kas keluar ditambah penyusutan dngan perhitungan bunga setela pajak.

 

 

 

H. Kriteria Investasi

 

Untuk mengetahui layak atau tidaknya suatu investasi yang dilakukan dan menguntungkan secara ekonomis, dipergunakan empat criteria yaitu:

 

a. Periode pembayaran kembali,adalah periode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran investasi. Periode  ini sangat penting  untuk menghitung jangka waktu pengembalian modal.

 

b. Kriteria nilai sekarang bersih, perlu diperhatikan bahwa nilaiuang sebagai manfaat ekonomi dari usaha yang diperkirakan akan diterima dimasa yang akan datang tidak sama dengan nilai uang yang diterima sekarang karena adanya factor suku bunga dan besarnya biaya yang dianalisis sepanjang waktu.

 

c. Kriteria rasio biaya manfaat, merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui besaran keuntungan/kerugian serta kelayakan suatu proyek. Dalam perhitungannya, analisis ini memperhitungkan biaya serta manfaat yang akan diperoleh dari pelaksanaan suatu program.

 

d.  Kriteria tingkat pengembalian internal (Internal rate of return- IRR) adalah tingkat bunga yang membuat nilai sekarang bersih menjadi nol, atau disebut juga indeks profitabilitas (mengidentivikasikan hubungan indeks investasi terhadap hasil proyek yang diusulkan )

 

I. Penyusunan Studi Kelayakan Usaha

 

     Setelah menganalisis berbagai aspek bisnis secermat mungkin dan hasilnya secara ekonomis dikatakan layak, maka tahpan selanjutnya adalah menyusun laporan setudi kelayakan. Sistematika laporan biasanya berisi :

 

RINGKASAN PROYEK

 

BAB I PENDAHULUAN

 

              1.1       Dasar gagasan membuka bisnis baru / pengembangan bisnis

 

                 1.2       Nama dan alamat perusahaan

 

                 1.2       Bidang usaha

 

                 1.4       Bentuk Perusahaan

 

                 1.5       Gambaran perkembangan perusahaan

 

BAB II PROFILPERUSAHAAN DEWASA INI

 

                 (Untuk perusahaan yang sudah ada)

 

                 2.1       Gambaran umum perusahaan

 

                 2.2       Perizinan

 

                 2.3       Aspek teknis produksi

 

                 2.4       Aspek pemasaran

 

                 2.5       Aspek  manajemen

 

                 2.6       Aspek keuangan

 

BAB III PROYEK YANG DIUSULKAN

 

                 3.1       Proyek yang diusulkan

 

                             a. sifat investasi (baru / perluasan)

 

                             b. jenis produk (produk utama dan smpingan)

 

                 3.2       Aspek Teknis

 

                             a. Sifat proyek

 

                             b. Jenis dan jumlah produksi

 

                             c. Lokasi

 

                             d. Bangunan

 

                             e. Mesin dan peralatan

 

                             f.  Tata letak proses

 

                             g. Proses produksi

 

                             h. Kapasitas produk

 

                             i. Bahan baku dan bahan penolong

 

                             j. Tenaga kerja

 

                 3.3       Aspek pemasaran

 

                             a. Peluang pasar

 

                             b. Segmentasi Pasar

 

                             c. Sasaran pasar

 

                             d. Volume dan harga penjualan

 

                             e. Masa hidup produk

 

                             f. Struktur pasar

 

                             g. Persaingan dan strategi bersaing

 

                             h. Ukuran Pasar dan Pertumbuhanya

 

                             i. Pangsa Pasar

 

                             j. Margin laba kotor

 

                        3.4       Aspek Manajemen

 

                                    a. Kepemilikan

 

                                    b. Struktur organisasi

 

                                    c. Prediksi Pendapatan

 

                                    d. Tenaga kerja / karyawan

 

                        3.5       Aspek Keuangan

 

                                    a. Kebutuhan dana

 

                                    b. Sumberdana

 

                                    c. Prediksi pendapatan

 

                                    d. Prediksi biaya

 

                                    e. Prediksi laba/rugi

 

                                    f. Kriteria investasi

 

       BAB IV KESIMPULAN

 

       PENUTUP

 

 

 

J.    EVALUASI DAN PERSIAPAN BISNIS BARU

 

     Sebelum suatu usaha baru dimulai ,terlebihdahulu harus disiapkan suatu rencana usaha yang baik dan evaluative. Usaha yang baik biasanya terdiri dari komponen – komponen berikut :

 

 1. Ringkasan pelaksanaan usaha, yang berisi peryataan singkat

 

     a. Kegiatan pokok perusahaan dan system pengelolaan

 

            b. Ciri – ciri  produk / jasa dan pelayanan

 

            c. Ukuran pasar dan prospek / potensi pasar

 

            d. Ringkasan proyeksi keuangan

 

            e. Jumlah dana yang diperlukan

 

       2. Deskripsi usaha, harus memuat tentang;

 

            a. visi dan misi perusahaan

 

            b. Tujuan jangka pendek dan jangka panjang

 

            c. Struktur Usaha

 

            d. Bentuk perusahaan

 

       3. Produk dan pelayanan yang akan disajikan

 

            a. Barang dan jasa yang akan disajikan

 

            b. Keunggulan barang dan jasa

 

            c. Peluang mengembangkan barang dan jasa

 

            d. Keunggulan dalam pengembangan barang dan jasa

 

       4. Analisis Industri

 

            a. Kecenderungan industry yang disenangi

 

            b. Lingkungan industry yang berpengaruh

 

            c. Izin dan peraturan untuk membangun industri

 

            d. Ukuran industry yang akan di dirikan

 

            e. Keunggulan dan kelemahan industry baru

 

       5. Analisis Pasar

 

            a. Target atau Sasaran pasar

 

            b. Kebutuhan Pelanggan

 

            c. Potensi / Prospek dan perkiraan penjualan untuk target penjualan

 

            d. Perkiraan Perolehan

 

       6. Strategi Pemasaran

 

            a. Lokasi pemasaran

 

            b. Saluran distribusi dan jaringan usaha yang dipilih

 

            c. Personal yang akan melakukan penjualan

 

            d. Kebijaksanaan Harga yang sesuai

 

            e. Tujuan dan sasaran promosi

 

       7. Pengelolaan

 

            a. Penentuan tugas dan tanggung jawab masing - masing

 

            b. Keahlian khusus masing – masing yang diperlukan

 

            c. Bentuk dan struktur organisasi pengelolaan

 

            d. Pimpinan atau direktur perusahaan

 

       8. Operasi usaha

 

            a. Pemasok utama

 

            b. Kebutuha – kebutuhan karyawan

 

            c. Sistem dan prosedur operasi

 

            d. Tata ruang dan denah rencana

 

            e. Keperluan peralatan dan biaya

 

            f. Peralatan tetap dan perabot kantor

 

            g. Keperluan persediaan bahan baku

 

            h. Semua biaya operasi yang diperlukan

 

       9. Proyeksi keuangan

 

            a. Jumlah ekuitas (modal milik sendiri)

 

            b. Jumlah dan jenis serta sumber keuangan

 

            c. Rencana penggunaan dana

 

            d.  Proyeksi arus kas dan pendapatan

 

 

 

            jadi, ada tiga proyeksi keuangan yang harus di siapkan, yaitu

 

            a. Proyeksi Uang kas

 

            b. Proyeksi pendapatan

 

            c. Proyeksi Saldo

 

 

 

     Agar kita yakin  bahwa suatu usaha akan siap dimulai, maka perlu diadakan evaluasi terhadap beberapa aspek berikut :

 

  1. Evaluasi Ringkasan pelaksanaan

 

  2. Evaluasi Misi Bisnis

 

  3. Evaluasi Lingkungan Bisnis

 

  4. Evaluasasi Produk dan Jasa

 

  5. Evaluasi Pesaing

 

  6. Evaluasi Harga

 

  7. Evaluasi Keunggulan Persaingan

 

  8. Evauasi Pasar dan Pemasaran

 

  9. Evaluasi Manajemen dan Personalia

 

10. E valuasi mesin dan Peralatan

 

11. Evaluasi Baya Awal

 

12. Evaluasi Pendanaan

 

13. Evaluasi Titik Impas

 

14. Evaluasi Risiko yang Tidak Terkontrol

 

15. Evaluasi Kesimpulan Anda

 

    

 

     Dengan adanya evaluasi – evaluasi ini kita akan secarategasdan terarah pastisecara maksimal dalam menjalan kan usahayang telah kita rintis.

 

 

 

 

 

KESIMPULAN DAN SARAN

 

 

 

Kesimpulan :

 

       Setudi kelayakan usaha merupakan penilaian tentang layak atau tidaknya suatu usaha dilaksanakan dan untuk memberi keuntungan secara terus – menerus. Ada tiga kegunaan studi kelayakan, yaitu 1. Merintis usaha baru, 2. Mengembangkan usaha yang sudah ada, 3. Memilih jenis usaha yang paling menguntungkan. Maka dari itu, setudi kelayakan menjadi sangat penting bagi investor, wiraswasta, pemerintah dan juga masyarakat umum.

 

       Dalam setudi kelayakan terdapat beberapa proses yaitu a. tahap perumusan hagasan, b. tahap formulasi tujuan, c. tahap analisis, d. tahap keputusan, dan tidak luput juga yaitu perhatian atas aspek yang perlu dianalisis. Selain pembuatansetudi kelayakan tahap selanjutnya pasti perencanaan usaha yang meliputi 1. Ringkasan pelaksanaan usaha, 2. Deskripsi usaha, 3. Produk dan pelayanan yang disajikan, 4. Analisis industry, 5. Analisis pasar, 6. Strategi pemasaran, 7. Pengelolaan, 8. Operasi usaha. Perlu ingat pula sebelum usaha dimulai, sebaiknya dilakukan evaluasi terhadap aspekpenting perusahaan mulai dari misi, lingkungan, produk, persaingan, keunggulan, harga dan kondisi keuangan, serta resiko yang mungkin terjadi.

 

Saran :

 

       dalam kehidupan di dunia ini dapat dikatakan sebagai orang sukses mereka adalah pertama pengusaha (wiraswasta), pejabat negara dan gelar kesarjanaan pedegogik, peluang yang paling besar masih di pegang sama inter preneurshif, yang merupakan gerak aksi berkreasi dan berdikari tanpa menggantungkan  pada pihak lain. Dalam dunia wiraswasta kita harus berani berminset positif dengan perencanaan yang maatng , kemudian berani action dan berani menghadapi resiko yang kemungkinan terjadi, dan yang terpenting dalam dunia wira swasta adalah persiapan mental yang matang dan kunci dari kesuksesan adalah kejujuran dan etos kerja yang maksimal.

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

 

 

 

 

Suryana.2009.KEWIRAUSAHAAN.Jakarta:Salemb Empat

 

 

 

Drucker, Peter.1985.INOVASI DAN KEWIRASWASTAAN.Jakarta:Erlangga

 

 

 

Suherman, Eman.2010.DESAIN PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN.Bandung:Alfabeta

 

 

 

 

 

J. KELOMPOK 10[18]

 

Komunikasi Bisnis dan Negosiasi

 

 

 

  1. A.      Pengertian Komunikasi

 

Komunikasi adalah sesuatu hal dasar yang selalu dibutuhkan dan dilakukan oleh setiap insan manusia, karena berkomunikasi merupakan dasar interaksi antar manusia untuk memperoleh kesepakatan dan kesepahaman yang dibangun untuk mencapai suatu tujuan yang maksimal diantara kedua nya. Untuk mencapai usaha dalam berkomunikasi secara efektif, maka sebaiknya kita harus mengetahui sejumlah pemahaman dan persoalan yang terjadi dalam proses berkomunikasi itu sendiri.

 

  1. B.      Pengertian Komunikasi Bisnis

 

Berikut adalah beberapa pengertian komunikasi bisnis yang diambil dari beberapa sumber :

 

Komunikasi bisnis adalah setiap komunikasi yang digunakan untuk membangunpartnerships, sumber daya intelektual, untuk mempromosikan satu gagasan; suatu produk; servis; atau suatu organisasi, dengan sasaran untuk menciptakan nilai bagi bisnis yang dijalankan. Komunikasi Bisnis meliputi pengetahuan yang menyeluruh dari sisi internal dan eksternal bisnis tersebut.

 

  1. Komunikasi yang internal termasuk komunikasi visi (perseroan/perusahaan), strategi, rencana-rencana, kultur/budaya perusahaan, nilai-nilai dan prinsip dasar yang terdapat di perusahaan, motivasi karyawan, serta gagasan-gagasan, dll.
  2. Komunikasi eksternal termasuk merek, pemasaran, iklan, hubungan pelanggan, humas, hubungan-hubungan media, negosiasi-negosiasi bisnis, dll. Bagaimanapun bentuknya, semua hal tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan suatu nilai bisnis (create business value).

 

Komunikasi bisnis juga merupakan proses pertukaran pesan atau informasi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi produk kerja di dalam struktur dan sistem organisasi. Dalam kegiatan komunikasi bisnis, pesan hendaknya tidak hanya sekedar informatif tetapi juga haruslah Persuasif, agar pihak lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan atau melakukan suatu perbuatan atau kegiatan.

 

Komunikasi bisnis berbeda dengan komunikasi antar pribadi maupun komunikasi lintas budaya. Komunikasi antar pribadi ( interpersonal communications ) merupakan bentuk komunikasi yang lazim dijumpai dalam kehidupan sehari-hariantara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan komunikasi lintas budaya ( intercultural / communication ) merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan antara dua orang atau lebih, yang masing – masing memiliki budaya yang berbeda.

 

  1. C.      Unsur-Unsur Dalam Berkomunikasi

 

Komunikasi meliputi 5 unsur, kemudian dikenal dengan formula 5 W + 1 H, yakni:

 

  1. Komunikator = who [communicator, source, sender]
  2. Pesan = says what [message]
  3. Media = in which channel [channel, media]
  4. Komunikan = to whom [communicant, communicatee, reciever, recipient]
  5. Efek [effect, impact, influence]

 

Hal yang pertama dilakukan adalah memahami bentuk dasar komunikasi. Karena seorang komunikator yang baik harus memiliki beberapa alat komunikasi yang menunjang dalam menyampaikan suatu pesan. Seperti bagaimana cara menempatkan kata dalam suatu komunikasi sehingga memiliki arti dan bisa menarik minat dan simpati dari para pendengarnya dan mengajak peserta untuk ikut aktif dalam berkomunikasi seperti dalam kegiatan diskusi.        

 

  1. D.      Teknik Komunikasi
    1. Teknik asosiasi
      Penyajian pesan komunikan dengan cara menumpangkannya pada suatu objek atau peristiwa yang menarik perhatian khalayak ramai
    2. Teknik integrasi
      Yang dimaksud dengan integrasi disini adalah kemampuan komunikator untuk menyatukan diri secara komunikatif dengan komunikan
    3. Teknik ganjaran
      Teknik ganjaran adalah kegiatan uantuk mempengaruhi orang lain dengan cara mengimi-ngimingi
    4. Teknik tataan
      Adalah upaya menyusun pesan komunikasi sedemikian rupa sehingga didengar atau dibaca serta termotivasi untuk melakukan sebagai mana disarankan oleh pesan tersebut
    5. Teknik red – hering
      Adalah seni seorang komunikator untuk meraih kemenangan dalam perdebatan dengan menggalakan argumrntasi yang lemah untuk kemudian mengalihkannya sedikit demi sedikit ke aspek yang dikuasainya guna dijadikan senjata ampuh dalam menyerang lawan
    6. E.       Bentuk Komunikasi

 

Pada dasarnya ada dua bentuk komunikasi yang umum digunakan dalam dunia bisnis, yaitu, komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.

 

  1. Komunikasi verbal

 

Komunikasi verbal (verbal communication) merupakan salah satu bentuk komunikasi yang disampaikan kepada pihak lain melalui tulisan (written) dan lisan (oral). Contohnya adalah membaca majalah, mambaca surat kabar, mempresentasikan makalah dalam suatu acara seminar dan lain-lain.

 

Sedangkan komunikasi verbal memilki tipe yang dibedakan menjadi dua yaitu, berdasarkan aktif atau pasifnya peserta komunikasi dalam proses komunikasi.

 

Adapun dalam berkomunikasi secara verbal, dibutuhkan pengungkapan kata-kata yang disusun dalam suatu pola yang berarti, baik dalam bentuk tulisan maupun lisan, seperti :

 

  1. Berbicara dan Menulis

 

Suatu pesan yang sangat penting dan kompleks, sebaiknya disampaikan dengan menggunakan tulisan, seperti surat, memo dan laporan.

 

  1. Mendengarkan dan Membaca

 

Untuk mencapai komunikasi yang efektif, maka diperlukan komunikasi dua arah, dimana orang-orang yang terlibat di dalamnya memerlukan ketrampilan mendengar (listening) dan membaca (reading).

 

  1. Komunikasi Nonverbal

 

Komunikasi nonverbal merupakan bentuk komunikasi yang paling mendasar dalam komunikasi bisnis. Walaupun pada umumnya komunikasi nonverbal memiliki sifat kurang terstruktur sehingga sulit untuk dipelajari, seperti memahami dalam penggunaan bahasa isyarat, ekspresi wajah, gerakan tubuh, sandi, simbol-simbol, warna dan intonasi suara.Dalam penyampaiannya, komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal memilki arti yang berbeda-beda, seperti dalam komunikasi nonverbal. pesan yang disampaikan biasanya dilakukan secara spontan tanpa memiliki rencana dan dilakukan secara tidak sadar dan bersifat alami

 

 Adapun Komunikasi Nonverbal memilki beberapa tujuan , yaitu:

 

-          Menyediakan dan memberikan informasi

 

-          Mangatur alur suatu percakapan

 

-          Mengekspresikan emosi

 

-          Memberi sifat dan melengkapi, menentang atau mengembangkan pesan-pesan verbal

 

-          Mengendalikan atau mempengaruhi orang lain

 

-          Mempermudah tugas-tugas khusus, misalnya dalam memberikan pengajaran pada saat kuliah.

 

Kadang dalam prakteknya, di dalam suatu komunikasi bisnis terjadi penggabungan antar komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal dalam suatu situasi. Karena biasanya kata-kata yang disampaikan dalam suatu komunikasi atau percakapan kadang hanya membawa sebagian dari pesan.

 

Dan relevansinya dalam komunikasi bisnis, tipe komunikasi nonverbal dapat menentukan kredibilitas dan kepemimpinan seseorang, yang dapat dilihat dari karateristik suara, penampilan, sentuhan, gerakan dan posisi tubuh juga melalui ekspresi wajah dan mata.

 

  1. F.       Empat Keterampilan Dasar

 

Untuk dapat mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi secara efektif, baik secara personal maupun professional paling tidak kita harus menguasai empat jenis keterampilan dasar dalam berkomunikasi, yaitu :

 

  1. menulis,
  2. membaca,
  3. berbicara;
  4. mendengar

 

Persentase penggunaan saluran komunikasi adalah sebagai berikut :

 

- Menulis (writing): 9%

 

- Mendengarkan (listening): 45%

 

- Membaca (reading) : 16%

 

- Berbicara (speaking) : 30%

 

Disadari ataupun tidak, setiap hari kita melakukan, paling tidak, satu dari keempat hal tersebut diatas dengan lingkungan kita. Seperti juga pernafasan, komunikasi sering dianggap sebagai suatu kejadian otomatis dan terjadi begitu saja, sehingga seringkali kita tidak memiliki kesadaran untuk melakukannya secara efektif.

 

Aktivitas komunikasi adalah aktivitas rutin serta otomatis dilakukan, sehingga kita tidak pernah mempelajarinya secara khusus, seperti bagaimana menulis ataupun membaca secara cepat dan efektif ataupun berbicara secara efektif serta menjadi pendengar yang baik.

 

Menurut Stephen Covey, komunikasi merupakan keterampilan yang penting dalam hidup manusia. Unsur yang paling penting dalam berkomunikasi adalah bukan sekedar apa yang kita tulis atau yang kita katakan, tetapi karakter kita dan bagaimana kita menyampaikan pesan kepada penerima pesan. Penerima pesan tidak hanya sekedar mendengar kalimat yang disampaikan tetapi juga membaca dan menilai sikap kita. Jadi syarat utama dalam komunikasi yang efektif adalah karakter kokoh yang dibangun dari fondasi etika serta integritas pribadi yang kuat.

 

Tidak peduli seberapa berbakatnya seseorang, betapapun unggulnya sebuah tim atau seberapapun kuatnya kasus hukum, keberhasilan tidak akan diperoleh tanpa penguasaan keterampilan komunikasi yang efektif. Keterampilan melakukan komunikasi yang efektif akan berperan besar dalam mendukung pencapaian tujuan dari seluruh aktivitas. Untuk dapat melakukan komunikasi yang efektif, maka kemampuan untuk mengirimkan pesan atau informasi yang baik, kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik, serta keterampilan menggunakan berbagai media atau alat audio visual merupakan bagian yang sangat penting

 

  1. G.     Hambatan Dalam Komunikasi

 

Faktor hambatan yang biasanya terjadi dalam proses komunikasi, dapat dibagi dalam 3 jenis sebagai berikut:

 

  1. Hambatan Teknis

 

Hambatan jenis ini timbul karena lingkungan yang memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang teknologi komunikasi dan sistim informasi, sehingga saluran komunikasi dalam media komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien.

 

  1. Hambatan Semantik

 

Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau idea secara efektif. Definisi semantik adalah studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Suatu pesan yang kurang jelas, akan tetap menjadi tidak jelas bagaimanapun baiknya transmisi.

 

Untuk menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya, serta melihat dan mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap kata-kata yangdigunakannya.

 

  1. Hambatan Manusiawi

 

Hambatan jenis ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan.

 

Menurut Cruden dan Sherman, hambatan ini  mencakup :

 

Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia, seperti perbedaan persepsi, umur, keadaan emosi, status, keterampilan mendengarkan, pencarian informasi, penyaringan informasi.

 

Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi atau lingkungan sosial dan budaya, seperti suasana dan iklim kerja serta tata nilai yang dianut .

 

Ditinjau dari aspek bisnis, organisasi adalah sarana manajemen (dilihat dari aspek kegiatannya). Korelasi antara Ilmu Komunikasi dengan Organisasi terletak pada peninjauannya yang berfokus kepada manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi.

 

Dalam lingkup organisasi, tujuan utama komunikasi adalah memperbaiki organisasi, yang ditafsirkan sebagai upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan manajemen. Komunikasi organisasi terjadi setiap saat. Dan dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi. Suatu organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarchies antara satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.

 

Komunikasi bisnis adalah proses pertukaran pesan atau informasi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi produk kerja di dalam struktur (jenjang / level) dan sistem organisasi yang kondusif. Dalam kegiatan komunikasi bisnis, pesan hendaknya tidak hanya sekedar informatif, yaitu agar pihak lain mengerti dan tahu, tetapi juga haruslah Persuasif, agar pihak lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan atau melakukan suatu perbuatan atau kegiatan.

 

Dalam proses komunikasi semua pesan atau informasi yang dikirim akan diterima dengan berbagai perbedaan oleh penerima pesan/informasi, baik karena perbedaan latar belakang, persepsi, budaya maupun hal lainnya. Untuk itu, suatu pesan atau informasi yang disampaikan hendaknya memenuhi 7 syarat atau dikenal juga dengan 7 C, yaitu :

 

  1. Completeness (Lengkap)

 

Suatu pesan atau informasi dapat dikatakan lengkap, bila berisi semua materi yang diperlukan agar penerima pesan dapat memberikan tanggapan yang sesuai dengan harapan pengirim pesan.

 

  1. Conciseness (Singkat)

 

Suatu pesan dikatakan concise bila dapat mengutarakan gagasannya dalam jumlah kata sekecil mungkin (singkat, padat tetapi jelas) tanpa mengurangi makna, namun tetap menonjolkan gagasannya.

 

  1. Consideration (Pertimbangan)

 

Penyampaian pesan, hendaknya menerapkan empati dengan mempertimbangkan dan mengutamakan penerima pesan.

 

  1. Concreteness (konkrit)

 

Penyampaian pesan hendaknya disampaikan dengan bahasa yang gambalang, pasti dan jelas.

 

  1. Clarity (Kejelasan)

 

Pesan hendaknya disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan mudah diinterpretasikan serta memilik makna yang jelas.

 

  1. Courtessy (Kesopanan)

 

Pesan disampaikan dengan gaya bahasa dan nada yang sopan, akan memupuk hubungan baik dalam komunikas ibisnis.

 

  1. Correctness (ketelitian)

 

Pesan hendaknya dibuat dengan teliti, dan menggunakan tata bahasa, tanda baca dan ejaan dengan benar (formal atau resmi).

 

Perbedaan latar belakang perbendaharaan bahasa, dan pernyataan emosional, juga dapat menimbulkan munculnya kesalahpahaman antara pengirim dan penerima pesan. Masalah-masalah  tersebut antara lain :

 

1.       Masalah dalam mengembangkan pesan

 

2.       Masalah dalam menyampaikan pesan

 

3.       Masalah dalam menafsirkan pesan

 

  1. H.     Memperbaiki Komunikasi

 

Untuk dapat melakukan komunikasi yang efektif diperlukan beberapa persyaratan,atara lain : persepsi, ketetapan, kredibilitas, pengendalian, dan kecocokan / keserasian. 

 

Komunikasi yang efektif dapat mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi dengan memperhatikan tiga hal sebagai berikut:

 

  1. Membuat satu pesan secara lebih berhati-hati.
  2. Minimalkan gangguan dalam proses komunikasi.
  3. Mempermudah upaya umpan balik antara si Pengirim dan si penerima pesan
  4. I.        Keberhasilan Komunikasi  Bisnis

 

Keberhasilan komunikasi  di dalam suatu  organisasi akan ditentukan oleh kesamaan pemahaman antara-orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi. Kesamaan pemahaman ini dipengaruhi oleh kejelasan pesan, cara penyampaian pesan, perilaku komunikasi, dan  situasi (tempat dan waktu) komunikasi. Komunikasi organisasi biasanya menggunakan kombinasi cara berkomunikasi (lisan, tertulis dan tayangan) yang memungkinkan terjadinya peyerapan informasi dengan lebih mudah dan jelas.

 

Secara empiris, pemahaman orang perihal sesuatu hal akan lebih mudah  diserap dan dipahami jika  sesuatu tersebut  diperlihatkan dibanding hanya diperdengarkan atau dibacakan. Dan akan lebih baik lagi hasilnya jika sesuatu yang dikomunikasikan tersebut, selain diperlihatkan juga sekaligus dipraktikkan.

 

Hasil studi tentang perilaku bisnis di kalangan eksekutif menunjukkan fakta bahwa kemampuan berkomunikasi merupakan unsur pokok di antara berbagai faktor personal yang diperlukan untuk mempromosikan menejemen organisasi atau mengatasi konflik menejemen (Boove and Thill, 2002).  Dengan kata lain, kemampuan berkomunikasi efektif sekaligus juga merupakan salah satu ciri mutu SDM karyawan. Istilahnya, komunikasi efektif dalam suatu organisasi dapat diumpamakan seperti darah dalam tubuh dan kunci kesuksesan.

 

Keberhasilan komunikasi bisnis juga sangat ditentukan oleh adanya efektivitas dalam komunikasi bisnis. Efektivitas komunikasi bisnis, seperti halnya jenis komunikasi lainnya ditentukan beberapa hal :

 

  1. 1.       Persepsi

 

Komunikator harus dapat memprediksi apakah pesan yang disampaikan dapat diterima komunikan.

 

  1. 2.       Keberhasilan Teknologi Informasi dan Komunikasi

 

Salah satu faktor keberhasilan komunikasi bisnis dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yaitu adanya proses integrasi informasi menyangkut ketersediaan komunikasi data yang tepat guna. Ini mencakup beberapa faktor antara lain, pertama, cakupan (range) produk jasa komunikasi data yang dimiliki. Dengan adanya hirarki, jenis, dan besar kecilnya manufaktur mempunyai perbedaan karakteristik sistem informasi yang dibutuhkan sehingga diperlukan jenis layanan komunikasi yang berbeda pula. Kedua, Coverage. Diperlukan provider yang dapat menyediakan layanan di lokasi manapun mengingat lokasi manufaktur yang menyebar dan terkadang di daerah yang terpencil (rural area). Ketiga, unjuk kerja (performansi). Performansi yang tinggi merupakan syarat utama agar komunikasi selalu dapat dilakukan. Keempat, Biaya. Faktor biaya menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan agar efisiensi tetap dapat ditingkatkan.

 

  1. 3.       Ketepatan

 

Komunikan atau audience memiliki kerangka pikir. Agar komunikasi yang dilakukan tepat sasaran, komunikator perlu mengekspresikan hal yang ingin disampaikan sesuai dengan kerangka pikir komunikan.

 

  1. 4.       Kredibilitas

 

Dalam berkomunikasi komunikator perlu memiliki suatu keyakinan bahwa komunikan dapat dipercaya. Sebaliknya dia juga harus bisa mendapatkan kepercayaan dari komunikan.

 

  1. 5.       Pengendalian

 

Dalam komunikasi, komunikan memberika reaksa/umpan balik/feedback terhadap pesan yang disampaikan. Reaksi ini harus bisa diantisipasi sekaligus dikendalikan oleh komunikator sehingga tidak melenceng dari target komunikasi yang diharapkan. 

 

  1. 6.       Kecocokan

 

Komunikator yang baik selalu dapat menjaga hubungan persahabatan yang menyenangkan dengan komunikan.

 

Pendapat lain mengatakan bahwa agar komunikas berjalan secara efektif dan efisien maka ada 3 hal yang sangat penting yaitu :

 

  1. Mampu membuat pesan dipahami.
  2. Harus memahami pesan yang diharapkan yang dikirim kepada anda.
  3. Kendali atas proses komunikasi harus diterapkan.

 

Selain itu agar  dapat melakukan komunikasi bisnis yang efektif, seorang komunikan harus memiliki 3 kemampuan (skill), yaitu :

 

1. Empati,

 

2. Pembicara yang sederajat,

 

3. Proyeksi atau menciptakan dampak.

 

Dengan demikian apabila komunikasi bisnis berjalan  secara efektif di suatu perusahaan akan dapat menghasilkan beberapa hal  sebagai berikut :

 

-          Mempercepat Penyelesaian Masalah.

 

-          Memperkuat Pengambilan Keputusan.

 

-          Meningkatkan Profesionalisme.

 

-          Memberikan Respon yang Positif terhadap Stakeholder.

 

-          Meningkatkan Produktivitas.

 

-          Memperkuat hubungan Bisnis.

 

  1. J.        Media Komunikasi Bisnis
    1. Telepon Sebagai media Komunikasi Bisnis

 

Pada awalnya, komunikasi dalam dunia bisnis dilakukan dengan menggunakan suatu perangkat komunikasi yang disebut telepon, dimana dengan alat ini para pelaku bisnis dapat menyampaikan informasi dan berkomunikasi dengan pihak lain dalam rangka menjalankan bisnisnya.

 

  1. Iklan Sebagai Media Komunikasi Dunia Usaha/Bisnis

 

Setiap orang yang terjun dalam dunia usaha pasti memilih tujuan dan motivasinya masing-masing. Setiap pengusaha minimal mempunyai tanggung jawab untuk mempetahankan kelangsungan hidup perusahaanya dan maksimal mengembangkan perusahaan seluas-luasnya. Untuk dapat menjual hasil produksinya secara luas kepada masyarakat konsumen yang tidak terbatas setiap pengusaha tentu berusaha mempengaruhi jumlah permintaan akan barang – barang hasil prosuksi perusahaannya dengan memanfaatkan factor-faktor marketing mix yang harus dikuasai setiap pengusaha meliputi unsur-unsur :

 

-          Perencanaan produksi

 

-          Penentian merk dagang

 

-          Penentuan bentuk kemasan

 

-          Kebijaksanaan harga

 

-          Penyusunan saluran penjualan

 

-          Penjualan secara Pribadi

 

-          Periklanan dan promosi

 

Meskipun unsure pembeda terutama iklan dengan sales promotion dan public relation adalah bentuk komuniksainya yaitu nonpersonal sehingga iklan harus menggunakan media namun menurut Wright terdapat beberapa unsure iklan sebagai komunikasi Unsur- unsur dari iklan

 

  1. Informasi dan persuasi

 

Kata-kata seperti informasi dan persuasi nampaknya sederhana. Namun dari dua kata itukah terdapat cirri proses komunikasi informasi , to in form maksudnya memberi sesuatu kepada orang lain supaya merekapun tahu apa yang dimaksud oleh pemberi tahu.

 

  1. Informasi diskonto

 

Karena informasi mengenai suatu produk tersebut disebar luaskan melalui media masa dan bersifat terbuka maka sebelum dimasukan ke media harus dikontrol melalui tahap dan cara tertentu

 

  1. Teridentifikasinya informasi

 

Ini dimaksudkan bahwa kesungguhan informasi itu tidak hanya karena dikontrol tetapi juga harus jelas sapa yang mempunyai informasi itu, siapa sponsornya yang membayar media, sponsor yang jelas inilah membedakan iklan dengan propaganda.

 

  1. Media komunikasi massa

 

Pembedaan iklan dengan teknik komunikasi pemasaran yang lain adalah komunikasi yang non personal,jadi iklan memakai media sebagaimana telah dijelaskan dengan menyewa ruang dan waktu.

 

  1. Internet sebagai media Komunikasi Bisnis
    1. Pengertian Internet[19]

 

Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.

 

b.      Manfaat internet [20]

 

Secara umum ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang mempunyai akses ke internet .Berikut ini sebagian dari apa yang tersedia di internet:

 

                       i.      nformasi untuk kehidupan pribadi :kesehatan, rekreasi, hobby, pengembangan pribadi, rohani, sosial.

 

                     ii.      Informasi untuk kehidupan profesional/pekerja :sains, teknologi, perdagangan, saham, komoditas, berita bisnis, asosiasi profesi, asosiasi bisnis, berbagai forum komunikasi.

 

Satu hal yang paling menarik ialah keanggotaan internet tidak mengenal batas negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor faktor lain yang biasanya dapat menghambat pertukaran pikiran. Internet adalah suatu komunitas dunia yang sifatnya sangat demokratis serta memiliki kode etik yang dihormati segenap anggotanya. Manfaat internet terutama diperoleh melalui kerjasama antar pribadi atau kelompok tanpa mengenal batas jarak dan waktu.
Untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, sudah waktunya para profesional Indonesia memanfaatkan jaringan internet dan menjadi bagian dari masyarakat informasi dunia.

 

Situs web perusahaan misalnya, menyediakan berbagai informasi. Banyak perusahaan dewasa ini menggunakan situs web unutk mengiklankan produk, menerima pesanan produk, meminta umpan balik pelanggan dan menerima karyawan. Mereka juga menggunakan internet untUk berkomunikasi dengan kelompok terpilih (pilihan).

 

Salah satu penggunaan internet sebagai media komunikasi bisnis adalah dengan penggunaan email, karena email adalah sarana internet yang bisa menyajikan tulisan.

 

  1. E-Commerce dalam Komunikasi Bisnis[21]

 

Perdagangan sebenarnya merupakan kegiatan yang dilakukan manusia sejak awal peradabannya. Sejalan dengan perkembangan manusia, cara dan sarana yang digunakan untuk berdagang senantiasa berubah. Bentuk perdagangan terbaru yang kian memudahkan penggunaannya kini adalah e-commerce. Secara umum, e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan atau perniagaan barang dan jasa dengan menggunakan media elektronik.Di dalam e-commerce, para pihak yang melakukan kegiatan perdagangan / perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringan publik (public network) yang dalam perkembangan terakhir menggunakan media internet. Sistem E-commerce dapat diklasifikasikan kedalam tiga tipe aplikasi, yaitu :

 

1)      Electronic Markets (EMs), yaitu sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan atau menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan.

 

2)      Elektronic Data Interchange (EDI), adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi regular yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial. Secara formal, EDI didefinisikan oleh International Data Exchabge Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disepakati, yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer lain dengan menggunakan media elektronik”. EDI sangat luas penggunaaanya, biasanya digunakan oleh kelompok retail besar, ketika melakukan transaksi bisnis dengan para supplier mereka. EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain, tanpa memerlukan hardcopy atau faktur, sehingga terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia.

 

3)      Internet Commerce, adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk aktivitas perdagangan. Kegiatan komersial ini, seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet, antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirimkan melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.

 

Internet menjadi suatu media komunikasi yang memegang peranan sangat penting dalam perkembangan bisnis, secara garis besar terdapat tiga aktivitas bisnis utama yang dapat dikomunikasikan lewat internet :

 

-          Membangun Produk.

 

-          Aktivitas opersional

 

-          Pelayanan Jasa,

 

Berbagai aktivitas bisnis dapat dilakukan melalui internet, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

 

-          Berbagi data internal.

 

-          Rekruitmen calon pegawai.

 

-          Memperolah partner bisnis, dan pelanggan.

 

-          Menemukan informasi eksternal (pihak luar).

 

-          Pembelian material dan peralatan.

 

-          Promosi produk dan jasa.

 

-          Fasilitas penunjang bagi pelanggan.

 

-          Media kolaborasi dengan partner bisnis.

 

-          Publikasi perkembangan bisnis.

 

  1. K.      Pengertian dan Tujuan Negosiasi dalam Komunikasi Bisnis
    1. 1.       Pengertian Negosiasi Bisnis

 

Dalam setiap proses negosiasi, selalu ada dua belah pihak yang berlawanan atau berbeda sudut pandangnya. Agar dapat menemukan titik temu atau kesepakatan diantara kedua belah pihak, maka kedua belah pihak perlu bernegosiasi.

 

  1. Menurut Hartman, definsi dan pengertian negosiasi berbeda – beda tergantung dari sudut pandang kedua belah pihak yang terlibat dalam suatu proses negosiasi. Dalam hal ini ada dua pihak yang terlibat dalam proses negosiasi, yakni pihak pembeli dan pihak penjual.
  2. Menurut Hartman menegaskan bahwa negosiasi merupakan suatu proses komunikasi antara dua pihak, yang masing-masing mempunyai tujuan dan sudut pandang mereka sendiri, yang berusaha mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak mengenai masalah yang sama.
  3. Menurut Oliver, negosiasi adalah sebuah transaksi dimana kedua belah pihak mempunyai hak atas hasil akhir. Hal ini memerlukan persetujuan kedua belah pihak sehingga terjadi proses yang saling member dan menerima sesuatu untuk mencapai suatu kesepakatan bersama.
    Sementara itu menurut Casse, negosiasi adalah proses dimana paling sedikit ada dua pihak dengan persepsi, kebutuhan dan motivasi yang berbeda mencoba untuk bersepakat tentang suatu hal demi kepentingan bersama.

 

Berdasarkan ketiga pengertian diatas, negosiasi selalu melibatkan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi, mencari kesepakatan diantara kedua belah pihak dan mecapai tujuan yang dikehendaki bersama kedua belah pihak yang terlibat dalam negosiasi.

 

  1. L.       Cara bernegosiasi

 

Inti negosiasi adalah persiapan. Pandanglah negosiasi sebagai proses seni dan bersikaplah teliti. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam bernegosiasi, antara lain sebagai berikut.

 

  1. 1.       Buatlah target capaian dari negosiasi yang dilakukan

 

Tentukan syarat minimum yang harus diperoleh, serta syarat maksimum yang akan ditawarkan. Pikirkan dan siapkan berbagai jalan alternatif solusi yang hendak ditawarkan, jangan hanya menyiapkan satu cara. Jika dalam negosiasi pertama itu tidak tercapai kata sepakat, lakukan cara ke dua.

 

  1. 2.       Lakukan riset yang komprehensif

 

Pelajari dan ketahui keinginan pihak yang diajak bernegosiasi. Pelajari juga kelemahan dan kekuatannya. Ketahui hingga ke bagian terselubung. Dalam riset tersebut, sebaiknya bekerja sendiri dan tidak perlu meminta bantuan orang lain. Temui kebenarannya, dan jangan terpancing pada keterangan orang lain atau kesimpulan sesaat saja. Dapatkan bukti, dokumentasi, dan angka yang utuh. Negosiator ulung selalu melakukan riset untuk mengetahui karakter lawannya, yaitu latar belakangnya, kebiasaan, hobi, kesukaan, dll. Terbukti bahwa kebanyakan kontrak besar bisnis dimenangkan bukan di meja rapat, tapi di lapangan golf, kapal pesiar, atau restoran.

 

  1. 3.       Bicarakan topik hanya sebatas masalah yang dinegosiasikan

 

Pisahkan ego dan kehidupan pribadi. Jangan sampai masalah pribadi menghambat proses negosiasi yang sedang berjalan. Perusahaan besar biasanya mempunyai tim khusus negosiasi. Mereka menyadari arti pentingnya negosiasi, sehingga mereka menempatkan orang-orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan penting ini. Dalam satu tim biasanya terdiri dari beberapa orang dengan keahlian berbeda-beda. Pemisahan tim negosiasi dari divisi lain dimaksudkan agar tidak terjadi konflik pribadi selama proses negosiasi.

 

  1. 4.       Pikirkan tujuan utama negosiasi

 

Ingatlah hasil akhir yang diinginkan dalam negosiasi. Negosiasi bukanlah urusan menang atau kalah, apalagi sampai menjatuhkan lawan. Jagalah emosi, dan tetaplah berkepala dingin. Jangan terpancing emosi, ego, atau dorongan ingin menang sendiri.

 

  1. 5.       Dalam bernegosiasi, tetaplah bersikap seadil mungkin

 

Diperlukan berfikir keuntungan dan kebaikannya bagi semua pihak. Jangan menciptakan hal-hal yang berkemungkinan akan menimbulkan persaingan yang tidak sehat ataupun permusuhan.

 

  1. 6.       Berikan alternatif win-win solution pada lawan

 

Bersikaplah fleksibel terhadap berbagai kemungkinan. Sikap fleksibel ini akan membantu untuk keluar dari jalan buntu. Persiapkan beberapa solusi alternatif yang diprediksi dapat menciptakan kondisi saling menguntungkan bagi semua pihak.

 

  1. 7.       Selesaikan proses negosiasi dengan cepat dan tidak bertele-tele

 

Hindari faktor-faktor yang melelahkan pihak lawan dan juga diri kita sendiri. Proses negosiasi tidak perlu berlama-lama. Selain itu tempat negosiasi juga harus kondusif, mudah dijangkau, dan diusahakan tenang, sepi, dan tidak banyak gangguan dari luar.

 

 

 

  

 

 

 

 


 

 

KESIMPULAN

 

 

 

Peran komunikasi dalam suatu organisasi sangat penting. Tidak ada seorangpun dalam keseharian tugasnya tanpa  berkomunikasi. Baik itu bertema masalah pekerjaan maupun masalah di luar pekerjaan, seperti masalah keluarga, politik, sosial dan ekonomi nasional. Semua ini pasti dilakukan lewat komunikasi. Juga baik itu dilakukan melalui jalur vertikal (atasan-bawahan) maupun jalur horisontal (kolega setingkat).

 

Seberapa jauh proses berkomunikasi itu berhasil dengan baik sangat ditentukan oleh kondisi dan perilaku manajer sebagai pengirim gagasan atau pesan, penerima  pesan, media yang dipakai, teknologi informasi yanga ada, isi pesan dan cara pesan yang disampaikan serta suasana komunikasi itu sendiri. Keberhasilan itu akan dicerminkan oleh tidak adanya kesenjangan pemahaman antara pengirim dan penerima pesan sehingga para manajer merasa senang dan puas, begitu juga para karyawan.

 

Negosiasi terjadi apabila dian-tara pihak-pihak yang secara terbuka bersedia mengemukakan gagasan-gagasannya. Tidak tertutup kemung-kinan bahwa masing-masing pihak yang melakukan negosiasi memiliki Hidden Agenda. Yang dimaksud dengan Hidden Agenda adalah gagasan tersembunyi atau niat terselubung yang diungkapkan secara eksplisit dalam negosiasi akan tetapi meru-pakan hal yang sesungguhnya ingin dicapai oleh pihak yang bersangkutan. Adanya hidden agenda pada umumnya dapat dikenali kerana sifatnya yang menghambat proses negosiasi, sehingga proses kearah kesepakatan sangat sulit atau bahkan hampir tidak pernah tercapai.

 

Bila diduga bahwa proses negosiasi terhambat kerana adanya hiden agenda dari salah satu maupun kedua belah pihak,lobying dapat dipilih untuk menggali hiden agenda yang ada sehingga proses negosiasi dapat dimulai kembali dari gagasan-gagasan yang lebih terbuka.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Adnan Amal, Taufik dkk, Politik Syariat Islam di Idonesia hingga Nigeria. Jakarta: Pustaka Alvabet, 2004

 

Rondonuwu, Roy,Bahan Kuliah Komunikasi Bisnis Program Magister, Universitas Padjdjaran, 2007

 

Priyono, Ido, Materi Kuliah Program Studi Manajemen Perhotelan, UK Petra, 2000/2001

 

Widyahartono, Bob,Strategi Pemasaran dalam Krisis Moneter: factor Sukses Utama Memasuki Pasar Global, Asia Pacific Manajemen Forum and Orient Pacific Century, 1999.

 

Purwanto, Djoko,Komunikasi Bisnis,  Penerbit Erlangga : Jakarta, 2006

 

Prijosaksono, Ariwibowo dan Roy Sembel, Komunikasi yang Efektif, www. sinarharapan.co.id, 14 agustus 2007.

 

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/14815-jurus-jurus-jitu-negosiasi-bisnis.html

 

http://id.shvoong.com/business-management/2153946-pengertian-dan-tujuan-negosiasi-dalam/#ixzz1sO9edGIw 

 

 

 

 

 

K. kelompok 11[22]

 

Teknik dan Strategi Pemasaran

 

 

 

 Pengertian

 

Ada beberapa definisi mengenai pemasaran diantaranya adalah :

 

a. Philip Kotler (Marketing) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.

 

b. Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.

 

c. Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan.

 

d. Menurut W Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial.

 

Pengertian marketing plan adalah merupakan bagian dari bssines plan, perencanaan yang harus disiapkan seperti dijelaskan oleh Bygave adalah analisis situasi perusahaan dan lingkungannya analisa dan penilaian peluang, kekuatan, kelemahan, kendala yang dihadapi dipasar. Juga harus digambarkan sasaran konsumen dan straregi emasaran yang digunakan. Jadi inti kegiatan dari marketing plan ini adalah :

 

  1. analisa situasi lingkungan dan peluang pasar.
  2. Mengembangkan sasaran pemasaran
  3. Menetapkan strategi pemasaran
  4. Menciptakan taktik atau tindakan pelaksanaan

 

Karakteristik dari suatu marketing plan yang  baik harus memnugi beberapa kriteria yaitu:

 

  • Harus didasarkan pada fakta dan asumsi yang benar tentang siapa target market, dimana lokasi mereka, berapa besar kemungkinan daya serapnya .
  • Bagaimana teknik promosi harga di pasar
  • Bagaimana saluran distribusi
  • Bagaimana keadaan saingan
  • Siapkan sumber-sumber yang diperlukan seperti : sumber daya manusia, keuangan , fasilitas perawatan dan sebagainya.

 

Seperti diketahui bahwa pemasaran merupakan kegiatan yang amat penting dalam operasional suatu bisnis. Tidak peduli apakah bisnis anda bergerak dalam sektor industri kecil, tingkat menengah, apalagi industri besar. Atau anda bergerak dalam bidang perdagangan besar, perdagangan eceran , pertokoan, atau mungkin pula anda bergerak dalam bidang penjualan jasa,transportasi, penginapan, biro perjalanan, kegiatan rekreasi, dan sebagainya, pemasaran menempati posisi utama.

 

Macam-macam konsep pemasaran

 

Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.

 

Konsep pemasaran yang telah diungkapkan dengan berbagai cara:

 

1. Temukan keinginan pasar dan penuhilah.

 

2. Buatlah apa yang dapat dijual dan jangan berusaha menjual apa yang dapat dibuat.

 

3. Cintailah pelanggan, bukan produk anda.

 

4. Lakukanlah menurut cara anda (Burger king)

 

5. Andalah yang menentukan (United Airlines)

 

6. Melakukan segalanya dalam batas kemampuan untuk menghargai uang pelanggan yang sarat dengan nilai, mutu dan kepuasan (JC. Penney).

 

Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi yaitu : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global.

 

1. Konsep produksi

 

Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka.

 

2. Konsep produk

 

Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri – ciri terbaik

 

3. Konsep penjualan

 

Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.

 

4. Konsep pemasaran

 

Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.

 

5. Konsep pemasaran sosial

 

Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripasda para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.

 

6. Konsep Pemasaran Global

 

Pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor- faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap. tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan.

 

  1. Konsep A I D A + S

 

Di dalam setiap kegiatan bisnis  harus diusahakan agar wirausahawan memperhatikan konsep A I D A + S.

 

A I D A + S  merupakan singkatan dari:

 

            A = Attention

 

            I = interst

 

            D = Desire

 

            A = Action

 

            S = Satisfaction

 

Konsep ini berlaku untuk setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh bisnis yang dapat menarik hati konsumen/langganan. Misalnya kegiatan membuat suatu produk yang memuaskan konsumen, kegiatan melayani konsumen paa sebuah pertokoan atau kegiatan-kegiatan lainnya.

 

Pertama kali konsumen berhubungan dengan perusahaan tentu muncul lebih dulu perhatian (Attention) misalnya pada saat konsumen lewat didepan sebuah toko. Konsumen tersebut memperhaitkan satu jenis barang yang dipajangkan di etalase  depan toko. Kemudian konsumen tersebut timbul minatnya/ tertarik (Interest). Lalu dia masuk kedalam toko. Setelah masuk kedalam toko dia menvai pelayan dan minta di ambilkan barang yang dia inginkan. Ini berarti keinginannya (Desire) makin meningkat. Kemudian dia menanyakan berapa harganya, lalu tawar- menawar , cocok harga, langsung dibayar di kas (Action). Setelah barang dibawa pulang kerumah lalu dipakai (seandainya bentuk pakaian atau dimakan kalau bentuk makanan). Setelah barang tersebut dikonsumsi maka muncul dua kemungkinan konsumen tersebut puas atau tidak puas.

 

Tujuan dari setiap pemasaran adalah menimbulkan kepuasan  bagi konsumen. Jika konsumen puas terhadap barang tersebut  atau terhadap pelayanan toko tersebut maka konsumen akan melakukan pembelian ulang. Jika konsumen tidak puas maka dia tidak aka melakukan pembelian ulang dan akan memberikan reaksi negatif serta menginformasikan reaksi negatif itu kepada keluarganya, sahabatnya, sehingga pemasaran produk tersebut tidak mencapai sasaran. Hal ini dapat menimbulkan kegagalan bagi perusahaan,

 

Merencanakan strategi marketing

 

a.  Pengertian Strategi Pemasaran

 

Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan. Dalam strategi pemasaran, ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi dalam pemasaran yaitu :

 

1. Daur hidup produk

 

Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.

 

2. Posisi persaingan perusahaan di pasar

 

Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar.

 

3. Situasi ekonomi

 

Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan, apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi.

 

b. menyusun strategi pemasaran

 

Setelah pengusaha mengerti dan memahami konsumennya maka perlu diciptakan strategi marketing yang tepat menurut langkah berikut:

 

1)      Teliti situasi marketing saat ini

 

Situasi marketing saat ini sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, tingkat persaingn ,serta analisa kekuatan dan kelemahan. Dalam pengalaman masa lalu, mungkin saja terjadi masa –masa penurunan penjualan, penurunan harga, pengurangan pegawai, dsb. Kemudian keadaan pesaing , apa yang mereka lakukakn ,gerakan-gerakan, iklan mereka, dsb.

 

2)      Analisa Lingkungan Eksternal

 

Lingkungan Eksternal yang mempengaruhi bisnis adalah kondisi ekonomi  makro, tingkat bunga, inflasi, pengangguran, pendapatan  perkapita. Lingkungan alam, berkurangnya pasokan bahan baku,keadaan musim, banjir, hujan, social and cultural trends, adakalanya muncul  budaya yang tidak menyukai produk, atau perlu promosi lebih gencar untuk mendidik konsumen akan faedah produk. Teknologi  tidak kalah pentingnya, tiba-tiba muncul perubahan teknologi yang berpengaruh terhadap hasil produksi. Sektor percetakan sangat dipengaruhi oleh perubahan teknologi itu , yang menyebabkan perusahaan yang terlambat menyesuaikan dengan teknologi baru akan bangkrut.

 

Juga adanya peraturan terbaru dari pemerintah perlu di cermati karena bisa dampaknya sangat besar terhadap perkembangan bisnis.

 

3)      Analisa pelung dan arahkan untuk mencapai peluang

 

Bisnis yang sukses adalah yang selalu memperhatikan peluang yang ada, yang dapat di klasifikasikan seperti, bagaimana menjual produk lebih banyak pada pasar yang ada, bagaimana mencari pasar baru, bagaimana membuat produk baru untuk pasar yang ada, dan bagaimana membuat produk baru untuk pasar baru.

 

Dengan pemikiran-pemikiran seperti ini akan membuat seseorang pengusaha berpikir selalu bagaiman caranya memperluas pasar. Ini berlaku buat usaha industri ataupun usaha perdagangan.

 

4)      Desain Strategi marketing

 

Marketing Strategi ini dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan :

 

  1. Buat segmientasi pasar, apakah berdasarkan demografis, geografis, psychographics, geodemographis, behaviour, usage:

 

  • Demografis berdasarkan jenis kelamin, usia, pendapatan, suku, pekerjaan, dsb.
  • Geografis misalnua berdasarkan daerah desa, kota, pinggiran kota, kota besar, kota kecil, regional ,dsb.
  • Psychografis apabila segmen demografis membagi manusia dilihat dari segi luarnya ,maka psykografis, berdasarkan analisis manusia dari dalam (inside), fokus pada sikap, minat, opininya, gaya hidup, sehingga dapat diketahui merek yang ia sukai , median yang ia senangi , kebiasaan membaca, nilai-nilainya dan self conceptnya.
  • Geodemografis ini merupakan kombinasi antara geografis dan demografis, misalnya  membagi suatu daerah berdasarkan kelompok seperti di amerika dibagi atas 40 tipe kelompok yang diberi label Blue Blood Estates dan Old Yankee Rows. Dengan demikian marketing program tertentu mudah dilancarkan terhadap kelompok tersebut. Di negara kita mungkin ini disamakan dengan kantong-kantong etnis tertentu yang bertempat tinggal di daerahh perkotaan, daerah cina, daerah arab, india dan berbagai suku etnis bangsa kita

 

  1. Pilih atau tetapkan target market bisnis anda
  2. Buat positioning produk, apa yang istimewa, spesifik dari produk bisnis anda.
  3. Kembangkan bauran pemasaran yang akan di gunakan yang mencakup strategi produk, product life cycle, branding, packing. Tentukan strategi harga , alam bentuk cost-based atau price-based pricing, apakah berdasarkan harga pokok produksi, atau tetapkan harga pasar dulu, baru membuat produk  dengan patokan harga pasar tersebut.

 

2.4 Macam-Macam Strategi Pemasaran

 

macam strategi pemasaran diantaranya:

 

1. Strategi kebutuhan primer

 

Strategi-strategi pemasaran untuk merancang kebutuah primer yaitu:

 

1. Menambah jumlah pemakai dan

 

2. Meningkatkan jumlah pembeli.

 

2. Strategi Kebutuhan Selektif

 

Yaitu dengan cara :

 

a. Mempertahankan pelanggan misalnya:

 

1. Memelihara kepuasan pelanggan;

 

2. Menyederhanakan proses pembelian;

 

3. Mengurangi daya tarik atau jelang untuk beralih merk;

 

b. Menjaring pelanggan (Acquistion Strategier)

 

1. Mengambil posisi berhadapan (head – to heas positioning)

 

2. Mengambil posisi berbeda (differentiated positin)

 

Secara lebih jelas, strategi pemasaran dapat dibagi kedalam empat jenis yaitu:

 

1. Merangsang kebutuhan primer dengan menambah jumlah pemakai.

 

2. Merangsang kebutuhan primer dengan memperbesar tingkat pembelian.

 

3. Merangsang kebutuhan selektif dengan mempertahankan pelanggan yang ada.

 

4. Merangsang kebutuhgan selektif dengan menjaring pelanggan baru.

 

 Segmentasi Pasar

 

Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Atau segmentasi pasar bisa diartikan proses pengidentifikasian dan menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisia perbedaan antara pembeli di pasar.

 

1. Dasar-dasar dalam penetapan Segmentasi Pasar

 

Dalam penetapan segmentasi pasar ada beberapa hal yang menjadi dasarnya yaitu:

 

1. Dasar – dasar segmentasi pasar pada pasar konsumen

 

a. Variabel geografi, diantaranya : wilayah, ukuran daerah, ukuran kota, dan kepadatan iklim.

 

b. Variabel demografi, diantaranya : umur, keluarga, siklus hidup, pendapatan, pendidikan, dll

 

c. Variabel psikologis, diantaranya :kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian.

 

d. Variabel perilaku pembeli, diantaranya : manfaat yang dicari, status pemakai, tingkat pemakaian, status kesetiaan dan sikap pada produk.

 

2. Dasar – dasar segmentasi pada pasar industri

 

a. Tahap 1: menetapkan segmentasi makro, yaitu pasar pemakai akhir, lokasi geografis, dan banyaknya langganan.

 

b. Tahap 2: yaitu sikap terhadap penjual, ciri – ciri kepribadian, kualitas produk, dan pelanggan.

 

2. Syarat segmentasi Pasar

 

Ada beberapa syarat segmentasi yang efektif yaitu :

 

a. Dapat diukur

 

b.Dapat dicapai

 

c. Cukup besar atau cukup menguntungkan

 

d.Dapat dibedakan

 

e. Dapat dilaksanakan

 

3. Tingkat Segmentasi Pasar

 

Karena pembelian mempunyai kebutuhan dan keinginan yang unik. Setiap pembeli, berpotensi menjadi pasar yang terpisah. Oleh karena itu segmentasi pasar dapat dibangun pada beberapa tingkat yang berbeda.

 

a. Pemasaran massal

 

Pemasaran massal berfokus pada produksi massal, distribusi massal, dan promosi massal untuk produk yang sama dalam cara yang hampir sama keseluruh konsumen.

 

b. Pemasaran segmen

 

Pemasarn segmen menyadari bahwa pembeli berbeda dalam kebutuhan, persepsi, dan perilaku pembelian.

 

c. Pemasaran ceruk

 

Pemasaran ceruk (marketing niche) berfokus pada sub group didalam segmen-segmen. Suatu ceruk adalah suatu group yang didefiniskan dengan lebih sempit.

 

d. Pemasaran mikro

 

Praktek penyesuaian produk dan program pemasaran agar cocok dengan citarasa individu atau lokasi tertentu. Termasuk dalam pemasaran mikro adalah pemasaran lokal dan pemasaran individu.

 

4. Manfaat Segmentasi Pasar

 

Sedangakan manfaat dari segmentasi pasar adalah:

 

a. Penjual atau produsen berada dalam posisi yang lebih baik untuk memilih kesempatan- kesempatan pemasaran.

 

b. Penjual atau produsen dapat menggunakan pengetahuannya terhadap respon pemasaran yang berbeda-beda, sehingga dapat mengalokasikan anggarannya secara lebih tepat pada berbagai segmen.

 

c. Penjual atau produsen dapat mengatur produk lebih baik dan daya tarik pemasarannya

 

D. Menentukan Pasar Sasaran

 

Langkah-langkah dalam menetukan pasar sasaran yaitu :

 

1. Langkah pertama

 

Menghitung dan menilai potensi keuntungan dari berbagai segmen yang ada

 

2. Langkah kedua

 

Mencatat hasil penjualan tahun lalu dan memperkirakan untuk tahun yang akan datang

 

 

 

Kesimpulan dan Saran

 

 

 

Kesimpulan

 

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran adalah sebagai kegiatan yang direncanakan, dan diorganisasiknan yang meliputi pendistribusian barang, penetapan harga dan dilakukan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang telah dibuat yang tujuannya untuk mendapatkan tempat dipasar agar tujuan utama dari pemasaran dapat tercapai.

 

Saran

 

     Makalah ini tentunya masih banyak kekurangan. Penulis berharap para pembaca memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan tulisan atau makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan berguna bagi penulis dan pembaca.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://tirman.wordpress.com/strategi-pemasaran/

 

http://strategimarketingproperty.blogspot.com/2010/07/strategi-pemasaran-dalam-bisnis.html

 

 

 

 

 


[1] . dipresentasikan oleh; Siti Alfi syahrin, Rani Fatimah, Ade Ulan Dari

[2] Ade. Hakikat dan Konsep Kewirausahaan. http://adesyams.blogspot.com/2009/06/hakikat-dan-konsep-dasar-kewirausahaan.html terakhir diakses 9 Maret 2012 pukul 5:22 WIB

[3] Seisheya.Kewirausahaan, http://seisheya.wordpress.com/2011/12/24/ konsep-dasar-kewirausahaan/, terakhir diakses 9 maret 2012 pukul 5:48 WIB

[4] Idem

[5] Regen Of Raubraut.Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha. http://dothack17.blogspot.com/2010/12/keuntungan-dan-kerugian-berwirausaha.html, terakhir diakses 9 Maret 2012 Pukul 5:52 WIB

[6] . dipresentasika oleh: Soraya Dwi Kartika, Rahmi Utami, Suci Wisdiniati

[7] . DIPRESENTASIKAN OLEH; Desi Nopiyanti, Retno Utami, Fitriah

[8] . dipresentasikan oleh: Ika Nurjannah, Laura Era Wardani, dan Fuzi Novianti

[9] . dipresentasikan oleh: Ahmad Hambali, Burhanuddin Hekmatyar, Agus Marsianto, Mulyadi

[14] . dipresentasikan oleh: Herdiyanti Dwi Oktora, Desna Kurniati, Andita Anggraini

[15] . dipresentasikan oleh: Nida Nur Aziza, Nur Indah Sari, Zusrini

[16] . dipresentasikan oleh; Anastasia Tovita, Septi Wulandari, dan Tasvia Tur Rahmah

[17] . dipresentasikan oleh; Aditya Fajar Setiawan, M. Nurul Huda, Adi NurA’iman

[18][18] . dipresentasikan oleh; Imam  Munandar, Mulyadi, Supiyatna

[19]Pengantar World Wide Web. Eddy Purwanto dan Tim Sub Bag Jaringan Informasi IPTEK, JIIPP

 

[20]ibid

[22] . dipresentasikan oleh; Anis Zuyanna, Robiatul Adawiyah

 

organisasi dan management

BAB I
PENDAHULUAN

 

 

1.1  Latar belakang

Organisasi adalah sarana dalam pencapaian tujuan, yang merupakan wadahkegiatan dari orang-orang yang bekerja sama dalam usahanya mencapai tujuan.Organisasi atau perusahaan harus mampu mengelolah manajemennya untuk memenangkan persaingan pada era yang serba kompetitif supaya dapat bertahanuntuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan tujuan perusahaan.

Penggunaan wewenang secara bijaksana merupakan factor kritis bagi efektevitas organisasi. Oleh sebab itu, pada bab ini akan di bahas peranan pokok wewenang dalam fungsi pengorganisasian, termasuk beberapa konsep yang berkaitan erat dengan faktor tersebut. Pertama-tama akan di uraikan peranan wewenang, dan hubungan wewenang dan kekuasaan sebagai metoda formal, dimana manajer menggunakannya untuk mencapai tujuan individu maupun organisasi.

Manajer perlu menggunakan lebih dari wewenang resminya untuk mendapatkan kerjasama dengan bawahan mereka, selain juga tergantung pada kemampuan ilmu pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinan mereka. Kedua akan di uraikan struktur lini dan staf melalui mana wewenang dijalankan.

Pengorganisasian (Organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimilikinya dan lingkungan yang melingkupinya.

 

1.2 Tujuan Masalah

Tujuan masalah ini adalah untuk memberikan informasi mengenai masalah organisasi dan manajemen.Dengan adanya penjabaran Visi dan Misi dalam berorganisasi ini di harapkan dapat membantu struktur-struktur yang ada dalam organisasi dan manajemen.Dari informasi ini mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi yang membacanya.[1]

 

 

 

BAB II
PEMBAHASAN

 

 

  1. Pengertian organisasi dan manajemen
  1. 1.      Pengertian organisasi

      Pengorganisasian (Organizing) adalah proses pengaturan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan memperhatikan lingkungan yang ada.

      Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut :

  1. Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  2. James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama .
  3. Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  4. Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang

relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

 

  1. 2.      Pengertian Manajemen

      Istilah manajemen memiliki berbagai pengertian.Secara universal manajemen adl penggunaan sumberdaya organisasi utk mencapai sasaran dan kinerja yg tinggi dalam berbagai tipe organisasi.

      Pengertian Manajemen menurut para ahli:

  1. Menurut Daft (2003:4), manajemen merupakan pencapaian tujuan organisasi dengan cara yang efektif dan efisien lewat perencanaan pengorganisasian pengarahan dan pengawasan sumberdaya organisasi.
  2. Menurut plunket 2005:5) manajemen merupakan satu atau lebih manajer yang secara individu maupun bersama-sama menyusun dan mencapai tujuan organisasi dengan melakukan fungsi-fungsi terkait (perencanaan pengorgnisasian penyusunan staf pengarahan dan pengawasan) dan mengkoordinasi berbagai sumber daya (informasi material uang dan orang).
  3. Menurut Lewis (2004:5) manajemen adalah proses mengelola dan mengkoordinasi sumber daya-sumber daya secara efektif dan efisien sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi.
  4. Menurut Mary Parker Follet yang dikutip oleh Handoko (2000:8) manajemen merupakan seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajer mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai tugas yang mungkin diperlukan.

 

  1. B.      Visi dan Misi Organisasi

 

  1. Visi Organisasi

      Terwujudnya manusia merdeka dalam pondasi nilai-nilai universal untuk membangun dunia yang adil, demokratis dan sejahtera.

 

  1. Misi Organisasi

Yaitu sebagai berikut:

  1. Mencari nilai-nilai universal dalam setiap komunitas sosial, suku, etnik, bangsa, dan agama (basis filsafat)
  2. Membangun titik temu dalam setiap komunitas yang majemuk demi terciptanya keharmonisan dan kerjasama antar sesama (basis sosiologi)
  3. Membentuk kelompok-kelompok strategis di tiap komunitas dengan prinsip kesetaraan dan transparansi untuk mewujudkan sistem yang integral (basis politik)
  4. Menjaga dan memperkuat jaringan dengan menciptakan basis-basis perkaderan demi kelangsungan transformasi nilai (basis ideologi)
  5. Menyebarkan dan mempublikasikan nilai-nilai universal sebagai perekat kerjasama kepada sesama dan antar komunitas (basis propaganda)
  6. Mendukung sistem universal dengan memperkuat basis ekonomi yang mandiri di tiap komunitas (basis ekonomi)

 

 

  1. C.      Tujuan Organisasi
    1. Membantu menentukan organisasi Anda, memberikan arah dan menghindari kekacauan
    2. Membantu memotivasi anggota dengan mengkomunikasikan apa organisasi ini berjuang untuk serta menyediakan dasar mengakui prestasi dan keberhasilan
    3. Agar organisasi dapat ditetapkan lebih efektif dalam merekrut anggota

 

 

 

 

 

  1. D.     Struktur dan Pembagain tugas Organisasi
    1. struktur organisasi

Pengertian Struktur Organisasi, Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain dari pada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.

      Struktur Organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal organisasi diolah. Struktur organisasi terdiri atas unsur  spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja.

 

Bagan struktur organisasi :

 

 

  1. Pembagian tugas dalam organisasi

      pembagian tugas mutlak dilakukan dalam organisasi agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan pekerjaan. agar tidak menimbulkan penumpukan pekerjaan pada satu titik dan kekosongan pada titik yang lain.

setiap organisasi harus diberi beban tugas sesuai latar belakang dan kemampuannya, tugas dan tanggung jawab seperti dua sisi mata uang yang saling mengkait.  Setiap anggota harus bertanggung jawab terhadap setiap pelaksanaan tugasnya.

      Pembagian tugas akan menimbulkan kerjasama antar anggota organisasi  terjalin.  Inilah ciri organisasi modern, dimana penyelesaian pekerjaan tidak mengandalkan individu tetapi kerja tim (Team work).

Pembagian tugas yang jelas akan akan memberikan tanggung jawab pada setiap anggota agar dapat mengembangkan organisasinya ke arah yang lebih baik dimasa yang akan datang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

 

  1. 1.      Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap komitmen organisasi diantaranya adalah kejujuran dalam pekerjaan, perhatian, kepedulian dan kepercayaan terhadap karyawan, perbedaan karakteristik individu (usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin, status perkawinan, karakteristik yang berhubungan dengan pekerjaan, karakteristik struktural (formalitas, desentralisasi), pengalaman dalam kerja, kepercayaan dan penerimaan yang penuh atas nilai-nilai dan tujuan organisasi, keinginan bekerja keras demi kepentingan organisasi, dan keinginan untuk mempertahankan diri agar tetap menjadi anggota organisasi.

            Dan dapat disimpulkan bahwa aspek-aspek komitmen organisasi meliputi kemauan yang kuat untuk mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi yang ditandai dengan kesetiaan pada organisasi atau perusahaan, kemampuan yang kuat berusaha semaksimal mungkin demi kemajuan dengan ikut mendukung kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan sasaran organisasi serta adanya penerimaan nilai, tujuan dan sasaran organisasi. Aspek-aspek yang akan dijadikan alat ukur adalah perasaan manunggal dengan organisasi, perasaan terlibat pada organisasi, dan perasaan setia dan loyal pada perusahaan.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Alma, Buchari. Kewirausahaan, Bandung: ALFABETA, 2010

 

http://wikipedia.com/pengertian-organisasi.html

 

http://blog.re.or.id/definisi-manajemen.htm

 

http://firmanaidin.blogspot.com/2010/01/manajemen-sebagai-ilmu-dan-seni.html

 

http://www.sandiego.edu/csl/casa

 

 

 


[1] HERDIANTI DWI OKTORA  039 DESNA KURNIATI                       055  ANDHITA ANGGRAINi 065

 

mengembangkan sikap pribadi wirausaha

BAB I

PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang

Wirasusaha adalah keberanian, keutamaan serta keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan permasalahan hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri. Manusia wiraswasta mempunyai kekuatan mental yang tinggi sehingga memungkinkan ia melompat dan meluncur maju kedepan di luar kemampuan rata-rata, adakalanya wiraswatawan tidak berpendidikan tinggi.

Wiraswasta adalah seorang pembisnis, yang terus menerus secara tekun menganalisa kebutuhan dan selera masyarakat, menimbulkan kebutuhan-kebutuhan baru melalui reklame.

Banyak hal yang mendorong seseorang untuk menjadi seorang wiraswasta, diantaranya dorongan teman, dorongan ini cukup berpengaruh terhadap semangat membuka suatu usaha, karena kita dapat berdiskusi lebih bebas, dibandingkan dengan orang lain, teman bisa memberikan dorongan, pengertian, bahkan bantuan, tidak perlu takut terhadap kritikan.

 

1.2  Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui “Apa saja yang menjadi konsep dasar seseorang dalam berwirausaha dan cirri-ciri seorang wirausaha”.

 

1.3  Ruang Lingkup Materi

Ruang lingkup dari pembahasan masalah dalam makalah ini ialah segala sesuatu yang berkenaan dengan masalah “Konsep Pembentukkan Kewirausahaan, Sikap Pribadi Wirausaha, Motif Social Mc. Clelland, dan Ciri Sikap Wirausaha”.

 

 

 

1.4  Metode Pembahasan

Metode yang digunakan kami dalam mencari atau mengumpulkan data ini menggunakan metode kepustakaan dan pencarian bahan melalui media internet..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1  Pengertian  kewirausahaan

Istilah wirausaha berasal dari kata entrepreneur (bahasa prancis) yang diterjemahkan kedalam bahasa inggris dengan arti between taker atau go-between. Dan pada abad pertengahan berarti aktor atau orang yang bertanggung jawab dalam proyek produksi berskala besar.

Geoffrey G. Meredith et al (2000) menjelaskan seorang wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, dan mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan sukses.

Dalam Konteks management seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan sumber daya seperti financial (money), bahan mentah (matrials), dan tenaga kerja (labors), untuk menghasilkan suatu produk baru, bisnis baru, proses produksi atau pengembangan organisasi usaha.

Secara garis besar wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang dan perbaikan hidup.

 

2.2  Sembilan Karakteristik Wirausaha Menurut David Mc. Clelland

Terdapat Sembilan Karakteristik Wirausaha Menurut David Mc. Clelland yaitu :

  1. Dorongan Berprestasi

Semua wirausahawan yang berhasil memiliki keinginan besar untuk mencapai suatu prestasi.

  1. Bekerja keras

Sebagai besar wirausahawan “mabuk kerja”, demi mencapai sasaran yang ingin di cita-citakan .

  1. Memperhatikan Kualitas

Wirausahawan menangani dan mengawasi sendiri bisnisnya sampai mandiri, sebelum ia mulai dengan usaha baru lagi.

  1. Sangat bertanggung jawab

Wirausahawan  sangat bertanggung jawab atas usaha mereka, baik secara moral, legal, maupun mental.

  1. Berorientasi pada imbalan

Wirausahawan mengharapkan imbalan yang sepadan dengan usahanya. Imbalan itu tidak hanya berupa uang, tetapi juga pengakuan dan penghormatan.

  1. Optimis

Wirausahawan hidup dengan doktrin semua waktu baik untuk bisnis, dan segala sesuatu mungkin.

  1. Berorientasi pada hasil karya yang baik

(Excellence Oriented); Seringkali Wirausahawan ingin mencapai sukses yang menonjol, dan menuntut segala yang first class.

  1. Mampu mengorganisasikan

Kebanyakan wirausahawan mampu memadukan bagian-bagian dari usahanya dalam usahanya. Mereka umumnya diakui sebagai “komandan” yang berhasil.

  1. Berorientasi pada uang

Uang yang dikejar oleh para wirausahawan tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan pengembangan usaha saja, tetapi juga dilihat sebagai ukuran prestasi kerja dan keberhasilan.

 

2.3  Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha

  1. Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha menurut Geoffrey G. Merideth adalah :

 

Keuntungan

Kerugian

  1. Kesempatan untuk mengontrol jalan hidup sendiri dengan imbalan kepemilikan yang diperoleh dari kemerdekaan untuk mengambil keputusan dan resiko.

 

  1. Tidak ada kepastian pendapatan

 

  1. Kesempatan menggunakan kemampuan dan potensi diri secara penuh dan aktualita diri untuk mencapai cita-cita
  2. Resiko kehilangan modal atau investasi

 

  1. Kesempatan untuk meraih keuntungan tak terhingga dan masa depan yang lebih baik dengan waktu yang relatif lebih singkat

 

  1.  Meningggalkan zona kemapanan

 

  1. Kesempatan untuk memberikan sumbangan kepada masyarakat dengan lapangan kerja dan pengabdian serta memperoleh pengakuan

 

 

 

  1. Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha menurut Peggi Lambing & Charles L Kueh adalah :

Keuntungan

Kerugian

  1. Otonomi (Pengelolaan yg bebas dan tidak Terikat “Boss”)

 

  1. Pengorbanan Personal (Pada awal bekerja keras, sedikit waktu untuk kepentingan keluarga dan rekreasi)

 

  1. Tantangan Awal dan Perasaan Motif Prestasi (Merupakan hal yg mengembirakan, peluang untuk mengembangkan konsep usaha yang dapat menghasilkan keuntungan, sangat memotivasi wirausaha)

 

  1. Beban Tanggung Jawab (Mengelola semua fungsi bisnis, baik pemasaran, keuangan, personil, dll)

 

  1. Kontrol Finansial (Bebas dalam mengelola keuangan dan merasa sebagai kekayaan sendiri)

 

  1. Margin Keuntungan Kecil dan Kemungkinan Gagal (Mempergunakan Modal sendiri yang relatif kecil sehingga margin kecil)

 

 

2.4  Tiga Motif Sosial Mc. Clelland

Motif adalah dorongan yang sudah terkait dengan suatu tujuan, motif menunjuk hubungan sistematik antara seuatu respon dengan keadaan dorongan tertentu. Terdapat tiga motif menurut Mc. Clelland yaitu :

  1. Motif beraffiliasi (affiliation motive) atau n-Aff

Adalah motif yang akan mengarahkan tingkah laku seseorang dalam berhubungan dengan orang lain. Bagi dirinya keakraban dalam berhubungan dengan orang lain adalah tujuan utamanya dimana terdapat suasana yang penuh keakraban, santai, harmonis. Ia mempunyai perhatian besar terhadap diri orang lain, persoalan orang lain dihayati sebagaimana ia menghayati dirinya sendiri. Demikian pula toleransinya cukup besar. Motif ini ditunjukkan melalui :

a)Lebih suka bersama dan bergaul dengan orang lain dari pada sendirian.

b)      Lebih mementingkan aspek-aspek interpersonal (hubungan manusia) dari pada aspek-aspek yang menyangkut tugas-tugas dalam pekerjaannya.

c)Berusaha mendapat persetujuan orang lain.

d)     Lebih efektif bekerja dalam suasana bersahabat.

 

Pemikirannya :

1)      Keinginan untuk mengadakan, memperbaiki atau memelihara persahabatan.

2)      Keinginan untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan persahabatan.

 

  1. Motif berkuasa (power motive) atau n-Pow

Adalah  motif yang menyebabkan seseorang ingin menguasai atau mendominir orang lain dalam berhubungan dengan lingkungannya. Ia senang apabila ia dapat bertindak dan berkuasa atas orang lain, dan orang-orang yang ia kuasai itu mau berbuat seperti apa yang ia katakan.

Motif ini ditunjukkan melalui :

a)      Aktif dalam organisasi politik.

b)      Peka terhadap struktur unterpersonal (atasan-bawahan dll) dari suatu kelompok.

c)      Mencoba membantu orang lain tanpa diminta dan atau diinginkan orang yang bersangkutan.

d)     Menunjukkannya melalui tindakan-tindakan, kata-kata, dan lain-lain.

 

Pemikirannya :

1)      Pemikiran untuk berbuat sesuatu yang menimbulkan perasaan kuat, baik yang positif maupun negatif bagi orang lain.

2)      Berusaha menguasai orang lain dengan mengatur tingkah laku atau keadaan hidup orang lain.

 

  1. Motif berprestasi (achievement motive) atau n-Ach

Motif yang mengarahkan tingkah lakunya dengan titik berat pada tercapainya suatu prestasi tertentu. Mencapai atau memperoleh ssuatu yang lebih baik adalah suatu kebutuhan yang sulit dihilangkan, ia akan berusaha terus sampai pada suatu saat ia memperoleh apa yang diinginkannya itu. Sesuatu yang ada dalam pikiran orang-orang yang memiliki motivasi berprestasi ini adalah suatu usaha, perjuangan agar ia bisa memperoleh prestasi.

Ciri-cirinya :

  1. Rick Taker.

Menyukai pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas dengan tingkat kesulitan moderat. Kurang bersemangat pada pekerjaan atau kegiatan yang terlalu mudah dan atau terlalu sulit.

  1. Task Result Oriented.

Aktifitas instrumental yang khas dan energik, memiliki motivasi atau dorongan yang kuat untuk berhasil menyelesaikan tugasnya, tekun, keras hati, bekerja keras dan memiliki kemantapan hati untuk melakukannya. Melihat keberhasilan atau kegagalan bukan sebagai faktor yang disebabkan pihak luar dirinya, tetapi dirinyalah sebagai pengendalinya. Bagi mereka berkarya tidak hanya sesuai target bahkan kalau bisa lebih baik daripada target. Dia selalu memiliki naluri senang, bahagia dan puas melakukan yang terbaik, tidak mengenal setengah-setengah.

 

  1. Self Confidence Individual responsibility (tanggung jawab pribadinya) tinggi,

Apabila bekerja dalam suatu kelompok, tanggung jawab terhadap kelompok juga tinggi, dimana sasaran kelompok dirasakannya sebagai sasaran pribadinya. Mereka mempercayai kemampuannya sendiri, kemampuan bekerja sendiri, dapat bersikap optimis, dinamis, serta memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin.

  1. Originiality

Kemampuan untuk menemukan sesuatu yang asli dari pemikirannya sendiri, mampu menciptakan hal-hal yang baru yang tidak terikat pada pola yang ada. Kreatif dan cakap dalam berbagai bidang dan memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup banyak.

  1. People Oriented

Mampu mempergunakan orang lain sebagai feed back atau umpan balik bagi kepentingannya, fleksibel, mampu menerima kritik atau pendapat yang diberikan orang lain terhadap dirinya. Memandang penting “Knowledge of Result” (mengetahui hasil) sebagai feed back untuk perencanaan masa depan.

  1. Future Oriented

Mempunyai antisipasi kemungkinan-kemungkinan di masa datang.Sebenarnya ketiga motif tersebut ada dalam diri seseorang, namun kekuatan motif tersebut pada tiap orang akan berbeda atau tidak sama. Biasanya hanya satulah kuat, sehingga tampil ke dalam suatu bentuk tingkah laku yang nyata (overt) dan hal inipun tidak terlepas dari keadaan atau situasi lingkungan, apakah memungkinkan atau tidak lahirnya bentuk tingkah laku yang dikuasai oleh motif itu.

2.5  Ciri-ciri dan Sifat-sifat seorang wirausahawan

Seorang wirausaha haruslah seorang yang mampu melihat ke masa depan. Melihat kemasa depan bukan melamun kosong, tetapi melihat, berfikir dengan penuh perhitungan, dan mencari pilihan yang paling tepat dalam pemecahan masalah. Dari berbagai penelitian di Amerika Serikat, untuk menjadi wirausahawan, seseorang harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut, daftar ciri-ciri dan sifat-sifat profil seorang wirausahawan :

a)      Percaya Diri.

Sifat-sifat utama dimulai dari pribadi yang mantap, tidak mudah terombang-ambing oleh pendapat dan saran orang lain. Akan tetapi, saran orang lain jangan ditolak mentah-mentah, gunakanlah saran dari orang lain sebagai masukan untuk dipertimbangkan.

Orang yang tinggi percaya dirinya adalah orang yang matang jasmani dan rohaninya. Pribadi semacam ini adalah pribadi yang indipenden dan sudah mencapai tingkat matuarity. Watak dari seorang yang percaya diri adalah keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme, kepercayaan (keteguhan), kepribadian mantap.

b)      Berorientasikan pada tugas dan hasil

Orang yang memiliki orientasi pada tugas dan hasil tidak mengutamakan prestise kemudian prestasi. Akan tetapi orang tersebut  akan lebih mengutamakan prestasi terlebih dahulu setelah berhasil prestisenya akan naik. Wataknya dari seorang yang berorientasi pada tugas dan hasil adalah kebutuhan akan haus prestasi, berorientasi pada laba atau hasil, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik da penuh inisiatif.

c)      Pengambil Resiko.

Menjadi seorang wirausaha harus berani dengan resiko dan tangtangan, seperti persaingan, harga turun naik, barang tidak laku, dan sebainya. Watak dari seorang yang berani mengambil resiko adalah memiliki kemampuan mengambil resiko dan suka pada tantangan.

d)     Kepemimpinan.

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang harus mau menerima kritik dan saran dari bawahan, selain itu harus resposif terkadap yang ada disekitarnya. Watak dari seorang pemimpin adalah bertingkah laku selayaknya sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.

e)      Keorisinilan.

Yang dimaksud dengan orisinil adalahtidak hanya menekor pada orang lain,tetapi memiliki pendapat sendiri, ada ide yang orisinil, dan ada kemampuan untuk melaksanakan sesuatu. Orisinil tidak berarti baru keseluruhannya, tetapi produk tersebut mencerminkan hasil kombinasi baru dari yang sudah ada sebelumnya. Watak dari seorang yang memilki keorisinilan adalah memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serta bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.

f)       Berorientasi ke masa depan.

Seorang wirausaha haruslah perspektif, artinya mempunyai visi kemasa depan, sebab sebuah usaha bukan didirikan untuk sementara, tetapi untuk selamanya. Seorang wirausaha harus menyusun perencanaan dan strategi yang matang. Watak dari seorang yang berorientasi kemasa depan adalah persepsi dan memiliki cara pandang atau cara pikir yang berorientasi pada masa depan.

Dari daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan di atas, dapat kita identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:

1)      Disiplin

Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya.

Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya. Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan.

2)      Komitmen Tinggi.

Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komimten yang jelas, terarah dan bersifat progressif (berorientasi pada kemajuan). Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan mengidentifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya. Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, problem solving bagi masalah konsumen, dan sebagainya. Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadap konsumen, akan memiliki nama baik (goodwill) di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan.

 

 

3)      Jujur.

Kejujuran merupakan landasan moral yang terkadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks.
Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purna jual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan oleh wirausahawan.

4)      Kreatif dan Inovatif.

Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreatifitas tersebut sebaiknya adalah dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk atau pun waktu. Justru seringkali ide-ide jenius yang memberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil. Namun, gagasan-gagasan yang baikpun, jika tidak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, hanya akan menjadi sebuah mimpi. Gagasan-gagasan yang jenius umumnya membutuhkan daya inovasi yang tinggi dari wirausahawan yang bersangkutan. Kreativitas yang tinggi tetap membutuhkan sentuhan inovasi agar laku di pasar. Inovasi yang dibutuhkan adalah kemampuan wirausahawan dalam menambahkan nilai guna atau nilai manfaat terhadap suatu produk dan menjaga mutu produk dengan memperhatikan “market oriented” atau apa yang sedang laku dipasaran. Dengan bertambahnya nilai guna atau manfaat pada sebuah produk, maka meningkat pula daya jual produk tersebut di mata konsumen, karena adanya peningkatan nilai ekonomis bagi produk tersebut bagi konsumen.

 

5)      Mandiri.

Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan. Pada prinsipnya seorang wirausahawan harus memiliki sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya.

6)      Realistis.

Seseorang dikatakan Realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta atau realita sebagai landasan berpikir yang rasionil dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/perbuatannya. Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasionil dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis.

 

2.6  Konsep 10 D dari Bygrave

Terdapat beberapa karakeristik  dari wirausahawan yang berhasil memiliki sifat-sifat yang dikenal dengan istilah 10 D (Bygrave,1994:5) adalah :

  1. Dream

Seorang wirausaha mempunyai visi bagaimana keinginannya terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya dan yang paling penting adalah ia harus memiliki kemampuan untuk mewujudkan kemampuannya tersebut.

  1. Decisiveness

Seorang wirausaha adalah orang yang tidak bekerja lambat. Mereka membuat keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan.kecepatan dan ketetapan dalam mengambil keputusan adalah factor kunci dalam kesuksesan bisnisnya.

  1. Doers

Setelah seorang wirausaha membuat keputusan maka ia langsung menindak lanjutinya. Mereka melaksanakan kegiatan secepat mungkin yang ia sanggup artinya seorang wirausaha tidak mau menunda-nunda kesempatan yang dapat dimanfaatkan.

 

 

 

  1. Determination

Seorang wirausaha melaksanakan kegiatannya dengan penuh erhatian. Rasa tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah, walaupun dia dihadapkan pada halangan atau rintangan yang tidak mungkin diatasi.

  1. Dedication

Dedikasi seorang wirausaha terhadap bisnisnya sangat tinggi, mereka bekerja tidak mengenal lelah, 12 jam sehari atau 7 hari dalam seminggu. Semua perhatian dan kegiatannya dipusatkan semata-mata untuk kegiatan bisnisnya.

  1. Devotion

Devotion berarti kegemaran atau kegila-gilaan. Demikian seorang wirausaha mencintai pekerjaan bisnisnya, dia mencintai pekerjaan dan produk yang dihasilkannya. Hal inilah yang mendorong untuk mencapai keberhasilan yang sangat efektif untuk menjual produk yang ditawarkannya.

  1. Details

Seorang wirausaha harus sangat memperhatikan factor-factor kritis secara rinci. Dia tidak mau mengabaikan factor-faktor kecil tertenu yang dapat menhambat kegiatan usahanya.

  1. Destiny

Seorang wirausahawan bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapainya. Dia merupakan orang yang bebas dan tidak mau tergantung kepada orang lain.

  1. Dollars

Seorang wirausahawan tidak sangat menutamakan mencapai kekayaan. Motivasinya bukan memperoleh uang, akan tetapi uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya. Mereka berasumsi jika mereka sukses berbisnis maka mereka pantas mendapat laba.

  1. Distribute

Seorang wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikannya bisnisnya terhadap orang-orang kepercayaannya. Orang-orang kepercayaan ini adalah orang-orang yang kritis dan mau diajak untuk mencapai kesuksesan dalam bidang bisnisnya.

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1  Kesimpulan

Kewirausahaan atau entrepreneurship merupakan suatu kegiatan memperdayakan seluruh sumber daya yang ada (yang dimiliki) untuk menemukan maupun memanfaatkan peluang-peluang dengan cara terus menurus melakukan proses inovatif dan atau kreatifitas.

  • Kata kunci utama dalam kewirausahaan adalah kreatif dan invoatif.
  • Sudah saatnya berfikir untuk menciptakan lapangan pekerjaan dibandingkan dengan mencari pekerjaan.
  • Wirausahaa adalah suatu pilihan dan semuanya tergantung pada anda

3.2  Saran

Saran kami sebagai penulis adalah seorang wirausaha hendaknya berusaha keras untuk kemajuan bisnisnya dengan cara-cara yang unik dan slalu berusaha untuk berinovasi atas produk yang mereka hasilkan. Seorang pengusaha tidak boleh hanya mementingkan kebutuhannya sendiri untuk memperoleh laba yang sebanyak-banyaknya, hendaknya seorang wirausaha juga memperhatikan kualitas dari pdoduk yang mereka hasilkan.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Alma,Buchari H,2010,Kewirausahaan,Bandung:Alfa Beta Bandung.

Rambat Lupiyoadi, 2007, Entrepreneurship: From mindset to strategy, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Suryana, Kewirausahaan, 2006, Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses,Salemba Empat

http://kojekblog89.blogspot.com/2010/06/tiga-motif-sosial-mc-clelland.html

konsep-kewirausahaan

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

            Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal, dll. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama.

Persepsi tentang wirausaha sama dengan wiraswasta sebagai padanan entrepreneur.  Perbedaannya adalah pada penekanan pada kemandirian (swasta) pada wiraswasta dan pada usaha (bisnis) pada wirausaha. Istilah wirausaha kini makin banyak digunakan orang terutama karena memang penekanan pada segi bisnisnya. Walaupun demikian mengingat tantangan yang dihadapi oleh generasi muda pada saat ini banyak pada bidang lapangan kerja, maka pendidikan wiraswasta mengarah untuk survival dan kemandirian seharusnya lebih ditonjolkan.

            Sedikit perbedaan persepsi wirausaha dan wiraswasta harus dipahami. Jika yang diharapkan dari pendidikan yang diberikan adalah sosok atau individu yang lebih bermental baja atau dengan kata lain lebih memiliki kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasarn advirsity (AQ) yang berperan untuk hidup (menghadapi tantangan hidup dan kehidupan) maka pendidikan wiraswasta yang lebih tepat. Sebaliknya jika arah dan tujuan pendidikan adalah untuk menghasilkan sosok individu yang lebih lihai dalam bisnis atau uang, atau agar lebih memiliki kecerdasan finansial (FQ) maka yang lebih tepat adalah pendidikan wirausaha. Karena kedua aspek itu sama pentingnya, maka pendidikan yang diberikan sekarang lebih cenderung kedua aspek itu dengan menggunakan kata wirausaha. Persepsi wirausaha kini mencakup baik aspek finansial maupun personal, sosial, dan professional. [1]

 

 

 

1.2 Rumusan Masalah

            Dari latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah konsep-konsep dasar dalam kewirausahaan? Serta pengertian dari kewirausahaan dan memaparkan perbedaan antara wirausaha dan wiraswasta?

1.3 Tujuan

            Tujuan dari penulisan makalah ini adalah memberikan pengetahuan tentang dasar-dasar dari kewirausahaan.

1.4 Manfaat

            Memberikan konsep dasar kepada pembaca yang ingin memulai untuk berwirausaha atau berwiraswasta serta memaparkan resiko dan keuntungan berwirausaha.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kewirausahaan

Pasti kita pernah mendengar kata wirausaha. Wirausaha sama dengan wiraswasta. Secara etimologi, wira artinya layak dicontoh, usaha artinya berkemauan keras, sedangkan swasta artinya berdiri di kaki sendiri. Intinya suatu bentuk usaha untuk mencapai kesuksesan dengan kemampuan sendiri. Jadi kewirausahaan menurut John Kao adalah “suatu usaha untuk menciptakan nilai melalui suatu peluang bisnis dengan mengambil risiko yang tepat dan melalui komunikasi dan manajemen untuk memobilisasi sumber daya manusia, modal, dan barang guna suatu keberhasilan”.

2.1.1 Pengertian Kewirausahaan Menurut Parah Ahli

A. Richard Cantillon (1775)

Kewirausahaan didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian.

B. Jean Baptista Say (1816)

Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.

C. Frank Knight (1921)

Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.

 

D. Joseph Schumpeter (1934)

Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk :

  1. Memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru,                                                    
  2. Memperkenalkan metoda produksi baru,
  3. Membuka pasar yang baru (new market),
  4. Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau
  5. Menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya. Penrose (1963) Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.

E. Harvey Leibenstein (1968, 1979)

Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.[2]

2.2 Karakteristik Wirausahawan

Sebenarnya banyak sekali hal-hal yang harus dimiliki dalam diri seorang wirausahawan. Hal ini diperlukan agar wirausahawan mampu bersaing dengan dunia luar dan mencapai kesuksesan.

Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut.

a. Memiliki keinginan dan keberanian.

Untuk memulai berwirausaha diperlukan keinginan dan keberanian yang kuat, siap mental, fisik dan psikis. Karena ini adalah langkah awal menuju sebuah kesuksesan.

b. Memiliki intuisi.

Siapa saja bisa jadi wirausahawan, tidak ada tes atau wawancaranya. Orang yang berpendidikan rendah maupun tinggi, orang yang modalnya sedikit atau banyak, bisa melakukannya. Intuisi dapat diperoleh dengan cara saling berbagi pengalaman dengan orang lain dan mempelajari pengalaman orang lain.

c. Berani mengambil risiko.

Segala sesuatu yang diperbuat pasti memiliki risiko. Seorang wirausawan harus siap untuk sukses dan harus siap gagal, terlebih lagi jika ia belum memiliki pengalaman apapun mengenai berwirausaha.

d. Bersikap optimis.

Sikap optimis sangat diperlukan untuk meraih kesuksesan, karena optimisme merupakan dorongan dalam diri untuk terus maju.

2.3 Motif Berwirausaha

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa seseorang tertarik untuk berwirausaha dari berbagai segi ;

  1. Keuangan, untuk mencari nafkah, ingin menjadi kaya, menambah pendapatan, jaminan atau tabungan di masa depan.
  2. Sosial, untuk memperoleh status yang lebih tinggi atau gengsi, dihormati banyak orang, dan mengenal dan dikenal banyak orang.
  3. Pelayanan, untuk membahagiakan orangtua atau orang terdekat,  memberi lapangan pekerjaan bagi orang lain, memakmurkan dan mensejahterakan Indonesia secara tidak langsung.
  4. Kepribadian, untuk melatih diri manjadi pribadi yang tanggung jawab, mandiri, tidak bergantung kepada orang lain, inovatif, kreatif, produktif.
  5. Berprestasi, untuk mencapai kepuasan terbaik dengan cara terbaiknya.

2.4 Proses Wirausaha

Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996 : 3), proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Sebuah inovasi dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal tersebut misalnya pendidikan dan pengalaman. Contoh faktor eksternal nya adalah aktivitas, peran,dan peluang. Oleh karena itu, inovasi berkembangan menajdi kewirausahaan melalui proses yang dipengrauhi lingkungan, organisasi dan keluarga (Suryana, 2001 : 34).

  1. Tahap memulai, tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan franchising. Juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri atau manufaktur atau produksi atau jasa.
  2. Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap “jalan”, tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek : pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.
  3. Mempertahankan usaha, tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi
  4. Mengembangkan usaha, tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

2.5 Pola Pikir Wirausahawan

a. Percaya diri

Seorang wirausaha harus percaya diri terhadap apa yang dikerjakannya. Karena jika it tidak punya rasa percaya diri ia tidak akan pernah maju.

b. Berorientasi pada prestasi

c. Berani mengambil risiko

Segala sesuatu yang kita lakukan pasti memiliki risiko. Seberat apapun risikonya, seharusnya tidak menjadi halangan bagi seseorang untuk mengambil keputusan atau berwirausaha.

d. Berjiwa independen

Dalam mengambil keputusan untuk melakukan suatu kebijakan, seorang wirausaha harus memutuskannya sendiri. Ia juga harus tegas dalam berpendirian. Jika tidak, ia akan mudah terpengaruh oleh orang lain yang mungkin saja bisa merupakan hal-hal negatif yang membahayakan.

e. Kreatif dan inovatif

Untuk mencapai kesuksesan, kreatif dan inovatif sangatlah dibutuhkan karena persaingan dalam bidang kewirausahaan sangatlah ketat. Bisa dibilang hal ini salah satu faktor besar yang menentukan sukses tidaknya usaha seseorang.[3]

f. Ulet dan tekun

Berwirausaha bukanlah hal yang mudah, jadi perlu keuletan dan ketekunan untuk berwirausaha yang benar agar tercapai sebuah kesuksesan.

2.6 Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha

            Tiap orang tertarik untuk berwirausaha dikerenakan berbagai keuntungan, banyak sekali keuntungan yang akan didapat jika seseorang berani untuk berwirausaha yang paling terlihat keuntungannya dalam berwirausaha dapat dikelompokkan dalam tiga kategori dasar :

1. Laba,

2. Kebebasan, dan

3. Kepuasan dalam menjalani hidup.

1. Keuntungan Berupa Laba

Wirausaha mengharapkan hasil yang tidak hanya mengganti kerugian waktu dan uang yang diinvestasikan tetapi juga memberikan keuntungan yang pantas bagi resiko dan inisiatif yang mereka ambil dalam mengoperasikan bisnis mereka sendiri. Dengan demikian keuntungan berupa laba merupakan motifasi yang kuat bagi wirausaha tertentu.

Laba adalah salah satu cara dalam mempertahankan nilai perusahaan. Beberapa wirausaha mungkin mengambil laba bagi dirinya sendiri atau membagikan laba tersebut, tetapi kebanyakan wirausaha puas dengan laba yang pantas.

B. Keuntungan Berupa Kebebasan

Kebebasan untuk menjalankan perusahaannya merupakan keuntungan lain bagi seorang wirausaha. Hasil survey dalam bisnis berskala kecil tahun 1991 menunjukkan bahwa 38% dari orang-orang yang meninggalkan pekerjaan nya di perusahaan lain karena mereka ingin menjadi bos atas perusahaan sendiri. Beberapa wirasuaha menggunakan kebebasannya untuk menyusun kehidupan dan perilaku kerja pribadnya secara fleksibel. Kenyataannya banyak wirausaha tidak mengutamakan fleksibiltas disatu sisi saja. Akan tetapi wirausaha menghargai kebebasan dalam karir kewirausahaan, seperti mengerjakan urusan mereka dengan cara sendiri, memungut laba sendiri dan mengatur jadwal sendiri.

C. Keuntungan Berupa Kepuasan Dalam Menjalani Hidup

Wirausaha sering menyatakan kepuasan yang mereka dapatkan dalam menjalankan bisnisnya sendiri. Pekerjaan yang mereka lakukan memberikan kenikmatan yang berasal dari kebebasan dan kenikmatan ini merefleksikan pemenuhan kerja pribadi pemilik pada barang dan jasa perusahaan. Banyak perusahaan yang dikelolah oleh wirausaha tumbuh menjadai besar akan tetapi ada juga yang relative tetap berskala kecil.[4]

Kerugian seorang wirausahawan adalah :

1. Tidak kompeten dalam manajerial. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.

2. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.

3. Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik, faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan menghambat operasional perusahan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.

4. Gagal dalam perencanaan. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.

5. Lokasi yang kurang memadai. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.

6. kurangnya pengawasan peralatan. Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.

7. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal menjadi besar.

8. Ketidak mampuan dalam melakukan peralihan atau transisi kewirausahaan. Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.

        Peggy Lambing dan Charles L Khuel (2000:19-20) mengemukakan keuntungan dan kerugian berwirausah sebagai berikut:

A. Keuntungan berwirausaha :

1. Otonomi. Pemgelolaan yang bebas dan tidak terikat membuat wirausah menjadi seorang “bos” yang penuh kepuasan. 

2. Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi. Tantangan awal atau perasaan bermotivasi yang tinggi merupakan hal yang menggembirakan. Peluang untuk menggembangkan konsep usaha yang dapat menghasilkan keuntungan sangat memotivasi wirausaha.

3. Control financial. Wirausaha memiliki kebebasan untuk mengelola keuangan dan merasa kekeyaan milik sendiri.

Kerugiaan berwirausaha :

1. Pengorbanan personal. Pada awalnya, wirausaha harus bekerja dengan waktu yang lama dan sibuk. Sedikit sekali waktu yang tersedia untuk kepentingan keluarga.

2. Beban tanggung jawab. Wirausaha harus mengelola semua fungsi bisnis, baik pemasaran, keungan, personal, maupun pengadaan dan pelatihan.

3. Kecilnya keuntungan dan besarnya kemungkinan gagal. Karena wirausaha menggunakan sumber dana miliknya sendiri, maka margin laba/keuntungan yang diperoleh akan relative kecil.[5]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

3.1 KESIMPULAN

            Kewirausahaan bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan sehingga banyak yang perlu dipelajari dan diperhatikan untuk menjadi seorang wirausahawan. Dewasa ini kewirausahaan sudah mulai berkembang diiringi oleh majunya teknologi, pengetahuan, dan faktor pendorong lainnya.

Meskipun keuntungan dalam berwirasuaha menggiurkan, tapi ada juga biaya yang berhubungan dengan kepemilikan bisnis tersebut. Memulai dan mengoperasikan bisnis sendiri membutuhkan kerja keras, menyita banyak waktu dan membutuhkan kekuatan emosi. Kemungkinan gagal dalam bisnis adalah ancaman yang selalu ada bagi wirausaha, tidak ada jaminan kesuksesan. Wirausaha harus menerima berbagai resiko berhubungan dengan kegagalan bisnis. Tantangan berupa kerja keras, tekanan emosional, dan risiko meminta tingkat komitmen dan pengorbanan jika kita mengharapkan mendapatkan keuntungan.

Semoga dengan berjalannya waktu wirausahawan di Indonesia ini bisa bertambah dan membuat Indonesia sejahtera dan makmur.

 

3.2 Saran

Minimnya pengetahuan tentang kewirausahaan di Indonesia membuat Indonesia menjadi Negara yang kaya akan pengangguran, untuk itu pemerintah harus memberikan pemahaman tentang kewirausahaan kepada setiap masyarakat agar mereka mampu membuat lapangan pekerjaan. Selain itu, pemerintah juga harus menyediakan modal usaha bagi mereka yang ingin memulai berwirausaha agar mereka tidak kesulitan untuk memulai atau mengembangkan usahanya.

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Wijandi, Soersasono. Pengantar Kewiraswastaan. Bandung, Sinar baru. 2004

Ade. Hakikat dan Konsep Kewirausahaan. http://adesyams.blogspot.com/2009/06/hakikat-dan-konsep-dasar-kewirausahaan.html

Seisheya.Kewirausahaan, http://seisheya.wordpress.com/2011/12/24/ konsep-dasar-kewirausahaan/, terakhir diakses 9 maret 2012 pukul 5:48 WIB

Regen Of Raubraut.Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha. http://dothack17.blogspot.com/2010/12/keuntungan-dan-kerugian-berwirausaha.html,


[1] Soersasono Wijandi. Pengantar Kewiraswastaan.(Bandung:Sinar Baru, 2002) hal 48

[2] Ade. Hakikat dan Konsep Kewirausahaan. http://adesyams.blogspot.com/2009/06/hakikat-dan-konsep-dasar-kewirausahaan.html terakhir diakses 9 Maret 2012 pukul 5:22 WIB

[3] Seisheya.Kewirausahaan, http://seisheya.wordpress.com/2011/12/24/ konsep-dasar-kewirausahaan/, terakhir diakses 9 maret 2012 pukul 5:48 WIB

[4] Idem

[5] Regen Of Raubraut.Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha. http://dothack17.blogspot.com/2010/12/keuntungan-dan-kerugian-berwirausaha.html, terakhir diakses 9 Maret 2012 Pukul 5:52 WIB

etika dan norma bisnis

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Perkembangan dunia bisnis yang begitu cepat dan dinamis pada saat ini, tentunya harus diimbangi dengan aturan-aturan atau norma-norma yang dapat mengatur bisnis itu sendiri. Etika dan integritas merupakan suatu keinginan yang murni dalam membantu orang lain. Kejujuran yang ekstrem, kemampuan untuk menganalisis batas-batas kompetensi seseorang, kemampuan untuk mengakui kesalahan dan belajar dari kegagalan.

Sudah saatnya dunia bisnis kita mampu menciptakan kegiatan bisnis yang bermoral dan beretika, yang terlihat perjalanan yang seiring dan saling membutuhkan antara golongan menengah kebawah dan pengusaha golongan atas.

Etika dan norma bisnis adalah suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan bisnis yang dilakukan oleh para pelaku-pelaku bisnis. Apabila moral pengusaha maupun pelaku bisnis merupakan suatu yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan etika bertindak sebagai rambu-rambu yang merupakan kesepakatan secara rela dari semua anggota suatu kelompok.

Etika didalam bisnis sudah menjadi barang tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis tersebut serta kelompok yang terkait lainnya.

1.2  Rumusan Masalah

Dilihat dari latar belakang diatas adapun rumusan masalahnya, yaitu:

  1. Apa arti dari etika dan norma?
  2. Faktor apa saja yang mempengaruhi etika?
  3. Masalah apa yang dihadapi dalam etika bisnis?
  4. Prinsip-prinsip apa saja yang ada di dalam etika bisnis?
  5. Teori-teori apa saja yang ada di dalam etika bisnis?
  6. Seberapa penting etika dan norma dalam berbisnis?

 

 

1.3  Tujuan dan Manfaat Penulisan

1.3.1        Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah agar penulis dan pembaca dapat mengetahui arti dari etika dan norma, faktor yang mempengaruhi etika, masalah yang dihadapi dalam etika bisnis, prinsip-prinsip yang ada di dalam etika bisnis, teori-teori yang ada di dalam etika bisnis, dan pentingnya etika dan norma dalam berbisnis.

 

1.3.2        Manfaat Penulisan

Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah agar penulis dan pembaca lebih memahami akan arti dari etika dan norma, faktor yang mempengaruhi etika, masalah yang dihadapi dalam etika bisnis, prinsip-prinsip yang ada di dalam etika bisnis, teori-teori yang ada di dalam etika bisnis, dan pentingnya etika dan norma dalam berbisnis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Etika Bisnis

2.1.1        Pengertian Etika Bisnis

Pengertian etika berasal dari bahasa Yunani “ethos” berarti adat istiadat atau kebiasaan. Hal ini berarti etika berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang lain atau dari satu generasi ke generasi lainnya.

Etik ialah suatu studi mengenai yang benar dan yang salah dan pilihan moral yang dilakukan seseorang. Keputusan etik ialah suatu hal yang benar mengenai perilaku standar. Etika bisnis kadang sering pula disebut dengan etika manajemen , yaitu penerapan standar moral kedalam kegiatan bisnis.

Etika bisnis ini mencakup hubungan antara perusahaan dengan orang yang menginvestasi uangnya dalam perusahaaan, dengan konsumen, pegawai, kreditur, saingan dan sebagainya. Orang-orang bisnis diharapkan bertindak secara etis dalam berbagai aktivitasnya dimasyarakat.

 

2.1.2        Faktor yang Mempengaruhi Etika

Pada dasarnya ada tiga faktor utama yang mempengaruhi etika yaitu (Bovee et al 2004):

  1. Cultural Difference

Sebagaimana telah diketahui bahwa tiap daerah, memiliki kebiasaan sendiri-sendiri, lain Negara lain pula kebiasaannya.

  1. Knowledge

Orang-orang yang mengetahui, dan berada dalam jalur pengambilan keputusan mencoba berusaha untuk tidak terlibat dalam masalah-masalah menyangkut masalah etika ini. Demikian pula anda jika sudah mengetahuinya bahwa perbuatan itu melanggar etika, maka jangan mau melakukannya, karena hal ini melanggar kata hati anda dan anda akan berhadapan dengan hukum.

  1. Organizational behavior

Pondasi kokoh dari sebuah etika bisnis adalah iklim yang berlaku pada sebuah organisasi. Ada organisasi yang betul-betul ketat menjaga etika, dan member pelatihan pada karyawannya agar selalu menjaga etika. Perusahaan besar banyak menerapkan kode etik ini.

 

2.1.3        Masalah yang Dihadapi dalam Etika Bisnis

Setidaknya ada tiga jenis masalah yang dihadapi dalam etika bisnis, yaitu:

  1. Sistematik

Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai system ekonomi, politik, hokum, dan system sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.

  1. Korporasi

Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini menyangkut pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.

  1. Individu

Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.

 

2.1.4        Teori-Teori Etika

Pada dasarnya teori etika dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Teori Dentologi

Dentologi berasal dari bahasa Yunani “Deon” berarti kewajiban. Etika dentologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Suatu tindakan itu baik bukan dinilai atau dibenarkan berdasarkan akibat atau tujuan baik dari tindakan yang dilakukan, melainkan berdsarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada diri sendiri. Dengan kata lain, bahwa tindakan itu bernilai moral kerena tindakan itu dilaksanakan terlepas dari tujuan  atau akibat dari tindakan itu.

  1. Teori Teleologi

Teologi berasal dari bahasa Yunani “telos” berarti tujuan. Jadi etika teologi yaitu etika yang mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.

 

2.1.5        Prinsip-Prinsip Etika Bisnis

Pada umumnya, prinsip-prinsip yang berlaku dalam bisnis yang baik sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari, dan prinsip-prinsip ini sangat berhubungan erat terkait dengan system nilai-nilai yang dianut di kehidupan masyarakat.

Menurut Sonny Keraf (1998) prinsip-prinsip etika bisnis adalah sebagai berikut:

  1. Prinsip otonomi

Prinsip otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak derdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.

  1. Prinsip kejujuran

Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.

  1. Prinsip keadilan

Prinsip ini menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama dengan aturan yang adil dan sesuai criteria yang rasional objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan.

  1. Prinsip saling menguntungkan (mutual benefit principle)

Prinsip ini menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa, sehingga menguntungkan semua pihak.

  1. Prinsip integritas moral

Prinsip integritas moral dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan maupun perusahaannya.

 

2.2  Norma

2.2.1        Pengertian Norma

Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Norma memberi pedoman tentang bagaimana kita harus hidup dan bertindak secara baik dan tepat, sekaligus menjadi dasar bagi penilaian mengenai baik buruknya perilaku dan tindakan kita.

 

 

2.2.2        Macam-Macam Norma

  1. Norma Khusus

Norma-norma Khusus adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan khusus

  1. Norma Umum

Aturan yang berlaku yang lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal. Adapun macam-macam norma umum meliputi:

a)      Norma Sopan santun

Norma sopan santun adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-hari.

b)      Norma Hukum

Norma hokum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

Norma hukum ini mencerminkan  harapan, keinginan dan keyakinan seluruh anggota masyarakat tersebut tentang bagaimana hidup bermasyarakat yang baik dan bagaimana masyarakat tersebut harus diatur secara baik

c)      Norma Moral

Norma Moral, yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia.

Norma moral ini menyangkut aturan tentang baik buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh ia dilihat sebagai manusia.

Ada beberapa ciri utama yang membedakan norma moral dari norma umum lainnya ( kendati dalam kaitan dengan norma hukum ciri-ciri ini bisa tumpang tindih) :

  • Kaidah moral berkaitan dengan hal-hal yang mempunyai atau yang dianggap mempunyai konsekuensi yang serius bagi  kesejahteraan, kebaikan dan kehidupan manusia, baik sebagai pribadi maupun sebagai kelompok.
  • Norma moral tidak ditetapkan dan/atau diubah oleh keputusan penguasa tertentu. Norma moral dan juga norma hukum merupakan ekspresi, cermin dan harapan masyarakat mengenai apa yang baik dan apa yang buruk. Berbeda dengan norma hukum, norma moral tidak dikodifikasikan, tidak ditetapkan atau diubah oleh pemerintah. Ia lebih merupakan hukum tak tertulis dalam hati setiap anggota masyarakat, yang karena itu mengikat semua anggota dari dalam dirinya sendiri
  • Norma moral selalu menyangkut sebuah perasaan khusus tertentu, yang oleh beberapa filsuf moral disebut sebagai perasaan moral (moral sense).

 

2.3  Pentingnya Etika dan Norma dalam Berbisnis

Sebelumnya kita harus mengetahui apa sebenarnya pengertian etika tersebut. Banyak definisi yang berkaitan dengan etika tetapi pada intinya etika adalah semua norma atau aturan umum yang harus diperhatikan dalam berbisnis yang merupakan sumber dari nilai-nilai yang luhur dan perbuatan yang baik.

Dalam berbisnis, pada kenyataannya tidak semua pelaku bisnis menyadari apa dampak ekonomi dan sosial dari apa yang mereka lakukan. Apalagi yang bersifat dampak tidak langsung, lebih tidak disadari lagi.

Etika bisnis sangat tergantung kepada iktikad baik. Hanya anda sendirilah yang mengetahui itikad baik ini, orang lain relatif sulit atau bahkan tidak akan tahu sama sekali.

Paling tidak ada dua aspek dari tolak ukur etika, walaupun pada kenyataannya sulit untuk mengukurnya, yaitu: (1) prinsip timbal balik, serta (2) itikad baik. Kedua hal ini adalah fondasi penting untuk etika bisnis atau melakukan bisnis yang fair dan jujur. Semuanya kembali kepada diri kita masing-masing, karena sekali lagi, etika itu sanksinya hanyalah sanksi moral, dan itu pun sering terlihat dalam jangka panjang, tidak langsung segera terasa. Prinsipnya adalah dalam jangka pendek, bisnis yang melanggar etika bisa jadi sangat menguntungkan, tetapi dalam jangka panjang bisa jadi akan bermasalah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Etika adalah semua norma atau aturan umum yang harus diperhatikan dalam berbisnis yang merupakan sumber dari nilai-nilai yang luhur dan perbuatan yang baik. Masalah yang dihadapi dalam etika bisnis, yaitu: (1) individu, (2) korporasi, dan (3) sistematik. Pada umumnya, prinsip-prinsip yang berlaku dalam bisnis yang baik sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari, dan prinsip-prinsip ini sangat berhubungan erat terkait dengan system nilai-nilai yang dianut di kehidupan masyarakat.

Norma adalah memberi pedoman tentang bagaimana kita harus hidup dan bertindak secara baik dan tepat, sekaligus menjadi dasar bagi penilaian mengenai baik buruknya perilaku dan tindakan kita.

Jenis norma dibagi menajadi dua, yaitu: (1) norma khusus, yaitu norma-norma khusus adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan khusus; (2) norma umum, yaitu aturan yang berlaku yang lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal.

Etika bisnis sangat tergantung kepada iktikad baik. Hanya anda sendirilah yang mengetahui itikad baik ini, orang lain relatif sulit atau bahkan tidak akan tahu sama sekali.

 

3.2  Saran

Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca, serta menambah pengetahuan tentang etika dalam berbisnis yang baik, tepat, dan benar. Makalah ini tidak luput dari kesalahan dalam penulisan maupun dalam tata bahasa, untuk itu kami minta kritik dan saran dari para pembaca untuk memperbaiki makalah kami, agar kedepannya makalah kami lebih baik lagi dari makalah yang sekarang ini. 

 

 

 

uas ipol jwaban baly

Nama                          : Ahmad Hambali

NIM                            : 1111015000068

Jurusan/ Semester     : P.IPS/ 2B

 

  1. Apakah ideologi itu? Dan jelaskan kelebihan dan kekurangan pancasila dari dua ideologi lainnya, dan bagaimana cara paling tepat menjadikan pancasila sebagai rujukan bersama semua warga negara indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehari-hari.

Ideologi, ideologi jika diartika secara harfiah yaitu dsar atau ide, dan berkembang menjadi suatu paham mengenai seperangkat nilai atau pemikiran yang dipegang oleh seorang atau sekelompok orang untuk menjadi pegangan hidup. Menurut Soejono Soemargono ideologi adalah kumpulan gagasan ide yang menyeluruh dan sistematis yang menyangkut bidang politik sosial budaya dan agama. Di Indonesia yang menganut ideologi pancasila yang merupakan ideologi yang menurut saya merupakan ideologi yang telah mencakup semua isi dan poin-poinnya, Pancasila yang merupakan ideologi yang dikemukakan oleh Soekarno sebagai pencetus ideologi bangsa dengan menjadikan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia yang isinya merupakan penggabungan dari poin-poin ideologi Liberalis, dan komunis, dari poin-poin tersebut lahirlah ideologi pancasila yang merupakan kesempurnaan dari kedua ideologi tersebut, dan juga mencirikan kehidupan dan budaya indonesia.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa ideologi pancasila memiliki kelebihan-kelebihan yaitu diantaranya, berketuhanan, sangat menghargai kemajemukan, menjunjung tinggi demokrasi musyawarah untuk mufakat, sedangkan untuk kekurangnnya yang saya lihat ideologi pancasila merupakan ideologi yang sangat baik, atau exelent, sedangkan ideologi Liberalis memiliki kelebihan diataranya: sangat menjunjung tinggi kebebasan manusia sebagai individu yang merdeka, sedangkan kekurangannya diantaranya : ideologi liberal tidak adanya UU atau dasar hukum sehingga masing-masing orang dapat dengan bebas, seseorang dapat saling makan-memakan, bertindak seluas-luasnya dalam bertindak dan mengambil keputusan, kesenjangan sosial yang sangat terlihat jelas dengan si kaya makin kaya dan simiskin makin miskin.

Untuk ideologi Komunisme yang merupakan ideologi yang mengutamakan kebersamaan dan kekeluargaan dalam melaksanakan kegiatan kehidupan, dalam sistem komunis negara memiliki kontrol penuh atas pengelolaan wilayah, infrastruktur, bahkan hajat hidup orang banyak yang bersifat absolute, sehingga terjadi pemerataan di kalangan masyarakat sehingga kesenjangan  sosial masyarakat kurang, sedangkan kekurangannya yaitu sifat ideologi tersebut sangat memaksa, dengan tidak mengenal dengan namanya tuhan, dan mengabaikan Hak Asasi.[1]

Ideologi pancasila yang merupakan ideologi yang kompleks yang digunakan di Indonesia, dan menjadi beberapa contoh untuk negara-negara berembang dikarenakan isi dari pancasila yang dapat menyatukan berbagai unsur di masyarakat, baik sosial, budaya, ekonomi, politik, dan Agama. Ideologi pancasila yang sekarang ini telah sedikit demi sedikit dilupakan oleh warganya sendiri yang cenderung berfikiran bebas seperti ideologi liberal yang merupakan efek dari globalisasi yang merupakan ketidak siapan masyarakat indonesia dalam menyambut globalisasi. Untuk itu ditetapkannya tanggal 1, oktober sebagai hari kesaktian pancasila yang bertujuan untuk menginagatkan kembali isi dari pancasila serta point-point penting dari pancasila yang menjadi identitas negara kita Indonesia, seiring semakin kurangnya perhatian masyarakat untuk mengamalkan pancasila maka diperlukan cara-cara untuk menjadikan pancasila sebagai rujukan semua warga negara Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun cara sehingga Pancasila dapat menjadi rujukan semua warga indonesia dalam kehidupan sehari hari yaitu diataranya dengan melakukan sosialisai mengenai isi-isi dari pancasila kepada masyarakat, dengan menyesuaikan kondisi kehidupan masyarakat, proses penenaman pancasila agar menjadi rujukan semua warga negara nya sendiri, dengan menganggap bahwa isi dari setiap sila pancasila tersebut merupakan suatu ketentuan yang memang harus dilaksankan dan dijalani sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan.

Proses untuk menjadikan semua hal tersebut diawali dengan SDM nya yang sudah siapkah dengan ideologi pancasila yang sudah sangat lama digunakan sejak zaman kemerdekaan hingga jaman sekarang ini, khususnya untuk anak muda maupun remaja yang sudah sedikit demi sedikit telah melupakan pancasila, yang apabila di tanya isi dari pancasila mereka cenderung lupa dan melupakannya.

Pemanfaatan media-media sangat membantu dalam proses untuk menjadikan pancasila dapat diingat dan diamalkan oleh setiap masyarakat, poin-poin atau isi dari pancasila dapat dengan mudah diserap oleh masyarakat karena masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan stimulasi-stimulasi isi pancasila karena sangat seringgnya pembahasan atau pemberitahuan  hal tersebut.

  1. Jelaskan  unsur-unsur persamaan dalam  Pancasila dan Demokrasi? Dan bagaimana menjadikan prinsip dan nilai demokrasi dan Pancasila seiring dan sejalan dalam praktik politik di Indonesia?

Demokrasi merupakan suatu istilah yang artinya rakyat berkuasa atau goverment by the people dari bahasa yunani yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/kratein yang berarti kekeuasaan/berkuasa[2].

Demokrasi yang merupakan dasar dari kebanyakan negara di dunia, menurut penelitian yang diselenggarakan UNESCO dalam tahun 1949 maka: “Mungkin pertama kalinya dalam sejarah demokrasi dinyatakan sebagai nama yang paling baik dan wajar untuk semua sistem organisasi politik dan sosial yang diperjuangkan oleh pendukung-pendukungnya yang berpengaruh.[3]

  Demokrasi yang menekankan pada prinsip dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, yang menjunjung tinggi kebebasan individu dan ham, demokrasi yang unsur-unsur diantaranya  yang berdasarkan pada kedaulatan rakyat, kepentingan umum merupakan unsur-unsur yang sama dimiliki oleh pancasila, unsur demokrasi dalam penerapan pancasila juga meliputi beberapa dasar, yang diantaranya berdasarkan kedaulatan rakyat, dan kepentingan umum, terbatas kekuasaannya, memiliki lembaga perwakilan, menjunjung tinggi hak asasi. Demokrasi dan pancasila yang merupakan suatu sistem yang dianut oleh bangsa Indonesia yang memiliki banyak kesamaan tersebut, dalam soal persamaan demokrasi. Dalam ajaran demokrasi, antara agama dan demokrasi , ataupun antara islam dan demokrasi merupakan suatu yang sangat sensitive, dikarenakan demokrasi tersebut terdapat bebrerapa macam, mulai dari demokrasi sekuler, otoriter, atau negara semidemokrasi, karena dalam penerapannya demokrasi kebanyakan yang berupa sekuler, dimana demokrasi pada sisitem sekuler ini mengenyampingkan dengan namanya agama dalam peraturan negara. Sebenernya dari ketiga sistem, yairu demokrasi sekuler, otoriter, atau semidemokrasi kesemuanya tidak ada yang mencirikan atau mengkategorikan indonesia. [4]

Demokrasi yang  dianut oleh bangsa Indonesia ialah demokrasi pancasila yang yang nilai-nilai dari demokrasi disesuaikan dengan isi dari nilai pancasila, tidak semua ajaran dari demokrasi diambil dan diterapkan dalam praktik politik di indonesia, contoh saja Agama, agama dalam sistem demokrasi merupakan suatu kebebasan setiap individu untuk melaksanakannya, dan tidak ada aturan khusus yang mengatur antara agama dan demokrasi, akan tetapi dalam pancasila agama tersebut dijadikan sebagai peraturan dan ditetapkan dalam UU yang penerapannya disesuaikan dengan agama, setiap peraturan yang akan dibuat akan selalu di lihhat dari berbagai aspek, diantaranya aspek agama, yang bertolak dengan ajaran demokrasi dimana peraturan tidak dapat dikaitkan dengan aturan agama. Di Indonesia yang masyarakatnya multikultural, baik agama, suku, ras, yang sangat beragam.

Dalam cara penyesuaian penerapan demokrasi dan pancasila seiring dan sejalan dengan politik indonesia kita perlu namaya penyesuaian, penyesuaian demokrasi yang sebenarnya jika disandingan dengan pancasila dalam perpolitikan indonesia merupakan hal yang pas, karena keduanya saling mengisi, dan poin-poin dari inti demokrasi dan pancasila telah menunjukkan atau mencerminkan kehidupan masyarakat indonesia itu sendiri.


[2] .Prof, Miriam, Budiardjo, dasar-dasar ilmu politik, (jakarta, PT. Gramedia Pustaka Utama:2008), hlm, 105

[3] ibid

[4][4] . denny. JA, demokrasi Indonesia visi dan praktek, (jakarta, pustaka sinar harapan: 2006) hlm, 166

politik dalam study islam

BAB I

Pendahuluan

 

  1. Latar Belakang kajian Social dan politik dalam islam

Kajian tentang social dan politik dalam islam didasarkan pada pandangan sebagai berikut:

  1. Islam pada hakekatnya membawa ajaran – ajaran yang bukan hanya mengenai satu segi, tetapi mengenai beberapa segi dari kehidupan manusia. Islam bukan hanya mengatur hubungan yang baik antara manusia dengan Tuhan, melainkan juga mengatur hubungan hubungan yang baik dengan manusia dan alam jagad raya.
  2. Ajaran islam yang berkenaan dengan hubungan manusia dengan tuhan dalam arti yang formal, khusus dan langsung diatur dalam ilmu tauhid, ilmu fiqih, dan ilmu tasawuf. Sedangkan hubungan manusia dengan manusia dalam arti yang formal, khusus dan diatur dalam ilmu social dan politik.
  3. Islam memiliki ajaran yang selain berhubungan dengan kewajiban yang bersifat individual yang disebut fardu ‘ain juga berhubungan dengan kewajiban yang bersifat kolektif yang disebut fardu kifayah.
  4. Di dalam alqur’an selain terdapat ayat – ayat yang menyuruh manusia agar saling berkenalan, melakukan kerja sama, tolong – menolong dan bersinergi, juga terdapat ayat – ayat yang menunjukan perlunya taat kepada pemimpin, keharusan pemimpin berbuat adil, memutuskan perkara dengan cara musyawarah, melindungi hak – hak asasi manusia, bersikap jujur, dapat dipercaya, berani menegakkan kebenaran, sehat jasmani dan rohani.
  5. Adanya keinginan yang kuat dari seluruh masyarakar didunia untuk mewujudkan keadaan tatanan kehidupan social politik masing – masing Negara yang lebih tertib, aman, damai, harmonis, dan sejahtera. Untuk mewujudkan keadaan yang demikian itu, masing – masing.

 

  1. Rumusan masalah

Beranjak dari hal di atas maka dalam makalah ini akan membahas tentang pengertian social dan politik, prinsip – prinsip atau hukum – hukum social dan politik dalam pengelolaan politik dan dari segi islam, islam dan politik modern, perkembangan awal politik modern, ekspansi barat pada titik respon kaum muslimin, sekularisasi politik islam, islam dan nation states, dan islam postmodern, dan peran pendidikan Islam dalam pembentukan budaya politik.

 

  1. Tujuan penulisan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar pembaca dapat memahami pengertian social dan politik dari berbagai prinsip atau hukum mengenai pengelolaan social dan politik dari segi islam, karena ilmu social dan politik adalah ilmu yang sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari – hari di masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

Pembahasan

 

A. Pengertian social politik

Kata social politik masing – masing berasal dari bahasa Inggris. Kata social, berasal dari kata social, yang secara harfiah berarti pertemuan, silaturahmi, ramah tamah, peramah, senang sekali bergaul, kemasyarakatan, dan ramah tamah. Sedangkan kata politk berasal dari kata politic yang berarti bijaksana. Dalam bahasa arab kata social merupakan terjemahan dari kata isyrirakiyah yang berasal dari kata isytaraka yang berarti partnership atau berkawan, co-operation (kerjasama), collaboration (bergabung menjadi satu), yang kemudian menjadi kata isytirakiyah yang socialism yang artinya paham tentang masyarakat. Sedangkan kata politik berasal dari kata siyasah yang berarti administration (pengaturan), management (pengelolaan), policy (kebijakan), diplomacy (diplomasi atau perdebatan argumentative untuk memperjuangankan misi.[1]

Berdasarkan pengertian kebahasaan tersebut, dapat diketahui bahwa social adalah perilaku manusia yang berkaitan dengan hubungan antara sesama manusia, tolong menolong, kerjasama, ikut serta, dan kepedulian terhadap orang lain. Sedangkan politik adalah perilaku manusia yang pemanfaatan, penentuan kebijakan, siasat atau kecerdikan akal dalam mengatur kekuasaan dan ketatanegaraan. Dengan demikian antara social dan politik sangat erat hubungannya, yakni sama – sama mengatur dan mengelola manusia dari segi kepentingan sosialnya, maupun dari segi kekuasaan, wewenang dan kebijakan.

Selanjutnya, social dan politik menjadi sebuah disiplin ilmu  yang memiliki ruang lingkup, metode penelitian dan pengembangannya, tujuan, peran, dan fungsinya. Ilmu social atau selanjutnya disebut sosiologi adalah ilmu yang membahas tentang “das’Sein” dan bukan “das sollen”. Sosiologi menyelidiki masyarakat serta perubahannya menurut keadaan kenyataan.

 

  1. Prinsip – prinsip / hukum – hukum social dan politik dalam islam

Dalam upaya menegakkan system social dan politik yang menjamin terwujudnya kesejahteraan masyarakat, ketertiban, keamanan, keharmonisan, dan kedamaian. Maka islam telah meletakan prinsip – prinsip atau hukum – hukum yang seharusnya ditegakan dalamm system social dan politik tersebut. Kedua prinsip – prinsip atau hukum- hukum dapat dikemukakan sebagai berikut :

  1. Prinsip – prinsip atau hukum – hukum social

Menurut H.M Quraish syihab, Al-qur’an sarat dengan uraian tentang hukum – hukum yang mengatur lahir, tumbuh dan runtuhnya suatu masyarakat mencakup hal – hal sebagai berikut :

  1. Perubahan sikap mental

Dengan mengacu kepada ayat yang artinya : sesungguhnya allah tidak akan mengubah apa yang terdapat pada ( keadaan) satu kaum (masyarakat) sehingga mereka mengubah apa yang terdapat dalam diri ( sikap mental) mereka. (Q.S Al-Ra’d, 12:11) yakni jika suatu masyarakat sikap mentalnya berubah dari yang buruk kepada yang baik, dari yang biadab menjadi beradab, dari yang semaunya menjadi yang disiplin, maka bangsa tersebut akan mengalami kejayaan.

  1. Perubahan akhlak

Dalam kaitan ini tepat sekali uangkapan Syauki Bey yang mengatakan : innama al-umamu akhlaaqu maa baqiyat wa in hukum zahabat akhlaqukum zahabuu. Artinya: maju mundurnya suatu bangsa amat bergantung pada akhlaqnya, jika akhlaq bangsa tersebut baik, maka baik pula bangsa tersebut, dan jika akhlaq bangsa tersebut rusak maka rusak pula bangsa tersebut.

  1. Saling kerjasama

Suatu masyarakat yang didalamnya terdapat semangat kerjasama yang harmonis dalam berbagai bidang kebaikan, maka masyarakat tersebut akan dijamin akan mencapai kemajuan. Prinsip kerjasama ini perlu dilakukan, karena didalam masyarakat sebagaimana dikemukakan para filosof, seperti aristoteles, ibnu khaldun terdiri dari berbagai lapisan social yang disebabkan karena perbedaan bakat, kecerdasan serta persyaratan intelektual, fisik, mental dan sebagainya. Namun dalam islam adanya perbedaan ini dimaksudkan bukan untuk saling mengejek atau menjatuhkan, melainkan untuk saling membantu.

  1. Saling menghormati

Islam mewajibkan kepada setiap anggota masyarakat untuk salling menghormati antara satu dengan lainnya, dan jangan sekali – kali mengejeknya. Hal ini didasarkan pada pandangan, bahwa setiap manusia adalah ciptaan Allah SWT yang paling mulia, dan karenanya mereka harus dihormati.

 

  1. Prinsip – prinsip atau hukum – hukum dalam pengelolaan politik

Adapun prinsip – prinsip atau hukum – hukum dalam mengelola kekuasaan atau politik dapat dikemukakan sebagai berikut :

  1. Amanah secara harfiah artinya kepercayaan atau titipan dari seseorang untuk disampaikan kepada orang yang seharusnya mendapatkan titipan tersebut. Kekuasaan yang dimiliki seseorang pada hakikatnya adalah amanah yang Allah titipkan orang tersebut untuk disampaikan kepada orang yang berhak menerimanya.
  2. Musyawarah secara harfiah musyawarah artinya membicarakan atau membahas sesuatu sebelum diputuskan menjadi suatu kebijaksanaan dengan melibatkan berbagai pihak yang terkena kebijakan tersebut. Dengan musyawarah ini, selain akan menghasilkan keputusan atau kebijakan yang matang, komprehensif dan memperhatikan kepentingan semua pihak, juga akan menyebabkan kebijakan tersebut menjadi milik bersama, dan karenanya akan didukung pelaksanaanya.
  3. Ketaatan kepada pemimpin

Ketaatan kepada pemimpin dapat diartikan sebagai sikap yang mengikuti dan mematuhi segala kebijakan, undang – undang dan peraturan yang ditetapkan pemimpin dalam rangka mewujudkan kesejahteraan bersama. Misalnya mematuhi ketentuan membayar pajak, mendirikan bangunan, mengembangkan usaha, memyelenggarakan kegiatan pendidikandan lain sebagainya.

  1. Keadilan dan kebaikan

Keadilan dan kebaikan adalah memberikan perlakuan, pelayanan, perhatian bimbingan, bantuan, kesempatan dan lain sebagainya kepada seseorang sesuai dengan peran dan konstribusi yang diperankannya.

  1. Egaliter atau persamaan derajat

Dalam konteks system ketatanegaraan atau pemerintahan, egaliter atau persamaan derajat dimaksudkan adalah bahwa pemerintah atau pemimpin memperlakukan rakyat yang dipimpinnya secara merata, tanpa membeda – bedakannya atau tanpa bersikap diskriminatif.

  1. Hubungan antara umat dari berbagai Agama

Menciptakan hubungan yang baik dan harmonis antar umat dari berbagai agama adalah merupakan agenda yang harus dilaksanakan oleh pemerintah, karena agama berkaitan dengan keyakinan yang memiliki aspek sensitifitas yang tinggi dan bisa menjadi alat pemicu terjadinya konflik jika tidak dikelola dan disinergikan dengan baik[2].

Tentang pentingnya menegakkan prisip – prinsip atau hukum – hukum social dan politik sebagaimana tersebut diatas telah menjadi perhatian diantara para pakar politik islam dari sejak zaman klasik hingga zaman kontemporer saat ini.

  1. Islam dan politik modern

Persoalan antara islam dan Negara dalam masa modern merupakan salah satu subjek penting, yang meski telah diperdebatkan para pemikir islam sejak hampir seabad lalu hingga dewasa ini, tetap belum terpecahkan secara tuntas.

Keragaman bentuk kenegaraan dan pengalaman politik “Negara-negara islam” dewasa ini selain bersumber dari perkambangan pemikiran dan perbadaan pendapat dikalangan para pemikir politik muslim tentang hubungan antara din dan dawlah dalam masa modern, harus diakui juga banyak dipengaruhi tingkat kedalaman pengaruh barat atas wilayah muslim tertentu.

Era modern adalah salah satu masa krisis terberat dalam sejarah masyarakat islam. Krisis ini muncul bukan hanya disebabkan suasana malaise dikalangan umat islam, tetapi lebih – lebih lagi karena kontak dan perbenturan dengan kekuatan politik dan militer eropa, yang terus menanjak sejak akhir abad ke-18. Eropa sejak periode ini mempunyai kekuatan yang memadai untuk langsung menantang kaum muslimin. Ekspansi imperialism dan kolonialisme eropa ke wilayah – wilayah islam tak hanya menciptakan disintegrasi politik islamdom, tetapi lebih jauh lagi mengoncangkan jati dirinya[3].

 

  1. Perkembangan awal islam modern

Tinjauan terhadap hubungan antara islam dengan politik dan system ketatanegaraan pada masa – masa awal islam mengungkapkan fakta sejarah yang sangat kaya sekaligus kompleks. Dengan demikian, pada dasarnya dalam islam tidak ada pemisahan antara agama (din) dan politik (siyasah). Pada masa awal islam, setelah hijrah ke madinah, Nabi membangun satu bentuk Negara – kota (city-states) dimadinah yang bersifat ketuhanan. Dalam perjalanan sejarah, dari bentuk Negara semacam itu berkembang konsep yang disebut sementara pemikir politik islam, semacam al-mawdudi, sebagai Negara theo-demokratik, karena juga berdasarkan pada prinsip syura ( musyawarah ). Dalam membuat keputusan, nabi Muhammad sebagai pemimpin politik Negara muslim tidak jarang meminta masukan dari sekelompok kecil elit pengikutnya ( sahabat ). Prinsip syura dan piagam madinah yang diantara lain, menjamin kebebasan beragam dikalangan warga Negara madinah, sering dikemukakan banyak sarjana muslim dan bahkan beberapa sarjana barat sebagai bukti adanya demokrasi dalam system kenegaraan klasik.

 

  1. Ekspansi barat : respon kaum muslimin

Respon kaum muslimin terhadap kekuatan dan dominasi eropa Kristen berkisar dari penolakan sampai adaptasi, dari penarikan diri sampai akulturasi dan penarikan islam. Bagi banyak kalangan, pemerintah colonial telah mengubah wilayah yang semula dikuasai islam (Dar al-islam) menjadi wilayah peperangan (Dar-al-harb, yakni wilayah non islam. Beberapa pemimpin muslim menganggap bahwa respon paling tepat terhadap ancaman asing adalah perang suci (jihad) atau hijrah ke wilayah muslim. Sebagai missal, di india abad ke 19,  syah abd al-aziz, putra tokoh reformasi terkenal wali Allah, mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa india –yang pada saat  itu berada dibawah kekuasaan inggris-  adalah wilayah perang dan jihad atau hijrah merupak respon paling tepat dalam menghadapi situasi tersebut. Sementara beberapa kalangan muslim memutuskan untuk hijrah ke wilayah muslim, sebagian muslim lainnya memilih bergabung ke dalam barisan jihad.

Meski demikian, mayoritas kalangan tradisionalis menyerukan kebijakan isolasi kebudayaan yakni penarikan diri dan non kooperasi. Mereka menyamakan semua bentuk kerjasama politik dengan barat atau adaptasi terhadap kebudayaan barat dengan pengkhianatan atau penyerahan diri.

  1. Sekularisasi politik islam

Proses sekularisasi oleh pemerintah – pemerintah muslim pada akhir abad ke 19 diikuti dengan gerakan modernism islam didunia arab dan amak benua india. Para pembaru sekuler cendrung mendukung gagasan pemisahan agama dari politik karena, bagi mereka, islam hanya terbatas pada masalah moral dan pribadi. Mereka berpaling kebarat untuk memperbaharui segi sosio-politik dalam kehidupan mereka.

Namun, selama paruh kedua abad ke-19 itu juga muncul satu generasi mujadidd (pembaru atau lebih tepatnya modernis) islam, seperti jamal al-di al-afghani dan Muhammad abduh yang berusaha mempersatukan dan memperkokoh masyarakat – masyarakat muslim melalui upaya pembaruan iman dan masyarakat itu sendiri. Dengan bekal pengetahuan mengenai kekuatan ilmiah dan politik yang dimiliki barat modern, kaum modernis menjauhkan diri dari kecenderungan penolakan yang yang diidap kalangan konservatif religious. Mereka sekaligus menolakan gagasan dan kebijakan sekuler yang diperjuangkan oleh elite muslim yang terlalu terorientasi kebarat (westernis)

 

  1. Islam dan nation states

Konsep nation states berdasar pada criteria – criteria etnisitas, kulltur, dan bahasa dan wilayah. Konsekuensinya, politik yang tercakup dalam nation states bersatu dengan mengabaikan garis – garis religious. Konsep ini jelas dan tidak selaras dengan teori kultur politik islam pra-modern. Pada tingkat intitusionalisme, national – states berbenturan dengan “kekhalifahan” suatu institusi politik yang menegaskan bahwa semua wilayah dar al-islam pada dasarnya merupakan suatu religiously based super states –negara yang terbentuk bukan atas dasar etnisitas, kultur dan bahasa atau kedudukan geografis- melainkan keimanan.

Jelaskan bahwa salah satu konsekuasi penting dari gagasan nation – states dan nationelisme diatas adalah liberalism politik dari control atau pengaruh islam, atau lebih sempit lagi, syariah. System Negara kebangsaan modern yang menekankan kesetian kebangsaan ketimbang persaudaraan islam (ukhuwah islamiyah), karena itu para pemikir modernis dan westernis berupaya melakukan liberalism syariah agar sesuai dengan semangat dunia modern.

Islam menyatukan antara ideal-ideal absolut dan realitas nisbi. Ideal-ideal ini diabstraksikan dalam ajaran-ajaran dan doktrin-doktrin syariah. Realitas merupakan kejadian-kejadian material dan situasional yang melingkupi kehidupan manusia. Sedangkan keberagamaan adalah kepercayaan psikis terhadap doktrin-doktrin kebenaran yang absolut, dan usaha kesejarahan merupakan upaya mendekatkan realitas dengan doktrin-doktrin, mengkontekstualkan iman dalam bentuk realitas yang paling ideal, dan selanjutnya berusaha terus menerus mengembangkan keagamaan menuju titik kesempurnaan ideal.[4]

 

  1. Islam dan politik postmodern

Gejala postmodernisme dalam masyarakat muslim sebenarnya bersifat a-historis dan a-sosiologis. Ini sama dengan a-historis dan a-sosiologisnya proyek modernism dalam masyarakat muslim. Modernism dalam masyarakat muslim, sebagaimana diketahui, bersumberdari eropa (atau barat umumnya), ia bermula ketika barat melakukan penetrasi militer, cultural, dan intelektual ke berbagai kawasan masyarakat muslim. Meski islam sebenarnya mengandung unsur – unsur modernism, tetapi jelas bahwa modernism sebagai fenomena epistemology dan sosiologis – semacam rasionalisme, anthroposentrisme dan bahkan sekularisme- lagi – lagi bersumber dari barat. Pola dasar (prototype) modernism bersumber dari pengalaman barat, bukan doktrin islam as such atau pengalaman historis masyarakat – masyarakat islam itu sendiri di masa lampau.

Kerangka postmedernisme gagal atau tidak sepenuhnya bisa diterapkan untuk menjelaskan fenomena keagamaan islam, baik di masa lampau maupun dimasa kontemporer. Ini adalah kelemahan pokok penerapan konsep postmodernisme yang dipahami sebagai periodesasi historis dalam perkembangan kebudayaan dan peradaban manusia. Tetapi jika postmodernisme dipahami sebagai epistemologis, maka gejala semacam fundamentalisme wahabiyah akan syah saja dipandang sebagai sebuah “gerakan postmodernisme”. Namun ini tentu saja kontradiksi dengan konsep postmodernisme sebagai periodesasi perkembangan peradaban.

  1. Peran Pendidikan Islam dalam pembentukan Budaya Politik

Salah satu aspek penting dalam pendidikan Islam adalah aspek politik. Aspek ini mengandaikan hubungan antara masyarakat (sebagai peserta didik) dengan pemerintah, sistim pemerintah, hubungannya dengan negara, antar organisasi dan sebagainya. Atas dasar ini, antara pendidikan Islam dengan politik punya hubungan erat yang sulit untuk dipisahkan. Oleh sebab itu, politik pada hakikatnya adalah bagian daripada umat manusia yang ada di muka bumi ini. Keduanya tidak bisa dipisahkan dari keterpaduannya dengan berbagai aspek kehidupan. Bukan saja menyangkut kehidupan satu aspek umat manusia saja baik secara sadar maupun tidak sadar, tiap manusia melakukan tindakan politik serta berada dalam lingkungan yang disebut sistim politik.

Di Indonesia, munculnya madrasah merupakan konsekuensi dari proses modernisasi “surau” yang cenderung disebabkan oleh terjadinya tarik-menarik antara “kemasyarakatan” dan pengaruh orientasi organisasi. madrasah yang didirikan oleh Muhammadiyah memiliki corak ke-Muhammadiyah-an. Demikian pula madrasah-madrasah yang dikelola oleh NU, orientasi pendidikannya pasti menitikberatkan pada kemurnian mazhabnya. Konsekuensi dari keragaman orientasi pendidikan tersebut adalah munculnya para tokoh formal dan informal yang memiliki pemikiran dan pergerakan politik yang berbeda. Pendidikan mungkin bukan merupakan faktor yang penting bagi timbulnya perbedaan watak politik yang bersifat “intra-generasional”, tetapi pendidikan merupakan faktor yang bersifat menentukan bagi timbulnya perbedaan budaya politik yang bersifat “inter-generasional”. Institusi pendidikan bisa membentuk karakter dan kepribadian seseorang dan ujung-ujungnya memiliki paradigma berpikir yang berbeda.

Pendidikan politik sebagaimana yang sudah diuraikan berlangsung pada intens pada jenjang perguruan tinggi (universitas). Kenyataannya ini sangat mudah dipahami. Universitas memiliki mahasiswa yang sudah matang dan siap untuk terlibat secara langsung dalam proses-proses politik yang sedang berlangsung. Mahasiswa merupakan bagian atau lapisan masyarakat yang potensial untuk menjadi lahan rekruitmen politik. Karena itu juga mahasiswa sangat rawan terhadap manipulasi politik. Aksi-aksi demonstrasi oleh kebanyakan mahasiswa juga tidak sepenuhnya murni. Aktivitas mahasiswa yang demikian ini, muncul terutama bukan disebabkan pendidikan politik yang sedang berlangsung di universitas tempat mereka mengalami pendidikan. Melainkan lebih bersumber dari lembaga-lembaga (organisasi) ekstra universitas.

Pendidikan merupakan aksi politik baik pada jenjang universitas, pendidikan menengah dan pendidikan dasar. Karena politik merupakan faktor pendidikan. Dengan kata lain, aksi pendidikan mempunyai ciri politis dan tindakan politik mempunyai sifat mendidik. Dunia pendidikan secara alamiah bersifat politik. Politik merupakan ruhnya pendidikan dan demikian juga berlaku pada pendidikan Islam. Pendidikan politik mempunyai kedudukan yang sangat erat dalam sejarah Islam Islam, khususnya dalam sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Upaya untuk melakukan pembaruan pendidikan Islam sebagaimana dialami oleh beberapa organisasi dalam Islam dinilai sangat politis. Dikatakan politis karena pembaruan ataupun modermisasi pendidikan Islam di Indonesia sering menggunakan tangan birokrasi agar gerakan mewujudkan cita-cita pembaruan atau modernisasi tersebut dapat tercapai.

Ilmu politik Islam secara global dapat dipahami sebagaimana ilmu politik pada umumnya, hanya saja ia membatasi dirinya pada pendasaran penggalian ide-ide politik pada sumber pokok hukum Islam, yaitu Al Quran dan sunnah Nabi SAW, sehingga kalau ada pendapat bahwa semua politik itu kotor, sungguh tidak benar sama sekali. Politik adalah suatu kebijakan yang diambil untuk kebaikan bersama. Suatu kebijakan tidak mungkin diambil untuk tujuan yang kotor dan tidak baik. Andaikata fakta berbicara bahwa politik itu mendatangkan kekotoran, ketidakjujuran, maka hal demikian bukanlah politik. Tapi suatu tindakan kotor yang mengatasnamakan politik.

Dalam pandangan Islam, politik pendidikan nasional kita haruslah: pertama, membangun iman. Tujuan pendidikan menurut Islam adalah membangun iman manusia, meningkatkan ketakwaan, berakhlak mulia, menguasai ilmu, beramal saleh dan berbuat kebaikan. Jadi, melihat kehidupan politik kita dewasa ini, pendidikan Islam harus berbuat sesuatu untuk melahirkan suatu budaya politisi baru yang tidak keluar dari tujuan pendidikan Islam itu. Budaya politik yang akan mendorong para politisi kita untuk bertindak secara bersih, jujur dan cerdas. Memang tentu saja budaya politik yang patriotik tidak akan pernah ada. Selalu akan tetap terdapat unsur-unsur hedonistik dalam budaya politik yang “paling baik” pun. Akan tetapi, persoalannya bukan mengembangkan budaya politik yang bersih dari cacat, melainkan mengurangi sejauh mungkin unsur-unsur hedonistik dan mengoptimumkan watak humanistic-patriotik dalam budaya politik yang akan dibangun bangsa.

Pendidikan Islam, merupakan wahana yang harus dipergunakan untuk melahirkan generasi politik baru di kalangan muslim Indonesia yang akan membentuk budaya politik baru. Lahirnya generasi politik yang baru di masa depan, generasi politik yang lebih humanistik, patriotik, santun, bersih, serta cerdas daripada generasi politik yang ada sekarang ini, amat bergantung pada dua hal: kuat lemahnya keinginan kita untuk melahirkan budaya politik baru dan kuat lemahnya keyakinan kita bahwa pendidikan dapat berbuat sesuatyu untuk melahirkan generasi politik yang akan mampu mengembangkan budaya politik baru tadi. Mudah-mudahan tulisan ini dapat merangsang pemikiran yang segar dalam masyarakat mengenai peranan pendidikan Islam dalam membentuk masa depan bangsa.[5]

 

 

 

BAB III

Penutup

 

  1. Kesimpulan

 

Baik secara normative maupun secara historis, islam memiliki perhatian yang besar terhadap masalah social dan politik. Perhatian ini ditunjukan dalam rangka menciptakan keadaan kehidupan social yang aman, tertib, damai, harmonis dan sejahtera lahir dan batin. Ilmu social dan ilmu politik memiliki hubungan yang amat erat, pada mulanya ilmu politik termasuk kedalam ilmu social, akan tetapi dilihat dari segi objek, metode penelitian, sasaran, dan tujuannya, antara ilmu social dan ilmu politik saling bersamaan, yakni mengkaji masalah – masalah yang bersifat empiric, sasaran dan tujuannya untuk menciptakan keadaan masyarakat yang aman, tertib, damai, harmonis, dan sejahtera.

Islam menyatukan antara ideal-ideal absolut dan realitas nisbi. Ideal-ideal ini diabstraksikan dalam ajaran-ajaran dan doktrin-doktrin syariah. Realitas merupakan kejadian-kejadian material dan situasional yang melingkupi kehidupan manusia. Sedangkan keberagamaan adalah kepercayaan psikis terhadap doktrin-doktrin kebenaran yang absolut, dan usaha kesejarahan merupakan upaya mendekatkan realitas dengan doktrin-doktrin, mengkontekstualkan iman dalam bentuk realitas yang paling ideal, dan selanjutnya berusaha terus menerus mengembangkan keagamaan menuju titik kesempurnaan ideal.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Nata Abuddin,2011. Study Islam Komprehensif, Jakarta:FITK Press UIN Syarif Hidayatullah

Azra Azyumardi,1996. Pergolakan Politik Islam, Jakarta:Paramadina

Effendy Bahtiar,2000. Politisasi Islam, Bandung:Mizan

Nasution Harun,1974. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya  Jilid I, Jakarta: UI Press, hal.2

http://syamsulkurniawan.blogspot.com/2008/03/peranan-pendidikan-islam-dalam.html

http://www.google.co.id/tanya/thread?tid=07a4f5ec52dbe901


[1] Abuddin Nata, Study Islam Komprehensif, Jakarta, 2011

[2] Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya  Jilid I, (Jakarta: UI Press, 1974), hal.24.

[3] Azyumardi Azra, Pergolakan Politik Islam. Jakarta:1996

Provinsi BaBel dan Museum Migas

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang
    1. Provinsi Bangka Belitung

Provinsi Bangka Belitung secara geografis berada di selatan pulau sumatra, BABEL merupakan wilayah yang dikelilingi oleh laut maupun selat, yaitu sebelah utara berbatasan dengan laut Natuna, sebelah timur dengan selat Karimata, sebelah selatan dengan laut Jawa, dan sebelah barat dengan selat Bangka. Bangka Belitung merupakan wilayah yang terkenal dengan hasil timahnya sejak abad ke-16, yang dikenal sebagai Muntok White Paper.

Provinsi BaBel ini merupakan provinsi yang memiliki keindahan alam yang bagus, dengan objek wisata pantainya yang sudah dikenal oleh mancanegara, di bangka belitung pantainya berpasir putih dan  banyak terdapat batu-batu granit raksasa. Keragaman etnis dan harmoni penduduknya menjadi salah satu daya tarik, disamping keanekaragaman budaya dan keindahan alamnya, serta peninggalan-peninggalan sejarah bawah lautnya

 

  1. Museum Graha Widya Patra (Museum Minyak Dan Gas Bumi)

Pentingnya akan pemahaman terhadap minyak gas yang dimana merupakan salah satu energi yang tidak dapat diperbaharui merupakan salah satu hal wajib yang perlu masyarakat banyak tau untuk itu pada saat Konvensi Indonesian Petroleum Assosiation ke XIV pada tanggal 8 Oktober 1985 dan bertepatan dengan peringatan 100 tahun usaha pertambangan minyak dan gas maka dibuatlah museum Graha Widya Patra.

  1. B.     Rumusan Masalah

1)      Bagaimana kondisi Geografi Bangka Belitung ?

2)      Sejarah Bangka Belitung ?

3)      Bagaimana kondisi sosial budaya Bangka Belitung ?

4)      Bagaimanakah sejarah perkembangan Minyak Bumi dan Gas di Indonesia ?

5)      Bagaimanakah proses produksi Minyak Bumi dan Gas ?

  1. C.    Tujuan Observasi

1)      Untuk menjelaskan Kondisi Geografi Bangka Belitung

2)      Untuk menjelaskan objek-objek wisata di Bangka Belitung

3)      Untuk menjelaskan kebudayaan-kebudayaan masyarakat Bangka Belitung

4)      Untuk menjelaskan kondisi perekonomian masyarakat Bangka Belitung

5)      Untuk menjelaskan sejarah perkembangan Minyak Bumi dan Gas di Indonesia

6)      Untuk menjelaskan proses produksi Minyak Bumi dan Gas

  1. D.    Tempat dan waktu pelaksanaan Observasi

Observasi lapangan ini dilaksanakan pada hari sabtu 12 mei 2012 di Taman Mini Indonesia Indah pada pukul 11.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB


 

BAB II

BANGAKA BELITUNG

 

  1. A.    Kondisi Geografi Bangka Belitung

Letak wilayah Bangka Belitung

 

  1. Letak Geografis

Pulau Bangka terletak di sebelah pesisir Timur Sumatera Selatan, berbatasan dengan Laut China Selatan di sebelah utara, Pulau Belitung di timur dan Laut Jawa di sebelah selatan yaitu 1°20’-3°7 Lintang Selatan dan 105° – 107° Bujur Timur memanjang dari Barat Laut ke Tenggara sepanjang ± 180 km. Pulau ini terdiri dari rawa-rawa, daratan rendah, bukit-bukit dan puncak bukit terdapat hutan lebat, sedangkan pada daerah rawa terdapat hutan bakau. Rawa daratan pulau Bangka tidak begitu berbeda dengan rawa di pulau Sumatera, sedangkan keistimewaan pantainya dibandingkan dengan daerah lain adalah pantainya yang landai berpasir putih dengan dihiasi hamparan batu granit.

  1. Luas Wilayah

Kabupaten Bangka mempunyai luas wilayah ± 2.950,68 km², dengan jumlah penduduk tahun 2010 sebanyak 1.223.296 jiwa yang mencakup mereka yang bertempat tinggal di daerah perkotaan sebanyak 602.106 jiwa (49,22%) dan di daerah pedesaan sebanyak 621.190 jiwa (50,78%). Batas wilayah Kabupaten Bangka adalah sebagai berikut :

  • Sebelah utara berbatasan dengan Laut Natuna
  • Sebelah timur berbatasan dengan Laut Natuna dan SelatGaspar
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Kota Pangkal Pinang
  • Sebelah barat berbatasan dengan Bangka Barat, selat Kerabat

 

  1. 3.      Kondisi Topografi

            Keadaan alam Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagian besar merupakan dataran rendah, lembah dan sebagian kecil pegunungan dan perbukitan. Ketinggian dataran rendah rata-rata sekitar 50 meter di atas permukaan laut dan ketinggian daerah pegunungan antara lain untuk Gunung Maras mencapai 699 meter di Kecamatan Belinyu (P. Bangka), Gunung Tajam Kaki ketinggiannya kurang lebih 500 meter diatas permukaan laut di Pulau Belitung. Sedangkan untuk daerah perbukitan seperti Bukit Menumbing ketinggiannya mencapai kurang lebih 445 meter di Kecamatan Mentok dan Bukit Mangkol dengan ketinggian sekitar 395 meter di atas permukaan laut di Kecamatan Pangkalan Baru.

Keadaan tanah Kepulauan Bangka Belitung secara umum mempunyai PH atau reaksi tanah yang asam rata-rata dibawah 5, akan tetapi memiliki kandungan aluminium yang sangat tinggi. Di dalamnya mengandung banyak mineral biji timah dan bahan galian berupa pasir, pasir kuarsa, batu granit, kaolin, tanah liat dan lain-lain. Keadaan tanah terdiri dari:

  • Podsolik dan Litosol: Warnanya coklat kekuning-kuningan berasal dari batu plutonik masam yang terdapat di daerah perbukitan dan pegunungan, kuarsa, batu granit, kaolin, tanah liat dan lain-lain.
  • Asosiasi Podsolik: Warnanya coklat kekuning-kuningan dengan bahan induk kompleks batu pasir kwarsit dan batuan plutonik masam.
  • Asosiasi Aluvial, Hedromotif dan Clay Humus serta regosol: Berwarna kelabu muda, berasal dari endapan pasir dan tanah liat.
  1. 4.      Keadaan Musim

Kepulauan Bangka Belitung memiliki Iklim tropis dengan musim hujan rata-rata terjadi pada bulan Oktober sampai bulan April. Musim penghujan dan kemarau di pulau tersebut dipengaruhi oleh dua musim angin yaitu angin muson Barat dan angin muson Tenggara, angin muson barat yang basah terjadi pada bulan November, Desember, dan Januari yang mempengaruhi bagian utara pulau Bangka, sedangkan angin muson tenggara yang datangnya dari laut Jawa mempengaruhi cuaca bagian selatan pulau Bangka.

 Daerah Kepulauan Bangka Belitung dihubungkan oleh perairan laut dan pulau-pulau kecil. Secara keseluruhan daratan dan perairan Bangka Belitung merupakan satu kesatuan dari bagian dataran Sunda, sehingga perairannya merupakan bagian Dangkalan Sunda (Sunda Shelf) dengan kedalaman laut tidak lebih dari 30 meter.

Sebagai daerah perairan, Kepulauan Bangka Belitung mempunyai dua jenis perairan, yaitu perairan terbuka dan perairan semi tertutup. Perairan terbuka yang terdapat di sekitar pulau Bangka terletak di sebelah utara, timur dan selatan pulau Bangka. Sedangkan perairan semi tertutup terdapat di selat Bangka dan teluk Kelabat di Bangka Utara. Sementara itu perairan di pulau Belitung umumnya bersifat perairan terbuka.

Di samping sebagai daerah perairan laut, daerah Kepulauan Bangka Belitung juga mempunyai banyak sungai seperti : sungai Baturusasungai Buluhsungai Kotawaringinsungai Kampasungai Layangsungai Manise dan sungai Kurau.

  1. B.     Sejarah Bangka Belitung

Wilayah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, terutama Pulau Bangka berganti-ganti menjadi daerah taklukan Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Setelah kapitulasi dengan Belanda, Kepulauan Bangka Belitung menjadi jajahan Inggris sebagai “Duke of Island”. 20 Mei 1812 kekuasaan Inggris berakhir setelah konvensi London 13 Agustus 1824, terjadi peralihan kekuasaan daerah jajahan Kepulauan Bangka Belitung antara MH. Court (Inggris) dengan K. Hcyes (Belanda) di Muntok pada 10 Desember 1816. Kekuasaan Belanda mendapat perlawanan Depati Barin dan putranya Depati Amir yang di kenal sebagai perang Depati Amir (1849-1851). Kekalahan perang Depati Amir menyebabkan Depati Amir diasingkan ke Desa Air Mata Kupang NTT. Atas dasar stbl. 565, tanggal 2 Desember 1933 pada tanggal 11 Maret 1933 di bentuk Resindetil Bangka Belitung Onderhoregenheden yang dipimpin seorang residen Bangka Belitung dengan 6 Onderafdehify yang di pimpin oleh Ast. Residen. Di Pulau Bangka terdapat 5 Onderafdehify yang akhirnya menjadi 5 Karesidenan sedang di Pulau Belitung terdapat 1 Karesidenan. Di zaman Jepang,   Karesidenan Bangka Belitung di perintah oleh pemerintahan Militer Jepang yang disebut Bangka Beliton Ginseibu.

Setelah Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, oleh Belanda di bentuk Dewan Bangka Sementara pada 10 Desember 1946 (stbl.1946 No.38) yang selanjutnya resmi menjadi Dewan Bangka yang diketuai oleh Musarif Datuk Bandaharo Leo yang dilantik Belanda pada 11 November1947. Dewan Bangka merupakan Lembaga Pemerintahan Otonomi Tinggi. Pada 23 Januari 1948 (stb1.1948 No.123), Dewan Bangka, Dewan Belitung dan Dewan Riau bergabung dalam Federasi Bangka Belitung dan Riau (FABERI) yang merupakan suatu bagian dalam Negara Republik Indonesia Serikat (RIS). Berdasarkan Keputusan Presiden RIS Nomor 141 Tahun 1950 kembali bersatu dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga berlaku undang-undang Nomor 22 Tahun 1948. Pada tanggal 22 April 1950 oleh Pemerintah diserahkan wilayah Bangka Belitung kepada Gubernur Sumatera Selatan Dr. Mohd. lsa yang disaksikan oleh Perdana Menteri Dr. Hakim dan Dewan Bangka Belitung dibubarkan. Sebagai Residen Bangka Belitung ditunjuk R. Soemardja yang berkedudukan di Pangkalpinang.

Berdasarkan UUDS 1950 dan UU Nomor 22 Tahun 1948 dan UU Darurat Nomor 4 tanggal 16 November 1956 Karesidenan Bangka Belitung berada di Sumatera Selatan yaitu Kabupaten Bangka dan dibentuk juga kota kecil Pangkalpinang. Berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1957 Pangkalpinang menjadi Kota Praja. Pada tanggal 13 Mei 1971 Presiden Soeharto meresmikan Sungai Liat sebagai ibukota Kabupaten Bangka. Berdasarkan UU Nomor 27 Tahun 2000 wilayah Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung menjadi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selanjutnya sejak tanggal 27 Januari 2003 Provinsi Kepualauan Bangka Belitung mengalami pemekaran wilayah dengan menambah 4 Kabupaten baru yaitu Kabupaten Bangka Barat, Bangka Tengah, Belitung Timur dan Bangka Selatan.

 

  1. C.    Sosial Budaya

Penduduk Pulau Bangka dan Pulau Belitung yang semula dihuni orang-orang suku laut, dalam perjalanan sejarah yang panjang membentuk proses kulturisasi dan akulturasi. Orang-orang laut itu sendiri berasal dari berbagai pulau. Orang laut dari Belitung berlayar dan menghuni pantai-pantai di Malaka. Sementara mereka yang sudah berasimilasi menyebar ke seluruh Tanah Semenanjung dan pulau-pulau di Riau. Kemudian kembali dan menempati lagi Pulau Bangka dan Belitung. Sedangkan mereka yang tinggal di Riau Kepulauan berlayar ke Bangka. Datang juga kelompok-kelompok Orang Laut dari Pulau Sulawesi dan Kalimantan. Pada gelombang berikutnya, ketika mulai dikenal adanya Suku Bugis, mereka datang dan menetap di Bangka, Belitung dan Riau. Lalu datang pula orang dari Johor, Siantan yang Melayu, campuran Melayu-Cina, dan juga asli Cina, berbaur dalam proses akulturasi dan kulturisasi. Kemudian datang pula orang-orang Minangkabau, Jawa, Banjar, Kepulauan Bawean, Aceh dan beberapa suku lain yang sudah lebih dulu melebur. Lalu jadilah suatu generasi baru: Orang Melayu Bangka Belitung.

Bahasa yang paling dominan digunakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah Bahasa Melayu yang juga disebut sebagai bahasa daerah, namun seiring dengan keanekaragaman suku bangsa, bahasa lain yang digunakan antara lain bahasa Mandarin dan bahasa Jawa.

Penduduk Kepulauan Bangka Belitung merupakan masyarakat yang beragama dan menjunjung tinggi kerukunan beragama. Ditinjau dari agama yang dianut terlihat bahwa penduduk provinsi ini memeluk agama Islam dengan presentase sebesar 89,00 persen, untuk penduduk yang menganut agama Budha sebesar 4,24 persen, agama Kristen Protestan sebesar 1,8 persen, agama Katholik sebesar 1,2 persen, agama Hindu 0,09, Khong Hu Chu 3,25 dan lainnya0,41 persen. Tempat peribadatan agama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ada sebanyak  722  mesjid, 445 mushola, 120 langgar, 161 gereja protestan, 31  gereja katholik, 63 vihara dan 11 centiya.

  1. D.    Kependudukan dan Ekonomi

Jumlah penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2006 sebesar 1.074.775 jiwa (hasil Susenas 2006) menunjukkan peningkatan 1,19 persen dari tahun 2000 dengan jumlah penduduk sebesar 899.095 jiwa (hasil Sensus Penduduk 2000). Laju pertumbuhan penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditinjau menurut kabupaten/kota untuk periode tahun 1990/2000, laju pertumbuhan tertinggi terdapat di Kabupaten Bangka 1,06 persen, diikuti Kota Pangkalpinang 1,03 persen dan Kabupaten Belitung 0,59 persen. Tingkat kepadatan penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai 64 orang per km2, apabila dilihat menurut kabupaten/kota, Kota Pangkalpinang memiliki tingkat kepadatan tertinggi yaitu sebesar 1.683 orang per km2 dan Kabupaten Belitung Timur memiliki tingkat kepadatan terendah yaitu 35 orang per km2

JUMLAH PENDUDUK DI PROVINSI KEP. BANGKA BELITUNG

KAB/KOTA

RUMAH TANGGA

PENDUDUK

JUMLAH

   

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

 

Bangka

62.832

134.081

122.143

256.224

Bangka Barat

38.944

80.219

72.077

152.296

Bangka Tengah

33.216

71.410

66.851

138.261

Bangka Selatan

36.320

79.902

73.972

153.874

Belitung

34.832

68.816

66.003

134.819

Belitung Timur

22.896

45.115

42.518

88.633

Pangkalpinang

35.872

77.226

73.442

150.668

Jumlah

264.912

557.769

517.006

1.074.775

Sumber : Bangka Dalam Angka 2006

E.     Tenaga Kerja

Jumlah penduduk Kepulauan Bangka Belitung usia 15 tahun ke atas atau yang termasuk Penduduk Usia Kerja (PUK) pada tahun 2006 sebanyak 751.386 jiwa atau 69.91 persen dari total penduduk. Sebesar 62.37 persen dari PUK termasuk dalam penduduk angkatan kerja (bekerja dan/atau mencari kerja) dan sisanya 37.63 persen adalah penduduk bukan angkatan kerja (sekolah, mengurus rumah tangga, lainnya).

Penduduk usia kerja yang bekerja apabila dilihat dari sektor lapangan pekerjaan tampak bahwa sebesar 28.80 persen penduduk usia kerja yang bekerja terserap di sektor pertanian, 30.60 persen terserap di sektor pertambangan dan sektor perdagangan menyerap 16.10 persen.

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB)

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi perekonomian di suatu wilayah dalam suatu periode tertentu, biasanya satu tahun. Pada tahun 2010, PDRB atas dasar harga berlaku di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan migas sebesar 25.705.626  juta rupiah sedangkan PDRB tanpa migas sebesar  25.083.739 juta rupiah. Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya menunjukkan peningkatan dimana pada tahun 2009 PDRB atas dasar harga berlaku dengan migas adalah 22.982.018 juta rupiah dan PDRB tanpa migas sebesar 22.418.817 juta rupiah. Demikian juga, PDRB atas dasar harga konstan 2010 baik dengan migas maupun tanpa migas menunjukkan peningkatan.

PERTUMBUHAN EKONOMI

Perkembangan PDRB atas dasar harga konstan merupakan salah satu indikator penting untuk melihat seberapa besar pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengevaluasi hasil-hasil pembangunan. Laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan migas pada tahun 2010 sebesar 5,85 persen dan pertumbuhan ekonomi tanpa migas adalah sekitar 5,87  persen. Nilai PDRB atas dasar harga konstan 2000 pada tahun 2010 dengan migas adalah 10.866.811 juta rupiah, sementara tanpa migas 10.689.068 juta rupiah.

STRUKTUR EKONOMI

Perekonomian di Provinsi Kepulau Bangka Belitung tahun 2010 ditopang terutama oleh sektor primer (36,21 persen) dan sektor tersier (34,68 persen). Sektor primer meliputi sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian yang mempunyai kontribusi cukup besar masing-masing sebesar  18,74 persen dan 17,47 persen.Sedangkan pada sektor tersier yaitu terdiri dari perdagangan, hotel dan restoran, angkutan dan komunikasi, keuangan,real estate dan jasa perusahaan dan jasa-jasa. Kontribusi nya masing-masing sebesar 17,85 persen, 3,41 persen, 2,49 persen dan 10,92 persen.

PDRB PER KAPITA

PDRB per kapita merupakan salah satu ukuran indikator kesejahteraan penduduk dan sering digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk di suatu wilayah. Pada tahun 2010, PDRB perkapita penduduk berdasarkan harga berlaku di wilayah ini dengan migas sebesar Rp. 21.013.414 sedangkan tanpa migas sebesar Rp. 20.451.913.

           

BAB III

MUSEUM GRAHA WIDYA PATRA (MIGAS)

 

  1. A.    Awal Penemuan dan Pemanfaatan Minyak Bumi di Indonesia

Sebenarnya perintis industri perminyakan di Indonesia adalah Aeilko Jans Ziijlker yang menemukan dan memproduksi minyak secara komersial pertama kali pada tanggal 15 Juni 1885, dari sebuah sumur minyak bernama Telaga Tunggal 1. Kira-kira 10 KM dari Pangkalan Brandan, Sumatera Utara. Penemuan minyak bumi di Indonesia ini hanya berbeda selama 26 tahun  setelah Kolonel Drake menemukan minyak bumi di Pennsylvania, Amerika Serikat pada tahun 1859.

 

  1. B.     Terbentuknya Minyak dan Gas Bumi

Para ilmuan berpendapat bahwa diantara banyak teori, teori yang menyatakan bahwa migas terjadi dari bahan-bahan organic merupakan teori yang paling banyak diyakini. Teori ini mengatakan bahwa beribu-ribu bahkan berjuta-juta tahun lalu, bahan-bahan organic yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, binatang dan jasad renik (mikroorganisme) terangkut oleh angin, air atau sungai dan terendapkan dilaut, rawa atau danau. Tumpukan mikroorganisme ini makin lama makin banyak bercampur dengan batuan sedimen yang ikut terangkut bersamanya, akibatnya tumpukan ini makin lama makin tebal dan terisolir dari pengaruh udara luar. Akibat tekanan yang semakin lama semakin besar dan suhu yang tinggi, serta dalam suatu kurun waktu yang lama, maka mikroorganisme tadi berubah bentuk menjadi minyak atau gas bumi. Migas bermigrasi atau bergerak keatas dan terjebak, kemudian terakumulasi di batuan reservoir. Dengan demikian Migas bisa ditemukan di darat maupun di laut.

 

  1. C.    Eksplorasi

Eksplorasi adalah suatu tahapan pencarian  sumber migas di suatu daerah dengan upaya cara jebakan atau perangkap didalam kerak bumi. Untuk dapat mengetahui secara pasti keberadaan akumulasi minyak atau gas bumi didalam kerak bumi, diperlukan beberapa kegiatan, antara lain:

  1. Pemetaan

Topografi, Foto Udara, Side Looking Airbone Radar (SLAR), Foto Satelit.

  1. Geologi Lapangan

Untuk menentukan penyebaran batuan, melakukan pengukuran kemiringan pada lapisan batuan, menentukan umur, jenis, dan komposisi batuan serta sruktur geologi.

  1. Geofisika

Untuk mendapatkan gambaran struktur geologi bahwa permukaan di cekungan sedimen dan mencari jebakan migas dengan cara : Metoda Magnetik, Metoda Gravitasi dan Metoda Seismik.

  1. Pemboran Eksplorasi

Suatu kegiatan pemboran untuk mengetahui keberadaan migas yang terjebak dan terakumulasi di dalam batuan reservoir.

 

  1. D.    Eksploitasi

Suatu kegiatan pemboran pengembangan apabila pada saat pemboran eksplorasi menemukan migas, kemudian dilakukan pemboran deliniasi dan pemboran pengembangan. Tujuan pemboran ini, untuk mengetahui penyebaran dan jumlah migas yang terakumulasi dalam batuan reservoar di suatu daerah (lapangan), juga sifat dan karakteristik batuan reservoar itu sendiri, agar dapat ditentukan jumlah produksi migas per hari.

 

  1. E.     Proses Pengolahan Minyak dan Gas Bumi
  2. 1.      Minyak Bumi
    1. a.      Komponen Minyak Bumi

Komponen utama minyak dan gas bumi adalah unsure karbon (C) dan unsur Hidrogen (H) sehingga dikenal sebagai senyawa Hidrokarbon. Selain Karbon dan Hidrogen, minyak bumi biasanya juga mengandung sedikit unsure belerang (S), Nitrogen (N), Oksigen (O) dan logam seperti besi (F), vanadium (V) dan Nikel (Ni).

  1. b.      Proses Pengolahan

Proses pengolahan minyak bumi terdiri dari:

1)      Pengolahan tahap pertama atau utama (primary processing)

Pengolahan tahap pertama berupa proses distilasi yang pada hakekatnya adalah proses pemisahan minyak bumi menjadi fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan titik didih fraksi-fraksi tersebut.

2)      Pengolahan tahap kedua atau lanjutan (secondary processing)

Pengolahan tahap kedua atau lanjut merupakan proses-proses lanjutan untuk mengolah produk atau hasil yang diperoleh melalui pengolahan tahap pertama, sehingga menghasilkan produk-produk akhir dengan jenis, mutu dan spesifikasi yang sesuai permintaan pasar.

 

  1. c.       Hasil Pengolahan Minyak dan Bumi

1)      Kelompok BBM (Bahan Bakar Minyak):

Avgas, Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Avtur, Kerosin, Ado (Automotif Diesel Oil), IDO (Industrial Diesel Oil), IFO (Industrial Fuel Oil).

2)      Kelompok Non-BBM:

Gas (LPG), Pelumas, Lilin< Cat, Aspal.

3)      Kelompok Petrokimia:

Paraksilena, Metanol, dan PTA (Purified Terephthalic Acid).

 

  1. 2.      Gas Bumi

Gas Bumi adalah senyawa hidrokarbon ringan berupa gas yanf terakumulasi dalam batuan reservoar.

Di alam terdapat 3 jenis gas bumi:

  1. Associated gas, yaitu gas yang didalam reservoar terlarut dalam minyak bumi sehingga berbentuk cair, gas ini dihasilkan sebagai gas ikutan pada produksi minyak bumi. Gas ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong minyak keatas dari dalam bumi.
  2. Non Associated gas, yaitu gas yang didalam reservoir sudah berbentuk gas. Gas ini merupakan hasil dari dari sumur gas bumi dan biasanya baru diproduksikan bila pemanfaatannya sudah jelas
  3. Kondensat, yaitu gas yang didalam reservoir berbentuk gas, namun setelah sampai dipermukaan karena terpengaruh perbedaan tekanan dan suhu, berubah menjadi cair.

1)      LPG ( Liquefied Petroleum Gas)

LPG merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran hidrokarbon dengan propane (C3H8) dan buatan (C4H10) sekitar 99% yang dicairkan. Elpiji (LPG) adalah merk dagang Liquefied Petroleum Gas yang dipasarkan di Indonesia. LPG sebagai bahan bakar lebih menguntungkan karena:

a)      Pembakarannya sempurna, jadi tidak berasap

b)      Tidak berjelaga, sehingga dapur dan alat-alatnya tetap bersih

c)      Tidak menimbulkan polusi, sehingga merupakan energy bersih dan ramah lingkungan.

2)      LNG (Liquefied Natural Gas)

LNG adalah gas bumi yang dicairkan. Natural gas (gas alam atau gas bumi) adalah campuran hidrokarbon (HC) ringan (C1C1) yang berasal dari dalam bumi berupa gas dengan komposisi utama kurang lebih 85% metana (CH4), kurang lebih 10% etana (C2H6).

Gas bumi merupakan gas yang tak berwarna, tak berbau dan mudah terbakar.

Keuntungan LNG

a)      LNG dapat disimpan dalam bentuk cair dengan volume yang kecil dan mudah diuapkan kembali

b)      LNG merupakan bahan bakar bersih sehingga ramah lingkungan

c)      LNG mempunyai nilai kalor tinggi, sehingga lebih ekonomis

d)     LNG seperti halnya gas bumi, dapat dijadikan bahan baku untuk industri petrokimia.

 

 

BAB IV

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

      A. Provinsi Bangka Belitung

Provinsi Bangka Belitung ini merupakan provinsi yang memiliki keindahan alam yang bagus, dengan objek wisata pantainya yang sudah dikenal oleh mancanegara, di bangka belitung pantainya berpasir putih dan  banyak terdapat batu-batu granit raksasa. Keragaman etnis dan harmoni penduduknya menjadi salah satu daya tarik, disamping keanekaragaman budaya dan keindahan alamnya, serta peninggalan-peninggalan sejarah bawah lautnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa BaBel merupakan Provinsi yang memiliki beragam objek wisata, baik wisata pantainya samapai dengan wisata budayanya yang sangat beragam dengan berbagai macam suku berkumpul dan harmonis.

B. Museum Minyak dan Gas

Migas merupakan sumber daya alam strategis tidak terbarukan yang dikuasai oleh negara serta merupakan komoditas vital yang menguasai hajat hidup orang banyak, migas mempunyai peranan penting dalam perekonomian nasional, sehingga pengelolaannya harus dapat secara maksimal memberikan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Biro humas museum Graha Widya Patra, “Lembar Informasi: Museum Minyak Dan Gas Bumi Taman Mini Indonesia Indah”. Jakarta: Biro humas museum Graha Widya Patra, 2006.

Biro Humas provinsi Bangka Belitung (2010).

http://www.visitbangkabelitung.com (diakses 18-06-2012)

Integrasi dalam Study Islam

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Pendahuluan

Hingga saat ini, anggapan Agama dan ilmu adalah dua hal yang sulit dipertemukan karena memiliki wilayah masing-masing, baik dari segi objek formal dan material, metodologi, kriteria kebenaran, maupun teori-teorinya. Bukti sejarah di Barat mengenai hubungan ilmu dan Agama seperti gereja menolak teori Heliosentris Galileo, sedangkan Isaac Newton dan tokoh ilmu-ilmu sekular menempatkankan Tuhan sebagai penutup sementara untuk hal yang tak bisa dipecahkan oleh ilmu mereka. Begitu hal itu terpecahkan campur tangan Tuhan tidak lagi diperlukan.Sebaliknya di dunia Timur, dalam dunia keIslaman, pengajaran ilmu Agama Islam semakin terlepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang berakibat pada kehidupan dan kesejahteraan umat manusia.

Banyak orang pandai dan cerdik namun miskin nilai-nilai spiritual dan moralitas, kemajuan teknologi membuat orang berpikiran materialis dan individualis, dengan hasrat yang meluap-luap dan hanya mencari kenikmatan semu. Tampaknya hal ini pun sudah mewabah di Indonesia. Oleh karena itu perlu adanya sebuah sistem pendidikan yang mampu menyatukan nilai-nilai Agama dengan ilmu pengetahuan sehingga dapat menghasilkan individu yang tidak hanya memiliki skill di bidang keilmuan dan teknologi tetapi juga memiliki kesadaran religius agar tidak terjerumus dalam arus perkembangan global saat ini.

Makalah ini mencoba memberikan satu contoh formulasi atau konsep integrasi ilmu dengan Islam (Agama) yang mana akan dibahas lebih rinci pada bab selanjutnya.


BAB II
PEMBAHASAN

 

  1. A.    Pengertian Integrasi

Kata “integrasi” berasal dari bahasa latin integer, yang berarti utuh atau menyeluruh. Berdasarkan arti etimologisnya itu, integrasi dapat diartikan sebagai pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat. Yang dimaksud dengan integrasi bangsa adalah proses penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya ke dalam kesatuan wilayah dalam rangka pembentukan suatu identitas nasional. Arti lainnya dari integer adalah tidak bercampur murni.

            Integrasi berasal dari bahasa inggris”integration” 

yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. integrasisosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalamkehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasianfungsi.Definisi lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasidan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetapmempertahankan kebudayaan mereka masing-masing.

Integrasi memiliki 2 pengertian, yaitu[1] :

  1. Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu
  2. Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu. Sedangkan yang disebut integrasi sosial adalah jika yang dikendalikan, disatukan, atau dikaitkan satusama lain itu adalah unsur-unsur sosial atau kemasyarakatan.Suatu integrasi sosial di perlukan agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik merupa tantangan fisik maupun konflik yang terjadi secara sosial budaya.
  3. Urgensi Integrasi Sains dan Islam
    1. Konsepsi Islam Tentang Sains

Agama dalam arti luas adalah wahyu Tuhan, yang mengatur hubungan timbal balik antara manusia dan tuhan, manusia dengan sesama dan lingkungan hidup yang bersifat fisik, sosial maupun budaya. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang berisi petunjuk etika, moral, akhlak, kebijaksanaan dan dapat pula menjadi teologi ilmu serta grand theory ilmu.[2]Allah SWT berfirman dalam surat al-Kahfi ayat 109:

@è%öq©9tb%x.ãóst7ø9$##YŠ#y‰ÏBÏM»yJÎ=s3Ïj9’În1u‘y‰ÏÿuZs9ãóst6ø9$#Ÿ@ö7s%br&y‰xÿZs?àM»yJÎ=x.’În1u‘öqs9ur$uZ÷¥Å_¾Ï&Î#÷WÏJÎ/#YŠy‰tBÇÊÉÒÈ

Katakanlah: “Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”.

Agama menyediakan tolak ukur kebenaran ilmu (dharuriyyah; benar, salah), bagaimana ilmu diproduksi (hajiyah; baik,buruk), dan tujuan-tujuan ilmu (tahsiniyah; manfaat, merugikan). Ilmu yang lahir dari induk Agama akan menjadi ilmu yang bersifat objektif. Maka, ilmu yang dihasilkan oleh orang beriman, adalah ilmu untuk seluruh umat, bukan untuk salah satu pengikut Agama.

Dikotomi yang begitu ketat antara ilmu-ilmu agama dan sekuler, tentunya sangat disayangkan , karena telah mengarah pada pemisahan yang tidak bisa dipertemukan lagi antara kebudayaan dan bahkan cenderung pada penolakan keabsahan masing-masing dengan menggunakan metode yang juga sangat berbeda dari sudut jenis, dan prosedurnya. Demikian tegas pemisahan diantara mereka; sehingga kedua kelompok ilmu tersebut seakan takkan pernah bisa dipersatukan, dan harus dikaji secara terpisah dengan cara dan prosedur yang berlainan. Meskipun begitu bahwa dalam sistem ilmu yang integral-holistik pemisahan tersebut masih bisa dibatasi dengan cara menemukan basis yang sama bagi keduanya.

Sebelum kita membahas tentang integrasi ilmu dan Agama, perlu diketahui konsep ilmu dalam pandangan Islam. Berikut beberapa pengertian ilmu dari pendapat umum maupun dari ilmuan muslim:

  1. Dalam Ensiklopedia Indonesia yang dikutip oleh Budi Handrianto, ilmu pengetahuan adalah suatu sistem dari berbagai pengetahuan yang masing-masing didapatkan sebagai hasil pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan secara teliti dengan  memakai metode-metode tertentu.[3]
  2. Ashley Montagu menyebutkan, “Science is a sistematized knowledge derived from observation, study, and experimentation carried on order to determine the  nature of principles of what being studied.”[4] (Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang sistematis yang diperoleh dari observasi, pembelajaran, dan percobaan untuk menentukan sifat alami dan prinpsip-prinsip dari apa yang dipelajari).
  3. Ibnu Taimiyah menyebutkan ilmu adalah sebuah pengetahuan yang berdasar pada dalil (bukti) baik yang berupa wahyu (al-naql al-mushaddaq) atau dari hasil penelitian ilmiah (al-bahts al-muhaqqaq).
  4. Imam al-Ghazali membedakan ilmu menjadi dua; Pertama, ilmu Agama yakni ilmu yang diperoleh dari ajaran Nabi SAW dan wahyu,  Kedua, ilmu nonAgama yang dikelompokkan kepada ilmu yang terpuji (mahmud), dibolehkan (mubah), dan tercela (mudzmum).[5]Ilmu Agama masuk dalam kategori fardu‘ain, sedangkan ilmu nonAgama yang berguna untuk kehidupan sehari-hari termasuk fardu kifayah.
  5. Al-Ghazali Dalam konteks pengembangan ilmu ia membagi ilmu itu kepada dua bagian, pertama, ilmu fardhu’ain, yang wajib di tuntut oleh setiap muslim seperti ilmu tauhid, dan hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan ibadah mahdhah (syari’ah).Kedua, ilmu yang wajib dicari dan menjadi tanggung jawab sekelompok umat Islam yang diistilahkan dengan fardhu kifayah,seperti ilmu kesehatan, fisika, kimia, matematika dan lain-lain. Hanya sayang sekali pengggolongan ilmu yang dibuat  imam al-Ghazali ditangkap secara tidak tepat oleh generasi penerusnya, sehingga perhatian mereka terhadap ilu fardhu kifayah  tersebut sangat kurang, bahkan diabaikan. Padahal Al-Ghazali sendiri seorang figur ilmuan besar yang menguasai disiplin ilmu Agama, filsafat, maupum yang selama ini dianggap ilmu “umum”.[6]

Di dalam Islam tidak ada yang namanya batasan dalam menuntut ilmu, selama ilmu tersebut memberikan manfaat bahkan ilmu hitam juga boleh untuk menuntutnya untuk sekadar mengetahui. Pentingnya mempelajari ilmu-ilmu selain ilmu Agama menurut al-Qur’an dan sunnah bisa didasari beberapa alasan, yaitu:

a.    Jika pengetahuan merupakan persyaratan untuk pencapaian tujuan-tujuan Islam dalam hal syariah, maka mencari ilmu tersebut merupakan kewajiban untuk memenuhi kewajiban syariah. Misalnya, mempelajari ilmu obat-obatan karena kesehatan merupakan hal penting dalam Islam.[7]

b.    Al-Qur’an menghendaki umat Islam menjadi umat yang agung dan mulia sehingga tidak bergantung kepada orang kafir. Oleh karena itu umat Islam harus memiliki keahlian di berbagai bidang, sehingga memiliki spesialis hebat dan teknisi handal.

c.    Manusia telah diperintahkan dalam al-Qur’an (QS.Qaf: 6-8)untuk mempelajari sistem dan skema penciptaan, keajaiban-keajaiban alam dan sebagainya.

 

óOn=sùr&(#ÿrãÝàZtƒ’n<Î)Ïä!$yJ¡¡9$#ôMßgs%öqsùy#ø‹x.$yg»oYø‹t^t/$yg»¨Y­ƒy—ur$tBur$olm;`ÏB8lrãèùÇÏÈuÚö‘F{$#ur$yg»tR÷Šy‰tB$uZøŠs)ø9r&ur$pkŽÏùzÓśºuru‘$uZ÷Fu;/Rr&ur$pkŽÏù`ÏBÈe@ä.£l÷ry—8kŠÎgt/ÇÐÈZouŽÅÇö7s?3“tø.όurÈe@ä3Ï97‰ö6tã5=ŠÏY•BÇÑÈ

“Maka Apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun? dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata, untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah)”.

d.   Ilmu tentang hukum-hukum alam, karakteristik benda-benda dan organisme dapat berguna untuk memperbaiki kondisi hidup manusia.

2.  Urgensi Integrasi Sains Dan Islam.

Dalampelaksanaan pendidikan memiliki dua misi utama yaitu pembinaan daya intelektual dan pembinaan daya moral, Mensinergikan sains dan Islam (Agama) merupakan sesuatu yang sangat penting, bahkan keharusan, karena dengan mengabaikan nilai-nilai Agama dalam perkembangan sains dan tekhnologi akan melahirkan dampak negatif yang luar biasa, tidak hanya pada orde sosial-kemanusiaan, tetapi juga pada orde kosmos atau alam semesta ini. Dampak negatif dari kecendurungan mengabaikan nilai-nilai (moral Agama) bisa kita lihat secara emperik pada perilaku korup dan lain sebagaianya yang dilakukan oleh manusi dimuka bumi ini dengan munggunakan kekuatan sains dan tekhnologi.[12] Namun tampaknya dalam realitas kehidupan terjadi ketimpangan, dimana misi pertama lebih diutamakan Ilmu tanpa Agama sehingga mengakibatkan timbulnya krisis moral,kapitalis, materialistis hingga menjatuhkan harkat derajat atau kualitas “khairi ummah” yang kemudian menjadi penyebab krisis alam dan sumber daya.

       Sebenarnya pembinaan intelektual dan moral dapat dikembalikan pada hakikat ilmu pengetahuan yaitu;

(1) ontologi ilmu pengetahuan yang menekankan pada kemampuan spiritual,

(2) epistemologi ilmu pengetahuan yang menjamin pembinaan kemampuan intelektual, dan (3) etika ilmu pengetahuan yang lebih menjamin pada pembinaan kemampuan moral.

       Wacana perpaduan antara sains dan Agama di Indonesia sudah lama digaungkan sebagaimana yang tertuang dalam UUSPN Nomor 20 Tahun 2003 pasal 30 yang mewajibkan penyelenggaraan pendidikan Agama pada semua strata pendidikan sebagai bentuk kesadaran bersama untuk mencapai kualitas hidup yang utuh.

       Pengertian integrasi sains dan teknologi dengan Islam dalam konteks sains modern bisa dikatakan sebagai profesionalisme atau kompetensi dalam satu keilmuan yang bersifat duniawi di bidang tertentu dibarengi atau dibangun dengan pondasi kesadaran ketuhanan. Kesadaran ketuhanan tersebut akan muncul dengan adanya pengetahuan dasar tentang ilmu-ilmu Islam. Oleh sebab itu, ilmu-ilmu Islam dan kepribadian merupakan dua aspek yang saling menopang satu sama lain dan secara bersama-sama menjadi sebuah fondasi bagi pengembangan sains dan teknologi. Bisa disimpulkan, integrasi  ilmu berarti adanya penguasaan sains dan teknologi dipadukan dengan ilmu-ilmu Islam dan kepribadian Islam.

       Integrasi sinergis antara Agama dan ilmu pengetahuan secara konsisten akan menghasilkan sumber daya yang handal dalam mengaplikasikan ilmu yang dimilki dengan diperkuat oleh spiritualitas yang kokoh dalam menghadapi kehidupan. Islam tidak lagi dianggap sebagai Agama yang kolot, melaikan sebuah kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri di berbagai bidang kehidupan, dan sebagai fasilitas untuk perkembangan ilmu dan  teknologi.[8]

       Agama, dalam hal ini Islam sebagai paradigma, saat ini masih sebagai justifikasi atau pembenaran terhadap konsep-konsep sains dan belum menjadi paradigma keilmuan yang menyeluruh (holistik). Orientasi  dan sistem pedidikan di sekolah antara ilmu Agama dan ilmu umum haruslah diintegrasikan secara terpadu dalam sebuah proses pelarutan, maksudnya antara Agama dan sains dapat disinergikan secara fleksibel, dan link and match.

       Konsep integralisme monistik dalam perspektif Islam adalah sebuah paradigma unifikasi bagi ilmu-ilmu kealaman dan keagamaan, tidak hanya menyatukan ilmu-ilmu tersebut tetapi juga menjadi paradigma ilmu-ilmu kemasyarakatan dan kemanusiaan. Islam tidak hanya menjadi sudut pandang atau pelengkap tetapi menjadi pengawal dari setiap perbuatan/kerja sains.

       Integrasi sains dan Agama memiliki nilai penting untuk menghilangkan anggapan antara Agama dan sains adalah dua hal yang tidak dapat disatukan, dan untuk membuktikan bahwa Agama (Islam) bukan Agama  yang kolot yang tidak menerima kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan Agama yang terbuka dan wahyu (al-qur’an) merupakan sumber atau inspirasi dari semua ilmu.

Sebagai seorang muslim satu hal menurut penulis yang mesti kita pikirkan bahwa Penyebab Islam dalam kondisi terpuruk dan terbelakang dalam konteks sains adalah “kalau bangsa-bangsa lain sudah berhasil membangun stasiun luar angkasa dan sudah berpikir tentang bagaimana mengirimkan pesawat rung angkasa berawak ke Mars, Umat kita (Islam) masih sibuk untuk menyelesaikan problem-problem yang semestinya sudah tidak perlu dipersoalkan seperti halnya kunut, bismillah, bid’ah, do’a jama’ah, zikir ba’da shalat, dan lain sebagainya“.[9]

Melirik sejarah Peradaban Islam (Sains) pada antara abad 8-12M kita dapat mengenal sejumlah figur intelektual muslim yang menguasai dua disiplin ilmu,  baik ilmu Agama maupun ilmu umum (sekalipun pada hakikatnya dalam pandangan Islam ilmu umum itu juga merupakan ilmu Agama, merupakan kalam tuhan yang kauniyah/ tersirat) sebut saja misalnya Ibn Miskawaih (320-412/ 932-1032),Ibn Sina (370-428/980-1037), al-Ghazali (450-505/ 1059-1111)Ibn Rusd, Ibn Thufail dan seterusya. Mereka adalah para figur intelektual  muslim yang memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan-kemajuan dunia Barat modern sekarang ini. Jika pada awalnya kajian-kajian kelslaman hanya berpusat pada Alquran, Hadis, Kalam, Fiqih dan Bahasa, maka pada periode berikutnya , setelah kemenangan Islam di berbagai wilayah, kajian tersebut berkembang dalam berbagai disiplin ilmu: fisika, kimia, kedokteran, astronomi, dan ilmu-ilmu sosial lainnya. Kenyataan ini bisa dibuktikan pada masakegemilangan/keemasan antara abad 8-15 M, dari Dinasti Abbasiyyah (750-1258 M) hingga jatunya Granada tahun 1492M.

Melihat fenomena sebagaimana diatas Neneng Dara Affiah menyatakan bahwa munculnya para ilmuan barat adalah merupakan hasil dari karya-karya intelektual  muslim yang direbut pada masa kegelapan umat muslimin atau setelah perang salib dan menurut beliau inilah yang mesti direbut kembali dengan dalih ilmu itu merupakandaur (berputar) mulai dari Yunai berpindah ke  Bangsa Arab (Islam) dan sekarang di kuasai oleh Negara-negara Barat yang insya Allah akan dapat kita raih kembali.

 C.  Metode Formulasi Integrasi Sains Dan Islam

        Untuk terwujudnya model Integrasi sains dan Islam dalam lembaga pendidikan Islam, perlu diadakan tahapan-tahapan antara lain adalah sebagai berikut:

1.    Menjadikan Kitab Suci Sebagai Basis atau Sumber Utama Ilmu

Memposisikan kitab suci (Al-Qur’an, Injil, Weda, Taurat dan Zabur) sebagai basis atau sumber utama Ilmu masing-masing yang bersangkutan, maka kedepan dapat diharapkan akan lahir pribadi-pribadi dalam masyarakat yang memiliki kekokohan dalam pemahaman, penghayatan dan pengamalan Agamanya sekaligus juga professional dalam bidang ilmu modern yang ditekuninya.

Alquran dan hadis dalam pengembangan ilmu diposisikan sebagai sumber ayat-ayat qauliyyah sedangkan hasil observasi, eksperimen dan penalaran-penalaran yang logis diletakkan sebagai sumber ayat-ayat kauniyyah. Dengan memposisikan Alquran dan hadis   sebagai sumber ilmu, maka dapat ditelusuri semua cabang ilmu mempunyai dasar yang bersifat konsep di dalamnya. Ilmu  hukum mislanya, sebagai rumpun ilmu sosial maka dikembangkan dengan mencari penjelasan-penjelasan pada Alquran dan hadis sebagai ayatqauliyyah sedangkan hasil-hasil dengan melalui observasi, eksperiment, dan penalaran logis sebagai ayat-ayat yangkauniyyah.  Berbagai ilmu yang dikembangkan dengan memposisikan ayat yang qauliyyah dan ayat yang kauniyyah sebagai sumber utama maka dikotomi ilmu (memisah-misahkan ilmu umum dan Agama) yang begitu marak dipersoalkan selama ini dapat terselesaikan.

Sebagaimana wataknya yang universal itu, Alquran dan hadis dapat dijadikan sebagai sumber sagala ilmu pengetahuan dan tidak sebatas ilmu pendidkan yang sejenis dengan ilmu tarbiyyah, ilmu hukum dengan ilmu syari’ah, ilmu filsafat dengan ilmu ushuluddin, ilmu bahasa dan sastra dengan ilmu adab, dan komunikasi dengan ilmu dakwah. Namun ilmu fisika, ilmu biologi, ilmu kimia, ilmu psikologi, ilmu pertanian dan semua ilmu lainnya dapat dicarikan informasinya di dalam Alquran, sekalipun tidak langsung bersifat teknis melainkan bersifat umum yang dapat ditelusuri dengan ayat-ayat-Nya yang bersifat kauniyyah.

Sementara tingkat pemahan kaum muslimin saat ini hanya dipandang sebatas menyangkut tentang tata cara beribadah, merawat anak yang baru lahir, persoalah  pernikahan, zakat, haji dan lain sebagainya yang selalu bersifat normatif. Padahal Alquran juga berbicara tentang konsep tentang ketuhanan, penciptaan, persoalan manusia dan prilakunya, alam dan seisinya serta petunjuk tentang keselamatan manusia dan alam. Jika ilmu pengetahuan juga menyangkut itu semua, maka tidak ada salahnya semua hal tersebut dapat ditelusuri dari kitab suci Alquran dan hadis.

2.    Memperluas Batas Materi Kajian Islam & Menghindari Dikotomi Ilmu

Sudah menjadi sesuatu yang tidak bisa kita pungkiri bahwa semua lembaga pendidikan Islam, baik di tingkat ibtidaiyah hingga sampai ke pergurtuan tinggi, juga yang terjadi di podok pesantren, ketika orang menyebut pelajaran Agama, maka yang muncul adalah pelajaran tauhid, pelajaran fiqih, pelajaran akhlak, dan tasawuf, pelajaran Alquran dan hadis, pelajaran tarikh dan bahasa arab. Demikian pula jika kita meninjau ke perguruan tinggi Agama Islam, maka yang datang dalam pikiran kita adalah adanya Fakultas Syari’ah, Fakultas Tarbiyyah, Fakultas Ushuluddin, Fakultas Dakwah dan Fakultas Adab. Penyebutan hal yang demikian sesunggunhnya bukanlah dikatakan keliru. Namun, persoalnnya dalah bahwa selama ini telah dipahami bahwa ajaran Islam itu bersifat Universal. Oleh karenanya jika sebatas yang disebut diatas sebagai lingkup ajaran Islam, maka akan timbul pertanyaan dimana sesunggunhnya letak ke Universalan ajaran Islam itu?

Rumusan tentang lingkup ajaran Islam seperti itu ternyata berlaku sejak lama dan terjadi disemua belahan dunia ini. Sebagai misal kita lihat Universitatas Islam Al-Azhar di Kairo telah berdiri sejak 1000 tahun lalu, pembidangan ilmu masih seperti itu juga terjadi, cara memandang ilmu secara dikotomi seperti diatas juga terjadi. Disana ada fakultas-fakultas ilmu Agama, seperti Fakultas Syari’ah, Fakultas Tarbiyyah, Fakultas Ushuluddin Fakultas Dakwah dan lain, persis seperti yang terjadi di Indonesia. Disana juga ada Fakultas Tekhnik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi dan lain-lain masih tetap terpisah dari Fakultas Agama sebagaimana disebutkan diatas. Bahkan informasi yang terakhir didapat khusus bagi mahasisiwa yang mengambil fakultas Agama dibebaskan dari biaya pendidikan dengan maksud biar tetap ada mahasiswa yang memasuki  fakultas-fakultas tersebut.

Lebih parah lagi dikotomi ilmu dalam studi Islam terkait erat dengan pembagian kelompok ilmu Islam dalam pengertian ilmu Agama sebagaimana dikemukakan dimuka. Dlam hal ini sangat berimbas pada kemunculan dikotomi kelembagaan dalam pendidikan Islam. Dampak negatif yang paling mendasar adalah bahwa muncul pula istilah sekolah-sekolah Agama dan sekolah-sekolah umum. Sekolah Agama berbasis pada ilmu-ilmu “Agama” sedangkan sekolah umum berbasis kepada ilmu-ilmu “Umum”. Kehadiran dikotomi sekolah umum pada satu sisi dan sekolah madrasah yang merupakan perwakilan sekolah Agama  penulis memahami adalah merupaka wujud konkret timbulnya dikotomi dalam pendidikan Islam.

Dari kenyataan ini, dapat dipahami bahwa dikotominya ilmu yang selama ini selalu dipersoalkan mungkin merupakan kemauan umat Islam itu sendiri atau memang perguruan tinggi Agama Islam yang ada di dunia ini  masih belum bisa mengintegrasikan ilmu Agama dengan ilmu umum. Masalah ini memang tidak mudah untuk jawab melainkan butuh perumusan-perumusan yang matang dan gagasan-gagasan yang lebih tajam. sebagai seorang sarjana Muslim kita dituntut untuk turut andil atas keterpurukan Islam dalam ilmu pengetahuan dan tekhnologi sebagaimana yang kita rasakan saat ini.

Dari keterpurukan umat Islam sebagaimana yang dikemukakan di muka, Alhamdulillah (segala puji bagi Tuhan sang pencipta) belakangan ini sudah ada gagasan-gagasan untuk meninggalkan keterpurukan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari pikiran-pikiran, pembaharuan-pembaharuan yang berkembang saat ini, yang mengatakan bahwa tidak selayaknya ilmu dilihat secara terpisah antara ilmu Agama dan ilmu umum. Munculnya beberapa Universitas Islam Negeri di Indonesia seperti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Syarif Qosim Pekanbaru Riau, salah satu misinya adalah untuk mengembangkan ilmu ilmu yang bersifat integratif antara ilmu Agama dan ilmu umum.

3.    Menumbuhkan Pribadi Yang Berkarakter Ulul Albab

          Apa? Siapa? Dimana? Dan bagaimana yang dikatakan Ulul Albab itu? Itulah yang selalu datang dalam benak penulis untuk merumuskan tentang karakter Ulul Albab tersebut dengan tujuan untuk terwujudnya manusia-manusia yang memiliki kedalaman spritual, keagungan akhlaq, keluasan intelektual dan kematangan profesional.

          Istilah Ulul Albab adalah merupakan bahasa Alquran, maka untuk memahaminya kita membutuhkan kajian-kajian yang mendalam terhadap nash-nash yang berbicara tentang Ulul Albab tersebut, baik dari segi makna lughawi maupun kandungan kesan dan pesan makna yang terdapat didalamnnya.

          Secara lughawi kata Albab  adalah bentuk jamak dari lubbyang berarti “saripati sesuatu” misalnya, kacang tanah memiliki kulit yang menutupi isinya dan isi kulit (kacang tanah) tersebut dinamakanlubb (saripati). Dengan demikian Ulul Albab adalah orang orang yang memiliki akal yang murni, yang tidak diselimuti oleh kulit, yakni kabut (kemaksiatan) yang dapat melahirkan kerancuan dalam berpikir. Dalam kaitan dengan hal yang dikemukkan di muka tersebut dalam Q.S. Ali Imran ayat 189-191 Allah menjelaskana tentang tanda-tanda kemurnian berpikir orang yang dikategorikanUlul Albab tersebut.

¬!urہù=ãBÏNºuq»yJ¡¡9$#ÇÚö‘F{$#ur3ª!$#ur4’n?tãÈe@ä.&äóÓx«íƒÏ‰s%ÇÊÑÒȞcÎ)’ÎûÈ,ù=yzÏNºuq»yJ¡¡9$#ÇÚö‘F{$#urÉ#»n=ÏF÷z$#urÈ@øŠ©9$#͑$pk¨]9$#ur;M»tƒUy’Í<’rT[{É=»t6ø9F{$#ÇÊÒÉÈtûïÏ%©!$#tbrãä.õ‹tƒ©!$#$VJ»uŠÏ%#YŠqãèè%ur4’n?tãuröNÎgÎ/qãZã_tbr㍤6xÿtGtƒur’ÎûÈ,ù=yzÏNºuq»uK¡¡9$#ÇÚö‘F{$#ur$uZ­/u‘$tB|Mø)n=yz#x‹»ydWxÏÜ»t/y7oY»ysö6ߙ$oYÉ)sùz>#x‹tã͑$¨Z9$#ÇÊÒÊÈ

"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka".

          Kata Ulul Albab disebut sebanyak enam belas kali dalam Al-Qur’an. Ulul Albab yang melukisakan sebagai orang yang diberihikmah (QSAl-Baqarah [2]: 269); yang mampu menagkap pelajaran dari sejarah umat terdahulu (QSYusuf [12]: 111); kritis dalam mendengar pembicaraan dan ungkapan pemikiran dan pendapat orang (QSAl-Zumar [39]: 18); tidak mengenal lelah dalam menuntut Ilmu (QSAli Imran [3]:7) dengan merenungkan ciptaan Allah di langit dan yang dibumi serta meperhatikan semua ciptaannaya yang dijadikan dari air sebagai sumber kehidupan tumbuh-tumbuhan dan lain sebagainya (QSAli Imran [3]: 190 dan QS Al-Zumar [39]: 21) dan mengambil pelajaran dari kitab yang diwahyukan Allah SWT (QS.Shad [38]: 29,43 QS al-Mu’min [40]: 54, dan QS Ali Imran [3]: 7); sanggup mempertahankan keyakinan dalam diri dan tidak terpesona dengan banyaknya kemaksiatan yang pernah dilakukan (QS Al-Maidah [5]: 100); berupaya menyampaikan peringatan Allah kepada dan mengajari mereka prinsip mengesakan Allah (QS. Ibrahim [14]: 52); melaksanakan janji kepada Allah, bersabar, member infaq, da menolak kejelekan dengan kebaikan (QS. Al-Ra’d [13]: 19-22); bangun tengah malam dan melaksanakan dengan ruku dan sujud kehadapan Allah  (QS. Al-Zumar [39]: 9) serta banyak berzikir (QS. Ali Imran [3]: 190); dan terakhir tidak ada yang ditakuti di dunia ini melainkan hanya Allah SWT semata (QS. Al-Baqarah [2]: 197; QS. Al-Maidah [5]: 100; QS Al-Ra’d [13]: 21; QS Al-Thalaq [65]; 10).

          Dari beberapa ayat yang disebutkan dimuka, ada dua hal yang paling mendasar yang dapat dikategorikan sebaga Ulul Albab, yaituzikir dan fikir. Zikir itu mencakup pikir atau pikir itu terkandung dalam pengertian zikir sebeb dalam zikir terkandung unsur pikir. Sebaliknya juga, di dalam pikir terkandung pula zikir. Kata fakkarasering dimaknai dengan “to reflect” atau “refleksi”, dalam bahasa Indonesia ungkapan ini mengandung unsur makna “merenung”. Dapat dipahami bahwa orang yang merenungkan atau memikirkan semua ciptaan Allah adalah termasuk juga zikir.

          Untuk lebih rinci tentang karakteristik Ulul Albab sebagaimana yang  enam belas kali di ungkapkan dalam Alquran, dapat diformulasikan sebagai berikut:

“Ulul Albab adalah orang yang : (1) memiliki akal pikiran yang murni dan jernih serta mata hati yang tajam dalam menagkap fenomena yang dihadapi, memamfaatkan kalbu untuk zikir kepada Allah dan memamfaatkan akal (pikiran) untuk mengungkap rahasia alam semesta, giat melakukan kajian dan penelitian untuk kemaslahatan hidup, suka merenungkan dan mengkaji ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan dan kebenaran)-Nya dan berusaha menangkap pelajaran darinya, serta berusaha mencari petunjuk dan pelajaran dari fenomena historik atau kisah-kisah terdahulu; (2) selalu sadar diri akan kehadiran Tuhan dalam segala situasi dan kondisi; (3) lebih mementingkan kualitas hidup (jasmani dan rohani); (4) mampu menyelesaikan masalah dengan adil; (5) siap dan mampu menciptakan kehidupan yang harmonis dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat; (6) mampu memilih dan menerapkan jalan yang benar dan baik yang diridhoi oleh-Nya serta mampu membedakan mana yang lebih bermanfaat dan menguntungkan dan mana pula yang kurang bermanfaat dan menguntungkan bagi kehidupannya di dunia dan di akhirat; (7) menghargai khazanah intelektual dari para pemikir, cendikiawan atau ilmuan sebelumnya; (8) bersikap terbuka dan kritis terhadap pendapat, ide atau teori dari manapun datangnya, untuk selanjutnya berusaha dengan sungguh-sungguh dalam mengikuti pendapat, idea tau teori yang terbaik; (9) mampu dan bersedia mengajar, mendidik orang lain berdasar ajaran dan nilai-nilai Ilahi dengan cara baik dan benar; (10) sabar dan tahan uji walaupun ditimpa musibah dan diganggu oleh syetan (jin dan manusia); (11) sadar dan peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup; dan (12) tidak mau membuat onar, keresahan dan kerusakan, serta berbuat maker di masyarakat”.

Untuk menumbuhkan dari beberapa karakteristik Ulul Albabsebagaimana yang dikemukakan di muka,  ada beberapa hal yang bisa kita dilakukan untuk mewujudkannya yakni:

Perama, umat Islam harus mampu memanfaatkan sarana tekhnologi yang kian terjangkau hingga ke pedesaan sebagai alat perjuangan (jihad)-nya. Artinya, sarana tekhnologi perlu dijadikan sebagai alat perjuangan umat Islam dalam meningkatkan kualitas pendidikan, dan bukan sebaliknya sebagai penghalang bagi kreativitas berfikir dan berbuat bagi perubahan untuk kemajuan. Dengan demikian umat Islam tidak hanya dapat mengucapkan masya Allahketika terkagum dengan temuan IPTEK, atau mengucapkanastaghfirullah ketika temuan IPTEK  membuat malapetaka. 

Kedua,umat Islam harus secara terus menerus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas IPTEK dan IMTAK secara bersamaan, atau peningkatan diri kearah kekokohan spiritual, moral dan intelektual. 

Ketiga, proses modernisasi adalah sesuatu yang meniscayakan bagi perombakan sistem pendidikan Islam,  mulai dari paradigma, konsep, kerangka kerja, dan evaluasi.[34] Dari beberapa hal yang dikemukakan dimuka semoga (insya Allah) sistem pendidikan Islam yang berwawasan Ulul al-Albab dapat diwujudkan.

          Untuk mengetahui dimana keberadaan Ulul Albab berada, jawabnya  sangat erat kaitannya dengan pribadi-piribadi seorang muslim. Maksud dari serta kaitannya dengan pribadi-pribadi muslim adalah bahwa seorang muslima lah yang  membaca diri, sadar diri dan evaluasi diri bahwa uda bagaimana  dan seperti apa wujud dari Ulul Albab tersebut sudah dapat dicapai, yang pasti tanda-tanda sudah begitu jelas digambarkan Oleh Allah SWT di dalam Alquran dan Hadis Nabi Muhammad SAW.

          Untuk  itu Islam sangat berharap dari generasi ke generasi, lahir individu-individu berkarakter Ulul Albab yang mampu menciptakan lompatan-lompatan besar, yang pada gilirannya, menjadi batu loncatan bagi timbulnya peradaban, kebudayaan dan manusia-manusia yang dinamis dan kreatif yang bernuansakan Islam. Kehadiran Ulul Albabsangat kita harapkan mampu menjadi pelopor dalam peciptaanukhuwah Islamiah dalam arti yang sangat luas, yang memilikikesalehan individual dan sekaligus kesalehan sosial.

4.    Menelusuri Ayat-ayat Dalam Alquran yang Berbicara Tentang Sains

Menelusuri ayat-ayat Alquran yang berbicara tentang sains adalah merupakan bentuk langkah yang sangat vital untuk terintegrasinya sains dan Islam. Seterusnya bahwa kebenaran Alquran itu merupakan relevan dengan ilmu pengetahuan (sains) yang saat ini sangat pesat berkembang. Sebagai contoh beberapa ayat Alquran yang berbicara tentang Sains dapat disimak sebagai berikut:

a.    Air Susu dan Urgensinya Bagi Bayi Yang Baru Lahir.

Dalam Alquran surah an-Nahl ayat 66 disebutkan:

 

¨bÎ)urö/ä3s9’ÎûÉO»yè÷RF{$#ZouŽö9Ïès9(/ä3‹É)ó¡S$®ÿÊeE’Îû¾ÏmÏRqäÜç/.`ÏBÈû÷üt/7^ösù5QyŠur$·Yt7©9$TÁÏ9%s{$Zóͬ!$y™tûüÎ/̍»¤±=Ïj9ÇÏÏÈ

“Dan Sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya”.

Air susu ibu (ASI) merupakan makanan utama bagi bayi dan yang sangta baik dan tidak ada tandingannya, meskipun susu formula termahal yang ada di pasaran dunia. Dari hasil penelitian para pakar dibidangnya, pemberian ASI terhadap bayi dapat bermanfaat antara lain: menurunkan resiko terjadinya penyakit infeksi, seperti infeksi saluran pernafasan, dan infeksi telinga. ASI juga bisa menurunkan dan mencegah terjadinya penyakit noninfeksi seperti: penyakit alegi, obesitas, kurang gizi, asama, dan eksim. Selain itu, ASI dapat pula meningkatkan IQ dan EQ anak.[35]

Air susu ibu (ASI) adalah minuman/ makanan bergizi sempurna. Pada zaman modern ini satu-satunya makanan/ minuman yang dapat dipercaya untuk kestabilan gizi anak dimasa bayi adalah air susu ibu (ASI), sampai sekarang ini seberapa canggih dan seberapa hebatpun ilmu pengetahuan tekhnologi belum ada tandingan dan ke hebatan gizi air susu ibu (ASI).  Air susu Ibu adalah terdiri dari susunan esensiil, yang dapat diandalkan membangun tubug bayi agar hidup segar dan bugar. Air susu ibu mengandung protein, yang berfungsi untuk membangun sel-sel tubuh dan pertumbuhan secara sempurna. Juga mengandung vitamin dan unsur-unsur panas dan energy pada gulanya dan zat-zat lemaknya.

Ilmu kedokteran telah membuktikan hal sebagaimana dikemukakan dimuka , bahwa zat lemak yang terdapat pada susu ibu adalah berupa butiran-butiran kecil dalam bentuk larutan dan gula. Adapun setelah diadakan penelitian terhadap air susu ibu (ASI) sebagaimana dimaksud, sekarang terbukti bahwa susu mangandung semua zat-zat terpenting untuk perkembangan dan pertumbuhan sel tubuh manusia.

Untuk menuai hasil yang lebih optimal dalam menyusia anak/ bayi maka, menyusukannya  adalah selama dua tahun tanpa putus-putus hal ini sesuai dengan ayat Alquran surah Al-Baqarah ayat233 dengan anjuran supaya menyusui anak/ bayinya selama dua tahun penuh dengan sempurna.

Menggantikan susu anak/ bayi dengan susu pasaran (susu kaleng) adalah merupakan perbuatan penganiayaan dan penipuan terhadap anak. Yang bagus dan benar adalah bagaimana memberikan makanan dan minuman yang baik, bergizi serta halal kepada ibunya supaya menghasilkan air susu yang sempurna bagi bayi. Memberi makanan yang baik dan halal kepada istiri dapat sekaligus memberi dua gizi terhadap anak, yakni gizi tubuh dan gizi rohani.

b.    Anatomi Tubuh dan Bedah

Secara khusus memang tidak ada di dalam Alquran yang membicarakan tentang anatomi tubuh dan bedah. Namun oleh para kalangan ulama tafsir melakukan intrpretasi dan ta’wil terhadap ayat yang terdapat dalam surah Alam Nasyrah ayat 1-3 yang mengisyaratkan untuk melaksanakan praktek pembedahan terhadap anggota tubuh untuk menghilangkan penyakit yang dal didalamnya. Ayat tersebut adalah  sebagaimana dibawah ini:

 

“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu”

Ayat diatas diperkuat juga dengan kisah yang diriwayatkan dalam kitab-kitab hadis dan tarikh bahwa orang tua asuh Nabi SAW. Mengisahkan suatu ketika Nabi dan saudara laki-laki angkatnya berada di belakang kemah bersama dengan kambing-kambing orang tua asuh Nabi. Saat itu saudara laki-laki angkatnya berlari-lari dan meberitahukan kepada orang tua angkat Nabi bahwa ada dua orang yang berpakain putih memegangi Nabi Muhammad SAW, lalu membaringkannya kemudian mebelah perutnya dan mengaduk-ngaduk isinya. Orang tua asuh Nabi bergegas untuk menemuinya dan mendapatinya dia dalam keadaan wajah yang pasi (kelihatan pucat). Kemudian orang tua asuh Nabi menanyainya tentang hal apa yang telah terjadi. Lalu Nabi berkata “ada dua orang yang berjubah putih datang dan membaringkan aku serta mebedah perutku, memcari-cari sesuatu di dalamnya yang tidak aku ketahui”.[10]

Sebagaimana ayat yang dikutip di atas sangat relevan dengan peristiwa pembelahan perut Nabi. Mungkin inilah yang telah mendorong pengobatan dengan tekhnik bedah serta merangsang kajian tentang anatomi tubuh manusia pada masa-masa awal peradaban Islam. Kemungkinan besar, kisah ini pun telah mendorong para dokter untuk mencoba mempraktekkan pengobatan jenis tersebut. Satu hal yang unik,  baju yang dikenakan/ dilambangkan sebagai dokter saat ini adalah dengan seragam putih, hal ini sangat relevan dengan pakaian putih dua malaikat waktu membedah perut Nabi Muhammad SAW.[40]Hal ini juga tidaklah mengherankan jika kita mendapati  sejumlah catatan sejarah bahwa  dokter terkenal seperti Ibnu Sina dan intelektual muslim lainnya yang melakukan dan mengembangkan tekhnik bedah tersebut.

c.    Tentang Hak Asasi Manusia

Semua warga Negara yanga ada Bumi ini memiliki dan menikmati hak-hak asasi terhadap dirinya diantaranya adalah sebagai berikut:  Hak untuk menetukan Agama (QS Al-Baqarah [2]: 256, QS Yunus [10]: 99), Hak untuk memiliki harta kekayaan (QSAl-Baqarah [2]: 188), hak untuk berbeda pendapat (QS Al-Nisa’ [4]: 59), hak Privasi (QS Al-Nur [24]: 27), hak berserikat (QS Ali Imran [3]:104), hak untuk memperoleh penghidupan (QS Al-Dzariyat [51]: 19), menghormati tanggung jawab personal (QS Al-An’am [6]: 164, QS Fathir [35]: 18).  Dan lain sebagainya masih banyak di dalam Al-Quran yang membicarakan tentang tata cara  kehidupan, sesua dengan namanya petunjuk (huda) bagi orang-orang yang bertaqwa.

5.    Mengembangkan Kurikulum Pendidikan di Lembaga Pendidikan

Dari hasil kajian berbagai disiplin ilmu dan pendekatan, tampaknya ada kesamaan pandangan bahwa segala macam krisis itu berpangkal dari krisis akhlak dan moral, krisis spiritual. Anehnya, krisis ini menurut sebahagian pihak disebabkan karena keterpurukan dan kegagalan pendidikan Agama.[42] Agaknya penulis (dan umat Islam pada umumnya) kurang/ sama sekali tidak setuju dengan tuduhan tersebut, itu tidak lain hanyalah bentuk mengkambing hitamkan Agama, bukankah permasalahan semestinya ditangani secara bersama. Mengutip apa yang ditawarkan oleh Ahmad Barizi, untuk mengintegrasikan sains dan Islam dalam kurikulum pendidikan di sekolah (SD, SMP, SMA/SMK) yakni, sebuah tawaran kurikulum,Kurikulum Berbasis Integrasi Sains dan Islam (KBISI).

Untuk terwujudnya insan yang mempunyai Kedalaman Spritual, keagungan Akhlaq, keluasan Intelektual dan kematangan Profesional, akan dapat di capai secara utuh jika berpadu/ tersinerginya ilmu Sains dan Islam (Agama) dalam proses pembelajaran. Melalui pembelajaran terpadu dan integratif tersebut, suatu masalah yang menggejala tidak bisa disalahkan kepada guru tertentu. Misalnya, mengutif apa yang dijelsakan oleh Ahmad Barizi bahwa  jika ada siswa yang terjerat minuman-minuman keras guru bukanlah satu-satunya pihak yang bertanggung jawab. Sebaliknya, jika ada siswa yang kurang peduli terhadap lingkungan hidup disekitarnya, bukankah itu juga merupakan kegagalan dari guru IPA? Jika ada siswa yang kurang sopan dalam berbicara dengan orang yang lebih tua, bukankah itu juga merupakan kegagalan dari guru bahasa? Jika ada siswa yang kurang menghargai jasa-jasa para pendahulunya, bukankah itu juga merupakan kegagalan dari guru sejarah/ IPS? Jika ada siswa suka hidup mewah dan boros di sekolah, bukankah itu juga merupakan kegagalan dari guru matematika atau ekonomi?

Marilah kita jawab secara profesional tentang fenomena-fenomena sebagaimana yang dikemukakan di muka, tanpa mengkambing hitamkan Agama. Tugas dan tanggung jawab atas pendidikan Agama terhadap anak didik adalah tidak hanya diemban oleh guru Agamasaja, tetapi merupakan tanggung jawab sekolah secarakomprehensif. Tumbuhnya  kesadaran semua pihak dalam memperbaiki akhlak moral peserta didik yang bigitu mengimbas terhadap akhlak dan  moral bangsa di mata dunia adalah satu-satunya yang kita rindukan.


PENUTUP

 

Berbagai penjelasan di atas  dapat kita petik pemahanan bahwa Al-Qur’an adalah bersifat Universal. Kalam Allah (Al-Qur’an) dalam pandangan Islam dibagi menjadi dua. Pertama, yang menjelaslakan langsung dengan kitab-Nya disebut kalam Qauliyyah dankedua tanda-tanda yang ditemukan dengan cara penalaran logis (akal), empiris dan lain sebagainya dinamakan dengan kalam kauniyyah.

Dikotomi ilmu yang selama ini selalu diperdebatkan dikalangan yang berbeda pandangan tentang ilmu, ilmu Islam dan ilmu umum sebenarnya dapat kita selesaikan dengan menempatkan dan memposisikan Al-Qur’an dan hadis sebagai sumber ilmu bukan sebagai ilmu.

Adapun bentuk formulasi integrasi sains dan islam dapat kita wujudkan dengan cara: menjadikan kitab suci sebagai basis atau sumber utama ilmu, memperluas batas materi kajian islam & menghindari dikotomi ilmu, menumbuhkan pribadi yang berkarakter ulul albab, menelusuri ayat-ayat dalam alquran yang berbicara tentang sains, mengembangkan kurikulum pendidikan di lembaga pendidikan.


DAFTAR PUSTAKA

Amin Abdullah, dkk, Integrasi Sains – Islam Mempertemukan Epistemologi Islam dan Sains, Yogyakarta: Pilar Religia, 2004

, dkk, Integrasi Sains – Islam Mempertemukan Epistemologi Islam dan Sains, Yogyakarta: Pilar Religia, 2004

Handrianto, Budi , Islamisasi Sains Sebuah Upaya MengIslamkan Sains Barat Modern, Jakarta: Pustaka al-kautsar, 2010

Mehdi Golshani, Filsafat-Sains Menurut al-Qur’an, Bandung: Mizan, 2003

Tim Penyusun Buku, Memadu Sains dan Agama menuju Menuju Universitas  Islam Masa Depan, Malang: Bayumedia, 2004

Mehdi Golshani, Filsafat-Sains Menurut al-Qur’an, Bandung: Mizan, 2003

Turmudi, dkk, Islam, Sains dan Teknologi Menggagas Bangunan Keilmuan Fakultas Sains dan Teknologi  Islami Masa Depan,Malang: UIN Maliki Press, 2006

Imam Suprayogo, Paradigma Pengembangan Keilmuan Islam Perspektif UIN Malang,Malang: UIN-Malang Press, 2006

http://www.scribd.com/doc/83019545/pengertian-integrasi

 


[2]. Amin Abdullah, dkk, Integrasi Sains – Islam Mempertemukan Epistemologi Islam dan Sains, (Yogyakarta: Pilar Religia, 2004), hlm, 11

[3] . Amin Abdullah, dkk, Integrasi Sains – Islam Mempertemukan Epistemologi Islam dan Sains, (Yogyakarta: Pilar Religia, 2004), hlm, 12

[4] . Budi Handrianto, Islamisasi Sains Sebuah Upaya MengIslamkan Sains Barat Modern, (Jakarta: Pustaka al-kautsar, 2010), hlm, 44

[5] . Mehdi Golshani, Filsafat-Sains Menurut al-Qur’an, (Bandung: Mizan, 2003), hlm, 3

[6] . Tim Penyusun Buku, Memadu Sains dan Agama menuju Menuju Universitas  Islam Masa Depan, (Malang: Bayumedia, 2004), hlm. xi

[7] . Mehdi Golshani, Filsafat-Sains Menurut al-Qur’an, (Bandung: Mizan, 2003), hlm, 14

[8] . Turmudi, dkk, Islam, Sains dan Teknologi Menggagas Bangunan Keilmuan Fakultas Sains dan Teknologi  Islami Masa Depan,(Malang: UIN Maliki Press, 2006), hlm, xv

[9]Imam Suprayogo, Paradigma Pengembangan Keilmuan Islam Perspektif UIN Malang, (Malang: UIN-Malang Press, 2006), hlm. ix-x

[10] . Afzalul Rahman, Ensiklopediana Ilum dalam Al-Quran,(Bandung: PT. Mizan, 2007) hlm, 381

Image

materi PSI Pendidikan Dalam Islam

oleh

Robiatul Adawiyah

BAB 1

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Manusia dalam usahanya memelihara kelanjutan hidupnya, mewariskanberbagai nilai-nilai budaya dan peradaban dari satu generasi ke generasiberikutnya, disamping itu juga sebagai pengembangan potensi yang ada padadiri agar dapat dipergunakan oleh setiap individu untuk menghadapai tantangandan permasalahan bagi hidup setiap individu itu sendiri.Pendidikan Islam yang dilakukan Rasulullah di Makkah merupakan bentukdasar dari pendidikan yang bertujuan untuk membina pribadi muslim agarmenjadi kader yang berjiwa kuat dan dipersiapkan menjadi masyarakat Islam,mubaligh, dan pendidik yang baik. Dan setelah hijrah, disamping membentukpribadi muslim pendidikan Islam mengalami perkembangan dan diarahkan untukmembina seluruh aspek-aspek kehidupan manusia dalam mengelola danmenjaga kesejahteraan umat manusia.Kepedulian Rasulullah terhadap pendidikan ini terlihat sekali pada saatselesai perang Badar, bahwa tawanan perang dari orang-orang Quraisy yangmampu membaca dan menulis ditawari oleh beliau untuk mengajar membacadan menulis kepada masyarakat muslim di Madinah untuk menebus kebebasanmereka, sehingga dalam waktu relatif singkat masyarakat muslim di Madinahbanyak yang mampu membaca dan menulis.Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa tujuan pendidikan Islamadalah sesuai dengan tujuan hidup manusia, sebab pendidikan hanyalah alat yang digunakan oleh manusia untuk memelihara kelanjutan hidupnya baik sebagai individu maupun masyarakat.

 

1.2       Rumusan Masalah

Dilihat dari latar belakang diatas, adapun rumusan masalahnya yaitu:

1)      Pengertian Kelembagaan

2)      Sejarah Pendidikan dalam Islam

3)      Lembaga Pendidikan Islam

4)      Karakteristik dan Ciri Khusus Pendidikan  Islam

5)      Peran Lembaga Dalam Pendidikan

6)      Kurikulum Pendidikan Islam

 

1.3  Tujuan dan Manfaat Penulisan

Adapun tujuan dan manfaat penulisan makalah ini adalah pembaca dan penulis mengetahui, memahami serta mengamalkan tentang Pengertian Kelembagaan, Sejarah Pendidikan dalam Islam, Lembaga Pendidikan Islam, Karakteristik dan Ciri Khusus Pendidikan  Islam, Peran Lembaga Dalam Pendidikan, Kurikulum Pendidikan Islam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1  Pengertian Kelembagaan

Secara etimologi, lembaga adalah asal sesuatu, acuan, sesuatu yangmember bentuk pada yang lain, badan atau organisasi yang bertujuanmengadakan suatu penelitian keilmuan atau melakukan sesuatu uasaha.[1] Daripengertian di atas dapat difahami bahwa lembaga mengandunga arti, yaitu :

1) pengertian secara fisik, materil, kongrit dan

2) pengertian secara non-fisik,non-materil, dan abstrak.[2]

 

Dalam bahasa Inggris, lembaga di sebut institute (dalam pengertianfisik), yaitu sarana atau organisai untuk mencapai tujuan tertentu, dan lembagadalam pengertian non-fisik atau abstrak disebut institution, yaitu suatu systemnorma untuk memenuhi kebutuhan. Lembaga dalam pengertian fisik disedut juga dengan bangunan, dan lembaga dalam pengertian non-fisik disebutdengan pranata.[3]

Secara terminology menurut Hasan Langgulung, lembaga pendidikanadalah suatu sistem peraturan yang bersifat mujjarad, suatu konsepsi yangterdiri dari kode-kode, norma-norma, ideologi-ideologi dan sebagainya, baik tertulis atau tidak, termasuk perlengkapan material dan organisasi simbolik :kelompok manusia yang terdiri dari individu-individu yang dibentuk dengansengaja atau tidak, untuk mencapai tujuan tertentu dan tempat-tempatkelompok itu melaksanakan peraturan-peraturan tersebut adalah : mesjid,sekolah, kuttab dan sebagainya.[4]

Daud Ali dan Habibbah Daud, menjelaskan bahwa ada dua unsur yangkontrasiktif dalam pengertian lembaga, pertama pengertian secara fisik materil. Kongrit dan kedua pengertian secara non-fisik, non-material danabstrak. Terdapat dua versi pengertian lembaga dapat dimengerti karenalembaga ditinjau dari segi fisik menampakkan suatu badan dan sarana yangdidalamnya ada beberapa orang yang menggerakkanya, dan ditinjau dari aspek non-fisik lenbaga merupakan suatu sistem yang berperan membantu mencapaitujuan.[5]

Amir Daiem mendefinisikan lembaga pendidikan dengan orang ataubadan yang secara wajar mempunyai tanggung jawab terhadap pendidikan.Rumusan definisi yang dikemukakan Amir Daiem ini memberikan pendekatan   pada siakap tanggung jawab seseorang terhadap peserta didik, sehingga dalamrealisasinya merupakan suatu keharusan yang wajar bukan merupakanketerpaksaan. Definisi lain tentang lembaga pendidikan adalah suatu bentuk organisasi yang tersusun relative tetap atas pola-pola tingkah laku, peranan-peranan relasi-relasi yang terarah dalam mengikat individu yang mempunyaiotoritas formal dan sanksi hokum, guna tercapainya kebutuhan-kebutuhansocial dasar.[6]

Adapun lembaga pendidikan Islam secara termonologi dapat diartikansuatu wadah atau tempat berlangsungnya proses pendidikan Islam.[7]

Kelembagaan adalah sekumpulan kelompok sosial yang bersatu yang biasanya terbentuk lembaga-lembaga. Karena dengan adanya kelembagaan yang didalamnya terbentuk suatu lembaga-lembaga membuat setiap orang dapat mengatur perilakunya menurut kehendak masyarakat.[8]

Dalam menghadapi peradaban modern, yang perlu diselesaikan adalah persoalan-persoalan umum internal pendidikan Islam yaitu (1) persoalan dikotomik, (2) tujuan dan fungsi lembaga pendidikan Islam, (3) persoalan

kurikulum atau materi.

Pendidikan Islam harus menuju pada integritas antara ilmu agama dan ilmu umum untuk tidak melahirkan jurang pemisah antara ilmu agama dan ilmu bukan agama. Karena, dalam pandangan seorang Muslim, ilmu pengetahuan adalah satu yaitu yang berasal dari Allah SWT (Suroyo, 1991 : 45). Kedua, perlu pemikiran kembali tujuan dan fungsi lembaga-lembaga pendidikan Islam (Anwar Jasin, 1985 : 15) yang ada. Memang diakui bahwa penyesuaian lembaga-lembaga pendidikan akhir-akhir ini cukup mengemberikan, artinya lembaga-lembaga pendidikan memenuhi keinginan untuk menjadikan lembaga-lembaga tersebut sebagai tempat untuk mempelajari ilmu umum dan ilmu agama serta keterampilan. Ketiga, persoalan kurikulum atau materi Pendidikan Islam, meteri pendidikan Islam _terlalu dominasi masalah-maslah yang bersifat normatif, ritual dan eskatologis. Materi disampaikan dengan semangat ortodoksi kegamaan, suatu cara dimana peserta didik dipaksa tunduk pada suatu _meta narasi_ yang ada, tanpa diberi peluang untuk melakukan telaah secara kritis.[9]

 

2.2  Sejarah Pendidikan dalam Islam

Pendidikan Islam Sejarah Pendidikan dalam Islam secara kelembagaan tampak dalam berbagai bentuk danvariasi. Disamping lembaga yang bersifat umum seperti masjid, terdapat jugalembaga yang sengaja dibangun dengan orientasi tertentu. Ahmad Syalabimembagi institusi-institusi pendidikan Islam itu menjadi dua kelompok, yaknikelompok sebelum madrasah dan setelah madrasah.

1)      Lembaga Pendidikan sebelum Madrasah

Jauh sebelum mengenal madrasah sebagai lembaga pendidikan Islamyang terstruktur dan terorganisasi, umat Islam telah mengenal beberapa lembagapendidikan yang bisa dikatakan sebagai embrio perkembangan pendidikan Islam,adapun lembaga-lembaga tersebut adalah:

a)      Shuffah

Pada masa Rasulullah SAW, shuffah adalah suatu tempat yangdipakai untuk aktivitas pendidikan biasanya tempat ini menyediakanpemondokan bagi pendatang baru dan mereka yang tergolong miskin disini para siswa diajari membaca dan menghafal Al-qur’an secara benar dan hukum islam dibawah bimbingan langsung dari Nabi, dalam perkembangan berikutnya, sekolah shuffah juga menawarkan pelajarandasar-dasar menghitung, kedokteran, astronomi, geneologi dan ilmu filsafat.

b)      Kuttab atau maktab.

Kuttab atau maktab berasal dari kata dasar yang sama, yaitukataba yang artinya menulis. Sedangkan kuttab atau maktab berartitempat untuk menulis atau tempat dimana dilangsungkan kegiatantulis menulis.Kurikulum pendidikan di kuttab ini berorientasi kepada al-qur’an sebagai suatu tex book, hal ini mencakup pengajaran membacadan menulis, kaligrafi, gramatikal bahasa arab. Sejarah khususnya yangberkaitan dengan Nabi SAW. Bahkan dalam perkembangan kuttabdibedakan menjadi dua, yaitu kuttab yang mengajarkan pengetahuannon agama (secular learning) dan kuttab yang mengajarkan ilmuagama (religius learning).

c)      Halaqah

Halaqah artinya lingkaran. Artinya proses belajar mengajardisini dilaksanakan dimana murid dan melingkari gurunya. Seorangguru biasanya duduk dilantai menerangkan, membacakankarangannya, atau memberikan komentar atas karya pemikiran oranglain. Kegiatan di halaqah ini tidak khusus untuk megajarkan ataumendiskusikan ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan umum termasuk fisafat.

d)     Majlis

Istilah majlis telah dipakai dalam pendidikan sejak abadpertama islam, mulanya ia merujuk pada arti tempat-tempatpelaksanakan belajar mengajar. Pada perkembangan berikutnya disaatdunia pendidikan islam mengalami zaman keemasan, majlis berarti sesidimana aktivitas pengajaran berlangsung. Seiring dengan perkembangan pengetahuan dalam islam,majlis digunakan sebagai kegiatan transfer ilmu pengetahuan, danmajlis banyak ragamnya, menurut Muniruddin Ahmad ada 7 (tujuh)macam majlis, seperti: Majlis al-hadits, Majlis al-tadris, Majlis al-manazharah, Majlis muzakarah, Majlis al-syu’ara, Majlis al-adab, Majlis, al fatwah dan al nazar.

e)       Masjid

Semenjak berdirinya di zaman Nabi SAW, masjid telah menjadipusat kegiatan dan informasi berbagai masalah kaum muslimin, baikyang menyangkut pendidikan maupun sosial ekonomi. Namun, yanglebih penting adalah sebagai lembaga pendidikan. Perkembangan masjid sangat signifikan dengan perkembanganyang terjadi di masyarakat, terlebih lagi pada saat masyarakat islammengalami kemajuan. Urgensi masyarakat terhadap masjid menjadisemakin kompleks, hal ini menyebabkan karakteristik masjidberkembang menjadi dua bentuk yaitu mesjid sebagai tempat sholat jum’at atau jami dan masjid biasa. Kurikulum pendidikan dimasjid biasanya merupakan tumpuanpemerintah untuk memperoleh pejabat-penjabat pemerintah, seperti qhodi, khotib dan imam masjid.

f)        Khan

Khan biasanya difungsikan sebagai penyimpanan barang-barang dalam jumlah besar atau sebagai sarana komersial yangmemiliki banyak toko, seperti, khan al narsi yang berlokasi di alun-alun karkh di Bagdad.

g)      Ribarth

Ribath adalah tempat kegiatan kaum sufi yang inginmenjauhkan diri dari kehidupan duniawi dan mengkonsentrasikan diriuntuk semata-mata ibadah.h.

h)      Rumah Ulama

Rumah sebenarnya bukan tempat yang nyaman untuk kegiatanbelajar mengajar, namun para ulama dizaman klasik banyak yangmempergunakan rumahnya secara ikhlas untuk kegiatan belajarmengajar dan pengembangan ilmu pengetahuan

i)        Toko buku dan perpustakaan.

Toko-toko buku memiliki peranan penting dalam kegiatankeilmuan islam, pada awalnya memang hanya manjual buku-buku,tetapi berikutnya menjadi sarana untuk berdiskusi dan berdebat,bahkan pertemuan rutin sering dirancang dan dilaksanakan disitu. Disamping toko buku, perpustakan juga memilki peranan pentingdalam kegiatan transfer keilmuan islam. 

j)        Rumah sakit

Rumah sakit pada zaman klasik bukan saja berfungsi sebagaitempat merawat dan mengobati orang-orang sakit, tetapi jugamendidik tenaga-tenaga yang berhungan dengan perawatan danpengobatan. Pada masa itu, percabaan dalam bidang kedokteran danobat-obatan dilaksanakan sehingga kemajuan ilmu kedoteran danobat-obatan cukup pesat. Rumah sakit juga merupan tempatpraktikum sekolah kedoteran yang didirikan diluar rumah sakit, rumah sakit juga berfungsi sebagai lembaga pendidikan

k)      Badiah (padang pasir, dusun tempat tinggal badui)

Badiah merupakan sumber bahasa arab yang asli dan murni, dan mereka tetap mempertahankan keaslian dan kemurnian bahasa arab. Oleh karena itu badiah-badiah menjadi pusat untuk pelajaranbahasa arab yang asli dan murni. Sehingga banyak anak-anak kholifah,ulama-ulama dan para ahli ilmu pengetahuan pergi ke badiah-badiahdalam rangka mempelajari bahasa dan kesusastraan arab. Denganbegitu badiah-badiah telah berfungsi sebagai lembaga pendidikan.

 

2)      .Lembaga Pendidikan Setelah Madrasah

Diantara faktor yang mendukung berdirinya madrasah adalah faktor politik, hal ini bermula pada perpecahan yang terjadi akibat dari berdirinyakekhalifahan Syiah di Kairo yang memisahkan diri dari kekhalifahan Sunni di Baghdad sebelum akhir abad ke 4 Hijriyah. Selain karena perbedaan doktrinkedua golongan terjadi pula persaingan diantara keduanya. Maka dari itupendidikan menjadi senjata dari perlombaan politik tersebut.Khalifah-khalifah Syi’ah di Kairo mengklaim diri mereka sebagai keturunanNabi dan mereka memperkuatnya melalui pendidikan yang terencana dandiselenggarakan oleh negara yang berpusat pada lembaga yang diberi namaDar-al-Ilmi. Sebuah masjid yang berhasil direbut di Kairo segera digunakansebagai tempat belajar sesuai dengan doktrin penguasa baru.

Masjid ini sekarangdikenal dengan Al-Azhar, dan dianggap sebagai universitas tertua di dunia. Menanggapi tantangan pendidikan tersebut, meskipun agak terlambatkhalifah Sunni yang berada di Baghdad dengan langkah yang sama jugamendirikan lembaga pendidikan yang diberi nama madrasah pada abad ke 5hijriyah. Serupa dengan apa yang dilakukan oleh saingannya, lembaga inididirikan guna menyebarluaskan dogma penguasa saat itu.

Masih pada abad 5 hijriyah Nizam Al-Mulk salah seorang wazir DinastiSeljuk yang sunni dan juga seorang penganut ideologi Syafi’ iyah Asy’ariyah,merasa bahwa untuk melawan ideologi Dinasti Fathimiyah di Kairo yang beraliranSy’iah saat itu tidak cukup dengan mengangkat senjata, maka beliau berinisiatif untuk mendirikan madrasah-madrasah di setiap kota daerah kekuasaannya yangtidak lain untuk membendung doktrin-doktrinSyi’ah yang disebarkan secara aktif dan sistematik oleh Dinasty Fathimiyah.

Lahirnya lembaga pendidikan formal dalam bentuk madrasah merupakan pengembangan dari sistem pengajaran dan pendidikan yang pada awalnyaberlangsung di mesjid-mesjid. Disisi lain perkembangan dari masjid ke madrasahterjadi secara tidak langsung, madrasah adalah tujuan sebagai konsekuensi logisdari semakin ramainya pengajian di masjid yang fungsi utamanya adalah ibadah.Agar tidak mengganggu kegiatan ibadah, dibuatlah tempat khusus untuk belajar yang dikenal madrasah. Dengan berdirinya madrasah, maka pendidikan islam memasuki periode baru, dan madrasah-madrasah tersebut adalah:

a)      Madrasah sebelum Nizhamiyah.

Sebelum Nizham Al-Mulk menggagas berdirinya madrasah bagiDinasty Seljuk, sebelumnya telah berdiri madrasah-madrasah yangmenjadi cikal bakal munculnya madrasah Nizhamiyah, madrasahtersebut berada di daerah Persia yaitu di wilayah Nisyafur misalnyamadrasah Al-Baihaqiyah, Sa’idiyah. Akan tetapi madrasah ini tidakbegitu terkenal karena masih bersifat ahliyah (kekeluargaan).

 

b)       Madrasah Nizhamiyah

 Madrasah nizhamiyah merupakan pertotipe awal bagi lembagapendidikan tinggi, ia juga dianggap sebagai tonggak baru dalampenyelenggaraan pendidikan islam, dan merupakan karakteristik tradisipendidikan islam sebagai suatu lembaga pendidikan resmi dengansistem asrama. Pemerintah atau penguasa ikut terlibat didalammenentukan tujuan, kurikulum, tenaga pengajar, pendanaan, sarana fisik dan lain-lain.

 

c)      Madrasah di Mekah dan Madinah.

Informasi tentang madrasah mendapat dukungan banyak dariberbagai literatur. Namun sayang para sejarawan tidak cukup tertarikberbicara madrasah di Mekah dan Madinah. Hal ini mengakibatkanpelacakan informasi tentang permasalahan tersebut kurang lengkap.Lebih lanjut secara kuantitatif madrasah di Mekah lebih banyakdibandingkan di Madinah. Diantara madrasah Abu Hanifah, Maliki,madrasah Ursufiyah, madrasah Muzhafariah, sedangkan madrasah

megah yang dijumpai di Mekah adalah madrasah qoi’it bey, didirikan oleh Sultan Mamluk di Mesir.

 

2.3  Lembaga Pendidikan Islam

Wacana kelembagaan pendidikan Islam khususnya pada masa-masa awal merupakan persoalan yang sangat menarik untuk dikaji, hal ini setidaknya disebabkan oleh empat faktor. Pertama, lembaga pendidikan merupakan sarana yang strategis bagi proses terjadinya transformasi nilai dan budaya pada suatu komunitas social. Kedua, pelacakan eksistensi lembaga pendidikan Islam tidak bisa dilepaskan dari proses masuknya Islam Ketiga, kemunculan lembaga pendidikan Islam dalam sebuah komunitas, tidak mengalami ruang hampa, tetapi senantiasa dinamis, baik dari fungsi maupun system pembelajaranya. Keempat kehadiran lembaga pendidikan Islam telah memberikan spectrum tersendiri dalam membuka wawasan dan dinamika intelektual Islam.[10]

Perkembangan pendidikan Islam di Indonesia antara lain juga ditandai oleh munculnya berbagai lembaga pendidikan secara bertahap, mulai dari yang amat sederhana sampai dengan yang sudah terhitung modern dan lengkap. Lembaga-lembaga pendidikan Islam tersebut telah memainkan fungsi dan peranya sesuai dengan tuntutan masyarakat pada zamanya. Perkembangan lembaga-lembaga pendidikan tersebut selanjutnya menarik perhatian para ahli baik dari dalam maupun luar negeri untuk melakukan study ilmiah secra komprehensif. Kini sudah banyak hasil karya peneliti para ahli yang menginformasikan tentang pertumbuhan dan perkembangan lembaga-lembaga pendidikan Islam tersebut. Tujuanya selain untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan yang bernuansa keislaman, juga sebagai bahan rujukan dan perbandingan bagi para pengelola pendidikan Islam pada masa-masa berikutnya, hal ini sejalan dengan prinsip yang umumnya dianut masyarakat Islam Indonesia, yaitu mempertahankan tradisi masa lampau yang masih baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik lagi.

Pendidikan Islam secara kelembagaan tampak dalam berbagai bentuk yang bervariasi. Disamping lembaga yang bersifat umum seperti masjid, terdapat lembaga-lembaga lain yang mencerminkan kekhasan orientasinya. Pada abad ke-4 dikenal beberapa system pendidikan (madaris at-tarbiyah) Islam.[11] Dalam lintas sejarah kita mengenal beberapa lembaga pendidikan Islam di Indonesia antaranya meunasah, dayah, rangkang, surau, pesantren dan madrasah. Lembaga-lembaga pendidika ini disamping sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan Islam juga merupakan potensi dasar ummat Islam Indonesia mengingat ini adalah khazanah bangsa dan akan menjadi salah satu katalisator menuju kebangkitan peradaban Islam.

 

2.4  Karakteristik dan Ciri Khusus Pendidikan  Islam

 

1)      Ciri Menonjol Dari Seluruh LPI (Lembaga Pendidikan Islam)

Seluruh tujuan lembaga pendidikan Islam yang paling menonjol adalah pewarisan nilai-nilai ajaran agama Islam. Hal ini sangat beralasan mengingat aspek-aspek kurikulum yang ada menyajikan seluruhnya memasukan mata pelajaran agama Islam secara komprehensif dan terpadu (walaupun di sekolah-sekolah umum dipelajari juga mata pelajaran agama Islam tetapi tidak komprehensif dan mendalam) sementara di lembaga-lembaga pendidikan Islam kurikulum pendidikan agama Islam menjadi kosentrasi dan titik tekan

2)      Pesantren ( Salaf dan Modern )

Untuk mengetahui karakteristik pendidikan pesantren salaf atau tradisional, maka dapat di lacak dari berbagai segi diantaranya adalah sebagaiberikut :

a)      Materi pelajaran dan metode pengajaran

Sebagai lembaga pendidikan Islam, pesantren pada pada dasarnya hanya mengajarkan agama, sedangkan sumber kajian atau mata pelajaranya ialah kitab-kitab dalam bahasa Arab. Pelajaran agama yang dikaji di pesantren ialah Al-Qur’an dengan tajwidnya dan tafsinya, aqa’id dan ilmu kalam, fiqh dan ushul fiqh, hadis dengan mushthalah hadis, bahasa Arab dengan ilmu alatnya seperti nahwu, sharaf, bayan, ma’ani, badi’ dan ’arudh, tarikh, mantiq, dan tasawuf. kitab yang dikaji di pesantern umumnya kitap-kitap yang ditulis dalam abad pertengahan, yaitu antara abad ke-12 sampai abad ke-15 atau azim disebut dengan “kitap kuning”.[12] Adapun metode yang lazim dipergukan dalam pendidikan pesantern ialah wetonan, sorogan, dan hafalan.

b)      Jenjang pendidikan

Jenjang pendidikan pesantren tidak dibatasi seperti dalam lembaga- lembaga pendidikan yang memakai system klasikal. Umumnya, kenaikan tingkat seorang santri ditandai dengan tamat dan bergantinya kitab yang dipelajarinya. Apabila seorang santri telah menguasai satu kitab atau beberapa kitab dan telah lulus imtihan ( ujian ) yang diuji oleh kiainya, maka ia berpindah ke kitab lain. Jadi, jenjang pendidikan tidak ditandai dengan naiknya kelas seperti dalam pendidikan formal, tetapi pada penguasaan kitab- kitab yang telah di tetapkan dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi.[13]

 

c)      Fungsi pesantren

Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga berfungsi sebagai lembaga social dan penyiaran agama.[14] Sementara Azyumardi Azra menyatakan bahwa ada tiga fungsi pesantren tradisional. Pertama, transmisi dan transfer ilmu- ilmu Islam. Kedua, pemeliharaan tradisi Islam, dan ketiga, reproduksi ulama.[15]

2.5  Peran Lembaga Dalam Pendidikan.

 

  1. Lembaga  Pendidikan sebagai agen Perubahan

Sebagai sistem sosial, lembaga pendidikan harus memiliki fungsi dan peran dalam perubahan masyarakat menuju ke arah perbaikan dalam segala lini. Dalam

  1. Peran Strategis Lembaga Pendidikan Berbasis Islam di Indonesia

Lembaga pendidikan Islam, SDM pengelola dan para pendidik memiliki peran penting dalam peningkatan kualitas Lembaga Pendidikan Islam.

  1. Lembaga sosial

Fungsi laten lembaga pendidikan adalah sebagai berikut, sekolah, orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah  Memilih dan mengajarkan peranan sosial.

  1. Peran Lembaga Swadaya Masyarakat

Peran lembaga swadaya masyarakat dalam penyelenggaraan Pendidikan Usia Dini ( PAUD).

  1. Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Pendidikan

Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Pendidikan …. Sebagai lembaga layanan terhadap kebutuhan pendidikan masyarakatnya, sekolah.

  1.  Peran Sekolah dalam Dunia Pendidikan

Peran Sekolah dalam Pendidikan. Sekolah memang sengaja dirancang sebagai lembaga pendidikan. Keberadaan sekolah sangat penting karena kemajuan

  1. Peran Pemerintah Dalam Dunia Pendidikan

Penyelenggaraan sistem pendidikan nasional berjalan dengan penuh dinamika suatu pandangan hidup yang memisahkan peranan agama dalam yang disurvei oleh lembaga yang berkantor pusat di Hongkong itu.

 

2.6  Kurikulum Pendidikan Islam

 

  1. a.      Kurikulum Pendidikan Islam sebelum Madrasah.

 Kurikulum pendidikan rendahSebelum berdirinya madrasah, tidak ada tingkatan dalampendidikan islam, tetapi hanya satu tingkat yang bermula dikuttab danberakhir didiskusi halaqah. Tidak ada kurikulum khusus yang diikuti oleh 9 seluruh umat islam, dilembaga kuttab biasanya diajarkan membaca danmenulis disamping al-qur’an, kadang diajarkan tata bahasa Arab

 

  1.  Kurikulum pendidikan tinggi.

Kurikulum pendidikan tinggi, berpariasi tergantung pada syaikhyang mau mengajar para mahasiswa tidak terikat untuk mempelajari matapelajaran tertentu, demikian juga guru tidak mewajibkan kepadamahasiswa untuk mengikuti kurikulum tertentu.Kurikulum pendidikan tingkat ini dibagi kepada dua jurusan, jurusan ilmu-ilmu agama dan jurusan ilmu pengetahuan. Al-Khuwarazmi (Yusuf al-kutub, tahun 976) meringkas kurikulum agama sebagai berikut: Ilmu Fiqih,ilmu nahwu, ilmu kalam, ilmu kitabah (sekretaris), ilmu arudh, dan lain-lain.

 

  1. Kurikulum setelah berdirinya Madrasah

Pada zaman keemasan Islam, aktivitas-aktivitas kebudayaanpendidikan islam tidak mengizinkan teologi dan dogma membatasi ilmupengetahuan mereka, mereka meyelidiki setip cabang ilmu pengetahuan manusia, baik psikologi, sejarah, historiografi, hukum, sosiologi, kesustraan,etika, filsafat, teologi, kedokteran, matematika, logika, seni, arsitektur.Sejalan dengan perkembangan zaman dan tingkat kebutuhan,mendirikan madrasah dianggap krusial. Biasanya sebuah madrasah dibangununtuk seorang ahli fiqih yang termasyhur dalam suatu mazhab yang empat.Umpamanya Nuruddin Mahmud bin Zanki telah mendirikan di Damaskus dan Halab beberapa madrasah untuk mazhab Hanafi dan Syafi’i dan telah dibangun juga sebuah madrasah untuk mazhab ini di kota Mesir.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 kesimpulan

Madrasah sebagai sebuah institusi yang lahir karena kondisi sosial politikmasa itu, motivasi yang mendasari berdirinya lembaga pendidikan Islam selainmotivasi agama, sosial, dan ekonomi juga didorong oleh motivasi politik. Denganberdirinya madrasah maka dunia pendidikan dalam Islam memasuki fase baru,yaitu lembaga pendidikan menjadi fungsi bagi negara untuk doktrinisasi dansebagai pembentukan kader negara.Meskipun madrasah sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran di duniaIslam baru timbul sekitara abad ke 4 H, ini bukan berarti bahwa sejak awalperkembangannya Islam tidak mempunyai lembaga pendidikan dan pengajaran,bahkan pendidikan Islam lahir bersamaan dengan lahirnya Islam.

 

3.2 Saran dan Kritik

Mohon maaf apabila makalah ini banyak kekurangan, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Kami menerima kritik dan saran agar makalah supaya lebih baik lagi dari sebelumnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ahmad Syalaby,History of Muslim Education, (Beirut: Dar-alKassyaf,1954.

 

Hasan Langgulung,Asas-asas Pendidikan Islam, (Jakarta: Pustaka Al Husna, 1992)

 

Muh. Thalhah hasan,Dinamika Pemikiran Pendidikan Islam, (Jakarta LantaboraPress, 2006)

 

Nata, Abuddin. Prof. DR.,Sejarah Pendidikan Islam, (Jakarta: PT. Raja GrafikaPersada, 2004)

 

 Yunus, Mahmud. Prof. DR.,Sejarah Pendidikan Islam, (Jakarta: PT. HidakaryaAgung, 1992)

 

http://en.wikipedia.org/wiki/Nizam_al-Mulk 

 

http://contohmakalahs.blogspot.com/

 

http://www.definisi.info/definisi-kelembagaan.htm

 

blog.elearning.unesa.ac.id/pdf-archive/definisi-kelembagaan.pdf

 

http://www.scribd.com/doc/87195873/Lembaga-Pendidikan-Dalam-Perspektif-Islam


[1] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Balai Pustaka, 1990),cet III, hal. 572

[2] M. Daud Ali dan Habibah Daud, Lembaga-lembaga Islam di Indonesia, (Jakarta : Raja GraGindoPersada, 1995), hal. 1.

[3] Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Kalam Mulia, 2002), hal. 277.

[4] Hasan Langgulung, Pendidikan Islam Menghadapi Abad ke-21, (Jakarta : Pustaka Al Husna,1988), cet I, hal. 12-13.

[5] M. Daud Ali dan Habibah Daud,loc. cit

[6] Amir Daien Indrakusomo, Pengantar Ilmu Mendidik Sebuah Tinjauan Teoritis, Filosofis,

 (Surabaya : Usaha Nasional, 1973), hal. 99.

[7] Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Rineka Cipta, 1991 ), hal. 171

[9] blog.elearning.unesa.ac.id/pdf-archive/definisi-kelembagaan.pdf

[10] Samsul Nizar, Lembaga Pendidikan Islam di Nusantara dalam Abudin Nata (editor), Ibid, hlm. 6

[11] Maksum, Madrasah; Sejarah dan Perkembanganya, Jakarta, logos, 1999, hlm.51

[12] Mastuhu, Dinamika System Pendidikan Pesantren, Jakarta, INIS, 1994, hlm. 59

[13] Kafrawi, Ibid , hlm. 20-21

[14] Mastuhu, Dinamika System Pendidikan Pesantren, Jakarta, INIS, 1994, hlm. 59

[15] Azyumardi Azra, “Pesantren: Kontinuitas Dan Perubahan” dalam Nurcholish Madjid, Bilik-Bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan, Jakarta, Paramadina, 1997, hlm. xxi